BALANCE SCORECARD
RHENITA DWI KARTIKASARI (140421606311)
RIA SISKA ANGGRAENI
(140421601302)
RINA MELSYAWATI
(140421601870)
RISCA KUSUMANINGTYAS (140421602172)
RIZKI PANGESTU
(150422608744)
YETI INKASARI
(130422612466)
KONSEP DAN DEFINISI
Metode perencanaan dan penilaian
yang mencakup empat perspektif
perusahaan yaitu perspektif keuangan,
perspektif pelanggan, perspektif proses
bisnis internal dan perspektif
pembelajaran serta pertumbuhan
Balanced scorecard menekankan perencanaan dan
pengukuran keuangan serta non keuangan dengan tujuan
bukan hanya penggabungan ukuran-ukuran keuangan dan
nonkeuangan yang ada saja, melainkan juga merupakan
hasil proses atas bawah (top down) berdasarkan misi dan
strategi dari suatu unit usaha
Balanced scorecard memperhatikan aspek-aspek nonkeuangan dan
juga intangible asset dalam penilaian kinerja keuangan.
Balanced scorecard merupakan kerangka kerja untuk mengintegrasikan
berbagai ukuran yang diturunkan dari strategi perusahaan, yaitu ukuran
kinerja keuangan masa lalu dan memperkenalkan pendorong kinerja
keuangan masa depan, yang meliputi perspektif :
1. Pelanggan
2. Proses bisnis internal
3. Pembelajaran
4. Pertumbuhan
Empat ukuran dalam Balanced scorecard ini cukup komprehensif untuk
memotivasi eksekutif demi mencapai keberhasilan keuangan perusahaan
yang bersifat lestari dan jangka penjang.
BSC SEBAGAI KERANGKA
KERJA
BALANCE
(BERIMBANG)
Adanya keseimbangan antara
kinerja keuangan dan
nonkeuangan, kinerja jangka
pendek dan jangka panjang serta
kinerja yang bersifat internal dan
kinerja yang bersifat eksternal
BALANCE
SCORECARD
SCORECARD
(KARTU SKOR)
Kartu yang digunakan untuk
mencatat skor kinerja seseorang
atau lembaga. Kartu skor juga
dapat digunakan untuk
merencanakan skor yang hendak
diwujudkan oleh seseorang atau
kinerja organisasi di masa depan.
KONSEP KESEIMBANGAN
BALANCE SCORECARD
Keseimbangan antara indicator keberhasilan keuangan dan
nonkeuangan
Keseimbangan antara konstituen internal dan eksternal
organisasi
Keseimbangan antara indicator kinerja lag dan lead
MENGAPA BSC DIBUTUHKAN ?
BSC memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki sistem
strategi manajemen tradisional. Strategi manajemen tradisional
hanya mengukur kinerja organisasi dari sisi keuangan saja dan lebih
menitik beratkan pengukuran pada hal-hal yang bersifat tangible,
namun perkembangan bisnis menuntut untuk mengubah pandangan
bahwa hal-hal intangible juga berperan dalam kemajuan organisasi
BSC menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem manajemen strategi kontemporer, yang terdiri
dari empat perspektif yaitu: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan
pertumbuhan.
Keunggulan pendekatan BSC dalam sistem perencanaan strategis adalah mampu menghasilkan
rencana strategis, yang memiliki karakteristik :
(1) komprehensif
(2)koheren
(3)seimbang
(4) terukur
KELEMAHAN BALANCED SCORECARD
Balanced Scorecard belum
dapat menetapkan secara
tepat sistem kompensasi
yang biasanya merupakan
tindak lanjut dari hasil
penilaian kinerja.
Bentuk organisasi yang cocok untuk
perkembangan proses dalam organisasi.
Empat perspektif dalam Balanced
Scorecard merupakan indikator yang
saling berpengaruh (hubungan sebab
akibat), sehingga diperlukan suatu wadah
struktur yang dapat memberikan umpan
balik kepada semua ini.
