SEMINAR FIELD
TRIP KB KESPRO
1.Indah oktaviani P07124214021
2.Ismi Lutfiani P P07124214022
3.Kurnia Prawesti P07124214023
4.Muslika P07124214025
5.Mutia Dhamayanti P07124214026
6.Novita Dewi S P07124214027
7.Nurul Asniatin P07124214028
8.Nurul Ernawati P07124214029
9.Pramitha P.A.A P07124214030
10.
Rachmi Nurhidayati P07124214031
D-IV KEBIDANAN
L/O/G/O
Field Trip KB KESPRO
Victory Plus
Rifka Annisa
www.themegallery.com
Latar Belakang
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan ibu rumah tangga
menempati urutan terbesar orang dengan HIV-AIDS ODHA,
menurut kelompok mata pencahariannya yaitu, sebanyak
9.096. Sementara urutan kedua yaitu karyawan 8.287,
sementara yang tidak diketahui profesinya mencapai 21.434
orang. Angka itu terungkap dalam laporan data kumulatif HIVAIDS sepanjang tahun 1987 sampai dengan September 2015.
Jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi virus HIV/AIDS lebih
banyak jika dibandingkan dengan jumlah pekerja seks
komersial (PSK) yang terjangkit virus HIV/AIDS. Hal ini
menunjukan bahwa penularan AIDS di Indonesia mulai
bergeser dari kelompok rentan ke kelompok risiko rendah,
seperti ibu rumah tangga.
www.themegallery.com
Kekerasan dalam pacaran (KDP) atau istilah lainnya Dating
Violence didefinisikan sebagai segala bentuk tindakan yang
mempunyai unsur pemaksaan, tekanan, perusakan, dan
pelecehan fisik maupun psikologis yang terjadi dalam
hubungan pacaran. Dalam sebuah diskusi mengenai
kekerasan dalam pacaran, 70% remaja putri melaporkan
mendapatkan pelecehan sewaktu pacaran, sedangkan
remaja putra mengalami pelecehan dari pacarnya sebesar
27%. Hasil penelitian dari National Crime Victimization
Survey di Amerika Serikat berkesimpulan bahwa perempuan
6 (enam) kali lebih rentan mengalami kekerasan akibat ulah
teman dekat mereka, baik pacar maupun mantan pacar
www.themegallery.com
VICTORY PLUS
www.themegallery.com
PROFIL
Pendiri Victory plus adalah Samuel rahmat subekti dan yan michel. Yayasan
Victory Plus yogyakarta adalah salah satu yayasan yang bergerak dalam
pemberikan dukungan langsung kepada orang yang terdampak oleh HIV
dan AIDS. Yayasan ini adalah kelompok penggagas dukungan sebaya dan
pemberdayaan ODHA yang berdiri sejak tahun 2004. sampai saat ini
menangani ODHA dengan jumlah 2468 orang dengan semua latar belakang
( pecandu Laki seks laki (LSL), WPS, WTSL, Waria, dll serta mengagas 10
kelompok dukungan sebaya (KDS) yang terbagi atas kabupaten wilayah
kota yogyakarta( Kota, Sleman, Kulonprogo, Bantul, Gunung kidul).
Victory plus terbentuk karena adanya kebutuhan dan kepedulian dari orangorang yang membutuhkan sebuah komunitas yang memberikan dukungan
untuk mereka yang hidup dengan HIV dan AIDS.
www.themegallery.com
VISI :
1. Kualitas hidup odha dan ohidha yang lebih baik.
2. Wadah pemberdayaan odha dan ohidha yang bebas
dari stigma dan diskriminasi
Misi :
3. Pemberdayaan ODHA dan OHIDHA
4. Mendorong keterlibatan ODHA dan OHIDHA
dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
www.themegallery.com
Tujuan
1. Percaya diri
2. Memiliki pengetahuan tentang HIV
3. Memiliki akses dan menggunakan layanan
dukungan, pengobatan dan perawatan
4. Tidak menularkan virus pada orang lain
5. Melakukan kegiatan-kegiatan positif
www.themegallery.com
Sasaran :
Victory plus melayani Para ODHA (HIV +)
dan OHIDA yang bersedia dibina pihak
Victory plus , tetapi di utamakan klien
dengan ODHA.
www.themegallery.com
KDS
KDS yang didukung:
a. Dimas Support untuk ODHA laki-laki.
b. Diadjeng untuk ODHA perempuan.
c. Violet untuk ODHA WARIA.
d. Metacom untuk ODHA rujukan dari Rumah Sakit Bethesda.
e. Menoreh Plus untuk ODHA umum wilayah Kulon Progo.
f. Kendari untuk ODHA umum wilayah Gunung Kidul.
g. Bantul Support untuk ODHA umum wilayah Bantul.
h. Jalinan Kasih untuk ODHA WARIA, anak jalanan, dan
orang terlantar.
www.themegallery.com
Program-program
Program Kerja Victory Plus:
a. Dukungan Psikosial dan konseling sebaya di Rumah Sakit (ketika sakit).
b. Dukungan psikososial di rumah dan konseling sebaya (ketika sehat atau berobat jalan).
