Anda di halaman 1dari 69

EKSTRAKS I VACUM

Click to edit Master subtitle style

MARIZA IREN S.HEHANUSSA


9/14/12

Definisi

9/14/12

Indikas i

9/14/12

Kontraindikasi

9/14/12

Kontraindikasi

9/14/12

Syarat Ekstraksi Vakum :

Janin diperkirakan dapat lahir pervaginam Pembukaan sekurang-kurangnya 7 cm ( idealnya pembukaan udah lengkap ) Penurunan kepala setinggi hodge III Harus ada kekuatan meneran ibu dan kontraksi uterus (his)
9/14/12

Mangkup (cup ), ukuran 50, 60, 70 mm -- Botol penghisap -Pompa penghisap

Alat Ekstra ksi Vakum :

9/14/12

Bentuk dan Bagian Vakum Mangkup = cup Botol Karet penghubung Rantai penghubung antara mangkuk dengan pemegang Pemegang Pompa penghisap
9/14/12

a l ih mi p Pe Cu n

Pemilihan ukuran cup disesuaikan dengan dilatasi servix. Pada dilatasu lengkap funakan ukuran terbesar (70 mm) Pada sisi belakang cup terdapat marker sebagai penuntun

9/14/12

Prinsip Ekstraksi Vakum

Membuat satu caput succadenum artifisialis dengan memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin.
9/14/12

Ekstraksi Vakum Pada posisi Ocipput anterior

9/14/12

Setelah persiapan selesai dan alat vakum sudah dipasang dengan benar Labia dibuka dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri Masukkan cup

9/14/12

Cup diputar 900 dan ditempatkan pada permukaan kulit kepala dengan menjauhi ubunubun besar.

Buat tekanan negatif dalam cup dengan memompa 9/14/12 sampai 0.2 kg/cm2.

Setelah 2 menit, naikan tekanan negatif secara bertahap tiap 2 menit sampai mencapai tekanan negatif 0.7-0.8 kg/cm.

Nilai ulang 9/14/12 pemasangan cup

Traksi sesuai dengan tingat penurunan bagian terendah sampai lahirnya kepala. Cup dilepas dan anak dilahirkan seperti biasa.

9/14/12

raksi Ekst bunkum U il Va n K ec U bu epan D

9/14/12

Memasukkan cawan penghisap ke dalam jalan lahir secara miring,menghindari urehtra dan klitoris.

9/14/12

Cawan penghisap diputar dan ditempatkan pada kulit kepala janin, menjauhi ubun-ubun besar.

9/14/12

Beri tekanan negatif Lakukan pemeriksaan ulang. Tunggu sampai 1-2 menit proses pembentukan chigon.

9/14/12

Traksi dilakukan setiap kontraksi uterus dan usaha meneran. Arah tarikan sesuai dengan sumbu panggul agar cup tidak terlepas.

Episotomi dilakukan 9/14/12 saat vulva

Persalinan kepala Resusitasi ke occiput posterior disempurnakan dengan rotasi 135 0 searah jarum jam Putar ke posisi

9/14/12

Kriteria Kegagalan
1.Cup terlepas 3 kali oleh karena :

Arah traksi oblique Koordinasi tangan penolong yang kurang baik Adanya selaput ketuban/bagian jalan lahir antara kepala janin dengan cup Traksi terlalu kuat CPD yang tidak terdeteksi
9/14/12

Komplikasi

9/14/12

Komplikasi pada Janin

9/14/12

Komplikasi

9/14/12

9/14/12

Ekstraksi Forceps/Cu nam


Click to edit Master subtitle style

9/14/12

MARIZA IREN S. HEHANUSSA

Bentuk dan Jenis Forceps


Bentuk Umum :

Terdiri dari 1 pasang sendok Pemasangan sendok dilakukan terpisah Sendok : * Solid, * Berlubang
9/14/12

Tangkai sendok :

Sendok memiliki 2 lengkungan: Lengkungan kepala Lengkungan panggul

9/14/12

Forceps/ Cunam kielland tidak memiliki lengkungan panggul yang nyata Memiliki kunci geserringan dan lengkung panggul minimal

9/14/12

Klasifikasi Forceps/Cunam

Cunam Tinggi Cunam sedang Cunam rendah Cunam Outlet

9/14/12

Klasifikasi Persalinan Ekstraksi Cunam dan Ekstraksi Vakum berdasarkan desensus dan putar paksi dalam

