Anda di halaman 1dari 36

REFERAT

TRAUMA OKULI
Oleh
Thyrister Nina Asarya .S, S. Ked
FAA 111 0046

Pembimbing:
dr. Rosmaryati Manalu, Sp.M

Program Pendidikan Profesi Bagian Mata


Fakultas Kedokteran UPR/RSUD dr.Doris Sylvanus
Palangkaraya
JUNI 1
BAB I. Pendahuluan
Trauma Okuli
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi Okuli Bagian


Dalam

Bagian
Luar
Trauma Okuli
TRAUMA
MATA

TRAUMA
TRAUMA MATA TRAUMA
MATA
FISIS MATA KIMIA
MEKANIK
Trauma Sinar Inframerah Trauma Asam
Tumpul Sinar Ultraviolet Trauma Basa
Trauma Tajam Sinar Ionisasi dan
Sinar X
TRAUMA MEKANIK
1. Trauma
Tumpul

Definisi
dapat diakibatkan benda yang
keras/benda yang tidak keras,
dimana benda tersebut dapat
mengenai mata dengan keras
(kencang) ataupun lambat

Konkusio, kontusio

Jenis :
trauma tumpul pada palpebra,
konjungtiva, kornea, uvea, lensa,
retina dan koroid, saraf optik.
Trauma tumpul palpebra Emfisema palpebra

Hematoma palpebra
Suatu benturan tumpul bisa
teraba sebagai pembengkakan
mendorong mata ke belakang
dengan krepitasi akibat adanya
merusak struktur pada permukaan
udara di dalam jaringan
dan struktur mata bagian belakang
palpebra yang longgar

adanya fraktura dinding orbita


Hematoma kaca mata keadaan
menimbulkan hubungan
sangat gawat terjadi akibat pecahnya
langsung antara rongga orbita
a.oftalmika
dengan ruang hidung atau sinus-
sinus sekeliling orbita
Kompres dingin hangat
Trauma tumpul palpebra Luka laserasi palpebra

Perdarahan palpebra

Perdarahan berat palpebra menjadi Dapat menimbulkan luka


bengkak, kebiru-biruan karena laserasi dapat disertai edem
jaringan ikat palpebra halus
Bersihkan luka tutup dengan
menimbulkan hematoma kacamata pembalut basah steril
bengkak << baru dijahit
menjalar ke belakang eksoftalmus
Hiperemia konjungtiva dan
Trauma tumpul kornea
perdarahan subkonjungtiva

Edem kornea, erosi kornea,


Edem konjungtiva, kemotik
erosi kornea rekuren
konjungtiva, hematoma
subkonjungtiva
Kegawatdaruratan pada mata
dapat menyebabkan ulserasi
Terapi :
dan edem kornea
-dekongestan untuk mencegah
mengganggu visus
pembendungan cairan didalam
selaput lendir konjungtiva
Tx : AB topikal, midriatikum
-Insisi
untuk relaksasi iris dan <<
-kompres hangat
sakit
Iridodialise/iridoreksis/robeka
Robekan sklera
n iris

robekan pada akar iris sehingga


pupil agak ke pinggir letaknya

Px : terdapat warna gelap selain


Robekan kecil dijahit
pada pupil pada dasar iris
Robekan besar enukleasi bulbi
terdapat iridodialisa

Oftalmoskopi warna merah


pada pupil dan juga pada tempat
iridodialisa yang merupakan
refleks fundus
Perdarahan di dalam bilik
Trauma tumpul lensa
mata depan (hifema)

Kelainan lensa

Dislokasi lensa oleh karena ruptur


Hifema : terkumpulnya darah di zonula zinni, dapat sebagian
dalam bilik depan bola mata (subluksasi) dan dapat pula total
(camera oculi anterior) (luksasi)

Terapi : istirahat, tempat tidur


ditinggikan 30 derajat pada
kepala, koagulasi, mata ditutup
Kelainan gerakan mata Trauma undus oculi

Ptosis
Ruptur koroid
Lagoftalmus : kelopak mata tidak
dapat menutup sempurna, mengakibatkan kelainan pada
paresis N.VII retina koroid dan saraf optik

