Anda di halaman 1dari 32

Laporan Kasus

Antipsikotik Injeksi Kerja Panjang Multipel Untuk


Penatalaksanaan Skizofrenia Yang Resisten Terhadap
Pengobatan

Presentan:
Puthi Ramadhani Syukur ( 13100701000110)
Satya Randi (1310070100137)

Journal of Clinical Psychopharmacology Volume


36, Number 3, June 2016
Antipsikotik Injeksi
Ketidakpatuhan Ketidakpatuhan
menghambat menyebabkan
stabilisasi kekambuhan
Meningkat-
Mengurangi
kan
kekambuhan
kepatuhan

Kadar Antipsikotik
plasma tunggal
konsisten tidak efektif

Laporan kasus mengenai Hanya terdapat dua


injeksi ganda pada kasus penggunaan
skizofrenia refraktorik antipsikotik injeksi

Pendahuluan
LAPORAN kASUS
Riwayat
Seorang pria berasal dari
Vietnam berusia 26 tahun Melakukan tindakan penyeragan tanpa provokasi
dengan diagnosis primer 1 Kali pembunuhan
skizofrenia. Pasien Beberapa kali rawat inap namun tidak
berhasil mengembalikan kompetensinya
dipindahkan dari penjara
Telah menjalani uji coba dengan haloperidol,
ke unit rawat inap risperidone, olanzapine, ziprasidone, fluphenazine
dan clozapine
4
T
h Perjalanan Penyakit
e
P
o
w
e
r Pemindahan Penatalaksanaan
o 24 Jam Terapi sebelumnya
dari penjara ke direncanakan
f pertama dilanjutkan
ulang
unit
P
o
w
e
r
P
o PENCETUS
i Halusinasi visual berupa roh yang
mengancam dan halusinasi auditorik berupa
n
ancaman akan melukai ibunya dan wanita
t lemah lainnya
|
5
T
h
e
Perjalanan Penyakit
P
o
w
e
r
o Minggu 3 dan 6 Minggu 10 - 16 Terjadi wabah Minggu 18
gastroenteritis viral
f
P
o
w
e
Perubahan terapi
r Mulai terapi lithium
Perubahan terapi
P Titrasi silang yaitu titrasi dan propanolol.
Perubahan terapi
Clozapine ditingkatkan Perubahan terapi
o clozapine hingga 350 Kurungan berjalan Pemberian cairan
mg. sebanyak 10 hingga
i Obat-obatan cadangan intravena
Titrasi hinga 50 mg/minggu. Dosis
IM (IMBU) selama 5 Antipsikotik diteruskan
n 100mg/hari efektif. akhir harian 600 mg.
Paliperidone hari berturut-turut
t ES: sedasi, kaku
ringan, drooling, dihentikan, diganti
| haloperidol oral
6
T
h
e
Perjalanan Penyakit
P
o
w
e
r
o Kembali dari
Minggu 23 Minggu 24 Minggu 28
f IGD
P
o
w
e
r Perubahan terapi
P Haloperidol injeksi IM 5
o mg dua kali sehari
Olanzapine 10 mg dua
i kali sehari sebagai Perubahan terapi
Dimulai terapi dengan
n cadangan
Semua obat lainnya haloperidol decanoate
t
dihentikan
|
Kesimpulan setelah minggu 28
SLIDE 7

The Power of PowerPoint - thepopp.com


8
T
h
e
Perjalanan Penyakit
P
o
w
e
r Haloperidol decanoat
o dan olanzapine Pengobatan
Minggu 28-30 Minggu 30 pamoat injeksi secara dilanjutkan
f konsisten
P
o
w
e
r
P
o Perubahan terapi
Dosis IMBU haloperidol Perubahan terapi
i Haloperidol harian
diturunkan
n dihentikan
t Pemberian lorazepam
| The Power of PowerPoint - thepopp.com
Pembahasan
Terapi
alternatif
Penggunaan
Skizofrenia
2 antipsikotik 2 antipsikotik
Resisten Obat
oral Injeksi kerja
lama
1 antipsikotik
oral dan 1
injeksi - LAI ganda berpotensi meningkatkan
kepatuhan
- Konsistensi kadar plasma
- Mengurangi kekambuhan
Penggunaan 2 antipsikotik kerja panjang
SLIDE 10
Terdapat risiko yang signifikan berkenaan dengan
1 penggunaan 2 obat kerja panjang.

