Anda di halaman 1dari 194

METODE KERJA

PELAKSANAAN JALAN
PELATIHAN PELAKSANA
LAPANGAN PEKERJAAN JALAN
OLEH :Supramono , SPd.,

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU )


SETELAH MODUL INI DIPELAJARI, PESERTA
MEMAHAMI PROSES PELAKSANAAN
PROYEK JALAN SERTA MAMPU MELAKUKAN
LANGKAH KEGIATAN BERKAITAN DENGAN
PELAKSANAAN JALAN MULAI DARI
PERSIAPAN SAMPAI DENGAN
PELAKSANAAN PROYEK

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ( TIK )

1.
2.
3.

4.

PADA AKHIR PELATIHAN PESERTA MAMPU :


MEMAHAMI DASAR-DASAR & LANDASAN
PELAKSANAAN JALAN YG DIPERLUKAN BAGI
KEPENTINGAN PERSIAPAN & PELAKSANAAN PROYEK
MEMAHAMI MEKANISME & STANDAR PROSEDUR
PELAKSANAAN JALAN PADA PROSES
PENYELENGGARAAN JALAN
MAMPU MELAKUKAN LANGKAH PELAKSANAAN JALAN
& JEMBATAN MENGACU PADA ASPEK YG BERSIFAT
LEGAL FORMAL, ADMINISTRASI DAN TEKNIS
OPERASIONAL YG DIPERLUKAN PD SAAT
PENYELENGGARAAN JALAN
MEMAHAMI KONSEKUENSI ATAS KELALAIAN DLM
PELAKSAAN JALAN PADA PENYELENGGARAAN
KONSTRUKSI JALAN

PENDAHULUAN

JENIS PERKERASAN :
1. FLEXIBLE PAVEMENT (PERKERASAN
LENTUR)
2. RIGID PAVEMENT (PERKERASAN KAKU)
3. COMPOSITE PAVEMENT (GABUNGAN RIGID &
FLEXIBLE PAVEMENT)

PERKERASAN JALAN LENTUR


JENIS DAN FUNGSI LAPISAN PERKERASAN
PERKERASAN JALAN LENTUR BERFUNGSI UNTUK
MENERIMA BEBAN LALU LINTAS DAN
MENYEBARKANNYA KE LAPISAN DIBAWAHNYA.
DALAM PELAKSANAANNYA, PERKERASAN JALAN
LENTUR TERDIRI DARI :

LAPISAN TANAH DASAR (SUB GRADE)


LAPISAN PONDASI BAWAH (SUB-BASE COURSE)
LAPISAN PONDASI ATAS (BASE COURSE)
LAPISAN PERMUKAAN (SURFACE COURSE)

FLEXIBLE PAVEMENT
( PERKERASAN LENTUR )

GAMBAR POTONGAN MELINTANG JALAN DENGAN


LAPISANNYA

LAPISAN TANAH DASAR (SUB-GRADE)

ADALAH LAPISAN TANAH YG BERFUNGSI


SEBAGAI TEMPAT PERLETAKAN LAPIS
PERKERASAN DAN MENDUKUNG KONSTRUKSI
PERKERASAN JALAN DIATASNYA
DIBEDAKAN ATAS :
1.
2.
3.

LAPISAN TANAH GALIAN


LAPISAN URUGAN
LAPISAN TANAH ASLI

PERSOALAN TANAH DASAR A.L :


1.
2.
3.

PERUBAHAN BENTUK TETAP AKIBAT BEBAN LALU LINTAS


SIFAT MENGEMBANG & MENYUSUT AKIBAT PERUBAHAN
KADAR AIR
DAYA DUKUNG TANAH YG TIDAK MERATA AKIBAT
PERBEDAAN SIFAT TANAH DAN PEMADATAN YG
KURANG BAIK

PELAKSANAAN SUB-GRADE YANG ASAL ASALAN

PROSES PEKERJAAN SUB GRADE DAN TIMBUNAN YANG


ASAL ASALAN

LAPISAN PONDASI BAWAH ( SUB-BASE COURSE)

ADALAH LAPISAN PERKERASAN YG TERLETAK


DIATAS LAPISAN TANAH DASAR DAN DIBAWAH
LAPIS PONDASI ATAS
FUNGSINYA :
1.
2.
3.
4.
5.

MENYEBARKAN BEBAN RODA KETANAH DASAR


LAPIS PERESAPAN AGAR AIR TANAH TIDAK BERKUMPUL
DI LAPISAN PONDASI
MENCEGAH PARTIKEL-2 HALUS DARI TANAH DASAR NAIK
KELAPIS PONDASI ATAS
LAPIS PELINDUNG LAPISAN TANAH DASAR DARI BEBAN
RODA-2 ALAT BERAT PADA AWAL-2 PELAKSANAAN
LAPIS PELINDUNG LAPISAN TANAH DASAR DARI
PENGARUH CUACA TERUTAMA HUJAN

JENISNYA A.L :
AGGREGAT BASE COURSE KLAS B, SIRTU & PITRUN

LAPISAN PONDASI ATAS ( BASE COURSE)

ADALAH LAPISAN PERKERASAN YG TERLETAK


DIANTARA LAPIS PONDASI BAWAH DAN LAPIS
PERMUKAAN

FUNGSINYA :
1.
2.

MENAHAN GAYA LINTANG DARI BEBAN RODA DAN


MENYEBARKAN BEBAN KE LAPISAN DIBAWAHNYA
BANTALAN TERHADAP LAPISAN PERMUKAAN

JENIS LAPISAN PONDASI ATAS A.L. :


AGGREGATE BASE COURSE CLAS A
CEMENT TREATED BASE (CTB)
ASPHALT TREATED BASE (ATB)

LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)

ADALAH LAPISAN YG BERSENTUHAN LANGSUNG


DENGAN RODA KENDARAAN

FUNGSINYA :
1.
2.
3.
4.

LAPISAN YG MENAHAN BEBAN RODA KENDARAAN


LAPISAN YG MENAHAN GESEKAN AKIBAT REM
LAPISAN YG MENCEGAH AIR HUJAN JATUH DIATASNYA
TDK MERESAP KE LAPISAN DIBAWAHNYA
LAPISAN YG MENYEBARKAN BEBAN KE LAPISAN
DIBAWAHNYA

JENIS LAPISAN INI :


ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE
HRS

JALAN DILEWATI TRUK DENGAN MUATAN


BERAT

PERBAIKAN SETEMPAT SETEMPAT

PERBAIKAN SETEMPAT DAN AKHIRNYA HARUS DI OVERLAY ULANG


SETEBAL 10 CM UNTUK 8 KM DIBUTUHKAN BIAYA 6 MILYARD LEBIH

Desain 10 tahun ( Bang)


Selesai FHO ditangani Rehab

TEBAL RENCANA = ATB =6 CM+HRS=4CM = 10 CM


REALISASI PADA DAERAH YANG TIDAK DICORDRILL BERKISAR 5-7 CM
, DAN DAERAH YANG DI CORDRILL 10 CM

LEVELLING TANPA MENDAHULUKAN DRAINASE HABIS HUJAN


HASIL LEVELING BUYAR

PELAPISAN DENGAN PENGGUNAAN SMA , ,GILSONITE PROSES


PENCAMPURAN TIDAK MERATA
BARU 2 TAHUN SUDAH RUSAK

CARA PENCAMPURANNYA YANG SALAH

PERKERASAN JALAN KAKU (RIGID PAVEMENT)

TERDIRI DARI BETON SEMEN PORTLAND DAN LAPISAN PONDASI /


DIATAS TANAH DASAR

FAKTOR PALING PENTING ADALAH KEKUATAN BETON ITU SENDIRI

FUNGSI DARI LAPISAN PONDASI / LAPISAN PONDASI BAWAH :


MENYEDIAKAN LAPISAN YG SERAGAM,STABIL & PERMANEN
MENAIKKAN HARGA MODULUS REAKSI TANAH
MENGURANGI TERJADINYA KERETAKAN PD PELAT BETON
MENYEDIAKAN LANTAI KERJA BAGI ALAT-2 BERAT
MELINDUNGI GEJALA PUMPING : BUTIRAN-2 HALUS TANAH PD
DAERAH SAMBUNGAN,RETAKAN & UJUNG SAMPING PERKERASAN
PUMPING : PROSES KELUARNYA AIR DAN BUTIRAN-2 TANAH DASAR /
PONDASI BAWAH MELALUI SAMBUNGAN,RETAKAN AKIBAT LENDUTAN
DARI BEBAN LALU-LINTAS

RIGID PAVEMNT ( PERKERASAN KAKU )

CONSTRUCTION JOINT
MELINTANG
Diisi joint sealer setelah
pemotongan
Pemotongan joint dengan
gergaji mesin
setiap interval 5,00 m

LONGITUDINAL JOINT
MEMANJANG
TRANSISI STRUKTUR DGN
PERKERASAN ASPAL

PERBEDAAN PERKERASAN KAKU DAN


LENTUR
PERKERASAN KAKU

PERKERASAN LENTUR

1.DIGUNAKAN PADA JALAN-2


TINGGI DAN LAPANGAN TERBANG

1. DIGUNAKAN UNTUK SEMUA


TINGKAT LALU-LINTAS

2. RANCANGAN JOB MIX LEBIH


MUDAH

2. RANCANGAN JOB MIX LEBIH


RUMIT

3. DAPAT BERTAHAN PADA KONDISI


DRAINASE BURUK

3. SULIT BERTAHAN PADA KONDISI


DRAINASE BURUK

4.UMUR RENCANA MENCAPAI 15


40 TAHUN

4.UMUR RENCANA PENDEK 5 10


TAHUN

5. INDEKS PELAYANAN TETAP BAIK


SELAMA UMUR RENCANA

5. INDEKS PELAYANAN YG BAIK


HANYA PADA SAAT SELESAI
PELAKSANAAN KONSTRUKSI

6. BIAYA AWAL TINGGI

6. BIAYA AWAL RENDAH, BIAYA


PEMELIHARAAN TINGGI

LANJUTAN PERBEDAAN PERKERASAN KAKU & LENTUR


7. PELAKSANAAN RELATIF
SEDERHANA KECUALI PADA
SAMBUNGAN-2

7. PELAKSANAAN RUMIT,KENDALI
PADA KUALITAS TERMASUK KENDALI
THDP TEMPERATUR

8. PEMELIHARAAN THDP
SAMBUNGAN-2 SECARA TETAP

8. BIAYA PEMELIHARAAN YG
DIKELUARKAN BISA 2 X DARI
PERKERASAN KAKU

9. SULIT UNTUK MENETAPKAN


PELAPISAN ULANG

9. MENENTUKAN PELAPISAN ULANG


PADA SEMUA TINGKAT KETEBALAN
PERKERASAN LEBIH MUDAH

10. KEKUATAN KONSTRUKSI


DITENTUKAN OLEH KEKUATAN
LAPISAN BETON

10. KEKUATAN KONSTRUKSI


DITENTUKAN OLEH TEBAL SETIAP
LAPISAN & KEKUATAN TANAH DASAR

11. TEBAL LAPISAN PERKERSAN


KAKU ADALAH TEBAL LAPISAN
BETON

11. TEBAL KONSTRUKSI ADALAH


TEBAL SELURUH LAPISAN YG ADA
DIATAS TANAH DASAR TERMASUK
PONDASI

COMPOSITE PAVEMENT

JENIS LAPISAN PERKERASAN JALAN BETON


1.
2.
3.

