Anda di halaman 1dari 52

Klasifikasi Otitis

Media
Penyusun : Dhenni Hartopo, S.Ked
Pembimbing : dr. Sri Rukmini, Sp.THT
Definisi

 Keradangan pada telinga tengah


dengan atau tanpa adanya cairan dan
infeksi
Klasifikasi
OTITIS MEDIA

SUPURATIF NON SUPURATIF SPESIFIK ADHESIVA

AKUT AKUT TUBERKULOSA

KRONIS KRONIS SIFILITIKA


Klasifikasi

 Berdasarkan durasi :
 Akut : 0-3 minggu
 Subakut : 4-12 minggu (4-9)
 Kronik : > 12 minggu (>9)
 Rekuren : ≥ 4 episode dalam 1 tahun
atau
≥ 3 episode dalam 6 bulan
Otitis Media Supuratif Akut
 Inflamasi akut disertai infeksi pada telinga
tengah
 Sering pada anak-anak
 Biasanya diawali ISPA yang berakibat pada
sumbatan tuba
 Dapat juga karena robekan membrana
timpani dan penyebaran hematogen
 Kuman tersering :
 Hemophilus influenza
 Streptococcus pneumoniae
Otitis Media Supuratif Akut

 Terdapat 4 stadium :
 Stadium katharalis (1-2 hari)
 Stadium supurasi / bombans
 Stadium perforata 3-8 hari

 Stadium resolusi (2-4 minggu)


Otitis Media Supuratif Akut
 Gejala klinik
 Demam
 Iritabilitas
 Otalgia
 Telinga grebeg-grebeg
 Telinga terasa penuh (berair)
 Gangguan pendengaran
 Mual/muntah
 Sakit kepala
 Tinnitus
Otitis Media Supuratif Akut
 Otoskopi
 Membrana timpanai dapat bomban atau
retraksi sesuai stadium
 Air fluid levels atau bubbles dapat terlihat
 Membrana timpani hiperemis
 Dapat terlihat sekret purulen di dalam
membrana timpani atau keluar dari
membrana timpani jika terjadi perforasi
Otitis Media Supuratif Akut
Otitis Media Supuratif Akut
Otitis Media Supuratif Akut

 Penatalaksanaan :
 Pengembalian fungsi Tuba dengan
dekongestan hidung
 Antibiotik
 Simtomatis
 Miringotomi pada stadium bombans
 Cuci telinga dengan H2O2 pada stadium
perforata
Otitis Media Supuratif Kronis

 Infeksi kronis di telinga tengah


dengan perforasi membran timpani
dan sekret yang keluar dari telinga
tengah terus menerus atau hilang
timbul
 Disebut juga Otitis Media Perforata
atau ‘Congek’
Otitis Media Supuratif Kronis
 Patofisiologi
 Sebagai kelanjutan dari OMSA

 Faktor-faktor yang mempengaruhi :


 Keterlambatan pengobatan
 Terapi tidak adekuat
 Virulensi kuman tinggi
 Daya tahan tubuh rendah (mis: gizi kurang)
 Higiene buruk
Otitis Media Supuratif Kronis

 Kuman tersering :
 Proteus Mirabilis
 Pseudomonas Aeruginosa
 Enterococcus
Otitis Media Supuratif Kronis

 Letak perforasi :
 Perforasi sentral
Otitis Media Supuratif Kronis

 Perforasi marginal
Otitis Media Supuratif Kronis

 Perforasi atik
Otitis Media Supuratif Kronis

 Pembagian klinik :
 Benign / tipe mukosa
• Keradangan hanya pada mukosa dan
tidak sampai tulang
• Perforasi sentral
• Tidak didapatkan kolesteatom
• Jarang terjadi komplikasi
Otitis Media Supuratif Kronis

 Maligna / tipe tulang


• Perforasi atik atau marginal
• Bisa didapatkan fistel atau abses
retroaurikular
• Bisa didapatkan polip atau jaringan
granulasi di MAE yang berasal dari
telinga tengah
• Didapatkan kolesteatom
• Bau khas kolesteatom
Otitis Media Supuratif Kronis

 Berdasarkan aktivitas sekret


 Tipe aktif
• Secara aktif menghasilkan sekret yang
keluar dari kavum timpani
 Tipe tenang
• Kavum timpani terlihat basah atau
cenderung kering
Otitis Media Supuratif Kronis
 Gejala klinis
 Otoreyang berlangsung lama (>6
minggu)
• Dapat encer jika tipe benign atau kental
dan berbau pada tipe maligna
 Pendengaran menurun
• Sekret di MAE
• Perforasi
• Kerusakan osikula
Otitis Media Supuratif Kronis
 Otoskopi
 Sekret pada MAE
 Perforasi membran timpani
 Mukosa :
• Menebal
• Granulasi / polip
• Kolesteatoma
 Pemeriksaan pendengaran
 X- foto mastoid (posisi Schuller)
 Mastoid: Sklerotik
Rongga : kolesteatoma
Otitis Media Supuratif Kronis
Otitis Media Supuratif Kronis

 Penatalaksanaan
 Tipe Benigna
• Stadium Aktif
• Antibiotik : amoksisilin + As. Klavulanat 3 x
500 mg/hari
• Cari faktor-faktor penyebab :
• Rinogen : berantas sumber infeksi
• Eksogen : cuci telinga dengan H2O2 3%
• Stadium Tenang
• operasi miringoplasti/timpanoplasti
Otitis Media Supuratif Kronis

