Anda di halaman 1dari 30

KONSEP DASAR TIMBULNYA PENYAKIT

RIDWAN RUSWENDI, S.Pd, M.Si

Pengertian penyebab penyakit adalah dari

rantai sebab akibat ke suatu proses kejadian penyakit proses interaksi antara manusia / HOST / penjamu(biologis, fisiologis, psikologis, sosiologis, dan antrapologis) dengan penyebab (AGENT) serta dengan lingkungan (ENVIRONMENT).
HOST

environment
(segitiga epidemiologi)

Agent

Keadaan keseimbangan interaksi Host, Agent, dan Environment

Agent

Host

Environment

Dalam teori keseimbangan, interaksi ketiga

unsur harus di perhatikan, terjadi gangguan akan menyebabkan timbulnya penyakit tertentu. A. Unsur Penyebab 1. penyebab kausal primer
a. Unsur penyebab biologis (makhluk hidup
b.
mikroorganisme, virus, bakteri, dll) Unsur penyebab nutrisi protein, lemak, hidrat arang, vit, mineral, air. Unsur penyebab kimiawi zat racun, obat-obat keras, bahan kimia (gas, uap, cair, padat, dsb). Unsur penyebab psikis semua unsur yang bertalian dengan gangguan jiwa, gangguan tingkah laku sosial.

c.
d.

Perlu diperhatikan sifat hubungan kausal :


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. kuatnya hubungan statistik Adanya hubungan dosis respon Adanya konsisten berbagai penemuan penelitian Hubungan bukan hasil sementara Sesuai dengan teori sementara Sesuai dengan hasil percobaan laboratorium Sesuai dengan hukum biologis

B. Penyebab Non Kausal (sekunder) 1. Unsur Penjamu


a. sifat yang erat hubungan dengan manusia sebagai makhluk biologis (umur, jenis, kelamin, ras, keturunan, bentuk anatomi tubuh serta fungsi fisiologis dan faal tubuh, keadaan imunitas dan reaksi tubuh baik dari dalam maupun dari luar tubuh, kemampuan interaksi antara penjamu dengan penyebab secara biologis, status gizi dan status kesehatan secara umum). b. Sifat manusia sebagai makhluk sosial (kelompok etnis termasuk adat, kebiasaan, agama, hubungan keluarga serta hubungan sosial kemasyarakatan, kebiasaan hidup dan kehidupan sosial sehari-hari atau kebiasaan hidup sehat, dan sifat karakter individu dapat berfungsi sebagai faktor resiko).

3. Unsur Lingkungan (Environment)


a. Lingkungan biologis segala flora dan fauna disekitar manusia antara lain : - berbagai mikroorganisme patogen dan apatogen - berbagai binatang dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia (bahan makanan dan obat-obatan serta reservoir) - fauna sekitar manusia sebagai vektor penyakit menular Lingkungan biologis tersebut sangat berpengaruh terhadap manusia (sumber kehidupan atau yang mengancam kehidupan manusia)

b. Lingkungan Fisik Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh langsung / tidak langsung. Termasuk unsur kimiawi dan radiasi, meliputi : - udara, keadaan cuaca, geografis. - Air (kehidupan, sumber penyakit/pencemaran) - Unsur kimiawi lainnya (pencemaran udara, tanah, air dan radiasi tersebut). c. Lingkungan Sosial Semua bentuk kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, sistem organisasi serta peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. - Sistem hukum, administrasi, dan kehidupan sosial politik, sistem ekonomi yang berlaku - Bentuk organisasi masyarakat yang berlaku setempat - Sistem yankes serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat - Kepadatan penduduk dan berbagai sistem kehidupan sosial

Dari keseluruhan unsur tesebut, di atas, hubungan interaksi antara satu dengan lainnya akan menentukan proses dan arah dari proses kejadian penyakit, baik perorangan maupun dalam masyarakat. Setiap proses terjadinya penyakit, perlu dipikirkan adanya penyebab jamak (multiple caution). berpengaruh dalam menetapkan program pencegahan maupun penanggulangan penyakit tertentu. Proses terjadinya penyakit tidak hanya di titik beratkan pada penyebab kausal, tetapi terutama di arahkan pada interaksi antara agent-host-environment.

Laframboise dan Lalonde (1970) Mengembangkan konsep medan kesehatan yang merinci determinan kesehatan dalam faktor-faktor lingkungan, gaya hidup, biologi manusia dan sistem organisasi yankes. Konsep ini digunakan untuk menganalisis interaksi penyebab status kesehatan masyarakat.

Struktur dan Fungsi yg Komplek Biologi Manusia Model epid utk Analis kebijakan kesehatan

Maturasi & penuaan sosial lingkungan psikologis fisik

keturunan restortif Sistem Organisasi yankes kuratif

preventif
Gaya hidup Budaya & kelembagaan Kebiasaan perorangan

Pola konsumsi

1. Gaya hidup (life style)


faktor resiko yang paling dominan dalam proses kejadian penyakit dan derajat kesehatan kelompok populasi tertentu a. Gaya hidup mewah termasuk pola makan dan kegemukan, kurang olahraga, fitnes. b. Pola konsumsi makan berlebihan, konsumsi kolesterol berlebih, konsumsi dan ketagihan alkohol, rokok, pengguna obat salah / berlebihan, konsumsi gula berlebih. c. Pekerjaan dan resiko akibat kerja, merasa tertekan pada pekerjaan, gangguan kesehatan akibat kerja dan lingkungan kerja.