Permasalahan
yang belum dapat
dipecahkan
dengan Balanced
Scorecard
Belum adanya standart ukuran
yang baku terhadap hasil
penilaian kinerja perusahaan
dengan metode Balanced
Scorecard
EMPAT PRESPEKTIF
BALANCE SCORECARD
PERSPEKTIF KEUANGAN
BALANCE SCOREDCARD
Perspektif keuangan balance scoredcard berisi tujuan dan pengukuran yang
mewakili pengukuran kesuksesan akhir peruasahaan pencari laba. Pengukuran
kinerja keuangan, seperti pendapatan operasi dan tingkat pengembalian
investasi, menunjukkan apakah strategi perusahaan dan penerapannya dapat
meningkatkan nilai pemegang saham
Kinerja keuangan perusahaan meningkat melalui dua pendekatan dasar
yaitu:
1. Pertumbuhan Pendapatan
2. Produktivitas
KOMPONEN KEDUA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA
KEUANGAN, PERBAIKAN PRODUKTIVITAS JUGA TERJADI DALAM
DUA CARA:
1. Perusahaan mengurangi biaya dengan menurunkan
pengeluaran langsung dan tidak langsung
2. Dengan memanfaatkan aset fisik dan keungan lebih
efisien
PADA SAAT PERUSAHAAN MELAKUKAN PENGUKURAN SECARA KEUANGAN,
HAL PERTAMA YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH MENDETEKSI
KEBERADAAN INDUSTRI YANG DIMILIKINYA. TERDAPAT TIGA TAHAP
PERKEMBANGAN INDUSTRI
Growth
Sustain
Harvest
Growth
Sustain
Harves
t
Perusahaan yang sedang bertumbuh berada pada awal siklus hidup
perusahaan. Perusahaan ini menghasilkan produk dan jasa yang
memiliki potensi pertumbuhan.
Tujuan keuangan keseluruhan perusahaan dalam tahap
pertumbuhan adalah presentase tingkat pertumbuhan pendapatan
dan tingkat pertumbuhan penjualan di berbagai pasar sasaran,
kelompok pelanggan, serta wilayah.
Sebagian unit bisnis perusahaan mungkin berada pada tahap
bertahan, yaitu situasi dimana unit bisnis masih memiliki daya tarik
bagi penanaman investasi dan investasi ulang, tetapi diharapkan
mampu menhasilkan pengembalian modal yang cukup tinggi.
Tujuan keuangan di tahap bertahan biasanya terkait dengan laba
akuntansi seperti laba operasi dan margin kotor.
Sebagian unit bisnis akan mencapai tahap kedewasaan dalam
siklus hidupnya, yaitu tahap dimana perusahaan ingin menuai
investasi yang yang dibuat pada dua tahap sebelumnya
Tujuan keuangan keseluruhan untuk bisnis pada tahap menuai
adalah arus kas operasi dan penghematan berbagai kebutuhan
modal kerja.
PERSPEKTIF PELANGGAN
BALANCE SCORECARD
Perspektif Customer ini mengidentifikasi bagaimana
kondisi customer mereka dan segmen pasar yang
telah dipilih oleh perusahaan untuk bersaing
dengan kompetitor. Segmen yang telah dipilih ini
mencerminkan keberadaan customer tersebut
sebagai sumber pendapatan.
PENGUKURAN DILAKUKAN DENGAN 4 ASPEK UTAMA YAITU
Untuk mencapai berbagai ukuran pencapaian dalam perspektif
pelanggan tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan
dengan sungguh-sungguh oleh perusahaan karena merupakan unsur
yang mempengaruhi, yaitu:
Atribut Produk dan Jasa serta Fasilitasnya
Hubungan dengan Pelanggan
Citra dan Reputasi Perusahaan
PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL
Dalam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran terhadap semua aktivitas yang
dilakukan oleh perusahaan, baik oleh manajer maupun karyawan demi menciptakan produk
yang dapat memberikan kepuasan tertentu bagi pelanggan (customer) dan juga pemegang
saham. Setelah perusahaan memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang ingin disampaikan
kepada pemegang saham dan pelanggannya, perusahaan dapat menentukan bagian bagaimana
dari strateginya, yaitu kunci yang menyelesaikan hal berikut:
Memproduksi dan
menyampaikan
proposisi nilai
kepada pelanggan
Mencapai
peningkatan
produktivitas
untuk tujuan
keuangan
Proses Operasi
Perspektif proses
tersebut
mengidentifikasi
Proses manajemen pelanggan
Proses inovasi
Proses regulasi dan social
PROSES OPERASI
Proses Operasi (operational processes) adalah proses dasar
harian yang menghasilkan produk dan jasa dan
menyampaikannya kepada pelanggan. Proses operasi mencakup
hal-hal berikut:
Mendapatkan bahan
mentah dari
pemasok.
