Anda di halaman 1dari 22

HIPEREMESIS

GRAVIDARUM

Muhammad Rizki Aidillah, S.Ked


080610040
Preseptor
Dr. Nilawati B. Zulkarnain, Sp.OG

PENDAHULUAN
80% wanita
hamil
mengalami
mual dan
muntah

EMESIS
GRAVIDARUM

HIPEREMESIS
GRAVIDARUM

Usia ibu

Usia
Gestasi

Jumlah
gravida

Pekerjaa
n

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI

suatu penyakit dimana wanita hamil


memuntahkan segala apa yang dimakan
dan diminum hingga berat badannya sangat
turun, turgor kulit berkurang, diuresis
berkurang dan timbul asetonuria. Muntah
tersebut biasanya terjadi lebih dari 10 kali
dalam sehari dan mengganggu aktifitas.

ETIOLOGI

Faktor endokrin
Infeksi Helicobacter Pylori
Faktor nutrisi

Faktor Endokrin
Human Chorionic Gonadotropin (hCG)
Peningkatan kadar human Chorionic gonadotropin (hCG)
akan menginduksi ovarium untuk memproduksi
estrogen, yang dapat merangsang mual dan muntah.
Progesteron dan estrogen
Kadar estrogen pada wanita hamil meningkat yang
mengakibatkan terjadinya penurunan tonus otot traktus
digestivus sehingga motilitas seluruh traktus digestivus
juga berkurang. Peningkatan hormon progesteron
menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal
mengalami relaksasi dan berakibat pada penurunan
motilitas sehingga pengosongan lambung melambat.
5

Infeksi H.Pylori

Jumlah
bakteri
ini
kemungkinan
berhubungan dengan derajat keparahan dari
hiperemesis gravidarum. Sebuah penelitian
yang dilakukan dengan melihat histologi
mukosa lambung pada 30 wanita hamil
didapatkan hasil bahwa 95% pasien dengan
hiperemesis gravidarum terdapat infeksi
Helicobacter pylori.
6

Faktor Nutrisi
Terdapat penurunan vitamin B1 pada pasien
dengan hiperemesis gravidarum. Sebuah hasil
penelitian didapatkan hasil bahwa tidak
terdapat perbedaan jumlah asupan energi atau
kalori ibu hamil yang mengalami hiperemesis
gravidarum dengan yang tidak mengalami
hiperemesis gravidarum setahun sebelum
mengalami kehamilan, yang membedakan
adalah jenis makanannya.

...faktor nutrisi
Pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis
gravidarum lebih rendah dalam mengkonsumsi
makanan seperti ikan, sayuran yang
mengandung allium dan kurang minum
dibandingkan yang tidak mengalami
hiperemesis gravidarum.
Sayuran yang mengandung allium merupakan
salah satu sumber antioksidan dalam tubuh
selain vitamin dan mineral. Antioksidan
diperlukan untuk mencegah terjadinya
kerusakan DNA, immunodulasi, dan mengurangi
oksidasi
lemak.
8

...faktor nutrisi
Selain itu jenis sayuran yang mengandung
allium ini juga dikenal sebagai antibiotik dan
antifungal sehingga dapat mencegah terjadinya
infeksi Helicobacter pylori.
Ibu hamil yang mengalami hiperemesis
gravidarum lebih banyak mengkonsumsi lemak
jenuh sebelum kehamilannya. Lemak jenuh
tersebut
akan
meningkatkan
konsentrasi
estrogen yang berhubungan dengan terjadinya
hiperemesis gravidarum.

KLASIFIKASI
Parameter
Kondisi
umum

Tingkat II

Lemah

Lebih lemah

Compos mentis

Apatis

Nadi
Turgor kulit

+
>>
Menurun
sampai
100x/menit
Menurun

Mata
BAK
Keton urin

Cekung
Normal
+

++
>>>
Menurun
100140x/menit
Menurun
Cekung,
ikterus
Oligouri
+2

Kesadaran
Nyeri
epigastrium
Muntah
TD

10

Tingkat I

Tingkat III
Lebih buruk
Somnolen koma
++
Berhenti
Meningkat
Meningkat
Menurun
Cekung, ikterus
Oligouri- anuria

DIAGNOSIS

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang

11

PENCEGAHAN

Pola makan atau diet yang disarankan:

Banyak minum dengan jumlah sedikit namun


frekuensinya ditingkatkan. Saat makan, minum air - 1
jam setelah makan.
Sesekali jenis minuman lain dapat dikonsumsi selain
hanya air putih seperti jus buah, minuman penambah ion,
dan lain sebagainya
Makan dalam porsi yang sedikit namun sering lebih baik
dibandingkan dengan makan dalam porsi yang banyak.
Hindari lambung kosong dengan mengkonsumsi makanan
ringan. Makanan ringan dapat dimakan setiap 2 3 jam
12