9/14/12

Ekstraksi cunam Low

Bagian terendah kepala berada pada station +2 dan tidak didasar panggul Putar paksi dalam 450 (oksiput kiri atau kanan depan menjadi oksiput anterior ; oksiput kiri atau kanan belakang menjadi oksiput posterior) Putar paksi dalam > 450 diatas + 2cm ; tetapi kepala

Ekstraksi Cunam Mild pelvic


9/14/12 Stasion

Fungsi Cunam/forceps

Traktor Rotator Kompresor Cunam Obstetrik jenis Simpson biasanya digunakan untuk 9/14/12 melahirkan anak

Cunam Obstetrik jenis Tucker Mc Lane digunakan untuk kepala anak yang bundar pada multipara.
9/14/12

Indikasi Ekstraksi Cunam

9/14/12

9/14/12

Syarat Tindakan Ekstraksi Cunam

9/14/12

TEKNIK PERSALINAN CUNAM DENGAN OUTLET


9/14/12

TEHNIK PERSALINAN CUNAM OBSTETRIK OUT LET


Pemasangan Cunam Pemasangan cunam obstetrik yang dilakukan: melintang kepala dan melintang panggul.

9/14/12

Pemasangan atau penempatan daun sendok cunam yang ideal di dalam panggul

9/14/12

PERSALINAN CUNAM OUT-LET DENGAN UBUN-UBUN KECIL DI ANTERIOR ( oksiput anterior )

Persiapan untuk pasien, operator dan instrumen medis yang akan digunakan Ibu dalam posisi lithotomi dan dilakukan disinfeksi sekitar perineum. Kosongkan kandung kemih. Berikan Anaesthesia Ketamin 1 2 mg / kg BB (kontra indikasi pada pasien hipertensi).

9/14/12

Cunam akan dipasang melintang kepala dan melintang panggul : Cunam dalam keadaan terkunci, dipegang operator yang berdiri didepan vulva sambil membayangkan posisi cunam kelak 9/14/12

Tehnik pemasangan cunam :

Tangkai sendok kiri dipegang tangan kiri seperti memegang pensil yaitu dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk, pegangan pada tangkai cunam dalam keadaan tegak lurus didepan vulva . Dua (atau lebih) jari tangan kanan operator dimasukkan pada sisi kiri belakang vulva disamping kepala anak.

Ujung daun sendok kiri dimasukkan vagina antara kepala anak dan sisi palmar jari-jari tangan kanan operator; 9/14/12

Pemasangan daun sendok kiri pada sisi kiri panggul ibu ; Jari telunjuk dan tengah tangan kanan dimasukkan vagina. Ibu 9/14/12 jari diarahkan

Tangan kanan dikeluarkan dan sendok kiri yang telah terpasang dipegang oleh asisten.

9/14/12

Dengan cara yang sama, daun sendok kanan ditempatkan disamping kanan kepala anak. Pemasangan sendok kanan : Sendok kiri yang sudah terpasang 9/14/12

Dilakukan reposisi sendok cunam bilamana diperlukan untuk memudahkan penguncian cunam.
9/14/12

Penguncian ;

Setelah pengucian,dilakuka n pemeriksaan ulangan untuk mengetahui apakah : a.Kedua daun cunam sudah 9/14/12 dipasang secara

Setelah traksi percobaan menunjukkan bahwa pemasangan dan penguncian cunam sudah dilakukan dengan benar, maka tindakan ini dilanjutkan dengan 9/14/12 traksi definitif.

Traksi definitif diawali dengan tarikan horisontal secara intermiten sampai perineum teregang. Episiotomi dikerjakan saat perineum teregang. Setelah oksiput meregang vulva, tangkai cunam dielevasi dengan cara meletakkan empat jari tangan diatas permukaan atas pegangan cunam dan dorongan ibu jari dan sisi belakang permukaan bawah pegangan cunam. Setelah vulva teregang dan dahi teraba pada perineum, lahirnya kepala anak selanjutnya dapat dilakukan dengan cunam yang masih terpasang atau cunam yang sudah dibuka (dilepas) dan selanjutnya kepala anak dilahirkan dengan maneuver Ritgen.

Melakukan ekstraksi kepala dengan tangan kanan sambil menahan perineum 9/14/12 tangan kiri agar tidak regangan dengan

Persalinan tubuh anak lebih lanjut dilakukan seperti pertolongan persalinan presentasi belakang kepala seperti biasanya. Setelah bayi lahir, dilakukan plasenta manuil sambil melakukan eksplorasi jalan lahir untuk melihat adanya cedera pada jalan lahir.

