Anda di halaman 1dari 14

Bahasa Indonesia

Baku
&
Non Baku

Kelompok 4
Our TEAM
Meet Our Team

Ardhea Rozi Nadya Fiska Selba Eightina Ruth Pasaribu


First Presenter Second Presenter Third Presenter Fourth Presenter

Perkasa Rambe
Fifth Presenter
PERSENTATION AGENDA

Bahasa Baku dan Non Baku

Bahasa Indonesia Baku dan Non Baku

Fungsi Bahasa Baku dan Non Baku

Ciri Bahasa Baku dan Non Baku

Bahasa Indonesia Baku dan Non Baku yang Baik


dan Benar
Bahasa Indonesia BAHASA NON BAKU
BAHASA BAKU

Bahasa baku adalah bahasa standar Bahasa nonbaku adalah ragam


(pokok) yang kebenaran dan bahasa yang berkode berbeda
ketetapannya telah ditentukan oleh dengan kode bahasa baku, dan
negara. dipergunakan di lingkungan tidak
resmi.
Baku berarti bahasa tersebut tidak
dapat berubah setiap saat. Baku Ragam bahasa nonbaku dipakai
atau standar beranggapan adanya pada situasi santai dengan
keseragaman. keluarga, teman, di pasar, dan
tulisan pribadi buku harian. Ragam
bahasa baku adalah bahasa standar bahasa nonbaku sama dengan
yang benar dan digunakan oleh bahasa tutur, yaitu bahasa yang
suatu masyarakat pada suatu dipakai dalam pergaulan sehari-
negara. Bahasa baku atau standar hari terutama dalam percakapan.
itu harus diterima dan berterima
bagi masyarakat bahasa.
Bahasa Indonesia Baku VS Bahasa Indonesia Non baku

Bahasa Indonesia Baku


Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa
Indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi,
diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model
oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Bahasa Indonesia Tidak Baku


Bahasa Indonesia baku adalah salah
satu ragam bahasa Indonesia yang
bentuk bahasanya telah dikodifikasi,
diterima, dan difungsikan atau dipakai
sebagai model oleh masyarakat
Indonesia secara luas.
Fungsi Bahasa Baku
Fungsi Pemersatu
Pemersatu
Indonesia terdiri dari beragam suku dan bahasa daerah. Jika setiap
masyarakat menggunakan bahasa daerahnya, maka dia tidak dapat
berkomunikasi dengan masyarakat dari daerah lain.

Fungsi pemberi kekhasan


Suatu bahasa baku membedakan bahasa itu dari bahasa yang lain.
Melalui fungsi itu, bahasa baku memperkuat perasaan kepribadian Kerangka Bahasa Pemberi
Acuan
nasional masyarakat bahasa yang bersangkutan. Baku
Fungsi Pembawa Kewibawaan
Pemilikan bahasa baku membawa serta wibawa atau prestise.
Fungsi pembawa wibawa bersangkutan dengan usaha orang
mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi Pembawa
lewat pemerolehan bahasa baku sendiri. Kewibawaan

Fungsi pemberi kekhasan


Sebagai kerangka acuan bagi pemakaian bahasa dengan adanya
norma dan kaidah (yang dikodifikasi) yang jelas.
Fungsi Bahasa Non Baku

Bahasa tidak baku adalah bahasa yang


digunakan dalam kehidupan santai (tidak
resmi) sehari-hari yang biasanya
digunakan pada keluarga, teman, dan di
pasar.

Fungsi penggunaan bahasa nonbaku


adalah untuk mengakrabkan diri dan
menciptakan kenyamanan serta
kelancaran saat berkomunikasi
(berbahasa).
Ciri Bahasa Non Baku Ciri Bahasa Baku

Walaupun terkesan berbeda DINAMIS


dengan bahasa baku, tetapi Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan
dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap.
memiliki arti yang sama. Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat.