Ptosis : kelopak mata tidak dapat edema retina, perdarahan retina,


membuka sempurna, akibat ablasi retina maupun atrofi saraf
edem/perdarahan palpebra, optik
lumpuh m.levator palpebra
Perdarahan vitreous vitrektomi
Perdarahan badan
Perdarahan retina Edem/Ruptur retina
kaca(vitreus)
pecahnya pembuluh di daerah polus anterior
darah dekat makula/di perifer
Berasal dari badan
siliar, koroid dan retina
Bila terdapat di lapisan Tampak seolah-olah
pemeriksaan USG
serabut saraf tampak retina dilapisi susu
untuk mengetahui
sebagai bulu ayam
keadaan di bagian
Bila terjadi di makula,
posterior mata
Bila letak lebih keluar visus sentral sangat
tampak sebagai bercak terganggu dengan
yang berbatas tegas skotoma sentralis
Eksoftalmus Enoftalmus Pupil midriasis
Disebabkan robekan
Disebabkan
besar pada kapsula disebabkan
perdarahan
tenon yang iridoplegia akibat
retrobulber
menyelubungi bola serabut saraf yang
mata di luar mengatur otot
istirahat di tempat
sklera,fraktur dasar sfingter pupil
tidur
orbita.
diberi koagulansia.
Dalam waktu itu
Funduskopi : terlihat mata terasa silau
disertai pulsasi dan
atrofi saraf optik
soufflesaneurism
visus sangat
a arteriovena antara
menurun
arteri karotis interna
dan sinus kavernosa
foto tulang tengkorak
2. Trauma
Tembus

Definisi
Trauma disebabkan benda tajam atau benda
asing masuk kedalam bola mata maka akan
terlihat tanda-tanda bola mata tembus

Jenis :
Luka palpebra, orbita, bola mata, benda asing
Luka

palpebra
Bila pinggiran palpebra Luka orbita
luka dan tak dapat
diperbaiki koloboma dapat merusak bola mata,
palpebra akuisita merusak saraf optik,
kebutaan atau merobek otot
luar mata timbul paralise
Bila besar dapat dari otot dan diplopia
mengakibatkan
kerusakan kornea oleh Mudah terkena infeksi,
karena mata tak dapat menimbulkan selulitis orbita
menutup dengan (orbital phlegmon) karena
sempurna adanya benda asing/
hubungan terbuka dengan
rongga-rongga di sekitar
orbita
Luka mengenai konjungtiva

Harus dihentikan kecil : dapat sembuh


luka dengan atau dengan spontan
tanpa perforasi
Besar : perlu dijahit
luka dengan atau
tanpa benda asing
pemberian antibiotik
lokal dan sistemik
untuk mencegah
infeksi sekunder
Luka kornea
Bila tanpa perforasi : erosi atau benda asing
tersangkut di kornea
Tes fluoresin (+)
Jaga jangan sampai terkena infeksi
Antibiotika, kemoterapeutika berspektrum
luas, lokal dan sistemik, benda asing diangkat
setelah diberi anastesi lokal (pantokain 1 %)
neovaskularisasi limbuskortison
lokal/subkonjungtiva
Luka
Luka corpus siliar
sklera
perdarahan badan kaca, prognosis buruk
keluarnya isi bola mata, endoftalmitis,
infeksi dari bagian dalam panoftalmitis ptisis
bola mata, ablasi retina
bulbi pada mata yang
Luka kecil, tanpa infeksi
terkena trauma
sekunder dibersihkan,
antibiotik oftalmia simpatika
lokal,sistemik,ditutup bila luka besar +
Luka yang besar prolaps dari isi bola
bersihkan, jaringan yang mata enukleasi
keluar dipotong, luka
dijahit, beri atropin, mata
bulbi
ditutup
enukleasi
Lokasi cidera pada mata
2. Trauma Kimia

Definisi
Trauma yang mengenai bola mata akibat
terpaparnya bahan kimia yang dapat merusak
struktur mata tersebut.

Jenis : 1. Trauma Kimia Asam : asam sulfat

2. Trauma Kimia Basa : Ammonia, Potassium


hidoksi
Trauma Trauma
Asam Basa/Alkali
Disebabkan zat kimia Memberikan akibat yang
bersifat asam, pH <7 gawat
Kurang berbahaya Alkali menmbus cepat
As.hidroklorida (HCl), kornea,bilik mata depan
as.nitrat, as.asetat hingga retina
(CH3COOH) as.kromat Semen,soda
(Cr2O3), as.hidroflorida kuat,amonia,NaOH,CaOH,ca
Luka superfisial iran pembersih rumah
tangga
Lebih destruktif erusak
kornea dan lensa
saponifikasi
Berat kerusakan tergantung
volume dan konsentrasi
2. Trauma Fisik
Trauma
Sinar
1. Sinar Inframerah
saat menatap gerana matahari dan pada saat
bekerja dipemanggangan
Absobsi sinar inframerah oleh lensa keratitis
superfisial, katarak kortikal anterior-posterior,
koagulasi pada koroid dan eksfoliasi kapsul
lensa
Tidak ada pengobatan mencegah
Steroid sistemik dan lokal mencegah
terbentuknya jaringan parut pada makula/
mengurangi gejala radang
2. Trauma Sinar Ultraviolet
(Las)
terdapat pada saat bekerja las,
menatap sinar matahari atau
pantulan sinar matahari diatas
salju
segera merusak epitel kornea
segera membaik, tidak akan
memberikan gangguan tajam
penglihatan yang menetap
sikloplegia, antibiotika l okal,
analgetik dan mata ditutup untuk
3. Sinar Ionisasi dan Sinar X
katarak dan rusaknya retina
terjadi pemecahan diri sel epitel
secara tidak normal sedang sel baru
yang berasal dari sel germinatif
Terapi : antibiotika topikal dengan
steroid dan sikoplegik satu kali
sehari
bila terjadi simblefaron pada
konjungtiva dilakukan tindakan
pembedahan
Trauma pada mata
-Benda asing pd kornea
-Abrasi kornea
-Laserasi kornea
-Perforatum kornea
-Hifema
-Uveitis traumatik