Bercampurnya risiko yang ditimbulkan; termasuk


Penggunaan 2 LAI 2 diskinesia tardif dan sindroma neuroleptik maligna

masih belum umum


Sindroma sedasi delirium pasca injeksi olanzapine
digunakan dan belum 3 pamoate
mendapatkan
Penghitungan dosis berdasarkan pemberian sebelumnya
persetujuan FDA 4 dengan kedua obat dalam bentuk kerja pendek
direkomendasikan

Dibutuhkan penelitian tambahan dalam area


5 penggunaan LAI ganda

The Power of PowerPoint - thepopp.com


LAPORAN KASUS
SLIDE 11
3.1 Identitas Pasien
Nama : Tn. EN
Jenis Kelamin : laki-laki
Usia : 20 Tahun
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : SMK
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Status perkawinan : Belum Menikah
Alamat : Kayu Aro
Tanggal Diperiksa : 7 Mei 2017

The Power of PowerPoint - thepopp.com


3.2 Riwayat Psikiatri
Data diperoleh dari :
Anamnesa yang diambil secara autoanamnesa dan alloanamnesa
Keluhan Utama
Pasien di bawa ke RSUD Solok karena marah-marah, mengaji-ngaji,
dan bernyanyi-nyanyi sendiri.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien di rumah suka marah-marah, mengaji-ngaji, dan
bernyanyi-nyanyi sendiri. Lalu pasien di antar ke RSUD Solok tanggal
2 mei 2017. Awalnya, pasien merasa badannya panas dingin dan
pasien sudah berhenti makan obat sejak 2 minggu yang lalu. Sejak itu
emosi pasien tidak terkontrol, apa yang dia minta harus terpenuhi.
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Psikiatri : Pasien sudah pernah di rawat di bangsal jiwa
RSUD solok sebanyak dua kali. Pasien pertama kali dirawat tanggal 8 maret
2017, awalnya pasien mengalami kecelakaan motor, beberapa hari kemudian
pasien mulai sering marah-marah, emosi tidak terkontrol, pasien juga
mengatakan bahwa dirumahnya banyak setan sehingga pasien meminta
rumahnya untuk dibersihkan.
Pasien kemudian menjalani pengobatan dan menunjukkan perbaikan, tapi
setelah dua minggu dirumah, pasien mulai menunjukkan gejala kembali,
awalnya pasien pergi ke masjid pasien mengaku melihat setan dan pasien
mencekik setan tersebut yang sebenarnya adalah seorang imam masjid.
Riwayat Gangguan medik : Tidak ada riwayat penyakit kronik
sebelumnya.
Penggunaan zat Psikoaktif : Pasien pernah mengkonsumsi alkohol dan
merokok.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Riwayat Kehidupan Pribadi
Riwayat Prenatal dan Perinatal
Pasien lahir secara normal dengan bidan berat
badan normal 3,5 kg dan tidak ada komplikasi
prenatal dan perinatal
Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun)
Pada masa kanak-kanak awal, tidak ada kelainan,
tumbuh kembang cukup baik, pasien sewaktu
kanak-kanak bisa berbicara dan merangkak sesuai
waktunya, dan bisa berjalan sesuai umur normalnya.
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Riwayat Masa Kanak Pertengahan (4-11 tahun)
Pertumbuhan dan perkembangan pasien tidak
sesuai, ketika dia marah pasien langsung
mengepalkan tangannya.
Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja
Pasien memiliki teman yang brandalan waktu tamat
SMP, dan pasien sempat menganggur 1 tahun
setelah kelulusan SMP. Setahun berikutnya pasien
malanjutkan pendidikan ke SMK.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Riwayat Pendidikan
SMK : Pasien tamatan SMK

Riwayat Pekerjaan
- Pasien belum bekerja
Riwayat Perkawinan
pasien belum menikah

Aktivitas Sosial
Aktivitas sosial pasien tidak berjalan dengan lancar, pasien merupakan
tipe orang yang pendiam, dan jarang bergaul sama teman-teman,
semenjak sakit psien sudah tidak pernah lagi bergaul sama teman-
temannya. Pasien lebih senang tinggal di rumah.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Riwayat Hukum
Pasien tidak pernah melakukan pelanggaran hukum dan terlibat
dalam masalah hukum.

