Anda di halaman 1dari 13

LOCAL CONTROL UNIT

ARCHITECTURE
Pengenalan lcu
LCU atau Local Control Unit adalah sekumpulan
hardware dalam sistem kontrol terdistribusi yang
melakukan sistem kontrol closed loop. LCU akan
mendeteksi input dari alat pengukur dan perintah
operator, lalu menghitung output sesuai perintah yang
dimau. LCU kemudian mengirimkan output kontrol ke
aktuator, drive, valve dan perangkat mekanis lainnya
yang gunanya untuk mengatur arus, suhu, tekanan, dan
variabel untuk dikontrol dalam sebuah plant.

Karena kegagalan fungsi LCU dapat menyebabkan


kondisi yang berbahaya bagi manusia dan peralatan,
desain yang tepat sangat penting untuk pengoperasian
yang aman dan efisien dari suatu plant.
Elemen dasar dari sebuah mikroprosesor berbasis
kontroler
Dari gambar 2.1 , terdapat CPU, RAM dan
ROM. CPU berisi otak proses dari chip
mikroprosesor. ROM digunakan untuk
penyimpanan permanen program
controller dan RAM digunakan untuk
penyimpanan informasi sementara.
Dari struktur dasar itu selanjutnya
disambung ke pengkondisi sinyal yang
tergantung sesuai kebutuhan. Contohnya,
untuk mengakomodasi sensor suhu maka
kita buat rangkaian pengkondisi sinyal
perubahan resistansi sensor, supaya bisa
dibaca CPU.
FUNCTION BLOCKS
Function block berfungsi untuk
mengkonfigurasi sistem kontrol untuk
diimplementasikan ke dalam LCU. Pada
LCU, konfigurasi nya harus bisa diubah
oleh pengguna (setting mengganti
parameter saja biasanya) dan teknisi
(setting parameter, fungsi, logika, dll)
Dari gambar 2.2 dapat dilihat bahwa LCU
memilik 2 analog input dan 1 analog
output .

Skema function block berfungsi


untuk membedakan tingkat
konfigurasi mana yang mau kita atur.
Pada contoh di slide 5, ada 3 function
block yaitu square root, difference,
dan PID.

Square root adalah konfigurasi kita


pada sensor / alat ukur. Difference
adalah konfigurasi kita pada sinyal /
data referensi. Terakhir, PID adalah
konfigurasi kita pada program /
proses yang akan dilakukan.
PEMILIHAN CONTROLLER YANG BAIK
untuk local control unit (lcu)
Adapun beberapa parameter utama dalam pemilihan yaitu :
1. Ukuran kontroler
Hal ini mengacu pada jumlah blok fungsi (Function Blocks) dan pernyataan bahasa
yang dapat dieksekusi oleh controller, serta jumlah proses I / O channel yang
disediakan oleh kontroler.
2. Kegunaan kontroler
Hal ini mengacu pada campuran blok fungsi atau pernyataan bahasa yang disediakan
oleh controller. Ini juga mengacu pada campuran jenis proses input dan output
( analog atau digital ) yang disediakan oleh controller.
3. Performa kontroler
Hal ini mengacu pada seberapa cepat kontroler dalam memindai input, memproses
function block atau pernyataan bahasa dan menghasilkan output. Termasuk juga
akurasi controller dalam melakukan operasi ini.
4. Saluran komunikasi dari kontroler
Selain memproses input dan saluran output, controller harus menyediakan saluran
komunikasi lainnya ke perangkat antarmuka operator dan controller lainnya serta
perangkat dalam sistem. Jumlah, jenis, dan kecepatan saluran ini adalah parameter
penting dalam desain kontroler.
5. Keamanan kontroler
Dalam sistem kontrol proses real-time. Sebuah mekanisme harus disediakan
(menggunakan manual backup atau redundansi) untuk memastikan bahwa output
kontrol dapat dipertahankan meskipun controller sedang mengalami trouble ,
sehingga proses shutdown dapat dihindari.
MEMBANDINGKAN DAN MEMILIH LCU
YANG ADA DI PASARAN

Untuk mengilustrasikan beberapa perbedaan arsitektur LCU,


terdapat tiga buah konfigurasi LCU yang dapat dilihat di gambar
2.5 setelah slide ini. Dimana konfigurasi A mewakili LCU single
loop yang menyediakan input dan output (analog dan digital)
serta mengeksekusi kedua kontinu dan logika function block.
Konfigurasi B mewakili sebuah arsitektur ,dimana dua jenis tipe
yang berbeda dari LCU mengeksekusi berbagai keperluan kontinu
dan logic function. Sedangkan konfigurasi C mewakili sebuah
multiloop controller dimana kedua continu dan logic function
dieksekusi.
Arsitektur Konfigurasi A Konfigurasi B Konfigurasi C
Paramete (single loop, (dengan 2 (multi loop,
r pemrosesan LCU, logic pemrosesan
bergantian dan kontinyu langsung meski
antara logic dan terpisah logic dan
kontinyu jika sediri - kontinyu
keduanya sendiri) bekerja semua,
bersamaan) dengan input
dan output
lebih banyak)
Ukuran Ukuran sedang, Paling besar Paling kecil
karena input output karena LCU dengan
lebih sedikit dari C, untuk logic kemampuan yang
saat habis portnya dan kontinyu sama, karena
butuh LCU baru lagi sendiri - bisa looping
sendiri proses secara
kontinyu dan
bersama sama,
dengan input
output paling
banyak
Kegunaan Paling lambat, Kecepatan Paling cepat
karena proses logic sedang, dengan logic dan
dan kontinyu karena logic kontinyu bekerja
Jangkah Paling kecil Sedang karena Mahal karena
karena hardware hardware paling
hardware paling mahalnya mahal dan
murah dan sedang dan kecepatan
kecepatan kecepatan tinggi
lambat sedang
Kemampuan Lambat tapi Hardware Cepat dengan
hardware sedang hardware mahal
murah sedang
secukupnya
Channel Butuh banyak Paling banyak Butuh sedikit
modul modul modul
komunikasi komunikasi komunikasi
antar hardware, pada hardware antar hardware,
sedangkan dan manusia tapi yang ke
yang ke karena logic manusia
manusia sedikit dan kontinyu banyak
sendiri - sendiri
Kehandalan dan Tidak gampang Sederhana dan Lebih sulit dan
reliability rusak karena tidak banyak mahal karena
sederhana, dan error seperti A, hardwarenya