Dapat terpengaruh oleh


KECENDIKIAN
perkembangan zaman.
Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan
satuan bahasa lain yang lebih besar
Dapat terpengaruh oleh bahasa mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang
teratur, logis, dan masuk akal.
asing.
BAKU
Digunakan pada situasi Proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti
santai/tidak resmi. proses penyeragaman kaidah, bukan
penyamaan ragam bahasa, atau
penyeragaman variasi bahasa.
Bahasa Indonesia Baku dan Non Baku yang Baik dan Benar

bahasa Indonesia baku dengan benar adalah pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan
pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa benar adalah pemakaian bahasa yang tidak
atau gramatikal bahasa baku. mengikuti kaidah bahasa atau gramatikal baku,
melainkan kaidah gramatikal nonbaku.
Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik
adalah pemakaian bahasa Indonesia yang Pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan
mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian baik adalah pemakaian bahasa yang tidak
bahasa baku. mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian
bahasa Indonesia nonbaku.

Konsep baik dan benar dalam pemakaian bahasa Indonesia baik baku maupun nonbaku saling
mendukung dan saling berkait.
Tidaklah logis ada pemakaian bahasa Indonesia yang baik, tetapi tidak benar. Atau tidaklah logis ada
pemakaian bahasa yang benar tetapi tidak baik.
Oleh karena itu, konsep yang benar adalah pemakaian bahasa yang baik harus juga merupakan
pemakaian bahasa yang benar atau sebaliknya.
No. Baku Tidak Baku
1 Tanggung Jawab Tanggungjawab
2 Tanda Tangan Tandatangan
3 Serah Terima Serahterima
4 Abjad Abjat
5 Bus Bis
6 Cabai Cabe
7 Dekoratif Dekoratip
8 Ekstra Extra
9 Formal Formil
10 Gizi Gisi

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU


Contoh Kalimat BAKU
Semua peserta pertemuan itu sudah hadir.

Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran


Saudara.

Masalah ketunakaryaan perlu segera


diselesaikan dengan tuntas.

Sebelum mengarang, tentukanlah tema


karangan.

Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu


A dan Regu B.

memerlukan pemikiran untuk memecahkan


masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan
pengembangan kota.
Contoh Kalimat Tidak Baku

Semua peserta daripada pertemuan itu


sudah pada hadir.

Kami menghaturkan terima kasih atas


kehadirannya.

Mengenai masalah ketunaan karya perlu


segera diselesaikan dengan tuntas.

Sebelum mengarang terlebih dahulu


tentukanlah tema karangan.

Pertandingan itu akan berlangsung antara


Regu A melawan Regu B.

Kita perlu pemikiran-pemikiran untuk


memecahkan masalah-masalah yang
berkaitan dengan pelaksanaan
pengembangan kota.
Kesalahan Berbahasa (Dalam Bahasa Indonesia)

Salah Benar
Saya Suka Nonton Bola Saya Suka menonton Bola

Presiden resmikan Pabrik baru Presiden Meresmikan Pabrik baru

Bapak ada rumah Bapak ada di rumah

Pada contoh satu (1) dan dua (2) kesalahan terjadi karena kata nonton dan resmikan, kehilangan
awalan me-, sedangkan pada contoh tiga (3) kesalahan yang terjadi adalah akibat hilangnya atau
tidak adanya partikel di- sebelum kata rumah.
Kesalahan Berbahasa (Antar Bahasa)

Salah Benar
Dia datang Bandung dari. Dia datang dari Bandung.

Makanan itu telah dimakan oleh saya. Makanan itu telah saya makan.

Tak apalah, it doesnt matter. Tak apalah, itu bukan masalah.

Tenang , bu. Tenang , bu.

Pada contoh satu (1) di atas adalah ucapan dari seorang anak Karo yang belajar Bahasa Indonesia untuk mencerminkan
susunan atau urutan kata frasa proposisi dalam bahasa Karo (Bandung dari berarti dari Bandung). Pada contoh dua (2)
kesalahan terjadi karena tuturan yang digunakan dipengaruhi oleh bahasa Sunda karena kalimat Sundanya adalah
makanan teh atos kuabdi. Bila tuturan tersebut dituturkan kedalam Bahasa Indonesia, maka seharusnya makanan itu
telah saya makan. Hal itu didasarkan pada struktur Bahasa Indonesia. Pada contoh tiga (tiga) kesalahan terjadi karena
adanya penggunaan unsur bahasa lain (Bahasa Inggris) ke'dalam Bahasa Indonesia yaitu pada frase It doesnt matter
yang memiliki padanan kata itu bukan masalah dalam Bahasa Indonesia dan pada contoh empat (4) merupakan contoh
tuturan yang diujarkan oleh penutur Batak. Huruf e pada kata tenang seharusnya dilafalkan lemah, bukan keras.