PERKERASAN BETON BIASA TANPA TULANGAN


PERKERASAN BETON DENGAN TULANGAN
SEDERHANA, SIAR SUSUT RELATIF JAUH
PERKERASAN BETON BERTULANG MENERUS
TERDIRI DARI PROSENASI CUKUP BANYAK &
TIDAK ADA SIAR KECUALI UNTUK MUAI

PERKERASAN BETON YG BANYAK DIPAKAI ADALAH


TIPE PERKERASAN BETON BERTULANG
COMPOSITE PAVEMENT MERUPAKAN GABUNGAN
KONSTRUKSI PERKERASAN KAKU DAN LENTUR

GAMBAR PEMBUATAN JALAN BETON

PEMBUATAN JALAN BETON

PERSIAPAN PENGECORAN JALAN BETON

PEMBUATAN SAMBUNGAN BETON

PEMBUATAN JALAN BETON

PERSIAPAN DAN SURVEY LAPANGAN


PEMATOKAN DAN PENGUKURAN
UNTUK MEMINDAHKAN GAMBAR RENCANA KE
SUATU BANGUNAN DI LAPANGAN,DIBUTUHKAN :
SEJUMLAH TITIK KONTROL PENGUKURAN YG HRS
DIKAITKAN PD SUATU SISTEM KOORDINAT YG
TETAP
PERENCANAAN KONSTRUKSI HRS DIKAITKAN PD
SISTEM KOORDINAT YG SAMA

TITIK KONTROL SURVAI


SUATU JARINGAN TITIK KONTROL SURVEI UNTUK
MENCAKUP SELURUH DAEARH PROYEK &
DITEMPATKAN PD POSISI YG TEPAT DI DLM PEK.
KONSTRUKSI.
JARAK ANTARA TITIK-2 KONTROL 50 M
TITIK KONTROL SURVEI BERADA DEKAT LOKASI PEK.
TETAPI BEBAS DARI AREA KEGIATAN

PERSIAPAN LAPANGAN
1.

MEMERIKSA KUALITAS SEMUA BAHAN-2 YG


DIGUNAKAN UNTU KONSTRUKSI
2. PENYIAPAN JOB MIX FORMULA UNTUK ASPAL ,
BETON DLL.
3. LOKASI LETAK BAHAN
4. KONDISI TUMPUKAN BAHAN DI LOKASI KERJA
5. JUMLAH & KONDISI SEMUA PERALATAN
6. JUMLAH PERSONIL KONRAKTOR
7. JUMLAH DAN KUALITAS BAHAN-2
8. KONDISI CUACA
9. PERSIAPAN FORM-WORK
10. JADWAL PELAKSANAAN
11. PERSIAPAN KONSTRUKSI

TEAM PENGAWAS MENGECEK LANGSUNG :

METODA PEKERJAAN KONSTRUKSI


CAMPURAN-2 BAHAN
PENGECEKAN JADWAL
KONDISI CUACA DARI WAKTU KE WAKTU
SELAMA PELAKSANAAN
PENGAMBILAN CONTOH
KONTRAKTOR HRS MEMBUAT PROSEDUR
KONSTRUKSI, YG MELIPUTI :
BAHAN-2 YG AKAN DIGUNAKAN
METODE PELAKSANAAN
QUALITY CONTROL,JENIS & JUMLAH PENGUJIAN
TEST LABORATORIUM
TEST LAINYA SESUAI SPESIFIKAS

PEKERJAAN TANAH

PEKERJAAN GALIAN
MELIPUTI PEKERJAAN SALURAN, GORONG-2,
PEK. STABILISASI LERENG, PENGUPASAN DAN
PEMBENTUKAN PROFIL PENAMPANG JALAN

1.
2.
3.
4.

GALIAN BIASA
GALIAN BATU
GALIAN STRUKTUR
GALIAN PERKERASAN BERASPAL

PROSEDUR PENGGALIAN
HARUS DILAKSANAKAN MENURUT KELANDAIAN,
GARIS DAN ELEVASI YG DITENTUKAN
HARUS DILAKSANAKAN DENGAN GANGGUAN YG
MINIM TERHADAP BAHAN DIBAWAH & DILUAR
BATAS GALIAN
BILA BAHAN TEREKPOS PADA GARIS FORMASI /
TANAH DASAR / PONDASI DALAM KEADAAN LEPAS /
LUNAK & TIAK MEMNUHI SYARAT MAKA BAHAN
HARUS DIBUANG DAN DIGANTI
BILA BATUAN MAKA BAHAN TSB HARUS DIGALI 15
CM LEBIH DALAM SAMPAI PERMKAAN MANTAP
PELEDAKAN DIBOLEHKAN BILA DGN ALAT LAIN
TIDAK PRAKTIS

JALAN LONGSOR

PERBAIKAN JALAN LONGSOR

GALIAN UNTUK STRUKTUR DAN PIPA


GALIAN UNTUK PIPA, GORONG-2 / DRAINASE
BETON HARUS UKUP UKURAN SHG
MEMUNGKINKAN PEMASANGAN BAHAN DGN
BENAR DAN HRS DILAKUKAN PEMADATAN
SETELAH PENIMBUNAN
COFERDAM HRS DILETAKKAN SEDEMIKIAN
HINGGA TIDAK MENYEBABKAN PENGGERUSAN
DASAR, TEBING / BANTARAN SUNGAI
GALIAN PARIT UNTUK GORONG-2 PADA TIMBUNAN
BARU, MAKA TIMBUNAN HRS DIKERJAKAN SAMPAI
KETINGGIAN YG DIPERLUKAN DENGAN SISI YG
SETEGAK MUNGKIN BILA KONDISI TANAH MUNGKIN

GALIAN PADA PERKERASAN ASPAL YG ADA

BILA MENGGUNAKAN MESIN COLD MILLING DGN PENGRUSAKAN


SEDIKIT MUNGKIN THDP MATERIAL DIATAS / DIBAWAH BATAS
GALIAN DITENTUKAN .
SETIAP LUBANG PD PERMUKAAN DASAR GALIAN HRS DIISI DGN
MATERIAL YG SESUAI LALU DIPADATKAN DGN MERATA

PENGAMANAN PEKERJAAN GALIAN


- SELAMA PELAKSANAAN PEK. GALIAN LERENG SEMENTARA
GALIAN HRS STABIL BILA PERLU DIPASANG PENGAKU, BILA
GALIAN > 5 M HRS DIBUAT BERTANGGA
- PERALATAN BERAT HRS BERADA >1,5 M DARI TEPI GALIAN
- SEMUA GALIAN TEBUKA HRS DIBERI RAMBU PERINGATAN DAN
PENGHALANG YG CUKUP UNTUK MENCEGAH PEKERJA
TERJATUH, BILA MALAM DIBERI LAMPU MERAH / KUNING UNTUK
KESELAMATAN PENGGUNA JALAN
- KONTRAKTOR HRS MEMIKUL SEMUA TANGGUNG JAWAB DLM
MENJAMIN KESELAMATAN PEKERJA YG MELAKSANAKAN GALIAN

PENGGUNAAN DAN PEMBUANGAN BAHAN


GALIAN

SEMUA BAHAN GALIAN TANAH & BATU YG DPT DIPAKAI


BILAMANA MEMUNGKINKAN HARUS DIGUNAKAN DGN EFEKTIF
UNTUK TIMBUNAN

BAHAN GALIAN YG MENGANDUNG TANAH ORGANIK /GAMBUT


HRS DIBUANG

BAHAN GALIAN YG MELEBIHI KEBUTUHAN TIMBUNAN / BAHAN


GALIAN YG TIDAK DISETUJUI UNTUK DIGUNAKAN SBG BAHAN
TIMBUNAN HRS DBUANG DILUAR DMJ

KONTAKTOR BERTANGGUNG-JAWAB THDP SELURUH


PENGATURAN & BIAYA YG DIPERLUKAN UNTUK PEMBUANGAN
BAHAN GALIAN YG TDK TERPAKAI SAMPAI KETEMPAT
PEMBUANGAN AKHIR

TIMBUNAN

TIMBUNAN BIASA
TIMBUNAN PILIHAN
TIMBUNAN PILIHAN DIATAS TANAH RAWA

PERBAIKAN TERHADAP TIMBUNAN YG TDK


MEMENUHI SYARAT / TIDAK STABIL :
TIMBUNAN AKHIR YG TDK MEMENUHI SYARAT PENAMPANG
MELINTANG HRS DIPERBAIKI
TIMBUNAN YG TERLALU KERING UNTUK PEMADATAN HRS
DIPERBAIKI
TIMBUNAN YG TERLALU BASAH UNTUK PEMADATAN HRS
DIPERBAIKI
TIMBUNAN YG TLH DIPADATKAN & MEMENUHI KETENTUAN YG
DISYARATKAN MENJADI JENUH AKIBAT HUJAN BIASANYA TDK
MEMERLUKAN PERBAIKAN ASALKAN SIFAT-2 BAHAN &
KERATAAN PERMUKAAN MEMENUHI KETENTUAN

BAHAN TIMBUNAN BIASA


BUKAN BAHAN YG BERPLASTISITAS TINGGI (A-7-6) /
CH & TDK BOLEH DIGUNAKAN 30 CM DARI TANAH
DASAR
HRS MEMILIKI CBR > 6 %
TANAH EXPANSIVE DGN NILAI AKTIF > 1,25 DERAJAT
PENGEMBANGAN TDK BOLEH DIGUNAKAN UNTUK
TIMBUNAN
NILAI AKTIF : ( IP / % KADAR LEMPUNG )
PERBANDINGAN ANTARA INDEKS PLASTISITAS DGN
PERSENTASE KADAR LEMPUNG

PEMERIKSAAN CBR LAPANGAN

PEMERIKSAAN BATAS
PLASTIS ( PL )

PEMERIKSAAN BATAS
CAIR ( LL )

