Anda di halaman 1dari 65

ANALISA DAN VALIDASI

INDIKATOR MUTU

Dr.
Luwiharsih,MSc

PENGERTIAN
Validasi adalah suatu tindakan
pembuktian
Analisa data adalah kegiatan
mengubah data hasil
penelitian/survei menjadi informasi
yg dapat digunakan untuk
mengambil kesimpulan dan
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Validasi dan analisis dari indikator


penilaian
(PMKP 4, 4.1, 4.2)
DIBANDINGKAN

Pengumpul
an data

Didlm RS/tren
Dng rs lain
Dng standar
Dng
praktik
terbaik

Analisis
data

Validasi data
Untuk IAK
baru/ada
perubahan
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Metode
statistik

Pelaporan

PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data tujuannya utk
perbaikan dan pembelajaran, bukan
digunakan untuk mencari kekurangan
seseorang/menghukum
Tunjuk penanggung jawab pengumpul
data di setiap unit/ruangan
Lakukan pelatihan untuk penanggung
jawab pengumpul data
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

PENGUMPULAN DATA
Tentukan sampel/populasi untuk
mengumpulkan data
Validasi data untuk keakuratan &
kelengkapan
Lakukan perbaikan sesegara mungkin
dengan membuat rencana tindak lanjut
(action plan)
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

LANGKAH-LANGKAH
PENGUMPULAN DATA
1. Penanggung jawab pengumpul data mencatat
data kedalam formulir sensus harian atau input
data ke dalam Sistem IT (bila RS sudah
mempunyai sistem IT untuk data indikator)
2. Data direkapitulasi dan di analisa dalam bentuk
grafik melalui sistem IT
3. Interpretasi data
4. Lakukan perbaikan untuk peningkatan mutu
5. Buat laporan dari unit ke pimpinan/komite PMKP
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
sesuai SPO di RS

VALIDASI DATA

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

VALIDASI DATA

PMKP 5 EP 3
Proses validasi data memuat paling sedikit
indikator yang dipilih seperti yang diharuskan di
PMKP.3.1.
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

VALIDASI DATA

Standar PMKP.5
RS menggunakan proses internal untuk melakukan
validasi data
Standar PMKP.5.1.
Bila RS mempublikasikan data atau menempatkan
data di web site publik, pimpinan RS menjamin
reliabilitas data
Rasional :
RS mempunyai tanggung jawab untuk
mengumpulkan dan validasi data.
Ketika RS membuat data untuk publik maka
pimpinan RS mempunyai tanggung9 jawab untuk
menjamin KEANDALAN data

VALIDASI DATA
Tujuan
Monitoring akurasi data yg
dikumpulkan
Verifikasi bahwa pengambilan data
adalah konsisten dan reproducible
Verifikasi ekspektasi tentang volume
data yang dikumpulkan.
10

VALIDASI DATA
Aplikasi
Tanggung jawab mutu pelayanan kesehatan
untuk masyarakat/publik.
Mendorong peningkatan dalam proses
pengumpulan data.
Ukuran yang dapat dipercaya untuk
potensial benchmarking selanjutnya
Meningkatkan kepercayaan dalam gerakan
pembuatan keputusan berdasarkan data.
11

MEKANISME VALIDASI DATA

Siapa yang melakukan

Komite/Panitia/Tim PMKP

Ka Instalasi pelayanan/Ka Unit Pelayanan

Prinsip : validator adalah bukan pengumpul data


(orang ke dua)
Kapan dilakukan :

Bila indikator klinik baru saja dikumpulkan


(indikator baru)

Bila ada perubahan sumber data, numerator,


denumerator, definisi operasional, subyek
pengumpulan data dirubah & PIC pengumpul
telusur data luwi - 10 nov 2013

KETENTUAN VALIDASI
DATA
a.Indikator baru diterapkan khususnya, indikator
klinis yang dimaksudkan untuk membantu RS
melakukan evaluasi & meningkatkan proses atau
hasil klinis yang penting
b. Agar diketahui publik, data dimuat di web site
RS atau dengan cara lain
c. Suatu perubahan

telah dilakukan terhadap

indikator :
- cara pengumpulan data diubah
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
- proses pengambilan
data,

