+
ANTI-ANSIETAS
+
Gangguan Cemas
Kecemasan dan ketakutan yang berlebihan dan tidak
rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap
peristiwa kehidupan sehari-hari hingga mempengaruhi
perilaku seseorang
Gejala Gang. Cemas overlap dengan gejala depresi
Gang. Tidur, sulit konsentrasi, fatigue, & gejala psikomotor
Core symptom Cemas: EXCESSIVE FEAR (panik, fobia)
& WORRY (penderitaan akb cemas, ekspektasi, obsesi)
Core symptom Depresi: depressed mood or loss of interest
Komorbid
sesama Gang. Cemas, Depresi Mayor, Substance Abused,
ADHD, Bipolar, Gang. Nyeri, Gang. Tidur, dll
+
Neurobiologi
aktivitas
Rasa Takut (Fear)
Amygdala
Rasa Khawatir (Worry)
Cortico-striato-thalamo-cortical
(CSTC) loop
Neurotransmiter & regulator:
GABA: inhibitor aktivitas neuron
Target reseptor: benzodiazepin,
sedatif-hipnotik, barbiturat, &
alkohol
Serotonin
Nor-Epinefrin
HPA axis
Dopamin
Voltage-gated calcium ion channels
melepaskan excitatory NT
glutamate
Benzodiazepin
Memperkuat kerja reseptor GABAA di post-sinaps pada amigdala
mengurangi rasa takut
Mengatur output berlebihan pada sirkuit CSTC mengurangi rasa khawatir
Alpha-2-delta ligands (Gabapentin & Pregabalin)
Terikat pada presinap Voltage-sensitive Calcium Channel memblokade
pelepasan excitatory NT (glutamate) pada amigdala & sirkuit CSTC
Berguna pada kasus yang kurang cocok dengan SSRI/SNRI atau
benzodiazepin
Buspiron (SSRIs) parsial agonis serotonin 5HT1A
Prazocin (1-adrenergic blocker)
Meningkatkan input serotonin ke amigdala mengurangi fear/worry
Memblok Norepinefrin di amigdala mengatasi gejala
Norepinephrine transporter (NET) inhibitor aktivitas reseptor 1adrenergic mengurangi takut/cemas
Click icon to add
picture
ANXIOLYTIC DRUGS
+
Benzodiazepin
Golongan:
Hipnotik-sedatif
Ansiolitik
Anti-epilepsi
Relaksan otot
Short acting (half life < 12 jam)
Intermediate acting (half life 12-24 jam)
Triazolam, Midazolam, Oxazepam
Alprazolam, lorazepam, bromazepam,
estazolam, temazepam
Long acting (half life > 24 jam)
Flurazepam, clonazepam, diazepam,
chlordiazepoxide
+
Benzodiazepin:
Farmakodinamik
Bekerja selektif pada reseptor Gamma-aminobutyric Acid
A (GABAA) inhibisi transmisi sinaps ke SSP
Terikat pada sub-unit gamma reseptor GABAA modifikasi
struktural pada reseptor p aktivitas reseptor GABAA
Tidak sebagai substitusi GABA, tapi mempertahankan
kanal terbuka lama ion kalsium meningkat & tejadi
inhibisi terhadap aksi potensi
Antagonis Flumazenil (antagonis kompetitif), onset
sangat cepat, durasi pendek, cara pemberian intravena
Dosis inisial 0,2 mg (2 ml) IV selama 30 detik, jika pasien
belum sadar, berikan 0,3 mg. Dosis dapat diulang. Max. total
dosis 5 mg
+Reseptor GABA
+
Benzodiazepin: Farmakokinetik
Absorpsi:
Binding
Absorpsi baik per oral, Cmax dalam 1 jam
Terikat kuat dengan protein plasma
Distribusi
Pada Vd besar: akumulasi dalam lemak tubuh (high lipid-soluble)
Redistribusi dari SSP ke otot lurik, jaringan adiposa
Midazolam: water-soluble (pH <6)
Menembus sawar plasenta & ekskresi dalam ASI (fetal & neonatal depression)
Metabolisme di Hati
Fase I sistem mikrosomal hati metabolit aktif waktu eliminasi lebih panjang
akumulasi efek pada dosis dobel
Fase II konjungasi dengan As. Glukoronat & ekskresi melalui urin
EXCEPT: Lorazepam, Estazolam, Oxazepam metabolisme EkstraHepatik & tidak
membentuk metabolit aktif
Short acting langsung diubah menjadi produk inaktif
+
Benzodiazepin: Efek Terapi
Mengurangi Ansietas dan Agresi
Dosis rendah: alprazolam, lorazepam, diazepam, oxazepam, chlordiazepoxide
Alprazolam efek ansiolitik-antidepresan
Diazepam prefer: Acute Panic-Anxiety
Chlordiazepoxide prefer: Chronic Anxiety state
Sedasi & Induksi Tidur (dosis lebih tinggi)
Long Flurazepam
Intermediate Temazepam
Short Triazolam
Menurunkan ketegangan & koordinasi otot (dosis tinggi)
Skeletal Muscle Spasme: Diazepam
Efek anti kejang