IP = LL - PL

PENGUJIAN KEPADATAN DI LAPANGAN


DENGAN SAND CONE

BAHAN TIMBUNAN PILIHAN


TERDIRI DARI BAHAN TANAH , BATUAN & PASIR
BERGRADASI BAIK DGN CBR MIN 10 %
INDEKS PLASTISITAS MAK 6 %
DIGUNAKAN UNTUK LERENG / STABILISASI
TIMBUNAN
PERALATAN YG DIGUNAKAN :
LOADER
DUMP TRUCK
MOTOR GRADER
ALAT PEMADAT
TRUK TANGKI

PELAKSANAAN
JADWAL KERJA
TIMBUNAN SETENGAH LEBAR JALAN, LALU LINTAS TETAP
TERBUKA
TIMBUNAN TDK MENGGANGGU PEK. STUKTUR,KEPALA
JEMBATAN

PENYIAPAN TEMPAT KERJA


BAHAN YG TDK DIPAKAI HRS DIBUANG,DIRATAKAN &
DIBERSIHKAN
TIMBUNAN HINGGA 1M, LAPIS DASAR 15 CM HRS
DIPADATKAN
TMBUNAN DIATAS LERENG BUKIT DIBUAT BERTANGGA

PENGHAMPARAN TIMBUNAN
BAHAN TIMBUNAN DISEBAR MERATA,TIAP LAPIS
SAMA TEBAL
PENGHAMPARAN SAAT CUACA CERAH
PENIMBUNAN DIATAS PIPA & DIBELAKANG
STRUKTUR DILAKSANAKAN DGN SISTIMATIS,
SESEGERA MUNGKIN

PEMADATAN

PERCOBAAN PEMADATAN UNTUK MEMILIH METODE,


PERALATAN, JUMLAH LINTASAN DAN KADAR AIR UNTUK
MENCAPAI KEPADATAN YG DIPERSYARATKAN
KADAR AIR PEMADATAN DLM RENTANG 3 % DIBAWAH & 1 %
DIATAS KADAR AIR OPTIMUM
PEMADATAN MULAI DARI TEPI LUAR KEARAH SUMBU DGN
JUMLAH PEMADATAN YG SAMA
SETIAP LAPISAN HRS MEMENUHI SYARAT KEPADATAN
SEBELUM MENGHAMPAR LAPIS BERIKUTNYA
TIMBUNAN YG TDK DPT DICAPAI DGN MESIN GILAS
DIPADATKAN DGN TAMPER (BERAT MIN 10 KG)
TIMBUNAN KEDUA SISI PIPA HRS MEMPUNYAI ELEVASI SAMA
PEMADATAN TIMBUNAN YG BERSEBELAHAN DGN STRUKTUR
TDK BOLEH BERLEBIHAN
TIMBUNAN BERSEBELAHAN DGN UJUNG JEMBATAN TDK
LEBIH TINGGI DR DINDING BELAKANG ABUTMENT SAMPAI
STRUKTUR BANGUNAN ATAS TERPASANG

CARA PEMADATAN DGN KADAR AIR OPTIMUM

JENIS MATERIAL YG BAIK & JUMLAH TUMBUKAN


UNTUK MENDAPATKAN KEPADATAN MAKS

PENGENDALIAN MUTU

MATERIAL
PENGUJIAN BAHAN DILAKUKAN SETIAP 1000 M3, BENDA UJI
MASING-2 : 3 BUAH

KETENTUAN KEPADATAN
KADAR AIR PEMADATAN DLM RENTANG < 3 % ATAU > 1 % DARI
KADAR AIR OPTIMUM
LAPIS > 30 CM DIBAWAH ELEVASI TANAH DASAR DIPADATKAN
SAMPAI 95 % KEPADATAN KERING MAX
LAPIS SAMPAI KEDALAMAN 30 CM DIBAWAH ELEVASI TANAH
DASAR DIPADATKAN SAMPAI 100 %
PENGUJIAN KEPADATAN DGN SAND CONE TIAP 200 M

TOLERANSI DIMENSI :
PERMUKAAN RATA,LANDAI MENJAMIN PENGALIRAN AIR,
KETINGGIAN AKHIR 2 CM DARI YG DIPERSYARATKAN
PERMUKAAN AKHIR LERENG TDK BERVARIASI 10 CM DARI
GARIS PROFIL

PENYIAPAN BADAN JALAN


METODE PELAKSANAAN PENYIAPAN BADAN JALAN
SESUAI DGN PEKERJAAN GALIAN ATAU PEKERJAAN
TIMBUNAN DIMANA BADAN JALAN DISIAPKAN
MENCAKUP PENYIAPAN PERMUKAAN TANAH
DASAR ATAU PERMUKAAN KERIKIL UNTUK
PEMASANGAN LAPIS PONDASI
TOLERANSI DIMENSI
KETINGGIAN AKHIR SETELAH PEMADATAN TDK BOLEH
LEBIH TINGGI / RENDAH 1CM DARI YG DIPERSYARATKAN
SELURUH PERMUKAAN AKHIR HRS CUKUP HALUS & RATA
SERTA MEMPUNYAI KELANDAIAN YG CUKUP UNTUK
MENJAMIN AIR PERMUKAAN MENGALIR

CARA KHUSUS PELAKSANAAN JALAN


DIDAERAH RAWA

METODE PEMBUANGAN / PENGGANTIAN


COCOK UNTUK MATERIAL YG TDK STABIL DANGKAL ( 3 M )
SEBELUM TIMBUNAN, LUMPUR DIBUANG SAMPAI MATERIAL DASAR
YG STABIL

METODE PEMINDAHAN
COCOK UNTUK MATERIAL YG TDK STABIL DANGKAL ( 3 M )
MENGGANTI LUMPUR DGN MATERIAL YG BAIK
DENGAN CARA : BERAT TIMBUNAN, BEBAN TAMBAHAN, BERAT
TIMBUNAN DITAMBAH DGN BAHAN PELEDAK, PEMANCARAN AIR
BILA TIMBUNAN DANGKAL, MATERIAL BAIK DITEMPATKAN
SEPANJANG LERENG TIMBUNAN SEBELUMNYA SHG MATERIAL TSB
MELUNCUR , MENGALIR DIBAWAH LUMPUR YG KURANG RAPAT DAN
MENGGANTINYA KEARAH SAMPING
PARIT SELEBAR TIMBUNAN JALAN DILEDAKKAN DAN SEGERA
DITIMBUN KEMBALI DGN MATERIAL YG BAIK

METODE UNDERFILL

COCOK UNTUK LUMPUR YG CUKUP DALAM


PARIT DILEDAKKAN & MATERIAL TIMBUNAN DITEMPATKAN
BAHAN PELEDAK YG DIPASANG DIDASAR LUMPUR MEMAKSA
LAPISAN LUMPUR TSB KELUAR DR BAWAH TIMBUNAN YG
AKAN TURUN MENGGANTIKAN TEMPATNYA

METODE VERTICAL SAND DRAINS


METODE INI DPT MEMPERCEPAT KONSOLIDASI LAPISAN
LUMPUR YG DALAM
SALURAN PASIR MERUPAKAN KOLOM VERTIKAL YG
MENEMBUS LUMPUR . MELINTANG DIATASNYA DIPASANG
LAPISAN PASIR HORISONTAL SAMPAI LERENG TEPI
TIMBUNAN

METODE PEMANCANGAN MANDREL


TABUNG BAJA KOSONG DGN DASAR BERSENDI
DIPANCANGKAN
SETELAH TABUNG YG TERPANCANG DIISI PASIR,
TABUNG DICABUT PERLAHAN DAN PASIR MENGALIR
KELUAR MELALUI DASAR DAN MENGISI LUBANG
DENGAN CARA INI DPT MENCAPAI KEDALAMAN 30 M
METODE FABRICS REINFORCEMENT
MELAPISI TANAH RAWA DGN FABRICS
REINFORCEMENT
LAPISAN TSB DPT MENAMBAH KEKUATAN TARIK PD
BAGIAN BAWAH TIMBUNAN

PEKERJAAN DRAINASE
1.SELOKAN DAN SALURAN AIR
A. PERALATAN
a. Motor Grader ( jalan baru )
b. Excavator
c. Alat gali manual
B. TOLERANSI DIMENSI
Ketinggian akhir dasar saluran max.1 cm, halus dan rata
menjamin aliran bebas
C. PELAKSANAAN
a. Penentuan titik pengukuran
Lokasi, panjang, arah
aliran,kelandaian,lubang penampung, lubang
pembuangan sesuai detil konstruksi

LANJUTAN PELAKSANAAN PEKERJAAN DRAINASE

b. Pembangunan Selokan
Penggalian, penimbunan, dan
pemotongan sesuai garis dan kelandaian
yang ditentukan. Hasil galian dibuang
dengan jarak > 10 meter agar tidak
masuk kembali.
c. Pengamanan Saluran Air yang ada
Sungai dan kanal yang berbatasan tidak
boleh terganggu ( mis. pembuatan
pondasi atau cofferdam)

BENTUK JALAN DGN DRAINASE KURANG BAIK

BENTUK JALAN DGN DRAINASE YANG BAIK

BENTUK DRAINASE GORONG-2

PEMBUATAN PARIT PASANGAN BATU

80

GAMBAR SALURAN DRAINASE

81

PEMBUATAN TEMBOK PENAHAN HASIL GALIAN DIBUANG DISAMPING


JALAN YANG DIPASANG TEMBOK PENAHAN .SELESAI DIKERJAKAN
HUJAN DAN LONGSOR

2.PASANGAN BATU DENGAN MORTAR


A. MATERIAL
a. Batu
Batu alam awet, padat, bentuk persegi
Ukuran tertahan saringan 100 mm
b. Adukan
Merupakan semen mortar dengan perbandingan 1 bagian semen
dan 3 bagian agregat halus dengan kuat tekan min. 50 kg/cm2
c. Material Landasan,lubang sulingan
- Ukuran partikel
: < 20 mm
- Lewat sar. N0. 200 : 15 % maks
- Index plastisitas
: 6 % maks
- Batas cair
: 25 % maks

TEMBOK PENAHAN TANAH RUSAK

JALAN LONGSOR

B. PERALATAN
Sesuai dengan Selokan dan Saluran Air
C. TOLERANSI DIMENSI
a. Perbedaan permukaan tidak boleh lebih dari 1 cm
b. Tebal minimum pasangan 10 cm
D. PELAKSANAAN
a. Penyiapan Formasi atau Pondasi
Formasi selokan mengikuti Selokan dan Saluran Air
Pondasi/galian parit untuk tumit pasangan batu
sesuai pekerjaan Galian
Pemasangan material landasan
b. Penyiapan batu
Bersih dan cukup menyerap air

c. Pasangan Batu

- Landasan adukan semen 3 cm


- Batu tertanam dengan kuat, tambahan
adukan untuk mengisi rongga antara
batu
- Pekerjaan dimulai dari dasar lereng ke
atas
- Permukaan akhir diperam,paling sedikit
3 hari