c. Pendampingan Minum Obat (PMO).
d. Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).
e. Menolong akses Jaminan Kesehatan bila diperlukan.
f. Program usaha ekonomi kreatif.
g. Dukungan sebaya di Lapas, Rutan, dan Panti.
h. Pemberdayaan ekonomi produktif (Dinsos, Kemensos, Dinsosnakertrans).
i. Pelatihan kerja (Dimsos DIY, Dimsos Bantul).
j. Dukungan nutrisi tambahan.
k. Beasiswa ADHA.
l. Memberikan rujukan-rujukan IMS, PTRM, PMTCT, PABM, CST, KDS, TB, dll.
m.Outlet Kondom.
www.themegallery.com
Kegiatan - kegiatan
Kegiatan di Victory Plus:
a. Pertemuan KDS yang diadakan setiap satu bulan sekali. Kegiatan
berupa sharing ilmu dan pengalaman yang dialami oleh setiap
anggota KDS kepada ODHA.
b. Pertemuan di Rumah Sakit yang memberikan pelayanan untuk
ODHA, seperti di RS Bethesda, RS Sardjito, RS Panti Rapih, RSUD
Wates, RSUD Bantul, RSUD Wonosari, Puskesmas Mantrijeron,
Puskesmas Gedongtengen, dan PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
c. Audienci dengan GKR Hemas.
d. Pelatihan pendidik pengobatan.
e. Bimbingan keterampilan seperti pelatihan sablon, atta boga,
menjahit, merias, dan lain sebagainya.
f. Usaha ekonomi produktif.
www.themegallery.com
g. Jaminan hidup ADHA dan ODHA non potensial yang
diberikan tunjangan sebesar Rp 300.000,00 per bulan
bukan dalam bentuk uang.
h. Memberikan sembako pada 20 keluarga ODHA.
i. Malam renungan AIDS yang diadakan setiap bulan Juli.
j. Peringatan Hari AIDS yang diadakan setiap bulan
Desember.
k. Pertemuan ODHA Provinsi yang diikuti oleh ODHA baru.
l. Melakukan Talk Show melalui stasiun TV Jogja TV, dan
Radio Love Jogja FM.
m. Mengadakan pasar murah.
n. Sebagai narasumber.
www.themegallery.com
Identifikasi masalah
Hambatan :
a. SDM
b. Intern ODHA
c. Dana
Masalah :
d.
e.
Untuk ODHA dari luar DIY, Victory Plus tidak dapat
membantu dari sisi pembiayaan atau tidak bisa didaftarkan
dalam jaminan, misalnya Bapel Jamkesos.
Karena keterbatasan dana yang hanya bersumber pada satu
Donor dan bersifat kontrak, sehingga membuat Victory Plus
mengerem pengeluaran.
www.themegallery.com
Pemecahan masalah yang dihadapi oleh Victory Plus:
a. Setiap ODHA yang berasal dari luar DIY mau tidak
mau
harus
memberitahu
salah
seorang
kerabat/keluarganya dalam membantu pembiayaan
pengobatan.
b. Memangkas staff yang dulunya ada konselor dan
pendukung sebaya, sekarang hanya ada pendukung
sebaya yang harus merangkap menjadi konselor
juga.
www.themegallery.com
KASUS
www.themegallery.com
Peran Bidan dalam Penanganan HIV
AIDS pada Ibu Rumah Tangga
Peran bidan dalam menangani ODHA di
masyarakat yaitu bidan mengadakan
sosialisasi di masyarakat mengenai HIV/AIDS
dan merubah pikiran negatif masyarakat
mengenai HIV/AIDS. Selain itu bidan juga
harus bisa memberikan pengertian kepada
setiap wanita untuk mengikuti tes yang
bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya
HIV/AIDS sehingga bidan dapat memberikan
pendampingan secara cepat.
www.themegallery.com
RIFKA ANNISA
www.themegallery.com
Profil
Rifka Annisa yang berasal daari bahasa Arab berarti 'Teman
Perempuan' adalah organisasi non pemerintah yang berkomitmen
pada penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Didirikan pada 26
Agustus 1993, organisasi ini diinisiasi oleh beberapa aktivis
perempuan: Suwarni Angesti Rahayu, Sri Kusyuniati, Latifah Iskandar,
Desti Murdijana, Sitoresmi Prabuningrat dan Musrini Daruslan.
Rifka Annisa hadir karena keprihatinan yang dalam pada
kecenderungan budaya patriarki yang pada satu sisi memperkuat
posisi laki-laki tetapi di sisi lain memperlemah posisi perempuan.
Akibatnya, perempuan rentan mengalami kekerasan baik fisik, psikis,
ekonomi, sosial, maupun seksual seperti pelecehan dan perkosaan.
Adanya persoalan kekerasan berbasis gender yang muncul di
masyarakat mendorong Rifka Annisa untuk melakukan kerja-kerja
dalam rangka penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
www.themegallery.com
Visi
Mewujudkan tatanan masyarakat yang adil gender yang tidak
mentolerir kekerasan terhadap perempuan melalui prinsip
keadilan sosial, kesadaran dan kepedulian, kemandirian,
integritas yang baik dan memelihara kearifan lokal.