Riwayat Psikoseksual
Tidak ada kelainan, pasien menyukai lawan jenis.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Riwayat Keluarga
Dalam keluarga, tidak ada anggota keluarga pasien yang memiliki
gangguan kejiwaan serta memiliki penyakit yang serupa dengan pasien.

laki-laki
perempuan
The Power of PowerPoint - thepopp.com
3.3 Pemeriksaan Status Mental
Pada minggu, 7 Mei 2017 , Rawatan Hari ke lima
a. Deskripsi Umum
- Penampilan : seorang laki-laki berpenampilan sesuai
usianya, penampilan cukup rapi dan bersih.
- Perilaku dan Aktivitas Motorik : Perilaku pasien dan aktivitas
motorik pasien cukup tenang selama proses wawancara.
- Sikap Terhadap Pemeriksa : pasien cukup kooperatif terhadap
pemeriksa selama wawancara.

b. Mood dan Afek


- Mood : Labil
- Afek : Menumpul
- Keserasian : Mood dan Afek Serasi
The Power of PowerPoint - thepopp.com
c. Pembicaraan
- Pembicaraan : Tidak Spontan
- Volume : Kecil
- Artikulasi : Kurang jelas

d. Gangguan Persepsi
- Depersonalisasi : Tidak ada
- Derealisasi : Tidak ada
- Ilusi : Tidak ada
- Halusinasi : Visual (+) pasien melihat setan

e. Pikiran
- Proses pikir : Baik
- Isi Pikir : Miskin Isi Pikir
Waham bizzare (-) waham kejar (-)
The Power of PowerPoint - thepopp.com
f. Fungsi Intelektual
- Kesadaran :Composmentis Cooperative
- Orientasi :Waktu (baik)
:Tempat (baik)
:Orang (baik)

- Daya ingat :
Daya ingat jangka panjang : Baik (pasien mengingat tahun lahirnya)
Daya ingat jangka sedang : Baik (pasien dapat mengingat kejadian
yang hari sebelumnya )
Daya ingat jangka pendek : Baik (pasien bisa mengingat apa
sarapan tadi pagi)
Daya ingat jangka segera: Baik (pasien bisa mengingat 3 nama benda
yang disebut pemeriksa)
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Konsentrasi dan perhatian
Konsentrasi dan perhatian pasien tidak mudah teralihkan.

Kemampuan membaca dan menulis


Baik, pasien dapat membaca dan menulis kalimat dengan baik.

Pikiran abstrak
Tidak diperiksa (Pada Rawatan Pertama)
Diperiksa = Normal (Pada Rawatan Hari Kelima)

Intelegensia dan kemampuan informasi : baik

Kemampuan pengendalian impuls


Kemampuan pengendalian impuls tidak terganggu, tidak mengamuk
atau menangis saat wawancara
The Power of PowerPoint - thepopp.com
g. Daya Nilai dan Tilikan
- Daya nilai Sosial: Tidak terganggu
- Daya nilai realita: Terganggu
- Tilikan : Derajat 1 (pasien masih menyangkal
dirinya sakit)

h. Taraf Dapat Dipercaya


Kemampuan pasien dapat dipercaya cukup baik dengan
jujur mengenai peristiwa yang terjadi.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


3.4 Pemeriksaan Diagnostik Lebih Lanjut
Status Internus
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : CMC
Status gizi : Baik
TandaVital
Tekanan Darah : 100/60 mmHg
Frekuensi Nadi : 76 x/menit
Frekuensi nafas : 19 x/menit
Suhu : 36,5 C
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Status Neurologis
Tanda meningeal : Kaku kuduk (-), brudzinki (-), kernig sign (-)
Nervus I-XII : Tidak ada kelainan
Peningkatan TIK : Tidak ada
Reflek Fisiologis
KPR : (++)
APaR : (++)
Bicep : (++)
Tricep : (++)

