Anda di halaman 1dari 28

Irisan Kerucut

Disusun oleh Corong


- Adi Maulana
- Diaru Fauzan Farizy
- Muhammad Ivan Fadillah
- Efi Laberti
- Ismi Shanti Qomariah
Irisan Kerucut terdiri dari :

Hiperbola
Parabola
Elips
Lingkaran
Hiperbola

Definisi
Hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik dimana selisih jaraknya
terhadap dua titik tertentu tetap harganya
Persamaan Hiperbola
1. Hiperbola Pusat di O(0,0)

P(x,y)

P(x,y)
. .
A A F(c,0)
F(-c,0)

PF-PF = PF-PF = = 2a
Pada gambar di atas
1. Titik puncak A (a,0), A(-a,0)
2. Sumbu simetri yang melalui kedua titik api
F dan F dinamakan sumbu utama / sumbu
transversal / sumbu nyata
3. Sumbu simetri yang melalui titik tengah F dan F dan tegak lurus FF dinamakan
sumbu sekawan / sumbu konjugasi / sumbu imajiner
4. Fokus F (c,0) dan F (-c,0)
5. PF - PF = PF PF = . = 2a
PF - PF = 2a (1)

PF ' ( x c ) 2 ( y 0 ) 2 ( x c ) 2 y 2 ....................(2)

PF ( x c ) 2 ( y 0 ) 2 ( x c ) 2 y 2 ......................(3)

(2) dan (3) masukan dalam (1)

( xc) y 2 2
( xc) y 2 2
2a

( x c ) 2 y 2 2a ( x c ) 2 y 2 ......................4
Persamaan (4) dikuadratkan

( x c ) 2 y 2 4a 2 4a ( x c ) 2 y 2 ( x c ) 2 y 2
4a ( x c) 2 y 2 4a 2 4cx
a ( x c) 2 y 2 a 2 cx .................................(5)

dikuadratkan
(c 2 a 2 ) x 2 a 2 y 2 a 2 ( c 2 a 2 ) ...................(6)
x2 y2
2 1
a c a
2 2

karena c a , maka c 2 a 2 0, dim ana c 2 a 2 b 2

x2 y2
2
2 1
a b
2. Hiperbola Pusat di (,)

P(x,y)

P(x,y)
. .
A (,) A F( + c, )
F( - c, ) X

( x ) 2 ( y ) 2
2
2
1
a b
Direktrix dan Eksentrisitet

Hiperbola :
Tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan jarak kesuatu titik dan suatu garis
tertentu tetap harganya, dimana harga tetap itu besar dari 1.

Titik tertentu itu disebut fokus ,


Garis tertentu itu disebut direktrix,
Harga tetap itu disebut eksentrisitet ( e = c /a )
Direktrix & EksentrisitetL2
L1

P(x,y)

. .
A A F(c,0)
F(-c,0)

X=-k X=k
Eksentrisitet dan direktrix
Ambil PF : PL = e
Jika P di A1
Jika P di A
c+a=e(a+k)
ca=e(ak)
c a = ea ek (1)
c + a = e ( a + k ) .(2)
Dari (1) dan (2)
c a = ea ek
2c = 2ea c + a = ea + ek
e = c / a ..(3)

(3) Ke (2)
C + a = c/a ( a+ k )
a = ck
k = a / c
Asimtot Hiperbola

P(x,y)

. .
A A F(c,0)
F(-c,0)

b b
Y x Y x
a a
Parabola
Parabola ialah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap
sebuah titik fokus dan sebuah garis lurus yang disebut direkstris
Persamaan parabola menjadi sederhana bila dipilih asal 0 di M dan FT =
sumbu y.
Dengan hukum pythagoras :
x2 + (y x)2 = (y + x)2
x2 2yp = 2yp
x2 = 4py
y = px2 = ax2
Bentuk Umum Persamaan Parabola yang
Berpuncak di Titik Pusat (0,0)

1. y2 = 4px parabola terbuka ke kanan


2. y2 = -4px parabola terbuka ke kiri
3. x2 = 4py parabola terbuka ke atas
4. x2 = -4py parabola terbuka ke bawah
Keterangan :
p>0
p = jarak fokus ke titik puncak parabola
RUMUS y2=4px y2=-4px x2=4py x2=-4py