Memproduksi barang
jadi dan jasa.
Mendistribusikan
barang jadi kepada
pelanggan.
Manajer dapat memilih tujuan dan ukuran kinerja dari masing-masing ketiga proses operasi ini.
Proses pemasok yang efektif membuat perusahaan dapat menerima produk dan jasa dengan harga
yang bersaing, bebas cacat, dan disampaikan tepat waktu. Proses produksi mengubah input, seperti
bahan yang dibeli, menjadi output yang dijual perusahaan kepada pelanggan. Untuk perusahaan
jasa, proses produksi menyampaikan jasa yang digunakan oleh pelanggan. Keunggulan proses
produksi umumnya melibatkan perbaikan biaya, kualitas, dan waktu proses. Pada akhirnya, strategi
perusahaan mungkin memerlukan keunggualan proses pendistribusian barang dan jasa kepada
pelanggan.
PROSES MANAJEMEN
PELANGGAN
Pilih pelanggan
Proses manajemen pelanggan
(customer managemen process)
memperluas dan memperdalam
relasi dengan pelanggan sasaran.
Kami dapat mengidentifikasi empat
rangkaian proses manajemen
pelanggan:
Tumbuhkan bisnis
dengan pelanggan
Peroleh pelanggan
Pertahankan
pelanggan
PROSES INOVASI
Proses inovasi (innovation processes) mengembangkan produk, proses,
dan jasa baru yang sering membuat perusahaan dapat melakukan
penetrasi ke pasar dan segmen pelanggan baru. Keberhasilan inovasi
memicu pemerolehan, loyalitas, dan pertumbuhan pelanggan yang
selajutnya menghasilkan peningkatan margin operasi. Tanpa inovasi,
proposisi nilai perusahaan pada akhirnya dapat ditiru, sehingga membuat
persaingan berpusat semata-mata pada harga untuk mendiferensiasikan
produk dan jasa.
Mengidentifikasi peluan
untuk produk dan jasa
baru
Mengelola portofolio
riset dan
pengembangan
Pengelola
an
inovasi
melibatka
n empat
subprose
s:
Merancang dan
mengembangkan
produk dan jasa baru
Membawa produk dan
jasa baru ke pasar
PROSES REGULASI
DAN SOCIAL
Proses regulasi dan social (regulatory and social processes). Perusahaan
harus mendapatkan hak beroperasi di masyarakat dan Negara di mana mereka
memproduksi dan menjual secara berkelanjutan. Regulasi nasional dan lokalmengenai lingkungan, keselamatan standar atas praktik perusahaan. Di tingkat
paling minimum, untuk menghindari penutupan atau tuntutan pengendalian
yang mahal, perusahaan harus mematuhi seluruh aturan yang berhubungan
dengan praktik bisnis. Di samping itu, banyak perusahaan berusaha berbuat
lebih dari sekedar mematuhi peraturan minimum. Mereka berharap berbuat lebih
baik daripada yang disyaratkan oleh peraturan sehingga mereka dapat
membangun reputasi sebagai perusahaan pilihan di setiap komunitas dimana
mereka beroperasi.
