Anda di halaman 1dari 20

EMULSI

Ilmu Meracik Obat (IMO)

Ogi Nurhari
EMULSI

§ Emulsi adalah suatu sediaan yang mengandung dua zat


cair yang tidak mau campur, biasanya air dan minyak
dimana caira suatu terdispersi menjadi butir-butir kecil
dalam cairan yang lain. Atau,
§ Emulsi adalah suatu system heterogen, yang terdiri dari
tidak kurang dari sebuah fase cair yang tidak
bercampur, yang terdispersi dalam fase cair lainnya,
dalam bentuk tetesan -tetesan, dengan diameter secara
umum, lebih dari 0,1 μm. (ilmiah)

Komponen Emulsi
Jenis Emulsi

Emulsi Gas Emulsi Cair


§ Emulsi gas dapat disebut § Emulsi cair melibatkan dua


juga aerosol cair yang zat cair yang tercampur,
adalah emulsi dalam tetapi tidak dapat saling
medium pendispersi gas. melarutkan, dapt juga
§ Aerosol cair juga memiliki disebut zat cair polar
sifat-sifat seperti sol &zat cair non-polar.
liofob; efek Tyndall, § Biasanya salah satu zat cair
gerak Brown, dan ini adalah air (zat cair
kestabilan denganmuatan polar) dan zat lainnya;
partikel. minyak (zat cair non-
§ polar).
§
Emulsi Cair

Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan


menjadi 2 jenis:

§ emulsi minyak dalam air, o/w (cth: susu yang terdiri dari
lemak yang terdispersi dalam air,jadi butiran minyak
di dalam air)
§ emulsi air dalam minyak, w/o(cth: margarine yang terdiri
dari air yang terdispersi dalam minyak, jadi butiran air
dalam minyak).
 Bagaimana air dan minyak dapat bercampur sehingga
membentuk emulsi cair?

EMULGATOR
§ Air dan minyak dapat bercampur membentuk emulsi cair
apabila suatu pengemulsi (emulgator) ditambahkan dalam
larutan tersebut.
§ Adanya penambahan emulgator dapat menstabilkan suatu
emulsi karena emulgator menurunkan tegangan permukaan
secara bertahap.
§ Zat pengemulsi adalah PGA, tragakan, gelatin, sapo dan lain-
lain.
§ Emulsa dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi vera
(emulsi alam) dan emulsi spuria (emulsi buatan).
§
Metode Pembuatan Emulsi

Metode Gom Kering Metode Gom Basah


§ Emulsi dibuat dengan jumlah § Disebutt pula sebagai metode
komposisi minyak dengan Inggris, cocok untuk
½ jumlah volume air dan ¼ penyiapan emulsi dengan
jumlah emulgator. Sehingga musilago atau melarutkan gum
diperoleh perbandingan 4 sebagai emulgator,
§ Metode ini dipilih jika emulgator
bagian minyak, 2 bagian air yang digunakan harus
dan 1 bagian emulgator. dilarutkan/didispersikan
§ Pertama-tama gom terlebuh dahulu kedalam air
didispersikan kedalam misalnya metilselulosa.
minyak, lalu ditambahkan § 1 bagian gom ditambahkan 2
air sekaligus dan diaduk bagian air lalu diaduk, dan
/digerus dengan cepat dan minyak ditambahkan sedikit
searah hingga terbentuk demi sedikit sambil terus
korpus emulsi. diaduk dengan cepat.
§
Metode pembuatan emulsi

 Metode Botol Metode Penyabunan In Situ


§ Disebut pula metode Forbes § a. Sabun Kalsium


§ Metode inii digunakan untuk emulsi
dari bahan-bahan menguap dan § b. Sabun Lunak
minyak-minyak dengan § c. Pengemulsi Sintetik
kekentalan yang rendah.
§ Dalam botol kering, emulgator yang 
digunakan ¼ dari jumlah
minyak(2). Ditambahkan dua
bagian air lalu dikocok kuat-
kuat, suatu volume air yang
sama banyak dengan minyak
ditambahkan sedikit demi
sedikit sambil terus dikocok,
setelah emulsi utama terbentuk,
dapat diencerkan dengan air
sampai volume yang tepat
Tujuan Pembentukan Emulsi

§ Meningkatkan kelarutan
§ Meningkatkan stabilitas
§ Memperbaiki penampilan
§ Menutupi rasa tidak enak
§ Efek obat diperlambat
§
Faktor yang Mempengaruhi Proses
Emulsifikasi

§ Tegangan permukaan 2 fase cair, karena adanya


perbedaan polaritas dan zat cair tersebut.
§ Energi bebas permukaan: dapat membentuk koalescen,
yaitu penggabungan globul.
§ Emulgator: film antar muka, tolak menolak muatan, dan
repulsi sterik untuk emulgator muatan.
Cara membedakan tipe emulsi