2. Lingkungan yang meliputi : a. Dimensi fisik dari lingkungan pencemaran udara, bunyi serta pencemaran air dan tanah. b. Dimensi sosial dan psikologis kepadatan penduduk, isolasi sosial, interaksi sosial dll. 3. Biologi manusia erat hubungannya dengan faktor genetis dan biologi molekuler yang mempengaruhi mutasi genetis patogen, cacat bawaan serta pertumbuhan yang terhambat. Faktor usia kedewasaan dan usia tua faktor resiko arteritis, kanker, DM, tulang kropos, dll. Epidemiologi terhadap gangguan tersebut program pencegahan

4. Sistem organisasi yankes Ada 3 elemen utama (kuratif, restoratif, preventif) a. Sistem meliputi kualitas, kuantitas dan ketersediaan SDM yankes. b. Kuratif meliputi obat, pengobatan. c. Restoratif meliputi RS, rumah jompo, rawat jalan. d. Elemen preventif sangat terbatas.

Keuntungan dari sistem ini : 1. Keempat model tersebut mempunyai kepentingan yang sama 2. Konsep bersifat komprehensif 3. Memungkinkan untuk menganalisis masalah secara bersama-sama 4. Memungkinkan dibagi dalam bagian yang lebih khusus 5. Model ini mengembangkan prospektif baru dalam bidang kesehatan

Timbulnya penyakit
Penyakit timbul karena beroperasinya berbagai
faktor baik dari : AGENT, HOST (INDUK SEMANG), LINGKUNGAN. Penyebab majemuk (multiple causation of disease) atau penyebab tunggal (single causation) 3 model timbulnya penyakit (1). Segitiga epidemiologi/ the epidemiologic triple, (2). Jaring-jaring sebab-akibat/ the web of causation, (3). Roda/ the whell.

(1). SEGITIGA EPIDEMIOLOGI


HOST

agent

lingkungan

Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka, yang berakibat bertambah atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan.

(2). Jaring-jaring sebab akibat


faktor 8 faktor 9 Faktor 3 Faktor 4 Faktor 5 Faktor 6 Faktor 7 Faktor 1

faktor 10
faktor 11 faktor 12

Penyakit X
Faktor 2

Menurut model ini, sesuatu penyakit tidak berhubungan pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat diserangkaian proses sebab dan akibat dengan demikian maka timbulnya penuakit dapat di cegah dengan memotong rantai pada berbagai titik.

(3). Roda
Lingkungan sosial
Induk Semang (manusia)

Lingkungan fisik

Inti genetik

Lingkungan biologis

Model ini memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Pada model ini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Besarnya peranan masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan.

Dengan model-model tersebut, hendaknya di

tunjukkan bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit tidaklah diperlukan bagi usaha-usaha pemberantasan yang efektif. Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka sering kali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya, tanpa intervensi langsung pada penyebab penyakit.

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

PERIODE PRA-PATOGENESIS DAN PERIODE PATOGENESIS SUATU RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT


RIWAYAT ALAMIAH SETIAP PENYAKIT
PERIODE PRA PATOGENESIS Sebelum orang menjadi sakit Interaksi antara agen, penjamu dan lingkungan yg menghasilkan
Patogenisis awal

PERIODE PATOGENESIS Perjalanan penyakit pada manusia Mati Penyakit awal Yg dapat diketahui sembuh Penyakit lanjut Konva- Ketidaklesens mampuan Cakrawala klinik Kronis

Rangsangan penyakit

Interaksi Penjamu dgn Rangsangan penyakit

UKURAN FREKUENSI PENYAKIT 1. Ukuran frekuensi penyakit : mengukur kejadian

UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI

2.

3.

penyakit, cacad ataupun kematian pada populasi. Merupakan dasar dari epid deskriptif, frekuensi kejadian yang di amati di ukur dengan menggunakan prevalence dan incidence. Ukuran dari akibat pemaparan : mengukur ke eratan hubungan statistik antara faktor tertentu dengan kejadian penyakit yang di duga merupakan akibat pemaparan tersebut. Hubungan antara pemaparan dan akibatnya di ukur dengan menggunakan relative risk atau odds ratio. Ukuran dari potensi dampak : menggambarkan kontribusi dari faktor yang diteliti terhadap kejadian suatu penyakit dalam populasi tertentu. Ukuran yang digunakan adalah attributable risk percent dan population atributable risk.

