Anda di halaman 1dari 23

DISLOKASI BAHU

Adalah lepasnya hubungan sendi pada bahu


yang disebabkan oleh cedera akut karena
lengan dipaksa melakukan gerakan diluar
batasnya.
Etiologi
1. Cedera olahraga
2. Trauma yang tidak berhubungan dengan
olahraga
3. Terjatuh
4. Patologis
Klasifikasi
Berdasarkan penyebab:
1. Dislokasi kongenital
2. Dislokasi patologik
akibat penyakit sendi dan atau jaringan disekitar
sendi, misalnya tumor ataupun infeksi tulang
yang menyebabka kekuatan tulang berkurang.
3. Dislokasi traumatik
terjadinya kedaruratan ortopedi yang disebabkn
karena trauma yang kuat.
Berdasarkan tipe klinis:
1. Dislokasi akut
2. Dislokasi kronis
3. Dislokasi berulang
dislokasi pada sendi diikuti oleh frekuensi
yang berlanjut dengan trauma minimal.
Patofisiologi
Riwayat trauma akan menentukan jenis dari
dislokasi yang terjadi. Seringnya dislokasi
terjadi pada sendi bahu karena:
a. Dangkalnya mangku sendi glenoid
b. Besarnya retang gerakan yang terjadi
c. Keadaan yang mendasari, contohnya ligamen
yang longgar dan displasia glenoid
d. Mudahnya sendi terserang selma aktifitas
yang penuh tekanan pada lengan atas.
Cont
1. Dislokasi anterior
mekanisme yang tejadi adalah trauma yang
memaksa tangan untuk berabduksi, ekstensi
dan rotasi eksternal diluar batas, sehingga
menyebabkan caput humerus bisa keluar dari
mangkuk sendi glenoid ke arah depan
(anterior). Kadang-kadang bisa merobek
kapsul atau menyebabkan tepi glenoid
beravulsi.
2. Dislokasi posterior
bisa disebabkan olerotasi internal dan adduksi
yang berat, kondisi ini dapat terjadi pada
penderita yang kejang.
3.Dislokasi Inferior (luxutio erecta)
merupakan kondisi yang serius yang jarang
terjadi.
Manifestasi klinis
Look :
- Adanya penonjolan acromion
- Kontur bahu menjadi rata
- Penonjolan kepala humerus
- Lengan dalam posisi abduksi ringan (dislokasi anterior)
- Lengan rotasi interna dan adduksi (dislokasi posterior)
- Penderita menyangga lengan yang sakit dengan lengan
yang normal
- Nyeri yang sangat
Feel
- Kepala humerus teraba
- Periksa adanyan gangguan fungsi sensorik dan
motorik sekitar

Move:
- Ketidakmampuan menggerakkan bahu,
terjadinya penurunan pergerakan dari bahu.
Pemeriksaan penunjang
dengan foto polos sederhana cukup untuk
menegakkan diagnosis. Pada foto AP akan
terlihat bayangan tumpang tindih antara
kaput humerus dan fossa glenoid. Foto bisa
diambil dalam posisi AP, lateral Axial dan Y
scapular view.
penatalaksanaan
Prinsipnya lakukan reposisi sesegera mungki,
dilanjutkan dengan immobilisasi dari lengan
yang mengalami trauma. Indikasi operasi
apabila terjadinya dislokasi berulang,
terutama bila ada nyeri dan sublukasi
berulang
Reduksi bisa dilakukan tertutup ataupun terbuka.
1. Tarikan langsung
a. teknik traksi dan teknik kounter traksi
b. teknik hipokrates
2. Reposisi sesuai arah trauma
a. teknik stimson
b. teknik milch
c. teknik kocher
Penarikan langsung
Metode stimsons
Metode cooper milch
Komplikasi
1. Dini
a. Cedera syaraf
b. Cedera pembuluh darah
c. Fraktur-dislokasi
2. Lanjutan
a. Kekakuan bahu
b. Dislokasi berulang