KETENTUAN VALIDASI
DATA
d. Data yang berasal dari indikator yang ada telah
diubah tanpa ada penjelasan
e. Sumber data telah diubah, seperti kalau sebagian
dari rekam medis pasien digantikan dengan format
elektronik sehingga sumber data sekarang berupa
kertas maupun elektronik
f. Subyek dari pengumpulan data telah diubah,
seperti

perubahan

umur

rata-rata

pasien,

komorbiditas, perubahan protokol riset, penerapan


Komisi Akreditasi
Sakit atau teknologi baru
pedoman praktek
yang Rumah
baru,

PROSEDUR VALIDASI DATA


a).

Mengumpulkan ulang data oleh orang

kedua

yang

tidak

terlibat

dalam

pengumpulan data sebelumnya


b).

Menggunakan sample statistik sahih

dari catatan, kasus dan data lain. Sample


100 % dibutuhkan hanya jika jumlah
pencatatan,

kasus

atau

data

sangat kecil jumlahnya.


dr Luwi - PMKP 4 maret 13

15

lainnya

VALIDASI DAN
ANALISIS DARI DATA
PENILAIAN

d). Kalkulasi akurasi dng membagi jml elemen data


yg ditemukan dng total jml data elemen dikalikan
dng 100. Tk akurasi 90 % adalah patokan yang
baik.
e). Jika elemen data yg diketemukan ternyata tidak
sama,

dng catatan alasan nya (misalnya data

tidak jelas definisinya) & dilakukan tindakan


koreksi
f). Koleksi sample baru setelah semua tindakan
koreksi dilakukan
untuk memastikan
tindakan
dr Luwi - PMKP 4 maret 13
16

CONTOH :
LAPORAN VALIDASI DATA BULAN
OKT
2014
JUDUL
asesmen awal medis harus lengkap dalam
INDIKATOR

waktu 24 jam setelah pasien masuk RI

NUMERATOR

Jml asesmen awal medis lengkap dlm waktu 24


jam di RI

DENOMINATOR

Jumlah pasien masuk di RI

SUMBER DATA

Rekam Medis

CAPAIAN
INDIKATOR

70 % pada bulan Oktober 2014

JML PASIEN RI
1000 pasien
BULAN OKT 2013
JUSTIFIKASI
PERLU VALIDASI

Data baru pertama kali dikumpulkan

METODE
VALIDASI

1. Menggunakan metode sampling 1000 RM


dilakuku kan sampling menjadi 100 RM
2. Melakukan telaah RM di data yg disampling
tsb Komisi Akreditasi Rumah Sakit

CONTOH :
LAPORAN VALIDASI DATA BULAN
OKT 2014
HASIL
VALIDASI

Kelengkapan asesmen awal medis harus


lengkap dalam waktu 24 jam setelah pasien
masuk RI = 35 %

HASIL ANALISA

35/70 X 100 % = 50 % < 90 %

KESIMPULAN

Data kelengkapan asesmen medis bulan


Oktober : belum akurat

RENCANA
TINDAK LANJUT

1. Tetapkan bahwa capaian indikator asesmen


pasien pada bulan Oktober 2013 = 35 %
revisi data capaian indikator
2. Edukasi untuk PIC pengumpul data
3. Edukasi ke medis untuk peningkatan
kelengkapan asesmen
4. Karena validitas data masih diragukan maka
data bulan November perlu dilakukan
validasi lagi
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