Koordinat fokus (p,0) (-p,0) (0,p) (0,-p)

Garis arah x = -p x=p y = -p y=p

Sumbu simetri y=0 y=0 x=0 x=0

Titik Latus Rectum (p,2p) (-p,2p) (2p,p) (2p,-p)


(p,-2p) (-p,-2p) (-2p,p) (-2p,-p)

Panjang Latus Rectum 4p 4p 4p 4p


PARABOLA y2 = 4px
y

(p,2p)

F(p,0) x

(p,-2p)

direktriks
x= -p
PARABOLA y2 = -4px
y

(-p,2p)

F(-p,0) x

(-p,-2p)

direktriks
x= p
PARABOLA x2 = 4py
y

(-2p,p) (2p,p)
F(0,p)
x
0

direktriks
y = -p
PARABOLA x2 = -4py
y

direktriks
y=p

x
0
(-2p,-p) (2p,-p)

F(0,-p)
Persamaan Garis Singgung dan Normal Parabola di
Suatu Titik

Kedudukan garis dan parabola ditentukan oleh nilai


diskriminan D

D > 0 garis memotong parabola di 2 titik berbeda


D = 0 garis menyinggung parabola
D < 0 garis tidak memotong dan menyinggung
Persamaan Garis Singgung dan Normal Parabola di Titik
(x1,y1)
Parabola Persamaan Garis Persamaan Garis
Singgung Normal
y2 = 4px yy1 = 2p(x+x1) Ditentukan dari
persamaan garis
y2 = -4px yy1 = -2p(x+x1) singgung
y y1 = m(x-x1)
x2 = 4py xx1 = 2p(y+y1)
x2 = -4py xx1 = -2p(y+y1) (m = kebalikan negatif m
pada persamaan garis
singgung)
Elips

Elips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah


jaraknya terhadap dua titik tertentu mempunyai nilai
yang tetap.
Bentuk Umum Persamaan Elips yang Berpusat di
Titik (0,0)
x2 y 2
1. 2 + 2 =1 (elips horisontal )
a b
atau
b 2 x 2 + a 2 y 2 = a 2b 2
x2 y 2
2. 2 + 2 =1 (elips vertikal)
b a
a 2 x 2 + b 2 y 2 = a 2b 2
berlaku
a 2 > b 2 dan a 2 = b 2 + c 2
RUMUS ELIPS HORISONTAL ELIPS VERTIKAL
Titik puncak (-a,0) dan (a,0) (0,-a) dan (0,a)
Titik sb pendek (0,-b) dan (0,b) (-b,0) dan (b,0)
Fokus (-c,0) dan (c,0) (0,-c) dan (0,c)
Panjang sb pjg 2a 2a
Panjang sb pdk 2b 2b
e c/a c/a
Direktriks x=-a/e dan x=a/e y=-a/e dan y=a/e
Panjang LR 2b2/a 2b2/a
Titik LR LR1 : (-c,-b2/a) dan (-c,b2/a) LR1 : (b2/a,-c) dan (-b2/a,-c)
LR2 : (c,-b2/a) dan (c,b2/a) LR2 : (b2/a,c) dan (-b2/a,c)
ELIPS HORISONTAL

B2(0,b)

x
A1(-a,0) F1(-c,0) F2(c,0) A2(a,0)

B1(0,-b)

x= -a/e x= a/e
ELIPS VERTIKAL

y
x= a/e

A2(0,a)

F1(0,c)
B1(-b,0) B2(b,0) x
0
F2(0,-c)

A1(0,-a)
x= -a/e
Persamaan Garis Singgung dan Normal Elips di Titik (x1,y1)

Elips Persamaan Garis Persamaan


Singgung Garis Normal
x2 y 2 xx1 yy 1 Sama dengan
2 + 2 =1 2 + 2 =1
perhitungan PGN
a b a b pada parabola
x2 y 2 xx1 yy 1
2 + 2 =1 2 + 2 =1
b a b a
TERIMA KASIH