Ukuran frekuensi penyakit :


untuk mengukur frekuensi kejadian penyakit pada suatu populasi, digunakan salah satu dari 3 bentuk pecahan yaitu :
Proporsi Ratio Rate

Proporsi adalah bentuk pecahan yang pembilangnya

merupakan bagian dari penyebutnya. Duinyatakan dalam persen, yaitu mengalikan pencahan ini dengan 100%. contoh : pada populasi yang terdiri atas 500 orang, 20 orang di antaranya menderita penyakit malaria. Proporsi penderita malaria dalam populasi ini besarnya : 20 (pembilang) = 0.04x100=4% 500 (penyebut) Ciri dari proporsi yaitu : tidak mempunyai satuan, karena pembilangg dan penyebut sama, sehingga saling meniadakan dan nilainya antara 0 dan 1.

Ratio adalah pecahan yang pembilangnya bukan merupakan

bagian dari penyebutnya. Ini yang membedakannya dengan proporsi. Ratio menyatakan hubungan antara pembilang dan penyebut yang berbeda satu dengan yang lain. ada 2 jenis ratio yaitu :
ratio yang mempunyai satuan, misalnya jumlah dokter per 100.000 penduduk, jumlah kematian bayi selama setahun per 1.000 kelahiran hidup. Ratio yang tidak mempunyai satuan oleh karena pembilang dan penyebutnya mempunyai satuan yang sama, misalnya : ratio antara satu proporsi dengan proporsi lain atau ratio antara satu rate dengan rate yang lain. Contohnya : relative risk dan odds ratio

Rate merupakan konsep yang lebih kompleks dibandingkan

dengan dua bentuk pecahan terdahulu. Rate yang sesungguhnya merupakan kemampuan berubah suatu kuantitas bila terjadi perubahan pada kuantitas lain. Kuantitas lain yang digunakan sebagai patokan ini biasanya adalah kuantitas waktu. Bentuk ukuran ini sering di campuradukkan penggunaannya dengan proporsi. Contohnya kecepatan mobil dapat berubah-ubah setiap saat, yang di ukur adalah rata-rata kecepatan.

Ukuran Frekuensi Penyakit

Incidence, yang menggambarkan jumlah kasus baru yang terjadi dalam satu periode tertentu Prevalence, yang menggambarkan jumlah kasus yang ada pada saat ini.
INCIDENCE PREVALENCE = kejadian (kasus baru) = status (kasus lama + kasus baru)

Prevalence digunakan untuk menentukan situasi penyakit yang ada pada satu waktu tertentu Incidence ada 2 jenis yaitu :
a. mengukur resiko untuk sakit cumulatine incidence probabilitas dari seseorang yang tidak sakit untuk menjadi sakit selama periode waktu tertentu, dengan syarat orang tersebut tidak mati oleh karena penyebab lain. Resiko ini biasanya digunakan untuk mengukur serangan penyakit yang pertama pada orang sehat tersebut. Misalnya : incidence penyakit jantung, mengukur resiko serangan penyakit jantung pertama pada orang yang belum pernah menderita penyakit jantung.

CI =

jml individu yg menjadi sakit selama periode tertentu


jml individu dalam populasi pada pemulaan periode

Baik pembilang maupun penyebut yang digunakan dalam perhitungan ini adalah individu yang tidak sakit pada permulaan periode pengamatan, sehingga mempunyai resiko untuk terserang. Kelompok individu yang berisiko terserang ini disebut population at risk (populasi yang beresiko). CI adalah proporsi individu yang awal pada periode pengamatan berada dalam kategori tidak sakit, yang berpindah kategori sakit selama periode pengamatan. Ciri-cirinya : - berbentuk proporsi - Tidak memiliki satuan - Besarnya berkisar antara 0 dan 1

CI adalah proporsi individu sehat yang menjadi sakit selama periode tertentu

Contoh : Sensus di swedia 1960 dari 3076 pria umur 20-64 tahun yang bekerja di perusahaan plastik. Berdasarkan data register kanker swedia antara 1961-1973, 11 orang pekerja ini terserang tumor otak. Jadi, CI tumor otak yang terjadi pada pekerja pabrik plastik ini selama 13 tahun. 11 CI = = 0.004 atau 0.04% 3076 Dalam investigasi wabah penyakit menular, periode pengamatan yang di pakai biasanya selama periode wabah berlangsung. Atau periode waktu dimana kasus primer terjadi. Kejadian CI sering disebut Attack Rate walaupun bentuknya bukan rate yang sesungguhnya.

Contoh di kecamatan belimbing desa warnasari

selama 3 bulan terjadi wabah kolera. Dari 3800 penghuni desa, 162 diantaranya terserang kolera. 162 CI = = 0.043 atau 4.3% 3800 b. Mengukur kecepatan untuk sakit incidence rate (incidence density) IR dari kejadian penyakit adalah potensi perubahan status penyakit persatuan waktu, relative terhadap besarnya populasi individu yang sehat pada waktu itu
IR = Jml kasus baru yang terjadi selama periode tertentu jml orang-waktu yg di sumbangkan oleh seluruh individu yg di amati selama periode waktu tersebut

Jumlah orang-waktu yang di sumbangkan oleh seluruh individu yang di amati itu disebut time at risk.

SELESAI