CONTOH :
LAPORAN VALIDASI DATA BULAN
NOV
2014
JUDUL
asesmen awal medis harus lengkap dalam
INDIKATOR

waktu 24 jam setelah pasien masuk RI

NUMERATOR

Jml asesmen awal medis lengkap dlm waktu 24


jam di RI

DENOMINATOR

Jumlah pasien masuk di RI

SUMBER DATA

Rekam Medis

CAPAIAN
INDIKATOR

Bulan November 80 %

JML PASIEN RI
BULAN NOV
2013

800 pasien

JUSTIFIKASI
PERLU VALIDASI

Validasi ulang karena hasil bulan Okt belum


valid

METODE
VALIDASI

1. Menggunakan metode sampling 800 RM


dilakuku kan sampling menjadi 80 RM
Komisi Akreditasitelaah
Rumah Sakit
2. Melakukan
RM di data yg disampling

CONTOH :
LAPORAN VALIDASI DATA BULAN
NOV 2014
HASIL
VALIDASI

Kelengkapan asesmen awal medis harus


lengkap dalam waktu 24 jam setelah pasien
masuk RI = 75 %

HASIL ANALISA

75/80 X 100 % = 93,75 % > 90 %

KESIMPULAN

Data kelengkapan asesmen medis bulan


November : sudah akurat

RENCANA
TINDAK LANJUT

Validasi akan dilakukan kembali bila ada


perubahan PIC pengumpul data, sumber data,
numerator, denomerator, sistem RM menjadi ERM
Melakukan edukasi ke staf medis untuk
meningkatkan kelengkapan pengisian asesmen
awal

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Apakah perlu validasi


data ?
Y
T
IAK baru
IAM
IAK lama, PIC data baru
IAK lama, sumber data RM &
berubah RM elektronik, perlu
validasi tdk ?
Hasil validasi, data sdh akurat,
bln depan perlu alidasi tdk ?
Data awal 80 %, hasil validasi 35
%, perlu revisi data
tdk ?Rumah Sakit
Komisi Akreditasi

ANALISA DATA

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

ANALISIS DATA
Hasil analisa melalui grafik sangat membantu
memperlihatkan perubahan apakah menuju
perbaikan sesuai yang diharapkan
Gunakan alat statistik :
Run charts
Control charts
Histograms
Pareto charts
25

ANALISIS DATA
Run chart sangat bermanfaat tergantung berapa
banyak data yang dikumpulkan, sangat
sederhana dan mudah diinterpretasikan
Control chart merupakan cara analisa hasil yang
lebih rumit dan memerlukan data lebih banyak

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

RUN
CHART

Run chart juga dikenal sebagai


grafik garis adalah grafik
sederhana yang menggambarkan
data darai waktu ke waktu

Sumbu Y : peristiwa/event; sumbu


X periode waktu

Digunakan untuk
- memahami gambaran umum

suatu proses
- trend dan shift/pergeseran
dalam proses
- variasi dari waktu ke waktu
- untuk mengidentifikasi
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

penurunan atau peningkatan

RUN CHART
Run chart harus dibuat pada awal kegiatan dan di
update dng data baru sesuai kegiatan yg berjalan
Run chart merupakan grafik yg mengilustrasikan
perubahan mutu dari waktu ke waktu
Pengukuran dilakukan pada titik tertentu dan
dihubungkan dengan garis. Hal ini akan
menghasilkan grafik variasi dari waktu ke waktu,
dan membantu tim melihat apakah perubahan yg
terjadi mengarah pada perbaikan
Run chart memilik
komentar
panah yg
Komisi
Akreditasi Rumahdengan
Sakit

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Control Charts
Control charts help track a process
Graphical alert to process owners if a process moves out of
control or established limits

Max: 6 hours

Hours

6
3
0

Time from Blood Draw to Lab Result

Min: N/A

28

CONTROL CHARTS
Adalah grafik yg menggambarkan data dari waktu
ke waktu, control chrat lebih spesifik daripada
Run Chart karena dapat menilai apakah
proses berada dalam kontrol/tidak; garis
kontrol atas (UCL) dan garis control bawah
(LCL)
Control chart mirip run chart, namun lebih
memiliki daya statistik untuk mendeteksi
perubahan
Komisi Akreditasi Rumah
Sakit QI, dan juga untuk
Control chart digunakan
untuk

CONTROL CHARTS
Data bisa dipresentasikan dalam beberapa
bentuk :