- Iridodialisa
--midriatk traumatika

-kerusakan zonula
-katarak -neuropati optik traumatika
-ruptur sklera
Ruptur khoroid
-perdarahan vitreus
-ablatio retina
Penegakan
Diagnosis
ANAMNESA
Ditanyakan mengenai proses terjadi trauma
Apabila terjadi penurunan penglihatan
Apakah trauma disertai dengan keluarnya
darah dan rasa sakit dan apakah sudah
dapat pertolongan sebelumnya
Pemeriksaan Pemeriksaan

Fisik Penunjang

1.Menilai tajam 1.Slit lamp


penglihatan
2.Tes fluoresein
2.Pemeriksan motilitas
3.Tonometri
mata dansensasi

kulit periorbita 4.Pemeriksaan fundus

3.Pemeriksaan 5. Pemerikasaan
permukaan oftalmoskopi dan
kornea,konjungtiva,pu
teknik imaging
pil
lainnya (USG, CT-
PENATALAKSANAAN

Empat tujuan utama dalam


mengatasi kasus trauma mata
adalah
1. memperbaiki penglihatan
2. mencegah terjadinya infeksi
3. mempertahankan struktur dan
anatomi mata,
4. mencegah sekuele jangka panjang
Penatalaksanaan Segera
Apabila jelas tampak ruptur bola mata
pembedahan + antibiotika parenteral
spektrum luas dan pakaian pelindung Fox
( atau sepertiga bagian bawah corong
kertas ) pada mata
Analgetik,antiemetik,dan antitoksin
tetanus
jangan menggunakan obat-obatan
penghambat depolarisasi neomuskular
meningkatkan secara transien di dalam
bola mata herniasi isi intra okuler
Pengobatan Trauma Tembus Bola
Mata
robekan pada konjungtiva >1 cm
penjahitan untuk mencegah terjadinya
granuloma
antibiotika sistemik/IV, pasien
dipuasakan untuk tindakan pembedahan
anti tetanus profilaksis,analgetik,dan
kalau perlu penenang
Sebelum dirujuk,mata tidak boleh diberi
salep,steroid local,dan beban pada bola
mata
Sisa-sisalensa dan darah dikeluarkan
dengan aspirasi dan irigasi mekanis
atau virektomi atau peralatan virektomi
Bedah vitreoretinal bila ada luka
kornea yang besar keratoprostesis
Landers Foulks temporer sebelum
melakukan penanaman kornea
Enukleasi dan Eviserasi primer bila
bola mata mengalami kerusakan total
Pencegahan Trauma Mata
1. Trauma tumpul sebisanya
dihindari
2. Diperlukan perlindungan pekerja
3. Mengerti bahan apa yang ada
ditempat kerja
4. Menghindari sinar dan percikan
bahan las dengan memakai
kacamata
5. Awasi anak yang sedang bermain
BAB 3. KESIMPULAN
Trauma okuli trauma atau cedera pada
matakerusakan pada bola mata, kelopak mata, saraf
mata dan rongga orbita mengganggu fungsi mata
akibat kecelakaan di rumah, kekerasan, ledakan, cedera
olahraga, dankecelakaan lalu lintas
Secara umum : trauma okuli perforans dan trauma okuli
non perforans
klasifikasi trauma okuli berdasarkan mekanisme trauma
trauma mekanik (trauma tumpul dan trauma tajam),
trauma radiasi (sinar inframerah, sinar ultraviolet, dan
sinar X) dan trauma kimia (bahan asam dan basa)
Tentukan apakah kasus true emergency / urgent case
diagnosa dan pertolongan cepat dan tepat
kedaruratan mutlak di bidang ocular emergency
Daftar Pustaka
1. Hildani N. Trauma Okuli. Available at :
https://id.scribd.com/doc/57026227/Trauma-Oculi#download
Diunduh tanggal 19 Juni 2016 pukul 12.00 WIB.

2. Rahman P, Diyana R Andika R. Laporan Kasus Trauma Okuli.


Malang : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, 2011.
Available at :
https://id.scribd.com/doc/55586729/Kaspan-Trauma-Okuli
Diunduh tanggal 19 Juni 2016 pukul 13.00 WIB.

3. Faiqah A. Fisiologi Mata. Available at :


https://id.scribd.com/doc/93331259/ISI-FISIOLOGI-MATA
Diunduh tanggal 19 Juni 2016 pukul 19.00 WIB.

4. Ilyas S, Yulianti S.R, Ilmu Penyakit Mata Edisi 4. Jakarta :


Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2011. p.263-281.