Status Epileptikus: Diazepam Lorazepam
Absence, Kejang Myoklonik: Clonazepam - Clorazepate
+
Benzodiazepin: Efek Terapi
Amnesia anterograde
Short acting premedikasi pada Endoskopi, Bronkskopi,
Angioplasti
Diazepam: premedikasi anestesi
Midazolam: induksi pada balanced anesthesia
Kontrol gejala Alkohol Withdrawal
Chlordiazepoxide, Chlorazepate, Diazepam, Oxazepam
Other actions:
Digunakan bersama Analgesik, NSAIDs, Spasmolitik, Anti-ulcer
Dosis tinggi: menurunkan Tekanan Darah & meningkatkan Heart
Rate
Diazepam: menurunkan sekresi asam lambung di malam hari
+
Benzodiazepine: Unwanted
Effects
Overdosis akut
Prolonged sleep (tanpa penurunan fungsi nafas atau CV)
Depresi nafas berat kombinasi BZD + SSP depresan (alkohol)
Simetidin, Isoniazid, Kontrasepsi Oral meperlambat metabolisme BZD
Th/ Flumazenil
Efek yang muncul pada dosis terapi
Gangguan aktivitas akibat efek mengantuk, kebigungan, & gangguan
koordinasi
Gang. Kognitif: daya ingat dan pengetahuan
Berinteraksi dengan obat antidepresan lain
Toleransi & Dependensi
Toleransi: kebutuhan untuk peningkatan dosis supaya dapat efek yang
diinginkan
Dependensi: jika BZD dihentikan setelah pengunaan lama,
menimbulkan peningkatan gejala ansietas, tremor, dan dizziness
+
Benzodiazepin: Withdrawal
Penghentian
mendadak
setelah
pengunaan
BZD dalam
waktu lama
Confusion
Anxiety
Agitation
Restlessness
Insomnia
Tension
Lebih ringan
d/p withdrawal
akibat ethanol
atau barbiturat
lalalala
+
Diazepam
Tidak larut dalam air
Potent tranquilizer, muscle
relaxant, anticonvulsant
Pernafasan: IV 0.14mg/kg
depresi nafas
CV: IV 0.2mg/kg dengan
kecepatan 10mg/menit
takikardia
Efek cardiac output (-),
tekanan darah (-)
Indikasi:
Premedikasi
Induksi anestesia
Sedatif
Terapi takikardia, hipertensi
sistolik, ansietas
Dosis
Tablet, sirup, injeksi
Premed: 0.2 0.5 mg/kg (po)
Sedasi: 0.04 0.2 mg/kg (iv)
Induksi: 0.3 0.6 kg/mg (iv)
+
Lorazepam
Tidak larut dalam air
5x poten d/p diazepam
Amnesia retrograde (+)
Pernafasan: efek stimulan
respirasi
CV: tidak ada efek
Otot: relaksan
Indikasi
Sedasi
Mengatasi ansietas
Post op setelah anestesi
ketamin
Long term insidens tinggi
dependensi & withdrawal
Dosis
Absorpsi oral sangat cepat,
Cmax 2-4 jam, duration 12-18
jam (intermediate)
Ekskresi urin: 80% glukurinida
Premed:
0.05 mg/kg (po)
0.03 0.05 mg/kg (im)
Sedasi: 0.03 0.04 mg/kg
(iv)
+
Non-Benzodiazepin
Zolpidem & Zaleplon
tidak memiliki cincin benzodiazepine
bekerja di reseptor benzodiazepine-1, lebih selektif
dapat diblok oleh antagonis reseptor BZD (flumazenil)
Terutama sebagai Sedatif, bisa untuk Ansiolitik
efek hipnotik dan ansiolitik tanpa menimbulkan efek
relaksasi otot dan antikonvulsan
lebih jarang menimbulkan withdrawal dan gejala
rebound (kecuali dosis besar dan kronik)
Absorpsi per oral: sangat cepat di GI
Rapid Onset, Short Duration (2-3 jam)
Metabolisme di Hati & ekskresi lewat Ginjal
Zaleplon & Zolpidem memiliki reaksi hipnotik yang sama
Waktu paruh < 1 jam: Efek Residual gang. Fungsi
pseudomotor & kognitif LEBIH RENDAH pada ZALEPLON
dibandingkan Zolpidem & BZD.
Dosis (selama 7 10 hari)
Zaleplon 10 mg/hari sebelum tidur. Max. 20 mg/hari
Zolpidem 10 mg/hari sebelum tidur
+
Antagonis Adrenergik
1- adrenergik bloker
1- adrenergik bloker
Norepinephrine transporter (NET)
inhibitor aktivitas reseptor
1-adrenergic mengurangi
takut/cemas
Memblok Norepinefrin di
amigdala mengatasi gejala
Half-life: 2 3 jam
Indikasi
Indikasi
Profilaksis PTSD
Hipertensi
Mensupresi gejala somatik pada
ansietas
PTSD Nightmares
Dosis
Propanolol 10-40mg, single
dose, max 240mg/hari
Dosis
Prazosin 1 16 mg/hari
(dosis terbagi)
Antikonvulsan (-2-
ligand)
-2- ligand terikat pada
presinap Voltage-sensitive
Calcium Channel
memblokade pelepasan
excitatory NT (glutamate) pada
amigdala & sirkuit CSTC
Indikasi
Gabapentin Adjunctive
pada Anxiety, bersama SSRI,
SNRI, atau BZD
Pregabalin GAD, Panic dis.