Persentase

Rates

Counts
Individual values

Banyak model control charts diperlukan sesuai


jenis data yg berbeda namun semua control
Akreditasi Rumah Sakit
chart mirip danKomisi
dinterpretasikan
dng cara yg

Histogram
Data ditampilkan
dalam grafik.
Mudah utk
melihat trend
Easy to eyeball
Tidak ideal untuk
analisis statistik.
M

Tu

Th

F
31

Pareto Chart
250

Shows relative impact


Easy to construct
Visually powerful

200
150
100
50
0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
32

Pareto Charts
Pareto chart merupakan tool yg membantu
membantu tim melihat penyebab atau masalah yg
paling sering terjadi.
Chart memperlihatkan aktifitas atau area yg
berkontribusi paling buruk mutunya
Pareto chart berbasis teori bahwa jumlah kecil
penyebab akan memiliki kontribusi paling buruk
mutunya
Bila beberapa aktifitas berkontribusi paling besar
pada masalah disebut Pareto Effect
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

ANALISIS DATA
Sasaran dari analisis data adalah agar dapat dilakukan
PERBANDINGAN bagi rumah sakit melalui empat cara :
1.
Dengan diri sendiri dalam waktu tertentu, seperti dari
bulan ke bulan atau satu tahun ke tahun berikutnya.
2.
Dengan rumah sakit lain yang sama seperti
menggunakan data base referensi (lihat juga MKI.20.2,
EP 3)
3.
Dengan standar, seperti ditetapkan oleh badan
akreditasi, ikatan profesional atau menggunakan
ketentuan yang ditetapkan dalam undang-undang atau
peraturan.
4.
Dengan
praktek-praktek
yang
diakui
di
kepustakaan sebagai pedoman praktek yang lebih baik
atau paling baik

Perbandingan ini membantu rumah sakit memahami


sumber dan sifat perubahan yang tidak dikehendaki serta
dr Luwi - PMKP 10 des 2013
34
membantu fokus pada
upaya perbaikan.

No Indikator

1.

Asesmen
medis

30

50

50

60

70

80

2.

Asesmen
prwt

40

55

75

80

80

85

90
80
70
60
50

Asesmen medis
Asesmen perawat

40
30
20
10
0

juli

agust

sept

okt

Nov

Des

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TREND

No Indikator

1.

Asesmen
medis

30

50

50

60

70

80

2.

Asesmen
prwt

40

55

75

80

80

85

90
80
70
60
50

Asesmen medis
Asesmen perawat

40
30
20
10
0
juli

agust

Sept

Okt

Nov

Des

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TREND

No Indikator

1.

Asesmen
medis

30

50

50

60

70

80

2.

Asesmen
prwt

40

55

75

80

80

85

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Asesmen medis
Asesmen perawat

juli

agust sept

okt

nov

des

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TREND

g
n
D d
St

IAK bulan Desember


2014

N
o

INDIKATOR

STANDA CAPAIA RTL


R
N

1.

Asesmen medis

100 %

80 %

Edukasi ke
dokter
ditingkatka
n

2.

Tidak adanya kesalahan


pemberian hasil
pemeriksaan laboratorium

100 %

98 %

Risk
grading
RCA/
investigasi

3.

Tidak ada kesalahan


pemberian label

100 %

100 %

4.

Tidak adanya kejadian


operasi salah sisi

100 %

100 %

5.

Operasi eletif tidak


100 %
menggu nakan antibiotika
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
profilaksis

60 %

Lakukan
RCA, shg
diketahui

g
n
D d
St

IAK bulan Desember


2014

N
o

INDIKATOR

STANDA CAPAIA RTL


R
N

6.

Tidak adanya kejadian


kesalahan pemberian obat

100 %

90 %

Risk
grading
RCA/
investigasi

7.

Komplikasi anestesi

6%

4%

Risk
grading
RCA/
investigasi

8.

Kejadian reaksi transfusi

0,01 %

0,02 %

Risk
grading
RCA/
investigasi

9.