§ Dengan Pengenceran, Tipe O/W dapat diencerkan dengan air, Tipe W/O dapat
diencerkan dengan minyak
§ Cara Pengecatan, Tipe O/W dapat diwarnai dengan amaranth/metilen
blue, Tipe W/O dapat diwarmai dengan sudan III
§ Cara creaming test, creaming merupakan peristiwa memisahkan emulsi karena
fase internal dari emulsi tersebut melakukan pemisahan sehingga tdk tersebar
dlm emulsimis : air susu setelah dipanaskan akan terlihat lapisan yang tebal
pada permukaan. Pemisahan dengan cara creaming bersifat refelsibel.
§ Konductifitas
Elektroda dicelup didalam cairan emulsi, bila ion menyala tipe emulsi O/W
demikian sebaliknya.
Teori Emulsifikasi

§ Teori tegangan permukaan (Teori Surface Tension)


§ Teori Oriented Wedengane, Emulgator terbagi 2:
§ Teori Interpelasi film
§ Teori Electric Double Layer (lapisan listrik rangkap).
Teori tegangan permukaan (Teori Surface
Tension)

§ Daya tarik menarik molekul (Kohesi (sejenis) dan Adesi (berlainan


jenis)). Daya kohesi tiap zat selalu sama, sehingga pada permukaan
suatu zat cair (bidang batas antara air dan udara) akan terjadi
perbedaan tegangan karena tidak adanya keseimbangan gaya kohesi
(tegangan permukaan/surface tension)
§ Semakin tinggi perbedaan tegangan yang terjadi pada bidang batas
mengakibatkan antara kedua zat cair itu semakin susah untuk
bercampur.
§ Tegangan pada air bertambah dengan penambahan garam-garam
anorganik atau senyawa elektrolit, tetapi berkurang dengan
penambahan senyawa organik tertentu seperti sabun.
Teori Oriented Wedengane

 Emulgator terbagi menjadi:


§ Hidrofilik : bagian emulgator yg suka pada air
§ Lipofilik: bagian emulgator yg suka pd minyak

 Emulgator dapat dikatakan pengikat antara air dan minyak yang


membentuk suatu keseimbangan (HLB) antara kelompok hidrofil
& lipofil. Makin besar HLB makin hidrofil (emulgator mudah larut
dalam air & sebaliknya).

Teori Interpelasi film
 Emulgator akan diserap pada batas antara air dan minyak, sehingga
terbentuk lapisan film yang akan membungkus partikel fase dispersi
menyebabkan partikel sejenis yang akan tegabung akan terhalang.

 Untuk memberikan stabilitas maksimum, emulgator harus:


§ Dapat membentuk lapisan film yang kuat tapi lunak
§ Jumlahnya cukup utk menutupi semua partikel fase disperse
§ Dapat membentuk lapisan flm dengan cepat & dapat menutup
semua permukaan partikel dengan segera.
§
Teori Electric Double Layer (lapisan listrik
rangkap).

 Terjadinya emulsi karena adanya susunan listrik yg menyelubungi partikel shg


terjadi tolak-menolak antara partikel sejenis. Terjadinya muatan listrik
disebabkan oleh salah satu dari ketiga cara berikut:
§ Terjadinya ionisasi dari molekul pada permukaan partikel
§ Terjadinya absorpsi ion oleh partikel dari cairan sekitarnya
§ Terjadinya gesekan partikel dengan cairan sekitarnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
stabilitas emulsi

§ Tegangan antarmuka rendah


§ Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka
§ Tolakkan listrik double layer
§ Relatifitas phase pendispersi kecil
§ Viskositas tinggi.
§
Mikroemulsi
§ Mikroemulsi: dispersi cair-cair dalam bentuk miselar
dengan ukuran partikel 10-100 nm. Dalam
mikroemulsi terjadi solubilisasi miselar dimana misel-
misel bergabung dan membutuhkan konsentrasi
surfaktan yang tinggi.
§ Pada mikroemulsi, fase minyak memakai yang
viskositasnya rendah. Hal ini dikarenakan agar
densitasnya tidak naik sehingga mudah dicampur dan
tidak kriming.
§
Faktor yang harus diperhatikan dalam
mikroemulsi:

§ Luas permukaan partikel terdispersi: memepengaruhi enersi antar


muka.
§ Stabilita fisik dan pembentukan sistem yang spontan.
§ Derajat solubilisasi: misel surfaktan, globul emulsi, dan
solubilisasi yang terjadi.
§ Kinetika solubilisasi tergantung dari derajat solubilisasi dan
transisi misel surfaktan dan globul emulsi.
§ Pengaruh temperatur dan komposisi mikroemulsi.
Sifat mikroemulsi:

§ Ukuran partikel 10-100 nm


§ Stabil
§ Sederhana
§ Ada kekuatan solubilisasi
§ Ada peningkat aktivitas
§ Penampilan: cair dan transparan.
§