Anda di halaman 1dari 78

ASUHAN

KEPERAWATAN

CEDERA KEPALA
Oded Sumarna

REVIEW ANATOMI OTAK

DEFINISI

Adanya suatu tenaga benturan yang mengenai


kepala.
Penyebab : KLL, jatuh, terkena pukulan, dll.
Cedera kepala dapat melibatkan setiap komponen
yang ada, mulai dari bag terluar (SCALP) hingga
bag terdalam (Intrakranial)
TINGKATAN CEDERA KEPALA

A. Tingkatan Ringan (Mild Head Injury).


B. Tingkatan Sedang (Moderat Head Injury).
C. Tingkatan Berat (Severe Head Injury).

KLASIFIKASI CEDERA KEPALA MENURUT


GRADASI
GRADASI I :
1.Kehilangan kesadaran atau pingsan sesaat
setelah mengalami trauma, kemudian sadar
kembali.
Pada waktu diperiksa pasien sadar penuh,
orientasi baik.
2.Tidak ada defisit neurologis.
GRADASI II :
1.Kesadaran menurun tapi masih dapat
mengikuti perintah yang sederhana.
2.Adanya atau dijumpai defisit neurologis.

KLASIFIKASI CEDERA KEPALA MENURUT


GRADASI
GRADASI III :
1.Kesadaran sangat menurun, tidak mengikuti
perintah.
2.Penderita masih bisa bersuara, susunan kata
kacau, gaduh, gelisah.
3.Keadaan motorik bervariatif, dari yang
mampu melokalisir sampai tidak sama
sekali.
4.Penampilan tubuh dapat menampilkan
dekortikasi dan deserebrasi.
GRADASI IV :
1.Tidak ada fungsi neurologis sama sekali.

KOMPONEN LAPISAN KEPALA DARI


MULAI BAG TERLUAR SAMPAI DALAM
1. Jaringan Lunak Kepala (5 Lapisan)
A. Skin (kulit).
B. Connective Tissue (Jaringan Subcutis).
C. Aponeurotis Galea (Lapisan Terkuat).
D. Loose Areolar Tissue (Jaringan Longgar).
E. Perikarium.

KOMPONEN LAPISAN KEPALA DARI


MULAI BAG TERLUAR SAMPAI DALAM
2. Tulang Tengkorak (3 Lapisan)
A. Tabula Eksterna.
B. Diploe.
C. Tabula Interna.
3. Pembungkus Otak (3 Lapisan)
A. Duramater.
B. Arachnoid.
C. Piamater.

MEKANISME CEDERA KEPALA


A.
B.
C.

Akselerasi.
Deselerasi.
Deformasi.

PATOFISIOLOGI
Trauma Kepala
Akselerasi/Deselerasi
-

Kerusakan jaringan otak


Pembuluh darah rusak
Pecahnya pembuluh darah
Pendarahan otak
EDH, SDH, ICH, SAB, IVH

Suplai O2 ke otak berkurang


Kompensasi Metabolisme Anaerob
Peningkatan asam laktat
Penurunan PH
Asidosis
Toksik

Kerusakan membran sel


Perpindahan cairan dari ekstrasel ke intrasel
Edema sel
Edema serebri
Volume otak meningkat
TTIK

TANDA-TANDA TTIK
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Nyeri kepala
Peningkatan tekanan darah
Papila Edema (Anisokor)
Muntah yang proyektil
Bradikardi
Penurunan kesadaran

PENATA LAKSANAAN / PENANGANAN


CEDERA KEPALA DGN MENGGUNAKAN
SISTEM V B
A. Breathing
B. Blood
C. Brian
D. Blader
E. Bowel

TANDA-TANDA FRAKTUR TULANG


BASIS CRANII
A. Periorbita Ecchymosis, Brill Hematoma (racoon
eyes)
B. Battles sign
C. Adanya pendarahan pada telinga, hidung dan mulut
D. Rhinorrhea
E. Otorrhea

PENGKAJIAN TINGKAT KESADARAN


G.C.S (GLASGOW COMA SCALE)

RESPON MEMBUKA MATA (EYE)


4. Buka mata spontan.
5. Berdasarkan perintah verbal (rangsang
suara).
6. Berdasarkan rangsangan nyeri.
7. Tidak memberi respon.

