Anda di halaman 1dari 32

URGENSI

INTEGRASI
NASIONAL
KELOMPOK 1
Menelusuri Konsep dan Urgensi
Integrasi Nasional
Makna Integrasi Nasional
Jenis Integrasi
Pentinganya Integrasi Nasiona
Integrasi Versus Disintegrasi
Menanya Alasan Perlunya Integrasi
Nasional

Bagian Mengggali Sumber Historis,Sosiologi,

Bagian
Politik tentang Integrasi Nasioal
Perkembangan Sejarah Integrasi di

Materi
Indonesia
Pengembangan Integrasi di Indonesia
Membangun Argumen tentang
Dinamika dan Tantangan Integritasi
Nasional
Dinamika Integrasi Nasional di Indonesia
Tantangan dalam Membangun Integrasi

Mendeskrpsikan Esensi dan Urgensi


Integrasi Nasional
MAKNA
INTEGRASI
NASIONAL
Oleh
Fildianita AmaliahAlwy
D131171504
Integrasi Nasional

Etimolog Terminologi

studi yang melalui penggunaan


mempelajari asal usul katanya sebagai suatu
kata, sejarahnya dan istilah yang telah
juga perubahan yang dihubungkan dengan
konteks tertentu dan
terjadi dari kata itu
umumnya dikemukakan
oleh para ahlinya.
Padanan Dalam Bahasa
Etimologi
Inggris

Integrasi National
Nasional Integration

Integrasi Nasional Integration Nation

bangsa sebagai
pembauran bentuk persekutuan kesempurnaan
hingga dari orang-orang atau
bangsa
menjadi yang berbeda latar
keseluruhan.
kesatuan yang belakangnya, berada
utuh atau bulat dalam suatu wilayah
dan di bawah satu
kekuasaan politik.

integrasi nasional merupakan proses mempersatukan bagian


bagian, unsur atau elemen ang terpisah dari masyarakat menjadi
kesatuan yang lebih bulat sehingga menjadi satu nation
(bangsa).
Teminologi

Penggunaan kata
Umumnya dikemukakan
sebagai suatu istilah
oleh para ahli,penulis,
yang dihubungkan
atau cendikiawan.
dengan konteks lain

Secara terminologi Integrasi Nasiona memiliki keragaman pengertian,


sesuai dengan sudut pandang para ahli tersebut. Namun demikian kita
dapat menemukan titik kesamaanya bahwa integrasi dapat berarti
penyatuan, pembauran, keterpaduan, sebagai kebulatan dari unsur
atau aspek-aspeknya.
Upaya menyatukan seluruh unsur
suatu bangsa dengan pemerintah dan
wilayahnya

Pembentukan suatu identitas nasional dan


Saafroedin Bahar penyatuan berbagai
(1996) kelompok sosial dan budaya ke dalam
suatu kesatuan wilayah

Riza Noer Arfani


(2001) Bersatunya suatu bangsa yang menempati
wilayah tertentu
dalam sebuah negara yang berdaulat.
Djuliati Suroyo
(2002)
Proses penyatuan berbagai kelompok
sosial budaya dalam satu
Ramlan Surbakti kesatuan wilayah dan dalam suatu
(2010) identitas nasional
JENIS JENIS
INTEGRASI
Oleh
Andi Indah Fitria
D131171002
Jenis Jenis Integrasi Nasional

menunjuk
Menunjuk
Proses
menunjuk pada
pada
penyatuan
pada penciptaan
adanya
berbagai
masalah tingkah
konsensus
kelompok
penghubungan
pembentukan antara
wewenang
laku yang
terhadap
budaya
pemerintah
kekuasaan dan terintegrasi
nilai
denganyang
sosial
nasional dalam
yang
pusat di dan
minimum satu`yang
yang sosial
kesatuan
diperintah.Mendekatkan
atas unit-unit
diperlukan
wilayah
lebihdan
diterima
yang dalam
perbedaan-perbedaan
demi
kecildalam
yang memelihara
mengenai
suatu
mencapai tertib
aspirasi
pembentukan
tujuan
beranggotakan dan
kelompok
nilai
sosialpada kelompok
kelompok
identitas sosial elit masyarakat
budaya
nasional dan massa tertentu
bersama.

Integrasi
Nilai
Bangsa
Wilayah
Tingkah
Elit Laku
massa
Jenis Jenis Integrasi Nasional dalam realitas
nasional

Terdapat dimensi vertikal dan horizontal.