3. GORONG GORONG DAN DRAINASE BETON


A.MATERIAL
a. Landasan
Sesuai dengan pek. Pasangan
b. Beton
Sesuai dengan Pekerjaan Beton
c. Baja Tulangan
Sesuai Pekerjaan Baja Tulangan
d. Gorong-gorong Pipa Beton
Beton bertulang Pracetak, memenuhi AASHTO M
170
e. Gorong-gorong Pipa Gelombang
Baja galvanisir memenuhi AASHTO 36-78

GAMBAR PEMASANGAN GORONG-GORONG

89

GAMBAR PEKERJAAN OX CULVERT

90

f. Pasangan Batu
Tembok Kepala, Pasangan Batu dan struktur lainnya
harus memenuhi Pasangan Batu
g. Pasangan Batu dengan Adukan
Memenuhi pekerjaan Pasangan Batu dengan Mortar
h. Adukan
i. Material Landasan
j. Material Urugan/Timbunan
PERALATAN

EXCAVATOR
LOADER
ALAT PEMADAT

D.PELAKSANAAN
a. Persiapan Tempat Kerja
- Penggalian untuk penempatan struktur dan pipa
( perhatikan kelandaian)
- Pemasangan Material Landasan
b. Penempatan Gorong-gorong Pipa
- Pipa ditempatkan hati hati sesuai arah kelandaian
- Posisi lidah sambungan sebelah hilir
- Pemasangan masing masing pipa harus rapa
- Sambungan diberi adukan sebagai selimut
- Adukan bagian luar dipertahankan lembab 2 hari
- Penimbunan kembali dan pemadatan
- Tinggi minimum urugan 30 cm diatas puncak pipa
- Pengoperasian alat berat dan mesin gilas min 1,5 m

c. Pemasangan Gorong-gorong Pipa Gelombang ( corrugated )


- Pipa dapat dirakit di lokasi penempatannya atau di saluran yang
sudah disiapkan.
- Pipa yang telah disambung diturunkan dengan alat gantungan, tidak
boleh terlalu panjang dan hati-hati untuk menghindari kerusakan
ujung.
- Semua pipa saling mengunci dan sambungan baik.
d. Gorong-gorong Persegi
- Gorong-gorong dan plat dibangun sesuai arah dan dimensi Gambar.
- Pekerjaan beton bertulang harus memenuhi Seksi pekerjaan Beton
Bertulang, Pekerjaan Batu memenuhi Pekerjaan Pasangan Batu.

e. Tembok Kepala dan struktur tempat keluar masuk


- Landasan kolam olakan, lindungan terhadap gerusan, tembok
kepala gorong-gorong kecil memenuhi pek. Pasangan Batu dg
Mortar
- Tembok kepala gorong-gorong besar atau di bawah timbunan
tinggi/ memikul beban harus memenuhi pekerjaan Pasangan Batu
g. Perpanjangan Gorong-gorong yang ada
- Pembongkaran tembok kepalaatau sayap tidak merusak
pipa/struktur lainnya
- Jika tambahan berbeda selimut keliling untuk membentuk
sambungan
h. Drainase Beton
- Drainase Beton Bertulang dan Plat Penutup harus sesuai arah
dan elevasi
- Dibentuk ditempat, tebal dinding dan selimut 25 mm
- Cor ditempat sambungan konstruksi maks. 10 m,diisi mortar

PEKERJAAN PERKERASAN BERBUTIR


LAPIS PONDASI AGREGAT
MATERIAL
a) AGREGAT KELAS A UNTUK LPA & BAHU JALAN
b) AGREGAT KELAS B UNTUK LPB & BAHU JALAN
c) FRAKSI AGREGAT KASAR TERTAHAN
SARINGAN 4,75 MM, FRAKSI AGREGAT HALUS
LEWAT SARINGAN 4,75 MM
d) GRADASI LAPIS PONDASI ( LIHAT DI SLIDE
BERIKUT )
e) SIFAT-SIFAT AGREGAT ( LIHAT DI SLIDE
BERIKUT )

GRADASI LAPIS PONDASI


UKURAN AYAKAN

PERSEN BERAT YG LOLOS

ASTM

( MM )

KELAS A

KELAS B

50

100

37,5

100

88-95

25

79-85

70-85

3/8

9,50

44-58

30-65

No.4

4,75

29-44

25-55

No.10

2,0

17-30

15-40

No.40

0,425

7-17

8-20

No.200

0,075

2-8

2-8

SIFAT-SIFAT AGREGAT
SIFAT-SIFAT

KELAS A

KELAS B

ABRASI

0 40 %

0 40 %

INDEK PLASTISITAS

06%

0 10 %

MAKS 25

0 - 25

0 - 35

05%

05%

MIN 90 %

MIN 35 %

% LOLOS AYAKAN No. 200


BATA CAIR
BAGIAN YG LUNAK
CBR

PENGUJIAN RUTIN SETIAP 1000 M3, 5 IP, 5 GRADASI, 1


KEPADATAN DAN CBR

Divisi 5 - Pekerasan Berbutir

Grafik Kombinasi Gradasi


yang diperlukan untuk membuat
Lapis Pondasi Agregat Kelas B

JMF = 52% Agregat I +


48% Agregat II
Agregat II
Agregat I

PERALATAN

LOADER
DUMP TRUCK
MOTOR GRADER
VIBRATORY ROLLER
WATER TANKER

PENYIAPAN PENGHAMPARAN
BILA LAPIS PONDASI AGREGAT AKAN DIHAMPAR PD
PERKERASAN / BAHU JALAN LAMA SEMUA KERUSAKAN
HRS DIPERBAIKI DULU
LOKASI YG DISEDIAKAN & DISIAPKAN HRS MENDAPAT IZN
LEBIH DULU
BILA DIHAMPAR DIATAS ASPAL LAMA MAKA HRS DIGARU
LEBIH DULU

PENGHAMPARAN
LAPIS PONDASI AGREGAT HRS DIBAWA KE BADAN
JALAN DGN KADAR AIR DLM RENTANG YG
DIPERSYARATKAN
SETIAP LAPIS DGN TEBAL PADAT SESUAI BATAS
TOLERANSI, BILA LEBIH DARI 1 LAPIS DIUSAHAKAN
SAMA TEBALNYA
DIHAMPAR DAN DIBENTUK DGN METODE YG
DISETUJUI SHG TIDAK SEGREGASI DGN GRADASI
YG BAIK
TEBAL PADAT MIN UNTUK PELAKSANAAN SETIAP
LAPISAN HRS 2 X UKURAN TERBESAR AGREGAT
LAPIS PONDASI
TEBAL PADAT MAKSIMUM 20 CM

SIKLUS PENGHAMPARAN & PEMADATAN

METODE KERJA PENGHAMPARAN & PEMADATAN

PEMADATAN
SETELAH PEMBENTUKAN, SETIAP LAPIS
DIPADATKAN DGN ALAT PEMADAT YG COCOK
HINGGA 100 % DRY DENSITY MAKSIMUM
RENTANG KADAR AIR PEMADATAN 3 % DIBAWAH
DAN 1 % DIATAS KADAR AIR OPTIMUM
PENGGILASAN DARI TEPI BERGERAK KEARAH
SUMBU JALAN MEMANJANG SAPAI BEKAS RODA
HILANG DAN RATA
PADA SUPERELEVASI DIMULAI DARI BAGIAN YG
RENDAH
LOKASI YG TDK TERJANGKAU DIPADATKAN DGN
TAMPER ( MISAL SEPANJANG KERB,TEMBOK
PENAHAN TANAH)

PENGENDALIAN MUTU
MATERIAL
GRADASI MEMENUHI SYARAT
SIFAT MATERIAL MEMENUHI SYARAT
PENGUJIAN RUTIN SETIAP 1000 M3
INDEKS PLASTISITAS
5 TEST
GRADASI
5 TEST
KEPADATAN LABORATORIUM
1 TEST
C B R 1 TEST

PEMADATAN
KADAR AIR
KEPADATAN 100 % KEPADATAN KERING
MAKSIMUM, PENGUJIAN DGN SAND CONE
SELANG 200 M

TOLERANSI DIMENSI
PERMUKAAN LAPIS AKHIR HRS SESUAI DGN GAMBAR
,DENGAN TOLERANSI

BAHAN DAN LAPISAN PONDASI AGREGAT

TOLERANSI
TINGGI
PERMUKAAN

LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS B

+ 0 CM
- 2 CM

LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A

+ 1 CM
- 1 CM

BAHU JALAN TANPA PENUTUP ASPAL DGN LPB

1,5 CM

LAPIS PONDASI JALAN TANPA PENUTUP ASPAL


PEMILIHAN LAPIS PONDASI JALAN TANPA
PENUTUP ASPAL
LAPIS PONDASI JALAN TANPA PENUTUP ASPAL
KELAS C
WATERBOUND MACADAM HANYA UNTUK
PENGEMBALIAN KONDISI PERBAIKAN JALAN
DGN WATERBOUND MACADAM

CUACA YG DIIJINKAN UNTUK BEKERJA


LAPIS PONDASI AGREGAT JALAN TANPA
PENUTUP TDK
BOLEH DIHAMPAR / DIPADATKAN PD WAKTU
HUJAN DAN PEMADATAN TDK BOLEH
DILAKSANAKA STLH HUJAN

BAHAN
SUMBER MATERIAL LAPIS PONDASI JALAN TANPA
PENUTUP ASPAL HARUS DIPILIH DARI SUMBER YG
DISETUJUI
KETENTUAN SIFAT-SIFAT BAHAN
HARUS MEMENUHI KETENTUAN SESUAI SPESIFIKASI BEBAS
DARI GUMPALAN LEMPUNG, BAHAN ORGANIK SHG
MENGHASILKAN LAPIS PERMUKAAN YG KERAS & STABIL

GRADASI LAPIS PONDASI KELAS C


UKURAN AYAKAN

PERSEN BERAT YG
LOLOS

ASTM

( MM )

19

No.4

4,75

51 - 74

No. 40

0,425

18 - 36

No.200

0,075

10 - 22

100

AGREGAT KELAS C DAPAT DICAMPUR DITEMPAT,


DIATAS TANAH DASAR / LAPIS PONDASI BAWAH YG
SUDAH DISIAPKAN
SIFAT-SIFAT BAHAN LAPIS PONDASI KELAS C
SIFAT - SIFAT

NILAI

BATAS CAIR

MAKS 40

INDEKS PLASTISITAS

MIN 6
MAKS 20

ABRASI AGREGAT KASAR

MAKS 50

GRADASI UNTUK WATERBOUND MACADAM


UKURAN AYAKAN
JENIS
AGREGAT
AGREGAT
POKOK

AGREGAT
HALUS

TEBAL LAPISAN PADAT


7 10 CM

5 8 CM

ASTM

( MM )