Perusahaan mengelola dan melaporkan
kinerja social dan regulasinya berdasar
sejumlah dimensi yang menentukan
keberhasilan:
Lingkungan
Keamanan
dan
kesehatan
Berinvestasi di lingkungan dan
masyarakat tidak harus karena
alasan kemurahan hati semata,
melainkan:
Pertama, reputasi yang baik bersama dengan
dimensi regulasi dan social membantu
perusahaan menarik dan mempertahankan
karyawan yang berkualitas tinggi, sehingga
membuat proses sumber daya manusi lebih
efektif dan efisien.
Kedua, pengurangan insiden
lingkungan dan peningkatan
keselamatan dan kesehatan karyawan
mampu meningkatkan produktivitas
dan mengurangi biaya operasi
Praktik
memperkerjakan
Ketiga, perusahaan dengan reputasi sangat
baik umumnya meningkatkan citra di mata
pelanggan dan investor yang berjiwa social
Investasi
masyarakat
PERSPEKTIF
PEMBELAJARAN DAN
PERTUMBUHAN
Manusia
Sistem
Prosedur
Perusahaan
Tujuan pembelajaran dan pertumbuhan menekankan keahlian dan
kemampuan karyawan, teknologi, dan budaya organisasi yang akan
memicu perbaikan di sejumlah proses penentu keberhasilan ini.
Mengarahkan perhatian manajemen ke investasi yang dibutuhkan untuk
memperbaiki keterampilan karyawan, teknologi informasi dan sistem,
dan budaya organisasi dengan tujuan strategi perusahaan.
TIGA KOMPONEN DALAM
PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN
PERTUMBUHAN
Kompetensi Karyawan
Pengukuran terhadap
kepuasan karyawan
Pengukuran terhadap
perputaran karyawan dalam
perusahaan
Pengukuran terhadap
produktivitas karyawan
Infrastruktur Teknologi
Informasi
Peningkatan kualitas
karyawan dan produktivitas
karyawan juga dipengaruhi
oleh dukungan dari sistem
informasi yang dimiliki
perusahaan
Budaya Organisasi
Pengukuran terhadap sasaran yang
diberikan kepada perusahaan dan
diimplementasikan
Pengukuran atas perbaikan dan
peningkatan kinerja karyawan
Pengukuran dapat dilakukan
dengan mendeteksi seberapa besar
biaya yang terbuang
Pengukuran terhadap keterbatasan
individu dalam organisasi
pengukuran terhadap keseluruhan
prosedur yang berlaku dalam
perusahaan demi peningkatan
kinerja
Hasil
Retensi
Pekerja
Produktivitas
Pekerja
Kepuasan
Pekerja
Kompetensi Staf
Infrastruktur
Teknologi
Budaya
Organisasi
HAL-HAL YANG MENENTUKAN
TUJUAN PROSES DARI PERSPEKTIF
BALANCED SCORECARD
Keahlian, kemampuan,
dan pengetahuan
karyawan
Database dan sistem
informasi
Budaya, keterpaduan,
dan berbagai
pengetahuan karyawan
BSC SEBAGAI MANAJEMEN
STRATEGI
Lingkungan
bisnis yang
semakin
kompetitif
Sistem
manajemen
strategi
Suatu proses yang digunakan oleh manajemen
dan karyawan untuk merumuskan serta
mengimplementasikan strategi dalam
penyediaan customer value terbaik untuk
mewujudkan visi organisasi
BSC
Suatu mekanisme sistem
manajemen yang mampu
menerjemahkan visi dan
strategi organisasi ke dalam
tindakan nyata di lapangan.
MANFAAT BSC
pembatas visi,
pembatas orang,
pembatas sumber
daya, dan
pembatas
manajemen
Mengimplementasikan strategi
dengan sukses
Mengukur kinerja organisasi secara
efektif
Aspek
keuangan
Aspek non
keuangan
BSC SEBAGAI KERANGKA
KERJA TINDAKAN STRATEGIS
Memperjelas
dan
menerjemahkan
visi dan strategi
Mengomunikasikan
dan
menghubungkan
BS
C
Umpan balik
dan
pembelajaran
strategis
Merencanakan dan
menetapkan
sasaran
PERENCANAAN YANG
TERINTEGRASI