PENGKAJIAN TINGKAT KESADARAN


G.C.S (GLASGOW COMA SCALE)

RESPON MOTORIK
6. Mengikuti perintah.
7. Melokalisir rangsang nyeri.
8. Menarik / berlawanan dengan rangsang
nyeri.
9. Fleksi abnormal.
10. Ekstensi / deserebrasi.
11. Tidak memberikan respon.

PENGKAJIAN TINGKAT KESADARAN


G.C.S (GLASGOW COMA SCALE)

RESPON VERBAL
5. Orientasi baik.
6. Konversasi kacau (Bingung).
7. Kata-kata kacau (Tidak Nyambung).
8. Bersuara inkomprehensif (suara tidak
bermakna).
9. Tidak memberikan respon.

PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA


PENDERITA CEDERA KEPALA
A.
B.
C.
D.

Foto polos kepala


Foto servikal
CT Scan
MRI

PEMERIKSAAN DARAH
A. AGD
B. SISMEK
C. Elektrolit dan gula darah

Harga harga normal


CPP = MABP ICP
MABP = Systolik + 2 Diastolik
3
-

MABP : 80 100 MmHg


ICP : 5 10 MmHg (< 20 Mmhg)
CPP : 70 95 MmHg

MANAJEMEN TTIK
A. Posisi kepala (head up 15-30)
B. Hindari rangsang yang dapat menimbulkan TTIK
(nyeri, demam, kejang, dll)
C. Hyperventilasi
D. Batasi cairan melalui IV Line
E. Berikan cairan yang tidak menambah atau
menimbulkan edema serebri
F. Berikan cairan yang kadar osmolaritasnya lebih dari
osmolaritas tubuh
G. Knock down bila diperlukan
H. Berikan osmoterapi (pemberian manitol dengan
dosis 0,5-2 gr/kgbb/pemberian)
I. Lakukan CT Scan ulang bila diperlukan

GAMBARAN CT SCAN BERUPA


A.
B.
C.

Hiperdens
Hipodens
Isodens
Indikasi untuk pembedahan antara 20-25 cc darah

TINDAKAN OPERATIF
A. Craniotomi evakuasi
B. Craniectomi evakuasi
C. Burrhole

PENGOBATAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Antibiotik
Analgesik
Antihemolitik
H2 Bloker
Anti kejang
Steroid
Nutrisi otak

MASALAH KEPERAWATAN PADA PASIEN


CEDERA KEPALA
A. Gangguan Oksigenisasi
- Ventilasi
- Difusi
- Transfortasi
- Perfusi
B. Aktual/ resiko TTIK
C. Gangguan pemenuhan nutrisi
D. Gangguan cairan dan elektrolit
E. Gangguan ADL
INTERVENSI / IMPLEMENTASI DISESUAIKAN
DENGAN MASALAH

PERAWATAN PENDERITA CEDERA KEPALA


DI RUANG ICU
OBSERVASI
Observasi terutama ditujukan untuk menilai adanya
perubahan yang menandakan suatu hematoma
intrakranial yang berkembang. Observasi terutama
dilakukan pada 24 jam pertama sejak trauma atau
sampai GCS mencapai 15. pasien dengan fraktur
cranium sebaiknya di observasi selama 48 jam.
observasi yang dimaksud mencakup :
a. tanda-tanda vital
b. tanda-tanda neurologis

PENCEGAHAN TEKANAN INTRAKRANIAL


DI RUANG PERAWATAN ICU
Ada 3 strategi untuk mencegah peningkatan tekanan
Intrakranial
A. Menghindari terjadinya hyperkapnia
B. Hindarkan pemberian cairan yang berlebihan
C. Diuretika osmosis

PERAWATAN PENDERITA YANG TIDAK


SADAR PADA PASIEN CEDERA KEPALA DI
RUANG ICU
A. Jalan nafas
B. Mata
C. Keseimbangan cairan
D. Kateter urine
E. Nutrisi
F. Mobilisasi

TERIMA KASIH