9/14/12

PERSALINAN CUNAM RENDAH DENGAN UBUNUBUN KECIL KIRI DEPAN ( POSISI OKSIPITALIS KIRI DEPAN )

9/14/12

PERSALINAN CUNAM RENDAH DENGAN UBUN-UBUN KECIL KIRI DEPAN ( POSISI OKSIPITALIS KIRI DEPAN )

Dengan tangan kanan, operator menentukan posisi telinga kiri janin yang berada disebelah kiri posterior. Dengan tuntunan jari-jari kanan dalam vagina, tangan kiri memasang cunam kiri setinggi telinga kiri janin. Sendok cunam kiri yang sudah terpasang ditahan oleh asisten atau 9/14/12 dibiarkan saja dan hendaknya berada

PERSALINAN CUNAM RENDAH DENGAN UBUNUBUN KECIL KANAN DEPAN

9/14/12

Pemasangan sendok cunam dilakukan dengan cara yang sama, tetapi dengan arah yang berbeda. Pada keadaan ini, telinga kanan janin adalah telinga posterior dan sendok kanan harus dipasang lebih awal . Penguncian hanya dapat dilakukan setelah tangkai sendok cunam kanan 9/14/12 DISILANGKAN dan ditempatkan

PERSALINAN CUNAM RENDAH DENGAN UBUNUBUN KECIL MELINTANG

9/14/12

Jenis cunam obstetrik yang tepat digunakan adalah cunam Tucker Mc Lane atau cunam Kielland. Pemasangan tidak berbeda, sendok pertama yang dipasang adalah sendok yang akan ditempatkan setinggi telinga posterior dan sendok kedua dipasang setinggi telinga depan (setelah digeser kedepan). Dengan pemasangan diatas, satu

9/14/12

Persalinan dengan posisio occipitalis posterior persisten sering terjadi pada persalinan dengan anaesthesi epidural.
9/14/12

PERSALIN AN CUNAM RENDAH DENGAN UBUNUBUN KECIL POSTERIO R ( POSISIO OKSIPITA

Posisio Occipitalis Posterior Kiri atau Kanan : Tidak terjadi fleksi kepala yang maksimal. Pada beberapa kasus, tindakan vaginal toucher saat menentukan lokasi telinga posterior dapat menyebabkan occiput berputar spontan kedepan dengan sendirinya.
9/14/12

Agar occiput berada di sebalah

Rotasi manual : Bila occiput berada disebelah kiri belakang, operator menggunakan tangan kanannya untuk memutar kepala ; dan sebaliknya bila occiput disebelah kanan belakang maka operator menggunakan tangan kirinya untuk memutar kepala. Gerakan pronasi lebih mudah dikerjakan dibandingkan gerakan supinasi. Tehnik : 9/14/12

Rotasi manual dari posisio oksipitalis posterior kiri : (A) . Tangan kiri operator ditempatkan diatas abdomen dan menarik bahu 9/14/12 kanan kearah

POSISIO OKSIPITALIS POSTERIOR Bila tak dapat melakukan rotasi manual, maka persalinan pervaginam dapat diusahakan dengan bantuan ekstraksi cunam. Persalinan dengan cunam dapat dilakukan dengan occiput tetap di posterior atau occiput di anterior
9/14/12

Tehnik :

Persalinan cunam rendah pada posisio occipitalis posterior PERSISTEN : Gambar panah menunjukkan titik saat kepala 9/14/12

PERSALINAN CUNAM RENDAH PADA PRESENTASI MUKA

Hanya dapat dikerjakan pada kasus presentasi muka MENTO ANTERIOR. Pada awalnya dilakukan traksi curam bawah sampai dagu nampak dibawah 9/14/12

KOMPLIKASI

9/14/12

Komplikasi

Morbiditas Maternal : Anak : Persalinan operatif Laserasi jalan lahir:pervaginam khususnya yang dapat terjadi pada Robekan serrvik dikerjakan bila panggul tengah cenderungterjepit dilatasi belum lengkap atau meningkatkan kenaikan morbiditas diantar daun cunam dengan kepala janin. neonatal:

Robekan vagina yang Nilai Apgar rendah. dapat mengenai

vesica urinaria atau robekan vagina Cephalmeluas kearah vertikal. yang hematoma.
9/14/12

Cedera pada daerah wajah . Simfisiolisis.

CUNAM PERCOBAAN dan CUNAM GAGAL

Bila sebuah persalinan operatif pervaginam diperkirakan menemui kesulitan maka tindakan tersebut dinamakan ekstraksi cunam percobaan . Tindakan ekstraksi cunam percobaan dilakukan dengan kamar bedah yang telah dipersiapkan untuk sewaktu-waktu dapat digunakan melakukan tindakan SC manakala 9/14/12

Terima kasih...

9/14/12