Mual yang terjadi pada pagi hari dapat


diringankan dengan memakan biskuit
kering sebelum bangun dari tempat tidur
Memakan makanan yang asin akan
membantu mengurangi mual dan muntah
Hindari makanan yang berlemak dan
pedas, makanan yang digoreng, makanan
yang terlalu manis dan makanan dengan
bau yang menyengat.
Makan makanan yang mudah untuk
dicerna seperti: nasi, kentang, sereal dan
roti)
13

Gaya hidup yang disarankan:


Makan disaat keadaan paling nyaman atau
pada saat kapan pun jika merasa lapar.
Setelah makan, istirahat atau duduk di kursi
selama lebih kurang 1 jam.
Jika memakan makanan yang panas membuat
mual atau muntah, maka dinginkan makanan
sebelum dimakan.
Berbaring jikan merasa mual.
Hindari keadaan yang membuat stres.
Saat bangun dari tidur jangan membuat
gerakan yang tiba-tiba. Bangkit perlahan dari
14
tempat tidur.

TATALAKSANA

Non Farmakologi
Istirahat
Menghindari makanan yang merangsang, seperti
makanan pedas, makanan berlemak, atau
suplemen besi.
Perubahan pola diet yang sederhana, yaitu
mengkonsumsi makanan dan minuman dalam
porsi yang kecil namun sering cukup efektif untuk
mengatasi mual dan muntah derajat ringan.
Hindari stres
15

Farmakologis

Pasien hiperemesis gravidarum harus dirawat inap


dirumah sakit dan dilakukan rehidrasi dengan cairan
natrium klorida atau ringer laktat. Penghentian
pemberian makanan per oral selama 24-48 jam.
Pemberian antiemetik jika dibutuhkan.
Penambahan glukosa, multivitamin, magnesium,
pyridoxine, atau tiamin perlu dipertimbangkan.
Pemberian obat secara intravena dipertimbangkan
jika toleransi oral pasien buruk. Obat-obatan yang
digunakan antara lain adalah vitamin B6 (piridoksin),
antihistamin dan agen-agen prokinetik.
16

17

KOMPLIKASI

Muntah yang terus-menerus disertai dengan kurang


minum yang berkepanjangan dapat menyebabkan
dehidrasi. Jika terus berlanjut, pasien dapat mengalami
syok.
Selain dehidrasi, akibat lain muntah yang persisten
adalah gangguan keseimbangan elektrolit seperti
penurunan kadar natrium, klor dan kalium, sehingga
terjadi keadaan alkalosis metabolik hipokloremik
disertai hiponatremia dan hipokalemia.
Robekan pada selaput jaringan esofagus dan lambung
dapat terjadi bila muntah terlalu sering.
18

PROGNOSIS

Dengan penanganan yang baik prognosis


hiperemesis gravidarum sangat memuaskan.
Literatur
lain
menyebutkan,
prognosis
hiperemesis gravidarum umumnya baik, namun
dapat menjadi fatal bila terjadi deplesi elektrolit
dan ketoasidosis yang tidak dikoreksi dengan
tepat dan cepat.

19

KESIMPULAN

Hiperemesis gravidarum adalah suatu penyakit


dimana wanita hamil memuntahkan segala apa
yang dimakan dan diminum hingga berat
badannya sangat turun, turgor kulit berkurang,
diuresis berkurang dan timbul asetonuria. Muntah
tersebut biasanya terjadi lebih dari 10 kali dalam
sehari dan mengganggu aktifitas.
Etiologi pasti mengenai hiperemesis gravidarum
belum diketahui pasti. Namun ada beberapa
faktor yang menjadi penyebab seperti faktor
hormon, infeksi dan faktor nutrisi

20

...kesimpulan

Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum


lebih rendah dalam mengkonsumsi makanan seperti
ikan, sayuran, dan kurang minum dibandingkan
yang tidak mengalami hiperemesis gravidarum.
Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum
lebih banyak mengkonsumsi lemak jenuh sebelum
kehamilannya.
Lemak
jenuh
tersebut
akan
meningkatkan
konsentrasi
estrogen
yang
berhubungan
dengan
terjadinya
hiperemesis
gravidarum.
Diagnosis dan penatalaksanaan mual muntah
dalam kehamilan yang tepat akan mencegah
komplikasi hipermesis gravidarum

21

TERIMA KASIH
22