PERSEN BERAT YG LOLOS

75

100

63

95 - 100

100

50

35 - 70

100

37,5

0 - 15

95 - 100

25

0-5

35 - 70

19

0-5

3/8

9,5

100

No.4

4,75

70 - 95

No. 8

2,36

45 - 65

No. 20

1,0

33 - 60

No. 40

0,425

22 - 45

No. 200

0,075

10 - 28

PENCAMPURAN BAHAN PLASTIS


PENCAMPURAN BAHAN PLASTIS TDK BOLEH
DILAKSANAKAN BILA BAHAN ASLINYA TLH
MEMENUHI KETENTUAN PLASTISITAS MINIMUM
BAHAN PLASTIS TDK BOLEH MENGANDUNG BAHAN
ORGANIK
BAHAN PLASTIS TDK BOLEH MENGANDUNG
BUTIRAN / GUMPALAN LEMPUNG YG BERUKURAN
LEBIH DARI 4,75 MM
KADAR AIR BAHAN PLASTIS DAN SEMUA FRAKSI
LAINNYA HRS SDH BAHAN PLASTIS TETAP LEPAS
SEBELUM DAN SELAMA PENCAMPURAN
BAHAN INI HRS DICAMPUR HINGGA MERATA, CARA
PENCAMPURAN HRS MENDAPAT PERSETUJUAN
LEBIH DULU

PELAKSANAAN WATERBOUND MACADAM


KEDALAMAN LAPISAN
HRS DILAKSANAKAN LAPIS DEMI LAPIS & MEMENUHI
KETENTUAN

PENEBARAN AGREGAT
PENEBARAN DPT DILAKSANAKAN DGN PERALATAN
MEKANIS DGN KETEBALAN MERATA

PEMADATAN & PEMBENTUKAN AGREGAT KASAR


PEMADATAN AWAL DGN ROAD ROLER 6-8 TON MINIMAL 6
LINTASAN
KETEBALAN DENGAN TOLERANSI KURANG DARI 1 CM
LERENG MELINTANG MAX 5 %

LAPIS PONDASI SEMEN TANAH


PEKERJAAN INI MELIPUTI PENYEDIAAN LAPIS
PONDASI YG TERBUAT DARI TANAH SEKITAR YG
DISTABILISASI DGN SEMEN, DIATAS TANAH YG TLH
DISIAPKAN TERMASUK PENGHAMPARAN,
PEMBENTUKAN, PEMADATAN, PERAWATAN DAN
PENYELESAIAN AKHIR
PERSIAPAN
CONTOH BAHAN HRS MENDAPAT PERSETUJUAN

PENGUJIAN DENGAN DCP

CARA PENGHAMPARAN SEMEN

BENTUK PENGHAMPARAN DI JALAN

PERBAIKAN PEKERJAAN YG TDK MEMENUHI


KETENTUAN
LAPIS PONDASI SEMEN TANAH YG TDK MEMENUHI
TOLERANSI / MUTU HRS DIPERBAIKI, TERMASUK :
PERUBAHAN PERBANDINGAN CAMPURAN UNTUK
PELAKSANAAN PEKERJAAN BERIKUTNYA
PENGHALUSAN KEMBALI DARI LAPIS PONDASI SEMEN
TANAH YG SUDAH DIHAMPAR & MENGADUK KEMBALI DGN
TAMBAHAN SEMEN
PEMBUANGAN DAN PENGGANTIAN PD BAIAN PEKERJAAN
YG TDK DITERIMA
PENAMBAHAN LAPISAN DGN LAPIS PONDASI SEMEN
TANAH PADA PEKERJAAN YG TERGANGGU DGN TEBAL
TERTENTU
BILA RETAK MAKA PERLU PENGGILASAN TAMBAHAN
GUNAKAN GROUTING SEMEN UNTUK RETAK-2 YG BESAR

METODE KERJA PENGHAMPARAN

PENGENDALIAN LALU LINTAS


SELAMBAT-LAMBATNYA 14 HARI SETELAH
PENGHAMPARAN LAPISAN TERATAS LAPIS
PONDASI SEMEN TANAH PELAPISAN DGN
CAMPURAN ASPAL PANAS HRS DILAKSANAKAN
DLM KEADAAN APAPUN KONTRAKTOR HRS
BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENJAMIN BAHWA
TDK ADA LALU LINTAS YG MELINTASI LAPIS
PONDASI SEMEN TANAH YG BARU SAJA DIHAMPAR
SAMPAI PELAPISAN DGN CAMPURAN ASPAL
DILAKSANAKAN, KONTRAKTOR MENYEDIAKAN
JALAN ALIH / DETOUR ATAU PELAKSANAAN
SETENGAH LEBAR JALAN

BAHAN
SEMEN PORTLAND
SEMEN TYPE I
PENGUJIAN MUTU DPT DILAKUKAN SETIAP PENGIRIMAN SEMEN
DISIMPAN DITEMPAT YG AMAN SESUAI KETENTUAN

AIR
TAWAR BEBAS DARI ENDAPAN / LARUTAN BAHAN SUSPENSI YG
MERUSAK LAPIS PONDASI SEMEN TANAH
AIR YG SUDAH DISETUJUI BILA PERLU DIUJI DI LABORATORIUM

TANAH

TANAH YG COCOK DGN PENGAYAKAN BASAH :


UKURAN PALING BESAR < 75 MM
KURANG DARI 50 % LEWAT SARINGAN NO. 200
TANAH DGN PLASTISITAS RENDAH / TANAH LATERIT
BEBAS BAHAN ORGANIK
SEMUA LOKASI SUMBER BAHAN YG DIUSULKAN HRS DIPERIKSA &
DISETUJUI

CAMPURAN
KOMPOSISI CAMPURAN TERDIRI DARI TANAH YG
TLH DISETUJUI, SEMEN DAN KADAR AIR, DENGAN
KADAR SEMEN DITENTUKAN BERDASARKAN
PENGUJIAN LAB DENGAN RENTANG 3 % S/D 12 %
DARI BERAT TANAH ASLI DLM KEADAAN KERING
RANCANGAN CAMPURAN
KONTRAKTOR HRS MELAKUKAN PERCOBAAN
CAMPUARAN DI LABORATORIUM UNTUK
MENETUKAN :
MEMBUAT LAPIS PONDASI SEMEN TANAH YG MEMENUHI
KETENTUAN
KADAR SEMEN YG DIBUTUHKAN UNTUK MENCAPAI
KEKUATAN SASARAN CAMPURAN
BATAS KADAR AIR DAN KEPADATAN YG DIPERLUKAN
UNTUK PENGENDALIAN PEMADATAN DI LAPANGAN

PROSEDUR JOB MIX FORMULA

TENTUKAN HUBUNGAN ANTARA KADAR AIR & KEPADATAN


UNTUK TANAH YBS,DGN MIN 4 MACAM KADAR SEMEN DAN
GAMBARKAN HASIL PENGUJIAN DLM GRAFIK FORM STANDAR
MASUKKAN ANGKA-2 DARI MDD & OMC UNTUK SETIAP KADAR
SEMEN PD GRAFIK UNTUKTANAH YBS
GUNAKAN MIN 4 MACAM KADAR SEMEN BUAT BENDA UJI
KUAT TEKANNYA DAN MASUKKAN ANGKA -2 KEKUATANNYA
SETELAH 7 HARI DAN PILIH KADAR SEMEN DGN KEKUATAN 24
KG/CM2
GUNAKAN NILAI-2 MDD & OMC UNTUK MENENTUKAN
KEPADATAN YG COCOK SERTA BATAS KADAR AIR UNTUK
PENGENDALIAN PEMADATAN DI LAPANGAN

PENGHAMPARAN DAN PENCAMPURAN


PENYIAPAN TANAH DASAR
PERMUKAAN JALAN LAMA HRS DIBERSIHKAN DR BAHAN YG
TDK DIINGINKAN KEMUDIAN DIGILAS. SESUAIKAN KADAR AIR
DAN MEMADATKAN KEMBALI SUPAYA PERMUKAAN HALUS
DAN RATA
20 CM TANAH DIBAWAH TANAH DASAR HRS DIPADATKAN TDK
KURANG DARI 95 % MDD
CBR MIN 6 % ,BILA TDK DPT DICAPAI PERLU PERBAIKAN
TANAH DASAR

PEMILIHAN CARA UNTUK PENCAMPURAN &


PENGHAMPARAN

PENCAMPURAN TANAH ,SEMEN DAN AIR DGN


CARA PEMNAMPURAN DI TEMPAT ATAU
INSTALASI PENCAMPUR PUSAT

PERALATAN UNTUK PENCAMPURAN DI


TEMPAT A.L :
1.
2.
3.
4.

MOTOR GRADER
ROTAVATOR RINGAN ( < 100 PK )
PULVIMIXERS ( > 100 PK ),ALAT PENGHALUS TANAH
MESIN STABILISASI TANAH SATU LINTASAN

PETUNJUK PEMILIHAN ALAT-2 YG COCOK


JENIS ALAT

MESIN PENCAMPUR
PUSAT

I.P. TANAH X % LOLOS


AYAKAN No.40

TEBAL PERKIRAAN MAX


YG MAMPU DILAKUKAN 1
LAPIS(CM)

< 500

TDK DIBATASI

PENGGARU PIRINGAN,
LUKU PIRINGAN &
< 1000
GRADER

12 S/D 15

ROTOVATOR RINGAN
( < 100PK )

< 2000

15

< 3500

20 S/D 30 TERGANTUNG
JENIS TANAH & PK
MESIN

< 2000 S/D 3000


TERGANTUNG PK
MESIN

20

ROTOVATOR BERAT
( > 100PK )
MESIN STABILISASI
TANAH 1 LINTASAN

PENGHAMPARAN & PENCAMPURAN DGN MIX IN PLACE


a.
b.

c.

TANAH DARI LOKASI YG DISETUJUI DIHAMPAR & DISEBAR RATA


DIATAS TANAH DGN KADAR AIR OMC.
PEKERJAAN PENGHALUSAN HRS DILAKSANAKAN BILA KADAR AIR
TANAH BERADA DLM RENTANG 2 % DR ANGKA YG TLH
DIRANCANG
SEBELUM SEMEN DITAMBAH TANAH HRS DIHALUSKAN HINGGA :

d.
e.
f.
g.