Dimana vertikal menyangkut hubungan
elit dan massa dan dimensi horizontal
Integrasi menyangkut maslah teritorial,antar
Politik daerah, antar suku dan lainnya.

Terjadinya ketergantugan antar daerah


dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup
ratyat.Di sisi lain integrasi ekonomi
Integrasi memungkinkan menghapus hambatan
Ekonomi dalam hubungan antar daerah

Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda


dalam masyarakat sehingga menjadi satu
kesatuan. Unsur-unsur tersebut meliputi ras ,
Integrasi etnis, agama,bahasa.Juga dapat berarti
Sosial Budaya Kesediaan suatu kelompok bersatu dengan
kelompok yang lainnya
PENTINGNYA
INTEGRASI
NASIONAL
Oleh
Apriani Astuti Safaat
D131171004
Myron Weiner dalam
Surbakti (2010)

dalam negara merdeka, faktor pemerintah yang berkeabsahan


(legitimate) merupakan hal penting bagi pembentukan negara-
bangsa. Hal ini disebabkan tujuan negara hanya akan dapat
dicapai apabila terdapat suatu pemerintah yang mampu
menggerakkan dan mengarahkan seluruh potensi masyarakat
agar mau bersatu dan bekerja bersama.

Terbentuk jika ada


integrasi antara
masyarakat dan
pemerintah
Integrasi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu
langkah yang baik untuk menyatukan sesuatu yang
semula terpisah menjadi suatu keutuhan yang baik
bagi bangsa Indonesia, misal menyatukan berbagai
macam suku dan budaya yang ada serta
menyatukan berbagai macam agama di Indonesia.
pemerintah kolonial
Negara-bangsa Belanda
(nation tidak pernah
state) merupakan memikirkan
negara yang di
dalamnya terdiri dari
tentang perlunya banyak bangsa
membangun (suku) yang
kesetiaan selanjutnya
nasional dan
bersepakat bersatu dalam sebuah bangsa yang
semangat kebangsaan pada rakyat Indonesia. Penjajah besar. Ikatan
dan kesetiaan etnik adalah sesuatu yang alami, bersifat primer.
lebih mengutamakan membangun kesetiaan kepada
Adapun kesetiaan nasional bersifat sekunder. Bila ikatan etnik
inipenjajah itu sendiri
tidak diperhatikan dan
atau guna kepentingan
terganggu, mereka akanintegrasi
mudah dan
pribadi kolonial. Jadi, setelah merdeka, kita
akan segera kembali kepada kesatuan asalnya. Sebagai perlu
menumbuhkan
akibatnya mereka akan kesetiaan
melepaskan nasional melalui
ikatan komitmennya
Pertama
Kedua pembangunan integrasi
sebagai satu bangsa.bangsa.
(Sifat dari
(Sifat
Komialisme)
Kedaerahan)
Integrasi diperlukan guna menciptakan
kesetiaan baru terhadap identitasidentitas
baru yang diciptakan (identitas nasional),
misal, bahasa nasional, simbol negara,
semboyan nasional, ideologi nasional, dan
sebagainya.

Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam


kehidupan masyrakat Indonesia dikarenakan Indonesia
merupakan negara yang masih berkembang atau dapat
dikatakan negara yang masih mencari jati diri. Selain itu,
integrasi nasional sangat penting untuk diwujudkan karena
integrasi nasional merupakan suatu cara yang dapat
menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di
Indonesia.
INTEGRITAS
VS
DISINTEGRITA
S
Oleh
Nurazizah
D131171315
Disintegritas Integritas Disintegritas

Berarti Berarti
penyatuan, ketidakpaduan,
Kebalikan dari keterpaduan keterpecahan
integrasi antar elemn diantara unsur
yang ada di unsur yang
dalamnya ada
Merupakan
keadaan Terjadinya Dapat
memudarnya konsensus, menimbulkan
kesatuan dan konflik atau
antargolongan, dan ketertiban perseteruan
kelompok yang ada
Kondisi Kondisi
dalam suatu bangsa
lingkungan lingkungan
Gejala integritas banyak aman mencekam
terjadi di masyarakat
misalnya tawuran
antarkelompok
PERKEMBANGAN
SEJARAH
INTEGRASI
NASIONA
Oleh
Ferdy Trisetyo
D131171510
Berdasarkan
Pendapat Suroyo
(2002)