 Tipe Maligna
 Operasi mastoidektomi
 Terapi konservatif : terapi sementara
sebelum operasi
Otitis Media Serosa
 Keadaan terdapatnya sekret yang non
purulen pada telinga tengah, sedangkan
membrana timpani utuh
 Batasan antara otitis media serosa akut
dan kronis hanya pada cara terbentuknya
sekret
 Pada yang akut sekret terjadi secara
perlahan-lahan dengan disertai nyeri
telinga sedangkan yang kronis sekret
terbentuk bertahap tanpa rasa nyeri
Etiologi
Otitis Media Serosa Akut Otitis Media Serosa Kronis

Etiologi Utama:
Etiologi Utama:  Gangguan tuba eustachius

 Gangguan tuba
(dalam waktu lama dan
berulang)
eustachius
Faktor:
 Adenoid hipertropi
Faktor:  Adenoiditis
 Barotrauma  Sumbing palatum
 ISPA karena virus  Tumor nasopharing
 Sinusitis
 idiopatik
 Defisiensi imunologik
 Alergi
Patofisiologi

Obstruksi tuba eustachius

Ventilasi terganggu vaccum

Perubahan mukosa cavum tympani

Transudasi plasma dalam cavum tympani


Epidemiologi

Otitis media serous Otitis media serous


akut: kronik:

 Dewasa  Anak anak


Sifat Sekret
 Terbentuknya  Terbentuknya
sekret secara tiba sekret secara
tiba perlahan lahan
 Sifat sekret serous  Sifat sekret mukoid
(kental seperti lem)
Gejala Subjektif
 Pendengaran  Perasaan tuli lebih
berkurang menonjol (40-50
 Rasa tersumbat pada db)
telinga
 Rasa seperti ada
cairan yang bergerak
 Tinitus
 Vertigo
 Nyeri (+)
Pemeriksaan Fisik
Otoskopi: Otoskopi:
 Membrana tympani  Membrana tympani
retraksi tampak utuh,
 Tampak air fluid level retraksi, suram,
(air bubbles) kuning kemerahan
atau keabu abuan
Tes garputala
untuk mengetahui
apa terjadi tuli
konduksi
Penatalaksanaan
Medikamentosa: (1-2 mgg) Medikamentosa: (3 bln)
 Tetes hidung  Tetes hidung
 Anti histamin  Anti histamin
 Parasat valsava
Pembedahan:
 Miringotomi dan
Pembedahan:
 Miringotomi pemasangan ventilasi
(gromet tube)

Causatif:
 Alergi- hindari alergi
 Adenoidektomi
 Sinusitis- Irigasi sinus
Otitis Media Tuberculosa

 Keradangan kronis dari cavum


tympani yang disebabkan
Mycobacterium TBC yang berasal dari
paru
 Penjalaran kuman melalui
hematogen atau melalui tuba
Otitis Media Tuberculosa

 Keluhan dan gejala :


 Otorhea
• Keluarnya sekret yang berbau busuk
• Tidak nyeri
 Pendengaran sangat menurun
Otitis Media Tuberculosa
 Otoskopi :
 Tampak sekret yang serous, bila ada
sekunder infeksi dapat purulen
 Perforasi multiple
 Pemeriksaan pendengaran :
 Tuli berat jenis konduksi/campuran
 X foto thoraks : KP
 Pemeriksaan BTA dari sekret
Otitis Media Tuberculosa
 Terapi
 Lokal :
• Oor toilet (pembersihan telinga) kemudian
diberi ABP
 Umum :
• OAT
 Prognosa :
 Untuk fungsi pendengaran : jelek
 Komplikasi
 Parese/paralise Nervus VII
Otitis Media Syphilitica

 Keradangan dari cavum tympani yang


disebabkan oleh infeksi Treponema
Palidum yang juga menyerang telinga
dalam
Otitis Media Syphilitica

 Patogenesis
 Diawalidengan labirinitis dan neuritis
pada nervus auditorik yang menyebar
sampai telinga tengah
Otitis Media Syphilitica

 Gejala utama
 Tuliperseptif pada frekuensi tinggi
 Nystagmus spontan dan nystagmus
terprovokasi
 Gangguan penglihatan
 Argyl-Robertson Phenomenon (fixed
pupil, miosis, dan anishokor)
 Hennebert fistula sign
Otitis Media Syphilitica

 Gejala lain
 Pusing
 Tinnitus
 Penurunan pendengaran yang
progresif dan cepat
 Sakit kepala (jika terjadi meningitis
syphilitica)
Otitis Media Syphilitica

 Biasanya penderita datang sebagai


pasien berusia muda yang tampak
sehat namun didapatkan gangguan
pendengaran dan keseimbangan
yang progresif
Otitis Media Syphilitica

 Pemeriksaan tambahan
 DFM dari sekret telinga
• Ditemukan Treponema palidum berupa
mikroorganisme yang berbentuk spiral
 Penatalaksanaan
 Injeksi penisilin jangka panjang
 Prognosa :
 Untuk fungsi pendengaran : jelek
Otitis Media Adhesiva

 Terbentuknya jaringan fibrosis di


telinga tengah sebagai akibat proses
keradangan yang berlangsung lama
sebelumnya
 Disebut juga Middle Ear Fibrosis
Otitis Media Adhesiva
 Patogenesa
 Merupakan komplikasi dari otitis
media yang menyebabkan kerusakan
mukosa telinga tengah dimana pada
masa penyembuhan terbentuk
jaringan fibrotik yang menimbulakan
perlekatan
 Pada kasus yang berat dapat terjadi
ankilosis tulang-tulang pendengaran
Otitis Media Adhesiva
 Gejala klinis :
 Penurunan pendengaran dengan riwayat infeksi
telinga sebelumnya terutama waktu masih kecil
 Otoskopi :
 Membrana tympani intak
 Sikatriks minimal
 Membrana tympani suram
 Retraksi berat
 Terdapat bagian yang atrofi atau tympanosklerosis
plaque (penebalan membrana tympani seperti
lempeng kapur)