Anda di halaman 1dari 12

HISTOLOGI

PANKREAS
ARIEF AULIA RAHMAN
2013730012

PANKREAS
Pankreas merupakan kelenjar eksokrin
dan
endokrin. Kedua fungsi tersebut dilakukan oleh
sel-sel yang berbeda. Dalam keadaan segar
berwarna merah pucat, tetapi diliputi oleh
jaringan ikat jarang yang tipis dan membentuk
septa ke dalam yang membagi kelenjar dalam
lobulus. Jaringan ikat yang halus mengelilingi
masing-masing asinus.

BAGIAN EKSOKRIN
ASINUS
Berbentuk tubular, di kelilingi lamina basal dan
terdiri atas 5-8 sel berbentuk priamid yang
tersusun mengelilingi lumen sempit.
Diameter lumen berbeda-beda, dan mengandung
sel-sel kecil yaitu sel sentro asinar.
Cairan pankreas mengandung : 1. enzim
proteolitik yaitu tripsin dan kimotripsin yang
memecah protein 2. karboksipeptidase yang
memecah peptide 3. amilase yang menghidrolisis
tepung dan karbohidrat 4. deoksiribonuklease dan
ribonuklease mencerna asam nukleat 5. dan
lipase yang menghidrolisis lemak netral menjadi

DUKTUS (SALURAN KELUAR)

1. Sentrosinar atau sentroduktular


2. Duktuli interkalaris
3. Duktus intralobular dan interlobular sampai
duktus utama atau duktus asesoris.

BAGIAN ENDOKRIN
(PULAU LANGERHANS/INSULA PANCREATICA)

Tersebar di seluruh pankreas dan tampak sebagai


masa bundar, tidak teratur, terdiri atas sel-sel
pucat dengan banyak pembuluh darah. Setiap
pulau dikelilingi oleh serat jaringan ikat reticular
halus yang memisahkan pancreas bag. endokrin
dari bag. eksokrin

Dengan cara pulasan khusus terlihat 3 jenis sel


yaitu :
1. Sel A ( Alfa )
2. Sel B ( Beta )
3. Sel D ( Delta ) dan sedikit sel F yang tidak
bergranula, dan terdapat banyal sel yang

SEL B ( Beta )
Umumnya lebih banyak dan terletak di tengah.
Menghasilkan insulin, yang pelepasannya dirangsang oleh
kenaikan kadar gula darah.
Sel A (Alfa)

Jumlahnya
lebih
sedikit
dan
terletak
di
perifer,
menghasilkan glukagon, yang pelepasannya dirangsang
oleh kadar gula yang rendah. Glukagon menyebabkan
glikogenolisis, jadi menaikan kadar gula darah.
Sel D (Delta)
Mengeluarkan hormone somatostatin, bekerja menurunkan
dan menghambat aktivitas sekretorik sel A dan sel B
Sel Polipeptida Pankreas (PP)
Polipetida pankreas yang dihasilkan oleh sel PP merangsang

PATOLOGI PANKREAS

ARIEF AULIA RAHMAN


2013730012

DIABETES MELLITUS
MORFOLOGI PANKREAS :
SANGAT JARANG DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI
DASAR DIAGNOSTIK, KARENA LESINYA TIDAK
KONSTAN. PERUBAHAN LEBIH UMUM BERHUBUNGAN
DENGAN DM TIPE 1 DARI PADA TIPE 2.
PERUBAHAN YANG MUNGKIN TAMPAK :
1. BERKURANGNYA JUMLAH DAN UKURAN PULAU
LANGERHANS TERUTAMA PADA TIPE 1. PADA TIPE 2 KERUSAKAN
SEL BETA TERJADI.
2. INFILTRASI LEUKOSIT (KOMPOSISI TERUTAMA LIMFOSIT) DI
PULAU LANGERHANS INSULITIS, TERUTAMA PADA
TIPE 1.
3. DEGENERASI AMILOID PADA PULAU LANGERHANS
PADA TIPE 2.

REFERENSI
BUKU AJAR PATOLOGI ROBBINS 7
EDISI VOL. 2
HISTOLOGI DASAR JUNQUEIRA EDISI
12
ATLAS HISTOLOGI diFiore EDISI 11