Kelengkapan pengisian
inform consent

100 i%

80 %

Edukasi
ditingkatka
n

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

IAK bulan Desember


g g
D n ik y
2014
t
k
r a ai k

N
o

INDIKATOR

STANDA CAPAIA RTL


R
N

1.

Aspirin on arrival pd
pasien AMI

100 %

100 %

5.

Aspirin at discharge pd
pasien AMI

100 %

90 %

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Lakukan
audit medis
atau peer
review

H
O
T
ON

INDIKATOR
ANGKA KETIDAKLENGKAPAN
ASESMEN PRE OPERASI

PEMILIHAN INDIKATOR KLINIS

N
A
L Indikator kunci asesmen pasien dipilih dengan pembobotan
High Risk
Asesmen Pasien / IAK 1

High
Volume

Problem
Prone

(nilai x bobot = (nilai x bobot = (nilai x bobot =


skor)
skor)
skor)
Rentang Nilai = Rentang Nilai = Rentang Nilai =
1-5
1-5
1-5

Jumlah

Bobot = 40 Bobot = 35 Bobot = 25


N
B
S
N
B
S
N B S
Angka keterlambatan
Angka
ketidaklengkapan
pengkajian
awal pasien rawat
asesmen
inap > 24pre
jamoperasi

5
5

40 200 4
40 200 5

35 140 5
35 175 5

25 125
25 125

465
500

Angka ketidaklengkapan
asesmen pre operasi

40 200

35 175

25 125

500

Angka keterlambatan
Pelayanan pertama gawat
5 40 200 2 35 70 5 25 125 395
darurat (KPPGD)
Indikator
terpilih : Angka Ketidaklengkapan Asesmen Pre

Operasi
*Indikator kunci area klinis lainnya dipilih dengan
menggunakan metode yang sama
NURUL AINY SIDIK

42

PENGUMPULAN DATA
DO
Pengumpulan data dilakukan di Instalasi Bedah
Sentral
Data dikumpulkan oleh petugas di IBS, dengan
Ka IBS sebagai penanggung jawab data
Metodologi pengumpulan data adalah secara
retrospektif
Data dikumpulkan berdasarkan ketidaklengkapan
pengisian asesmen pre operasi
Penilaian data dilakukan harian
Periode waktu pelaporan kepada Sekretariat
Mutu adalah Bulanan
Analisis data dilakukan 3 bulanan.
NURUL AINY SIDIK

43

CAPAIAN INDIKATOR
KETIDAKLENGKAPAN ASESMEN PRE OPERASI
BULAN JULI DESEMBER 2014 (STUDY)
60%

50%

40%
Prosentase

30%

48.15%

Y
D
U
T
S

40.84%
38.35%
33.61%
29.97%
27.31%

20%

10%

Indikator
Standard

0%

Kisaran capaian indikator ketidaklengkapan asesmen pre operasi tahun


2014 berkisar 30,62% tiap bulannya. Dalam arti pada 100 asesmen pre
NURUL AINY SIDIK
44
operasi terdapat 31 asesmen
pre operasi yang diisi tidak
lengkap

PENDEKATAN
SISTEM
Struktur

Y
D
U
T
S

ANALISIS

REKOMENDASI

Form harian
pengumpulan data
sudah tersedia

SPO yang mengatur


pengisian asesmen
pre operasi belum
dibuat

Membuat SPO
pengisian asesmen
pre operasi

Panduan pengisian
Membuat panduan
asesmen pre operasi pengisian asesmen
belum dibuat
pre operasi
Petugas yang
mengisi asesmen
pre operasi belum
ditunjuk
NURUL AINY SIDIK

Menunjuk dan
menetapkan
petugas yang
bertugas mengisi
asesmen
pre
45
operasi

PENDEKATAN
SISTEM
Proses

ANALISIS

REKOMENDASI

Petugas kurang patuh 1. Mengadakan sosialisasi


yang lebih intensif ke
dalam pengisian
Instalasi Bedah Sentral
asesmen pre operasi

Petugas kurang
Y
D
paham akan
U
pentingnya pengisian
ST
asesmen pre operasi
secara lengkap