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Reflek Patologis
Babinski : (-)
Gordon : (-)
Chaddok : (-)
Scheffer : (-)
Hofman : (-)

Tanda efek Ekstrapiramidal


Tremor :Tidak ada
Akatisia :Tidak ada
Bradikinesia :Tidak ada
Cara berjalan :Seperti robot
Keseimbangan :Normal
Rigiditas :Tidak adaof PowerPoint - thepopp.com
The Power
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium : Tidak ada

3.5 Diagnosa Multiaksial


Aksis I : Skizfrenia Paranoid
Aksis II : Belum ada diagnosa
Aksis III : Tidak ada diagnosa
Aksis IV : Masalah dengan Primary Support Group
Aksis V : GAF Scale 70-61 beberapa gejala ringan dan
menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum
masih baik
The Power of PowerPoint - thepopp.com
3.6 Prognosis
Quo ad vitam : Dubia ad Malam
Quo ad fungsionam : Dubia ad Bonam
Quo ad sanation : Dubia ad Malam

3.7 Penatalaksanaan
Inj. Lodomer 2x 1 (IM)
Trifluoperazine 2 x 5 mg
Trihexipenidil 4 x 2 mg
Clozapin 1 x 50 mg

The Power of PowerPoint - thepopp.com


ANALISA KASUS

Pasien di rumah suka marah-marah, mengaji dengan tidak


jelas, dan bernyanyi-nyanyi sendiri. Lalu pasien di antar ke RSUD
Solok tanggal 2 mei 2017. Awalnya, pasien merasa badannya panas
dingin dan pasien sudah berhenti makan obat sejak 2 minggu yang
lalu. Sejak itu emosi pasien tidak terkontrol, apa yang dia minta harus
terpenuhi.

Berdasarkan PPDGJ-III, gejala klinis yang ditemukan pada pasien ini


mengarah ke gangguan skizofrenia paranoid, dikarenakan terdapat
gejala yang sudah berlansung lebih dari satu bulan, gejalanya berupa
halusinasi visual dan waham bizzare . Axis II belum ada diagnosa, Axis
III tidak ada diagnosa, Axis IV masalah Primary Support Group , dan
Axis V dengan GAF Scale 70-61 beberapa gejala ringan dan menetap,
The Power
disabilitas ringan dalam of PowerPoint
fungsi secara umum- thepopp.com
masih baik.
Kesimpulan

Kami berhipotesis bahwa penggunaan LAI secara ganda dapat


berpotensi meningkatkan kepatuhan, kadar plasma obat dan mengurangi
risiko kekambuhan dan rawat inap pada individu dengan skizofrenia yang
bersifat resisten terhadap pengobatan dengan agen tunggal.
Penggunaan 2 obat injeksi kerja panjang tampak merupakan rencana
penatalaksanaan yang paling aman dan paling efektif dalam kasusnya.
Kami menekankan bahwa strategi ini perlu dipertimbangkan secara
seksama untuk masing-masing pasien yang berpotensi. Menggunakan 2
antipsikotik kerja panjang tidak umum digunakan dan tidak disetujui oleh
Food and Drug Administration. Terdapat risiko yang signifikan berkenaan
dengan penggunaan 2 obat kerja panjang..

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Hal ini mencakup pencampuran risiko yang berkaitan dengan LAI
tunggal. Kejadian yang tidak diharapkan yang mencakup diskinesia tardif
dan sindroma neuroleptik maligna sulit untuk dikembalikan mengingat
bahwa obat ini tidak dapat dihentikan dengan cepat. Gejala-gejala
sindroma sedasi delirium pascainjeksi dalam kasus olanzapine pamoate
dapat secara teoritis diperburuk jika pasien berada dalam
penatalaksanaan obat-obatan tambahan kerja panjang dan menimbulkan
sedasi. Penghitungan dosis secara seksama berdasarkan pemberian
sebelumnya dengan kedua obat dalam bentuk yang bekerja pendek
selalu direkomendasikan. Laporan kasus ini menggaris bawahi
kebutuhan akan penelitian tambahan dalam area ini ini.karena
penggunaan LAI ganda dapat menjadi pilihan yang memungkinkan untuk
pasien yang resisten terhadap pengobatan

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Terima Kasih