Wilayah I : Inti kerajaan


Bersifat (nagaragung)
kemaharajaan Meliputi Jawa dan
(Impermium). Madura

Model Wilayah II : daerah


Kemaharajaan yang Otonom (Mancanegara
Impermium
bersifat luas dan pesisiran)
Majapahit
Meliputi daerah luar Jawa
dan luar Madura
berstruktur
konsentris Wilayah III : Inti kerajaan
(nagaragung)
Meliputi Jawa dan
Madura
Berdasarkan
Pendapat Suroyo
(2002)
Disebut dengan integrasi atas
wilayah Hindia Belanda dan baru
tercapai saat awal abad XX dengan
bentang wilayah Sabang sampai
marauke

Pembangunan integrasi wilayah


Model dengan menguasai maritim.
Masa Penjajahan Integrasi vertikal antara pemerintah
(Kolonialisme) pusat dan pemerintah daerah diatur
memalui birokrasi kolonial.

Integrasi model ini tidak mampu


menyatukan setiap keragaman
bangsa Indonesia tetapi hanya untuk
maksud menciptakan setiaan
tunggal pada penguasa.
Berdasarkan
Pendapat Suroyo
(2002)
Merupakan proses
berintegrasinya bangsa
Indonesia sejak bernegara
merdeka tahun 1945.

untuk membentuk kesatuan


Model yang baru yakni bangsa
Indonesia yang merdeka, Diawalai dengan
Integrasi Nasional memiliki semangat kebangsaan
Indonesia yang baru atau kesadaran
adanya Sumpah
kebangsaan yang baru Pemuda pada
tahun 1928
Diawalai dengan tumbuhnya
kesadaran berbangsa khususnya
pada diri orang-orang Indonesia Ditandai dengan
yang mengalami proses berdirinya
pendidikan sebagai dampak organisasi-
politik etis pemerintah kolonial
belanda
organisasi
pergerakan
Penumbuhan kesadaran
berbangsa dilalui dengan Bangsa Indonesia melalui organisasi
masa
masamulai
mulai ditegaskannya
dirintisnya semangat
semangat kebangsaan
beberapa tahapan pergerakan
pada mencoba
diri bangsa meminta
Indonesia yang kemerdekaan
ditandai
kebangsaan melalui pembentukan
dari Belanda.
dengan Organisasi-organisasi
peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28ini
organisasi-organisasi pergerakan. Masa
pergerakan
Oktober yang
1928. Dengantergabung
Sumpahdalam GAPI
Pemuda,
ditandai
masyarakat
dengan munculnya pergerakan
(GabunganIndonesia yang beraneka
Politik Indonesia) tahun ragam
1938
Masa Budi Utomo
tersebut pada
menyatakan tanggal 20 Mei
diri Berparlemen. 1908.
sebagai satu bangsa
mengusulkan Indonesia Namun,
Penegas
Perintis
Percobaan Kelahiran
yang Budi
memiliki
perjuangan Utomo
satu Tanah
menuntut diperingati sebagai
Air, satu bangsa,
Indonesia merdeka dan
Hari Kebangkitan
bahasa persatuan
tersebut Nasional.
yaitu
tidak berhasil. bahasa Indonesia.
Penumbuhan kesadaran
berbangsa dilalui dengan
Pada masa tersebut semangat dan gerakan
beberapa tahapan kebangsaan Indonesia telah berhasil mendobrak
belenggu penjajahan dan menghasilkan
kemerdekaan. Kemerdekaan bangsa Indonesia
diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Masa
Pendobrak
Nasionalisme telah mendasari bagi
pembentukan negara kebangsaan
Indonesia modern.