NURUL AINY SIDIK

mengenai asesmen pre


operasi
2. Meningkatkan peran
aktif fasilitator
akreditasi Instalasi
Bedah Sentral,
terutama mengenai
asesmen pre operasi

46

PENDEKATAN
SISTEM
Outcome

Y
D
U
T
S

ANALISIS
Kisaran capaian
indikator
ketidaklengkapan
asesmen pre operasi
tahun 2014 berkisar
30,62% tiap
bulannya. Dalam arti
pada 100 asesmen
pre operasi terdapat
31 asesmen pre
operasi yang diisi
tidak lengkap dan
berpotensi IKP dan
SKP IV( salah
lokasi,salah prosedur)
NURUL AINY SIDIK

REKOMENDASI
Pimpinan membuat surat
edaran kepada staf medis
bedah dan anestesi untuk
melengkapi asesmen pre
operasi

47

AC

N
O
I
T TINDAK LANJUT

Pembuatan SPO asesmen pre operasi


Pembuatan panduan asesmen pre operasi
Mengadakan sosialisasi ke, SMF BEDAH
ANESTESI , IBS secara intensif mengenai
Asesmen Pre Operasi
Pemantauan kegiatan pengisian asesmen pre
operasi oleh fasilitator akreditasi di RUANG
RAWAT INAP.

NURUL AINY SIDIK

48

60%
48.15%

50%

40.84%
38.35%

40%

33.61%
Prosentase

29.97%

30%

27.31%

20%
Indikator
Standard

10%
0%

NURUL AINY SIDIK

49

MEMBANDINGKAN DATA DNG


RS LAIN

Membandingkan data dng RS tercantum


pada :
- PMKP 4.2 EP 2,
- PPI 10.4
- MKI 20.2
Saran data yg dibandingkan adalah data
PPI (hasil surveilance PPI)
Langkah-langkah membandingkan data :
- Melakukan pertemuan dng RS
pembanding
- Menyamakan profil/kamus indikator
- Melakukan training bersama PJ/PIC
pengumpul
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
data dari RS & RS Pembanding

PLAN DO CHECK ACTION


(PDCA)/PLAN DO STUDI
ACTION (PDSA)

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

luwi 1 sept 2014

52

Form PDSA
Topik uji coba : ..........
Cara : .................. Siklus : ............

PLAN :
Saya berencana : ...........
Saya berharap : ............
Tindakan yg akan dilakukan :

DO
Apa yang diamati :

STUDY
Apa yg dapat dipelajari
Apakah sesuai dng measurement goal

ACTION :
Apa yg dapat anda simpulkan dari siklus ini
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

CARA MENGISI FORM


PDSA

PLAN
Saya berencana untuk : Tulis pernyataan singkat
tentang apa yg akan anda rencanakan dalam uji ini.
Rencana ini lebih fokus dan lebih kecil. Rencana ini
merupakan sebagian kecil dari implementasi tool
Saya berharap : Tulis ukuran atau outcome yg
akan anda capai . Anda bisa memiliki data
kuantitatif atau kualitatif
Langkah-langkah : Tulis langkah-langkah yg anda
akan lakukan dalam siklus, termasuk hal berikut :
Populasi dimana anda bekerja apakah anda
mengamati perilaku pasien, dokter atau perawat
Batas waktu yg anda lakukan utk studi ini INGAT :
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
tdk perlu waktu lama

DO

CARA MENGISI FORM


PDSA

Setelah anda membuat PLAN, anda akan memutuskan


untuk mengamati apa yg terjadi

Apa yang anda amati ?