LOLOS AYAKAN 25 MM
LOLOS AYAKAN No. 4

: 100 %
: 75 %

TANAH YG SDH DIHALUSKAN DISEBAR DGN KETEBALAN SESUAI


RENCANA
SEMEN HRS DITEBAR MERATA DIATAS TANAH BAIK DGN MANUAL
MAUPUN DGN MESIN PENEBAR SESUAI KADAR SEMEN RENCANA
LINTASAN MESIN PENCAMPUR HRS DILAKSANAKAN SAMPAI RATA
BILA SEMEN & TANAH TLH MERATA, OMC DLM BATAS ATAS 2 %
DARI BERAT CAMP SEMEN TANAH. AIR YG DITAMBAHKAN PD
SEMEN TANAH HRS DICAMPUR MERATA DGN MENAMBAH
BEBERAPA KALI LINTASAN MESIN PENCAMPUR & PEMADATAN
SEGERA DILAKSANAKAN STLH LINTASAN SELESAI

PENCAMPURAN & PENGHAMPARAN DGN CENTRAL PLANT

DPT MENGUNAKAN CARA TAKARAN BERAT ATAU CONTINOUS


FEEDER
BILA TAKARAN BERAT DIGUNAKAN, JUMLAH BAHAN TANAH &
SEMEN HRS DIUKUR DGN TEPAT .
BILA CARA TAKARAN DGN PEMASOK MENERUS DIGUNAKAN
,PEDAL PENCAMPUR, BAFFELS & KECEPATAN PEMASUKAN
BAHAN HRS SESUAI AGAR BAHAN-2 TERCAMPUR MERATA
JUMLAH & KAPASITAS KENDARAAN PENGANGKT
BAHANPENCAMPUR HRS SESUAI DGN HASIL CAMPURAN YG
DIHASILKAN INSTALASI PENCAMPUR & KECEPATAN
PELAKSANAAN DIPERLUKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEK
DLM WAKTU PERIODE YG DITENTUKAN
CAMPURAN HRS DIHAMPAR DIATAS TANAH DASAR YG SDH
DILEMBABKAN DGN TEBAL LAPISAN YG SERAGAM & HRS
DIHAMPAR DGN MESIN PENGHAMPAR SHG MERATAKAN
CAMPURAN DGN TEBAL MERATA

PEMADATAN
PEMADATAN UNTUK CAMPURAN SEMEN TANAH HRS SEGERA
DIMULAI SETELAH PENCAMPURAN TERMASUK
PEMBENTUKAN DLM WAKTU 60 MENITSEJAK SEMEN
PERTAMA TERCAMPUR TANAH.
PANJANG MAX TIAP RUAS 200 M
PEMADATAN AWAL DGN SHEEPFOOT,TIRED ROLLER / ROAD
ROLLER TDK BOLEH MEMBEBANI SECARA LANGSUNG PD
BAHAN SEN TANAH YG SDH DIHAMPAR.
SETELAH PEMADATAN AWAL PEMBENTUKAN DGN GRADER
DIPERLUKAN SEBELUM PEMADATAN AKHIR YG DISERTAI
PENYEMPROTAN AIR UNTUK MEMBASAHI PERMUKAAN
KERING HINGGA MENCAPAI 97 % MDD LAB
PERHATIKAN PD SAMBUNGAN MEMANJANG & MELINTANG
PERMUKAAN YG SELESAI HRS DITUTUP DGN RAPAT BEBAS
PERGERAKAN AKIBAT PERALATAN

PERAWATAN

SETELAH PEMADATAN & PEMBENTUKAN LAPIS PONDASI


SEMEN TANAH & PENANAMAN BUTIRAN BATU SELAPUT TIPIS
PERAWATAN HRS DIPASANG DIATAS HAMPARAN MINIMAL 24
JAM
CURING MEMBRANE BERUPA :
LEMBARAN PLASTIK KEDAP AIR DIKAITKAN SHG TDK TERBANG
DGN SAMBUNGAN TUMPANG TINDIH SEDIKIT 30 CM & DIPASANG
UNTUK MENJAGA HILANG AIR
BAHAN KARUNG GONI HRS SELALU BASAH SELAMA MASA
PERAWATAN
BAHAN LAINNYA YG TERBUKTI EFEKTIF & DISETUJUI

CURING MEMBRANE SELAMA 7 HARI SETEH CAMPURAN &


PENGHAMPARAN LAPIS PONDASI SEMEN TANAH
PERAWATAN HRS DILANJUTKAN SAMPAI PENGHAMPARAN
ASPAL

LAPIS ASPAL BETON ( AC )

LAPIS ASPAL BETON ( LASTON ) TERDIRI DARI 3


CAMPURAN A.L. :

LASTON LAPIS AUS


LASTON LAPIS PENGIKAT
LASTON LAPIS PONDASI

PERSIAPAN

1.
2.
3.
4.
5.

KONTRAKTOR HRS MENYIAPKAN :


CONTOH SELURUH BAHAN YG DIGUNAKAN
SETIAP BAHAN ASPAL YG DIUSULKAN KONTRAKTOR
UNTUK DIGUNAKAN BERIKUT KETERANGAN ASAL
SUMBERNYA
JOB MIX FORMULA ASPAL BETON
PERALATAN YG AKAN DIGUNAKAN
MENYIAPKAN BAHAN YG AKAN DIPAKAI, SEPERTI
AGREGAT PECAH, PASIR DSBNYA

BAHAN

AGREGAT UMUM
1.
2.
3.
4.
5.

AGREGAT SESUAI SPEC DGN CAMPURAN YG SESUAI


AGREGAT TDK BOLEH DIGUNAKAN SEBELUM DISETUJUI
AGREGAT MEMENUHI KADAR PENYERAPAN ASPAL
PENYERAPAN AIR OLEH AGREGAT MAX 3 %
BERAT JENIS AGREGAT KASAR & HALUS TDK BOLEH BERBEDA
LEBIH DARI 0,2

AGREGAT KASAR
a.
b.
c.
d.

AGREGAT KASAR YG TERTAHAN AYAKAN No.8 HRS


BERSIH,KERAS, AWET & BEBAS LEMPUNG
UKURAN NOMINAL MAX ADALAH SATU AYAKAN YG LEBIH KECIL
DR AYAKAN TERATAS DGN BAHAN TERTAHAN < 10 %
MUKA BIDANG PECAH LEBIH DARI SATU
AGREGAT KASAR YG KOTOR & BERDEBU YG MEMPUNYAI
PARTIKEL LOLOS AYAKAN No. 200 > 1 % TDK BOLEH DIGUNAKAN

KETENTUAN AGREGAT KASAR


PENGUJIAN

STANDAR

NILAI

KEKENTALAN BENTUK AGREGAT THDP


LARUTAN NATRIUM & MAGNESIUM
SULFAT

SNI03-3407-1994

MAKS. 12 %

ABRASI DGN MESIN LOS ANGELES

SNI03-2417-1991

MAKS. 40 %

KELEKATAN AGREGAT THDP ASPAL

SNI03-2439-1991

MIN. 95 %

ANGULARITAS
< 10 CM
ANGULARITAS
10 CM

L.L < 1 JUTA ESA


L.L < 1 JUTA ESA
L.L < 1 JUTA ESA

85 / 80

DOTS
PTM No.621

L.L 1 JUTA ESA

PARTIKEL PIPIH & LONJONG

95 / 90
60 / 50
80 / 75

ASTM D - 4791

MAKS. 10 %

ANGULARITAS : PERSEN THDP BERAT AGREGAT YG LEBIH BESAR DARI 4,75


CM DGN MUKA BIDANG PECAH SATU ATAU LEBIH

AGREGAT HALUS
a.
b.
c.
d.

e.
f.

AGREGAT HALUS TERDIRI DARI PASIR / PENGAYAKAN BATU


PECAH & BHN YG LOLOS No.8
AGREGAT HALUS HASIL STONE CRUSHER & PASIR
DITEMPATKAN TERPISAH DR AGREGAT KASAR
PASIR DPT DIGUNAKAN DLM CAMP. ASPAL , PERSENTASE
MAKS UNTUK LASTON (AC) = 15 %
AGREGAT HALUS HRS BERSIH, KERAS, BEBAS LEMPUNG.
PASIR KOTOR & BERDEBU YG MEMPUNYAI PARTIKEL LOLOS
AYAKAN No. 200 > 8 % TDK DIPERKENANKAN DLM
CAMPURAN
AGREGAT BILA MASUK KE AMP HRS DARI COLD BIN FEEDS
SHG RATIO DPT DIKONTROL
AGREGAT HALUS HRS MEMPUNYAI ANGULARITAS SPT PADA
TABEL BERIKUT

ANGULARITAS AGREGAT HALUS

PENGUJIAN

LALU LINTAS

STANDAR

< 1 JUTA ESA


ANGULARITAS
(KEDALAMAN DR
PERMUKAAN <
1 JUTA ESA
10 CM)
ANGULARITAS
< 1 JUTA ESA
(KEDALAMAN DR
PERMUKAAN
10 CM)
1 JUTA ESA

NILAI
MIN. 40 %
MIN. 45 %

AASHTO TP - 33
MIN. 40 %
MIN. 40 %

GRADASI AGREGAT UNTUK CAMPURAN ASPAL


UKURAN AYAKAN

% BERAT YG LOLOS
LASTON ( AC )

ASTM

( MM )

WC

BC

BASE

37,5

100

25

100

90 - 100

19

100

90 - 100

MAKS. 90

12,5

90 - 100

MAKS. 90

3/8

9,5

MAKS. 90

No.8

2,36

28 - 58

23 - 39

19 - 45

No.16

1,18

No. 30

0,600

No. 200

0,075

4 - 10

4-8

3-7

DAERAH LARANGAN
No. 4

4,75

39,5

No. 8

2,36

39,1

34,6

26,8 30,8

No. 16

1,18

25,6 31,6

22,3 28,3

18,1 24,1

No. 30

0,600

19,1 23,1

16,7 20,7

13,6 17,6

No. 200

0,075

15,5

13,7

11,4

BAHAN ASPAL UNTUK CAMPURAN AC


a.
b.
c.

BAHAN ASPAL HRS DARI JENIS PEN.60/70


HRS MEMPUNYAI NILAI PENETRASI TDK KURANG 55 % NILAI
PENETRASI ASPAL SBLM PENCAMPURAN, DAKTILITAS < 40
CM
BAHAN ASPAL HRS DIEKSTRASI DARI BENDA UJI DAN
MENCAPAI 200 MM, KADAR ABU DLM ASPAL < 1 %

RUMUS CAMPURAN RANCANGAN (DESIGN MIX FORMULA)


MINIMAL 30 HR SBLM DIMULAI PEK. KONTRAKTOR HRS
MENYERAHKAN (DMF):
1.
2.
3.
4.
5.
6.