Misi
Mengorganisir perempuan secara khusus dan masyarakat
secara umum untuk menghapuskan kekerasan terhadap
perempuan dan menciptakan masyarakat yang adil gender
melalui pemberdayaan perempuan korban kekerasan, termasuk
di dalamnya anak-anak, lanjut usia, dan difabel, meningkatkan
kesadaran dan partisipasi masyarakat melalui pendidikan kritis
dan penguatan jaringan.
www.themegallery.com
Tujuan
Memberikan pendampingan psikologis dan hukum bagi klien yang
memiliki kasus KDP sehingga klien mampu bangkit dari
keterpurukannya
Memberikan dukungan untuk pemulihan psikis maupun luka dan
memberdayakan klien untuk siap kembali hidup di masyarakat
atau lingkungannya
Memberikan sosialisasi pada keluarganya sehingga mampu ikut
serta dalam membantu memberikan dukungan
Sasaran
Rifka annisa menerima kasus-kasus kekerasan pada Kekerasan
pada Rumah Tangga, Kekerasan Dalam Pacaran (KDP), dan
Kekerasan Seksual.
www.themegallery.com
Sasaran
Rifka annisa menerima kasus-kasus
kekerasan pada Kekerasan pada Rumah
Tangga, Kekerasan Dalam Pacaran
(KDP), dan Kekerasan Seksual.
www.themegallery.com
Program-Program
Pendampingan Bagi Perempuan dan
Konseling Perubahan Perilaku Laki-Laki
Konseling Psikologis
Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Rumah aman
Layanan penjangkauan
Konseling perubahan perilaku untuk laki-laki
Kelompok dukungan atau support group
www.themegallery.com
Pelatihan dan penelitian
Layanan konsultasi
Layanan fasilitasi
Layanan magang
Penelitian Dan Fasilitas Penelitian
Pembuatan modul
Asistensi Teknis (tehnical assistance)
Pelatihan
www.themegallery.com
Pengorganisasian Masyarakat dan
Advokasi
Contoh kerja advokasi yang dilakukan adalah
adanyanya inisiasi layanan tripartit antara
rumah sakit, kepolisian, dan Rifka Annisa.
Dalam melakukan advokasi Rifka Annisa
berjejaring dengan organisasi yang lain seperti
lembaga swadaya masyarakat (LSM),
Pemerintah, masyarakat, Universitas dan
lembaga lainnya yang terkait.
www.themegallery.com
Kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap
Perempuan
Rifka Goes to School and Campus
Siaran Radio dan Televisi
Rifka Media
Laman dan Media Sosial
Kertas Posisi atau Policy Brief
Rilis Media
Peringatan Acara yang Berkaitan dengan Isu-isu Perempuan
Diskusi Rutin Media
Penerimaan Kunjungan Tamu
Rannisakustik
www.themegallery.com
Identifikasi Masalah
Masalah
Dalam menjalankan program-program atau kegiatan
yang ada di Rifka annisa , Rifka annisa hanya mampu
mengandalkan dana mandiri yang ada.
Hambatan
Pemerintah tidak memberikan dukungan dana pada
Rifka annisa namun Rifka annisa hanya menjembatani
bantuan dana dari pemerintah untuk disalurkan pada
lembaga-lembaga yang mendapatkan bantuan dana
tersebut.
www.themegallery.com
Pemecahan masalah
Untuk mendapatkan dana, Rifka annisa mengajukan proposal untuk
mencari donor dana dan menjalankan kegiatan Fun Rissing
diantaranya :
Pelatihan
Pelatihan dilakukan bagi klien yang berada di rumah aman rifka annisa dengan
memberikan pelatihan ketrampilan dan hasilnya dapat dijual untuk memperoleh
dana.
Penjualan buku
Memproduksi berbagai buku mengenai kekerasan terhadap perempuan dan
anak dari hasil karangan klien maupun staf Rifka annisa dan dapat di jual di
masyarakat untuk memperoleh dana.
Menyewakan ruang
Rifka annisa memiliki ruang pertemuan yang bisa disewakan untuk berbagai
acara sehingga hasil penyewaan dapat menjadi dana masuk untuk Rifka annisa.
Penyewaan Guest House
Rifka annisa memiliki wisma Guest House yang dapat di sewakan bagi
masyarakat umum dan hasil penyewaan dapat masuk untuk dana di Rifka
www.themegallery.com
annisa.
KASUS
www.themegallery.com
Peran Bidan dalam Kekerasan dalam
Pacaran
Menyediakan diri untuk memberi layanan
pendampingan kepada pasien korban kekerasan.
Mengenali luka yang dialami korban, sehingga dapat
mengidentifikasi penyebab luka yang dialami korban.
Mendampingi korban hingga korban dapat berdaya.
Berdaya memiliki arti korban sudah dapat mengambil
sikap atas peristiwa yang dialaminya dan tidak
merasa terpuruk atau memiliki trauma. Selain itu,
pendampingan juga penting agar korban tidak
memilih opsi yang buruk.
www.themegallery.com
terimakasih
www.themegallery.com