SAD
Dosis
Gabapentin 900 1800 mg/
hari (dosis terbagi 3), max.
3600mg/hari
Pregabalin 150 600 mg/hari
(dalam2 3 dosis), max.
600mg/hari
+
SSRI (Selective Serotonin
Reuptake Inhibitor)
Jenis
Mekanisme kerja:
fluoxetine, sertraline, paroxetine, fluvoxamine, citalopram,
escitalopram
blok serotonin reuptake pump desensitisasi dan downregulasi
autoreseptor 5HT1A serotonin
Dosis (GAD, SAD, panic disorder, PTSD)
Sertralin : 50-200mg/hari
Paroxetin: 10-50mg/hari
Escitalopram: 10-20mg/hari
Fluoxetin: 20-40mg/hari
+
Buspiron
Parsial agonis reseptor
serotonin 5HT1A
Efek ansiolitik selektif,
(tanpa efek sedasi,
hipnotik, antikejang,
relaksan otot)
Onset lambat: 1 -2 minggu
Indikasi: Generalized
Anxiety states
Rebound (-), withdrawal (-)
Minimal abuse liability
Abropsi oral sangat cepat
Waktu paruh 2-4 jam
Dosis
20-30mg/hari (2 3
dosis) max.60mg/hari
+
SNRI(Serotonin-Norephineprine
Reuptake Inhibitor)
Menghambat reuptake
serotonin dan norepinefrin
SNRI: venlafaxine,
desvenlafaxine, duloxetine,
milnacipran, sibutramine,
bicifidine
Indikasi: GAD, SAD, Panic
disorder, OCD
Dosis
Venlafaxine: 75-225mg/hari
Duloxetin: 60-120mg/hari
Desvenlafaxin: 50100mg/hari
Efek samping
mual, insomnia, disfungsi
seksual, sakit kepala, tremor,
konstipasi, keringat berlebih,
takikardi, palpitasi,
peningkatan tekanan darah
Metabolisme di hati enzim
CYP450
+
TCA (Tricyclic Antidepressant)
Meningkatkan availabilitas
norepinefrin & menghambat
reuptake serotonin di celah sinaps
Antiansietas : imipramine,
nortriptilin, clomipramin
Indikasi: panic disorder, GAD,
PTSD,OCD
Efek samping
Sedasi, hipotensi postural
Efek antikolinergik (mulut
kering, konstipasi,
penglihatan kabur, delirium,
retensi urin) , penurunan
ambang kejang
Peningkatan BB, disfungsi
seksual, disfungsi ereksi,
palpitasi
Jantung (takikardi, flattened T
waves, prolonged QT
intervals, depressed ST
segments)
Dosis
Imipramin: 50-200mg/hari
GAD
Panic disorder, OCD, PTSD
dosis = terapi depresi
Imipramin: 100-300mg/hari
Clomipramin: 100-250mg/hari
+
MAOi (Monoamin Oxidase
Inhibitor)
Menghambat MAO di
beberapa organ , dan efek
terbesar pada MAO-A, dimana
norepinephrine dan 5-HT
adalah substrat utama
dibanding MAO-B,yang banyak
bekerja pada amine yang lain
dan dopamine
Indikasi: SAD, gang. panik
Dosis
Phenelzine 45-90mg/hari
Moclobemide 300900mg/hari
Efek samping
Hipotensi ortostatik, krisis
hipertensi, hiperpireksia,
impotensi, insomnia pada
malam hari dan sedasi pada
siang hari, kram otot,
konstipasi, mulut kering,
dan peningkatan berat
badan
+
Antipsikotik generasi II
Aktivitas pada blokade dopamin, dan reseptor serotonin 5HT2A
Efek samping lebih sedikit daripada antipsikotik tipikal
Indikasi: OCD refrakter, PTSD, GAD, panic disorder
Dosis
Risperidone 2-8mg/hari
Olanzapine 10-30mg/hari
Aripiprazol 10-30mg/hari
Quetiapine 300-800mg/hari
Efek Samping
EPS, tardive dyskinesia, sedasi, somnolen, hipotensi ortostatik
+
Antihistamin
Blokade reseptor histamin 1
Hydroxyzine : satu-satunya H1 antagonis reseptor yang
oleh FDA diindikasikan untuk ansietas
Indikasi
Ansietas dan ketegangan akibat psikoneurosis
Terapi tambahan ansietas dengan gang. organik
Dosis
Ansietas: 4 x 50 100mg/hari
Sedasi: 50 100 mg (po/im)