UKURAN NOMINAL MAKS. PARTIKEL


SUMBER-2 AGREGAT
PERSENTASE SETIAP FRAKSI AGREGAT YG DIGUNAKAN
GRADASI AGREGAT GABUNGAN MEMENUHI SPESIFIKASI
KADAR ASPAL TOTAL & EFEKTIF THDP BERAT TOTAL
CAMPURAN
TEMPERATUR DARI ALAT PENCAMPUR

TOLERANSI KOMPOSISI CAMPURAN


AGREGAT GABUNGAN LOLOS AYAKAN

TOLERANSI KOMPOSISI
CAMPURAN

SAMA ATAU > 2,36 MM

5 % BERAT TOTAL AGREGAT

2,36 MM No.50

3 % BERAT TOTAL AGREGAT

No. 100 & TERTAHAN No. 200

2 % BERAT TOTAL AGREGAT

No.200

1 % BERAT TOTAL AGREGAT

KADAR ASPAL

TOLERANSI

KADAR ASPAL

0,3 % BERAT TOTAL CAMPUR

TEMPERATUR CAMPURAN

TOLERANSI

BAHAN MENINGGALKAN AMP & DIKIRIM


10 0 C
KE PENGHAMPARAN

PEMBUATAN & PRODUKSI CAMPURAN ASPAL


PERSIAPAN LAPANGAN
CAMPURAN ASPAL TDK BOLEH DIPRODUKSI BILA TDK CUKUP
TERSEDIA PERALATAN PENGANGKUTAN,PENGHAMPARAN /
PEMBENTUKAN / PEKERJA YG DPT MENJAMIN PROGRES DGN
KECEPATAN MIN 60 % KAPASITAS AMP

PENYIAPAN BAHAN ASPAL


BAHAN ASPAL HRS DIPANASKAN DGN TEMPERATUR 140 0 C 160 0 C
& DITEMPATKAN SDH DPT MENGALIRKAN BHN ASPAL KE ALAT
PENCAMPUR SECARA KONTINUE PD TEMPERATUR TETAP, MINIMAL
TERDAPAT 30.000 LT ASPAL

PENYIAPAN AGREGAT
AGREGAT HRS KERING, TEMP SESUAI SPEC DGN TDK
MELAMPAUI 15 0 C DIATAS TEMP YG DISYARATKAN
FILLER TAMBAHAN HRS DITAKAR TERPISAH DAN TDK BOLEH
DITABUR DIATAS TUMPUKAN AGREGAT

KETENTUAN VISCOSITAS ASPAL & SUHU CAMPURAN

No

PROSEDUR PELAKSANAAN

VISCOSITAS
ASPAL

SUHU CAMP.
ASPAL ( 0 C)
PEN. 60/70

PENCAMPURAN BENDA UJI MARSHAL

0,2

155 1

PEMADATAN BENDA UJI MARSHAL

0,4

145 1

SUHU PENCAMP. MAKS. DI AMP

TDK
DIPERLUKAN

165

PENCAMP,RENTANG TEMP. SASARAN

0,2 0,5

145 - 155

MENUANG CAMP. APAL DR ALAT


PENCAMPUR KE TRUK

0,5 1,0

135 - 150

PEMASOKAN KE ALAT PENGHAMPAR

0,5 1,0

130 - 150

PENGGILASAN AWAL ( RODA BAJA )

1-2

125 - 145

PENGGILASAN KEDUA (RODA KARET)

2 - 20

100 - 125

PENGGILASAN AKHIR ( RODA BAJA)

< 20

> 95

PENGHAMPARAN CAMPURAN

MENYIAPKAN PERMUKAAN JALAN YG AKAN DILAPIS


1.
2.

PERMUKAAN LAMA YG RUSAK PERLU DILEVELLING


SEBELUM PENGHAMPARAN PERMUKAAN HRS DIBERSIHKAN, DIBERI
PRIME COAT / TACK COAT

PENGHAMPARAN & PEMBENTUKAN


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

SEBELUM PENGHAMPARAN,SEPATU ALAT PENGHAMPAR HRS


DIPANASKAN.CAMPURAN DIHAMPAR & DIRATAKAN SESUAI
ELEVASI
PENGHAMPARAN DARI LAJUR YG RENDAH
MESIN VIBRASI PD ALAT PENGHAMPAR HRS DIJALANKAN
PENAMPUNG ALAT PENGHAMPAR TDK BOLEH KOSONG DGN
TEMPERATUR SESUAI SPEC
KECEPATAN HRS DIJAGA SHG PERMUKAAN TDK RETAK
BILA TERJADI SEGREGASI ALAT PENGHAMPAR DIHENTIKAN
HRS DIPERHATIKAN AGAR CAMPURAN TDK TERKUMPUL &
MENDINGIN PD TEPI-2 PENAMPUNGAN ALAT

GAMBAR LAPIS PONDASI JALAN DGN LPA

155

GAMBAR PENYEMPROTAN ASPAL

156

GAMBAR PEMADATAN ASPAL BETON

157

PEMADATAN
1.

2.

SEGERA SETELAH CAMPURAN ASPAL DIHAMPAR &


DIRATAKAN PERMUKAAN HRS DIPERIKSA THDP KETIDAK
SEMPURNAAN,BILA TERJADI HRS DIPERBAIKI
PENGGILASAN CAMPURAN ASPAL TERDIRI DARI 3 BAGIAN :
PERKIRAAN WAKTU
MULAI STLH DIHAMPAR

NO

JENIS PENGGILASAN

PENGGILASAN AWAL
(BREAKDOWN)

0 10 MENIT

PENGGILASAN KEDUA (UTAMA)

5 15 MENIT

PENGGILASAN AKHIR

< 45 MENIT

159

TEBAL NOMINAL RANCANGAN CAMPURAN

SIMBOL

TEBAL NOMINAL
MINIMUM ( CM )

LAPIS AUS

AC - WC

4,0

LAPIS
PENGIKAT

AC- BC

5,0

LAPIS
PONDASI

AC - BASE

6,0

JENIS CAMPURAN

LASTON

PEKERJAAN PERKERASAN
ASPAL
1. LAPIS RESAP PENGIKAT DAN LAPIS
PEREKAT
2. CAMPURAN ASPAL PANAS

LAPIS RESAP PENGIKAT DAN LAPIS


PEREKAT
A. MATERIAL
a. Bahan baku aspal pen 60/70 atau pen 80/100 lengkap
dengan
sertifikat.
b. Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat )
* aspal emulsi ( MS, SS ), tidak diencerkan
* AC pen 80/100 atau pen 60/70 diencerkan dg
minyak tanah 80 pph, ekivalen MC 30
c. Lapis Perekat ( Tack Coat )
* aspal emulsi ( RS ),atau diencerkan dengan air
perbandingan 1:1
* AC pen 60/70 atau 80/100 diencerkan
dengan minyak tanah 25 30 pph

B. PERALATAN
a. Asphalt Distributor atau Asphalt Sprayer atau Hand
Sprayer
b. Air Compressor
C. PELAKSANAAN
a. Penyiapan permukaan
- Permukaan harus kering atau mendekati kering.
- Kerusakan perkerasan yang ada harus diperbaiki
terlebih dahulu.
- Apabila dilaksanakan pada perkerasan baru,
perkerasan tsb harus sudah dikerjakan sepenuhnya.
- Debu dan kotoran lain harus dibersihkan terlebih
dahulu dengan sikat mekanis atau kompresor.
- Tonjolan benda-benda asing lain harus disingkirkan.

b. Takaran dan suhu pemakaian bahan


- Lapis Resap Pengikat : 0,4-1,3 lt per m2 LPA kelas A
- Lapis Perekat : permukaan baru 0,15 lt/m2 aspal cair
0,20 lt/m2 emulsi
0,40 lt/m2 emulsi diencerkan
- Suhu penyemprotan
jenis aspal
rentang suhu
aspal cair 50 pph ( MC 70 ) 70 +/- 10 C
aspal cair 75 pph ( MC 30 ) 45 +/- 10 C
aspal emulsi/emulsi diencerkan
tidak dipanaskan

c. Pelaksanaan penyemprotan
- Masih dimungkinkan lalu lintas satu lajur
- Batas yang disemprot diukur dan ditandai
- Ada bagian yang tumpang tindih selebar 20 cm sepanjang
sisi lajur yang bersebelahan
- Lokasi awal dan akhir penyemprotan dilindung dengan
bahan yang kedap
- Bahan aspal yang disemprot harsu merata di seluruh
permukaan
- Tempat yang disemprot prime coat yang menunjukkan
bahan aspal berlebih ditutup dengan bahan penyerap
sesudah 4 jam penyemprotan
- Lapis berikutnya dihampar setelah prime coat meresap
sepenuhnya, lalu lintas dapat diijinkan lewat setelah 4 jam
penghamparan
- Penghamparan lapis aspal berikut di atas tack coat dilakukan
sebelum
hilang kelengketannya

D. PENGENDALIAN MUTU
a. Contoh aspal dan sertifikatnya pda setiap pengangkutan
b. 2 liter contoh aspal diambil dari distributor/ asphalt
sprayer sat awal dan akhir penyemprotan
c. Distributor aspal diperiksa dan diuji
* sebelum pelaksaan pekerjaan
* setiap 6 bulan atau penyemprotan 150.000 lt
d. Pelapisan menutup seluruh permukaan yang disemprot,
tanpa ada bagian yang beralur atau kelebihan aspal.
e. Agregat penutup/ blotter harus mendapat persetujuan.

CAMPURAN ASPAL PANAS


A. MATERIAL
a. Aspal
- Jenis Pen 60/70, titik lembek minimum 48 C. Pengambilan
contoh dari truk tangki bagian atas tengah dan bawah.
- Nilai penetrasi benda uji tidak kurang 55 % dari sebelum
dicampur.
b. Agregat
Umum : - penyerapan air maks 3%
- berat jenis ag kasar dan halus tidak berbeda
lebih dari 0,2 %
Agregat kasar :
- tertahan saringan no.8, bersih.keras
- batu pecah atau kerikil pecah
- partkel lewat sarinagn n0. 200 maksimum 1 %

PERBAIKAN JALAN RUSAK

168

JALAN BERLUBANG DIATAS OPRIT JEMBATAN

169

PERBAIKAN JALAN DI BANTEN

170

Ketentuan agregat kasar


1. Soundness test
2. Abrasi dg mesin Los Angeles
3. Kelekatan terhadap aspal
4. Angularitas
Pensylvan)
5. Partikel pipih dan lonjong

: maks. 12 %
: maks. 40%
: 95 % +
: 85/100 ( DoTs
95/100 ( PTM 631 )
: maks. 10 %

Agregat Halus :
- pasir atau batupecah lewat sarinag no,8
- % maks. Pasir untuk Laston 15 %
- sand equivalent > 40 %
Bahan Pengisi ( Filler )
- batu kapur, semen Portland, abu terbang, abu tanur semen dll
- kering, lewat saringan no. 200 > 75 %
Gradasi gabungan ( lihat tranparan )

B. PERALATAN
a. Asphalt Mixing Plant
b. Wheel Loader
c. Dump Truck :
- bak terbuat dari logam yang rapat,
bersih,disemprot
sedikit air sabun atau minyak bakar
- bak ditutup rapat untuk menjamin suhu campuran
d. Asphalt Finisher
Penghampar mekanis bermesin sendiri , mampu
menghampar, membentuk sesuai kelandaian dan
penampang melintang.
e. Three Wheel Roller
f. Pneumatic Tire Roller
g. Tandem Roller
Berat statis ketiga alat pemadat tidak kurang dari 6 ton

C. TOLERANSI DIMENSI
a. Tebal Lapisan
- Dipantau dengan benda uji inti ( core ), 2 pada
arah melintang dengan jarak 200m. Toleransi
tebal 3mm/tebal 3cm dan 5mm/ tebal lebih
dari 3cm.
- Tebal aktual rata rata semua benda uji inti per
ruas.
b. Kerataan Permukaan
- Diperiksa dengan mistar lurus panjang 3m
- Perbedaan tiap 2 titik pada setiap penampang
melintang tudak melampaui 5 mm dari elevasi
- Ketidakrataan arah sumbu memanjang tidak
boleh melampaui 5mm.