Dari sisi politik, proklamasi kemerdekaan 17 Agustus


1945 merupakan pernyatan bangsa Indonesia baik ke
dalam maupun ke luar bahwa bangsa ini telah merdeka,
bebas dari belenggu penjajahan, dan sederajat dengan
bangsa lain di dunia. Dari sisi sosial budaya, Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan revolusi
integratifnya bangsa Indonesia, dari bangsa yang
terpisah dengan beragam identitas menuju bangsa yang
satu yakni bangsa Indonesia.
PENGEMBANGAN
INTEGRASI
DI INDONESIA
Oleh
Ferdy Trisetyo
D131171510
Berdasarkan buku
Muhamin & Collin
McAndrews(1995)
karangan Howard Wriggins

Jika pembangunan ekonomi berhasil dan


Ideologi
Gaya merupakan
politik para seperangkat
pemimpin nilai-nilai
bangsa yang
Adanya
Lembaga ancaman
menciptakan dari
keadilan,
politik, luar
misalnya dapat
maka jugadapat
menciptakan
masyarakat
birokrasi, integrasi
bangsa
dapat
diterima
masyarakat. dan disepakati.
Masyarakat Ideologi
akan juga memberikan
bersatu,
menyatukan
tersebut bisa
menjadi sarana atau
menerimamengintegrasikan
pemersatu sebagai satumeskipun
masyarakat kesatuan.
bangsa.
visi dan beberapa
berbeda suku, agama panduan
dan ras bagaimana cara menuju
ketika menghadapi
masyarakat
Namun
Birokrasijika bangsa
ekonomi
yang satu dan tersebut.
menghasilkan
padu dapat Pemimpin yang
ketidakadilan
menciptakan
visi atau
musuh tujuan itu.
bersama. Jika
Suatu suatu yang
bangsa masyarakat meskipun
sebelumnya
maka
sistemmuncul
karismatik, dicintai
pelayanankesenjangan atau
yangrakyatnya
sama, ketimpangan.
baik,dan
danmemiliki
diterima
berseteru
berbeda-beda dengan saudara
tetapi sendiri,satu
menerima suatu saat dapat
ideologi yang
Dengan
oleh pembangunan
masyarakat
jasa-jasa yang ekonomi
beragam. yang
Pada merata
akhirnya maka
sama makabesar
berintegrasi ketikaumumnya mampu
ada musuhmasyarakat
memungkinkan negara yangmenyatukan
datang
tersebut
Kesepakantan
Kekuatan hubungan
masyarakat
bangsanya
atauancaman dan integrasi
bersatu
yang
bersama dalamantar
sebelumya masyarakat
satu sistem
yang berasaltercerai luarakan
dari pelayanan.
berai.
negeri.
bersatu.
Adanya
Gaya
Ideologi
Ancaman
Politik semakin mudah dicapai.
Pembangunan
Lembaga
Kepemimpinan
dari
Nasional
Luar
Ekonomi
Politik
Contoh, Kepiawaian
Contoh,Banyak
ketikakasus
Pancasila karena
sebagai
Soekarno
penjajah alatketidakadilan,
dan
pemersatu
Belanda Bung Tomo
ingin maka
bangsa
dalam
sebuah
berpidato
Indonesiamasyarakat ingin
yang memiliki
dapat memisahkan
membangkitkan
banyak diri dari
suku bangsa,
semanagat
kembali
bangsa
perjuangan
dimana
ke
yang
Indonesia,
bersangkutan.
sukupada
bangsa
masa
masyarakat
Misalnya
tersebut
kemerdekaan
memiliki
Indonesia
Operasi
dan saat Papua
nilai-nilai
agresi
bersatu
Merdeka padu
militer terjadi.
budaya melawannya.
tersendiri.
DINAMIKA
INTEGRASI
NASIONAL DI
INDONESIA
Oleh
Muh. Rezky Pratama Ali
D131171508
Dinamika integrasi dapat di ambil
melalui jenis Integrasi
Dalam bentuk sebuah peristiwa
Tanggal
Melalui
ditandai15
Mewujudkan Agustus
Deklarasi
dengan 2005
perilaku melalui
Djuanda MoU
integratif
seringnya tanggal (Memorandum
dilakukan
13 Desember
pemimpin denganof 1957,
Melalui kurikulum
Understanding) di 1975, mulai diberikannya
Vantaa, mengumumkan
Helsinki, Finlandia,kedaulatanmata
pemerintah
pemerintah
pembentukan
mendekati Indonesia
lembagalembaga
rakyatnya melalui berbagai
pelajaran
Indonesia Pendidikan
berhasil secaraMoral Pancasila (PMP) kegiatan.
diAceh
wilayahdan
politik Indonesia yaknidamai
pemerintahan lebarmengajak
termasuk Gerakan
laut teritorial
birokrasi. seluas
Dengan 12
Misalnya
sekolah. kunjungan
Saat
Merdeka (GAM) ini, melalui
untuk kekurikulum
kembali daerah,
bergabung temu
2013 kader
danterdapat
setia PKK,
mata
mil
lembaga
diukurdandaribirokrasi
garis yang
yang menghubungkan
terbentuk maka titik-titik
orang-
Integrasi memegang
dan kotak
pelajaran teguh
pos
PPKn. kedaulatan
presiden.
Melalui bersama
Kegiatan
pelajaran Negara
ini, yangKesatuan
Pancasilasifatnya
ujung
orang yang
dapat
Republik terluar
bekerja
Indonesia pada
secara
(NKRI). pulau-pulau
terintegratif
Proses ini telahNegara
dalam suatu
berhasil
Tingkah
Elit
Wilayah
Bangsa
Nilai
Massa
Laku sebagai nilai bersama
mendekatkan
Indonesia.
aturan dan Dengan
pola elit
kerjadandan sebagai
massa
deklarasi
yang teratur,
ini akan
maka
dasar filsafat
menguatkan
sistematis,
terjadi integrasi
menyelesaikan
negara kasus
disampaikan disintegrasi
kepada yang
generasiterjadi di
muda. Aceh sejak
dimensi
wilayah
dan vertikal
tahunbertujuan.
teritorial
1975 sampai 2005. integrasinasional.
Indonesia.
TANTANGAN DALAM
MEMBANGUN
INTEGRITAS
NASIONAL
Oleh
Angreni
D131171005
Faktor
Penghambat Integrasi
Nasional