Tulis hasil observasi selama implementasi termasuk
bagaimana reaksi misalnya pasien, dokter, perawat.
Bagaimana PLAN sesuai dengan sistem atau alur visit
pasien. Anda bisa bertanya, Apakah semuanya
berjalan sesuai rencana ? Apakah saya harus
modifikasi PLAN

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

CARA MENGISI FORM


PDSA
STUDY
Setelah implementasi anda akan amati hasil
Apa yang dapat anda pelajari ? Apakah sesuai
measurement goal ?
Dari sini anda dapat melihat implementasi telah sesuai
sasaran anda

ACT
Apa yang dapat anda simpulkan dari siklus ini ?
Disini anda dapat menulis kesimpulan dari
implementasi ini, apakah berhasil atau tidak. Bila
tidak berhasil, apa yg akan anda lakukan selanjutnya
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TOOL : Evaluasi kepuasan pasien STEP : Penyebaran


Kuesioner CYCLE : 1

CO T
N
OH

PLAN :
Saya berencana mengetahui kepuasan pasien di ruang rawat
inap. Pasien diminta mengisi dan mengembalikan kuesioner ke
kami
Saya berharap : Dalam satu minggu ada 30 pasien yg
melengkapi kuesioner
Tindakan :
1. Melakukan Survei pada saat pasien pulang
2. Perawat ruangan yang sedang bertugas meminta pasien
mengisi kuesioner dan meletakan di meja sebelah tempat
tidur pasien

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

DO
Apa yang anda amati ?

Pasien sering melakukan banyak kegiatan pada saat akan


pulang, seperti melakukan pembayaran atau membuat
perjanjian dan mereka merasa tidak bisa melakukan tugas
lain

Area pasien pulang bisa sangat sibuk

Perawat yg sedang bertugas, ingat untuk meminta pasien,


apakah mereka bersedia mengisi survei

STUDY
Apa yg anda pelajari, apakah sesuai dng measurement
goals ?
Kami hanya menerima 10 kuesioner dalam 1 minggu. Proses
tidak berhasil

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

ACT :
Apa yang dapat anda simpulkan dari kasus ini
Pasien tidak ingin mengisi kuesioner saat pasien pulang harus
ada cara lain agar pasien mau mengisi kuesioner.

Kami meminta pasien utk mengisi kuesioner saat mereka tiba


dirumah sekaligus memberikan amplop berperango utk
mengembalikan kuesioner tsb

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

CONTOH PDSA/PDCA DI
AREA PRIORITAS (PMKP
10)

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TOOL : Profil Indikator International Library untuk AMI


(pemberian aspirin pd pasien AMI/IIL AMI 1 )
STEP : Pengumpulan IIL-AMI 1 CYCLE : 1

CO T
N
OH

PLAN :
Saya berencana melakukan uji coba pengumpulan data IILAMI 1
Saya berharap : Dalam satu bulan pertama 50 % pasien AMI
sudah ada datanya
Tindakan :
1. Menyusun Form sensus harian dan laporan bulanan
2. Menetapkan PIC data di ruangan
3. Melatih PIC data dng materi profil indikator AMI (IIL-AMI1)
4. Sosialisasi IIL-AMI1 ke staf medis terkait
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

DO
Apa yang anda amati ?

Belum semua staf medis mengetahui bahwa RS melakukan


ealuasi pelayanan AMI melalui IIL AMI 1

PIC data masih belum paham terkait dng diagnose AMI

STUDY
Apa yg anda pelajari, apakah sesuai dng measurement
goals ?
Sensus harian belum berjalan dengan baik
PIC data masih belum paham diagnose AMI, masih ada kasus
AMI yg tidak masuk

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

ACT :
Apa yang dapat anda simpulkan dari kasus ini
- Sosialisasi implementasi IIL- AMI perlu dilakukan
lagi
- PIC data perlu dilatih lagi

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

KESIMPULAN

Validasi data dilakukan untuk indikator klinis baru


dan bila ada perubahan dari profil/kamus indikator
serta sistem pengumpulan data yang berubah dari
manual ke elektronik sistem

Analisis dilakukan dengan melihat trend didalam RS,


membandingkan dng standar, membandingkan dng
praktik terbaik dan membandingkan dng RS lain.

Mengingat beberapa indikator juga merupakan


insiden keselamatan pasien maka perlu dilakukan
analisa dng risk grading.
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TERIMA KASIH

Komisi Akreditasi Rumah Sakit