D. PELAKSANAAN
1. CAMPURAN
a. Komposisi campuran:
Campuran terdiri atas agregat dan aspal. Filler
ditambahkan apabila diperlukan.
b. Jenis Campuran :
* Latasir
* Lataston
* Laston ( Lapis Aspal Beton ) :
- Lapis Aus ( AC )
- Lapis Pengikat ( AC )
- Lapis Pondasi ( ATB )

c. Kadar aspal dalam campuran


Persentase aspal aktual dalam sgregat tergantung pada penyerapan
agregat yang digunakan. Pilih agregat dengan penyerapan kecil ( kurang
3 % ).
d. Prosedure rancangan campuran
- Pengujian yang diperlukan agregat :
analisa saringan, berat jenis dan penyerapan air
Pengujian campuran :
berat jenis maksimum campuran, pengujian sifat-sifat
Marshall, dan kepadatan membal
- Pengujian percobaan campuran :
1. Gradasi agregat yang memenuhi gradasi gabungan
2. Perkiraan awal kadar aspal rancangan dg rumus
Pb = 0,035 (%CA) +0.045%(5% FA) + 0.18(%Filler) + konstana
Pb= kadar aspal
CA = agregat kasar
FA = agregat halus

Konstanta 0,5 1,0 untuk AC


2,0 3,0 untuk Lataston ( HRS )

- Buat 5 benda uji dengan kadar aspal satu mendekati


perkiraan, 2 diatas perkiraan dan 2 di bawah perkiraan.
- Setiap variasi kadar aspal diperiksa:
* berat isi
* stabilitas Marshall
* kelelehan
* rongga dalam agregat ( VMA )
* rongga terisi aspal ( VFB )
* rongga dalam campuran ( VIM )
- Kadar aspal optimum diperoleh :
* kadar aspal yang memberikan berat isi maksimum
* kadar aspal yang memberikan stabilitas maksimum
* masuk dalam rentang persyaratan kelelehan
* masuk dalam rentang persyaratan VMA
* masuk dalam rentang persyaratan VFB
* masuk dalam rentang persyaratan VIM
- Membuat Job MIX Formula dan penghamparan percobaan
- Ketentuan sifat-sifat campuran ( transparant ).

GAMBAR PELEBARAN JALAN

178

GAMBAR BAHU JALAN

179

2. INSTALASI PENCAMPUR ASPAL


a. Umum
Instalasi Pencampur Aspal atau Asphalt Mixing Plant
(AMP ) dapat berupa :
* batching plant ( sistem takaran )
* continuous ( sistem menerus )
Kapasitas harus memadai dan dipasang di lokasi yang
jauh dari permukiman.
b. Timbangan
- berupa jenis jam tanpa pegas dan merupakan produksi standar
- timbangan untuk aspal harus memenuhi ketentuan untuk agregat
c. Tangki aspal
Tangki aspal harus dilengkapi dengan pemanas yang dapat
dikendalikan dengan efektif.
d. Pemasok ( feeder )
Pemasok harus terpisah untuk masing-masing agregat

e. Alat pengering
Berputar dan mampu mengeringkan dan memanaskan agregat
sampai suhu yang dipersyaratkan.
f. Ayakan ( Saringan )
Mampu mengayak seluruh agregatsampai ukuran dan porsi
yang disyaratkan
g. Penampung panas ( Hot Bin)
Kapasitas cukup , jumlah bin minimum 3 bh, sehingga
menjamin penyimpanan yang terpisah untuk masing-masing
fraksi. Tidak termasuk bahan pengisi
h. Unit pengendali aspal
Jenis penimbangan dan jenis meteran harus handal untuk
memperoleh jumlah aspal yang tepat
i. Pengukur suhu
- thermometer berlapis baja, dipasang di tempat mengalirnya
pasokan
aspal
- instalasi juga dilengkapi dengan thermometer

j. Pengumpul Debu ( dust collector )


Instalasi Pencampur Aspal harus dilengkapi alat
pengumpul
debu
k. Pengendali waktu pencampuran
AMP dilengkapi dengan perlengkapan pengendali waktu
pencampuran
l. Timbangan dan Rumah Timbangan
Disediakan untuk menimbang truk bermuatan, dikirim ke
tempat
hamparan

3. PEMBUATAN CAMPURAN ASPAL


a. Penyiapan bahan aspal
Aspal dipanaskan dengan suhu antara 140 C sampai 160 C
b. Penyiapan agregat
- Tiap fraksi disalurkan melalui pemasok dingin
- Agregat dipanaskan pada alat pengering, sebelum
dimasukkan alat pencampur
- Bila diperlukan filler ditambahkan dan ditakar secara
terpisah
c. Penyiapan pencampuran
- Agregat kering /panas dicampur di pencampur dengan
proporsi tiap fraksi yang tepat, waktu pencampuran kira-kira 45
detik
(batch plant ).
- Suhu campuran saat keluar dari alat pencampur harus
memenuhi syarat.
d. Pengangkutan dan penyerahan di lapangan
- Campuran masuk ke alat penghampar dalam rentang suhu 135 C
150 C

4. PENGHAMPARAN
a. Penyiapan permukaan
- Permukaan yang rusak, tidak stabil harus diperbaiki terlebih
dahulu.
- Permukaan dibersihkan dari bahan lepas dengan sapu mekanis
dan dibantu manual bila perlu.
Lapis perekat atau lapis resap pengikat diterapkan spt di depan.
b. Penghamparan dan pembentukan
- Acuan tepi balok kayu dipasang sesuai garis dan ketinggian
- Sepatu alat penghampar dipanaskan, campuran dihampar dan
diratakan sesuai kelandaian, elevasi dan bentuk penampang
melintang.Dimulai dari lajur paling rendah.
- Selama penghamparan dan pembentukan mesin fibrasi dipanaskan.
- Kecepatan alat diatur hingga tidak menyebabkan retak permukaan
atau koyak.

c. Pemadatan
- Suhu campuran/hamparan selalu dipantau.
- Pemadatan awal dg pemadat roda baja, suhu 125-145C.
Pemadatan kedua dg pemadat roda karet, suhu 100-125C.
Pemadatan akhir dg pemadat roda baja, suhu > 95C.
- Pemadatan sejajar sumbu jalan ,dari tepi menuju arah sumbu,
kecuali superelevasi,dimulai dari yang rendah ke arah tinggi.
Lintasan yang berurutan harus tumpang tindih.
- Kecepatan pemadat roda baja maksimum 4 km/jam, roda
karet maksimum 10 km/jam.
- Operasi penggilasan dilaksanakan secara menerus.
- Roda baja dibasahi secukupnya dan roda karet diminyaki
sedikit unutk mencegah lengket.
- Alat berat dan pemadat tidak diijinkan di atas permukaan yg
baru dikerjakan, sampai permukaan dingin.
- Tepi perkerasan dipangkas agar bergaris rapi.

d. Sambungan
Sambungan memanjang diatur berada di
jalur/lajur. Sambungan melintang harus lurus
bertangga, pergeseran min 25 cm.

pemisah
dihampar

- Memasang campuran baru disebelah campuran padat, tepi


campuran padat dipotong tegak lurus.

E. PENGENDALIAN MUTU
a. Ketentuan viskositas aspal dan suhu
campuran
prosedur pelaksanaan viskositas
suhu camp.
1. Pencampuran b.u. Marshall
0,2
155
2. Pemadatan b.u Marshall
0,4
145
3. Pencampuran maks di AMP tidak perlu
165
4. Pencampuran
0,2-0,5
145-155
5. Ke alat penghampar
0,5-1,0
130-150
6. Pemadatan awal
1-2
125-145
7. Pemadatan kedua
2-20
100-125
8. Pemadatan akhir
< 20
> 90

GAMBAR PERLENGKAPAN JALAN

189

GAMBAR PERLENGKAPAN JALAN

190

b. Kepadatan
- Kepadatan campuran aspal tidak boleh kurang dari 97%
Kepadatan Standar Kerja ( Job Standard Density ) untuk
Laston dan 98% untuk campuran lainnya.
- Pengambilan dan pemadatan benda uji di laboratorium
sesuai AASHTO 168.
c. Jumlah pengambilan benda uji
- Pengambilan dilakukan di instalasi pencampur atau lokasi
penghamparan.
- Frekwensi minimum pengujian ( lihat transparan )
- 6 cetakan Marshall dibuat tiap hari penghamparan,
dipadatkan pada suhu 145 C dengan 75 tumbukan
masing-masing permukaan , kepadatan rata-rata /Marshall
Harian.
- Pengambilan benda uji dengan mesin bor diameter 4 atau 6,
diperiksa ketebalan,kepadatandan kadar aspal ( ekstraksi ).

d. Pengujian mutu campuran ( hasil dan catatan )


- Analisa saringan 2 contoh dari hot bin
- Suhu campuran saat pengambilan contoh di AMP maupun di
lokasi
- Kepadatan Marshall Harian dengan detil semua benda uji yang
diperiksa
- Kepadatan lapangan dan persentaseterhadap Kepadatan
Campuran Kerja benda uji inti
- Stabilitas, kelelehan, Marshall Quotient paling sedikit 2 contoh
- Kadar aspal hasil ekstraksi paling sedikit 2 contoh
- Rongga dalam campuran dan kepadatan memba dihitung
berdasar berat jenis maksimum ( AASHTO T 209-90 )
- Kadar aspal terserap agregat dihitung berdasar berat jenis
maksimum campuran