Horizontal Vertikal

Celah antara elit dan


Berakar pada massa, dimana latar
perbedaan suku, pendidikan perkotaan
menyebbabkan kaum elit
agama,ras, dan
berbeda dengan massa
geografi. yang cendurung
tradisonal.

Masalah Primordialisme yang masih kuat di tengah


masyarakat cenderung membuat faktor horizontal lebih
menonjol dalam penghambatan Integrasi Nasional.dan
masalah dari dimensi vertikal akan muncul jika telah
berbaur dengan masalah dimensi horizontal
Korupsi
Invasi atau rasuah
adalah aksi adalah tindakan
militer dimana pejabat
angkatan
Kolusi
Nepotisme
Pidana merupakan
atau berarti
sikap
tindak lebih
dan
memilih
perbuatan
kriminal saudara
segala tidak atau
jujur
sesuatu
publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta
bersenjata
dengan
teman akrab suatu
membuat negara hubungannya
berdasarkan
kesepakatan memasuki
secara daerah
bukan
yang
pihak melanggar
lain hukum
yang terlibat atau
dalam sebuah
tindakan itu tindak
yang
yang dikuasai
tersembunyi
berdasarkan oleh
dalam suatu negara
kemampuannya.
melakukan lain, dengan
Pakar-pakar
kesepakatan biologi
kejahatan.Yang
secara tidak wajar dandianggap tindak
tidak legal kriminal
tujuan
perjanjian
telah menguasai
mengisyaratkan
yang diwarnai daerah
bahwa
dengan tersebut
tendensi
pemberian atauuang
terhadap
menyalahgunakan
adalah kepercayaan publik
pencurian,perampoka, yang
pembunuhan,
atau
nepotisme
fasilitas tertentu
mengubah adalah berdasarkan
sebagaiyang
pemerintahan pelicin
naluri,
agar sebagai
berkuasa. segala
Dan
dikuasakan kepada
kekerasan, mereka
aksi untuk
teror dan mendapatkan
lainnya
Invansi
KKN urusannya
salah satu
menjadi
Invansi
keuntungan
bentuk
dapat
sepihak
lancar.
dari pemilihanperang
menyebabkan saudara.
Kriminalitas
(Korupsi,Kolusi,
Militer
Nepotisme)
ESENSI DAN
URGENSI
INTEGRASI
NASIONAL
Oleh
Dinah Khairia
D131171319
Integrasi merupakan tujuan akhir
dari suatu bangsa dan merupakan
harapan bagi suatu bangsa

Dengan adanya Integrasi Nasional


suatu bangsa dapat membangun
suatu kejayaankejayaan.

Apabila suatu negara gagal mebangun


Integrasi maka negara tersebut mengalami
kegagalan dalam membangun kejayaan
nasional, bahkan dapat mengancam
kelangsungan hidup bangsa dan negara
yang bersangkutan.