Anda di halaman 1dari 10

JURNAL READING

TRACHOMA ; GLOBAL MAGNITUDE OF PREVENTABLE CASE OF


BLINDNESS
Oleh:
Ni Luh Putu Novita Ulan Sari ( 16710250)

Pembimbing :
dr.Bagas Kumoro, Sp.M
dr.Iwan Dewanto, Sp.M

LAB/SMF ILMU KESEHATAN MATA


RSD dr.SOEBANDI JEMBER
2017
Latar Belakang
 Trachoma merupakan penyebab infeksi
utama kebutaan dan disebabkan oleh
infeksi mata dengan bakteri Chlamydia
trachomatis

 Infeksi
yang terjadi kebanyakan pada
anak – anak usia 1-5 tahun
 Peradangan kronis ini terjadi pada
kelopak mata, kelopak mata
menghasilkan parut pada konjungtiva
yang kemudian dapat menyebabkan
entropion trichiasis, sehingga bulu mata
menjadi terbalik
 trachoma aktif mempengaruhi terutama perempuan dan anak-
anak,dan cicatricial trakoma mempengaruhi pada wanita rata-
rata tiga kali lebih banyak dibandingkan laki-laki cenderung
sekunder untuk kontak lama dengan anak-anak yang terinfeksi.

 Pada tahun 2003, WHO memperkirakan bahwa 84 juta orang


menderita trachoma aktif, dan 7,6 juta tunanetra parah atau
buta akibat trachoma
Metodologi
 Subyek :
 Studi yang dipilih adalah survey berbasis
populasi yang memberi gambaran
desain sampel dan rencana, ukuran
sampel, tingkat respon dan metode
pemeriksaan.
 Prevalensi trachoma aktif diperkirakvn dari data
yang tersedia untuk anak – anak berusia kurang
dari 10 tahun.
 Prevalensi pertama ditemukan di tingkat
kabupaten; hasil survei tunggal dalam kabupaten
yang diekstrapolasi ke seluruh kabupaten
 hasil survey yang menggunakan sistem WHO
trachoma gradasi dan informasi tambahan dari
pakar regional dan negara menjabat sebagai
dasar untuk menentukan prevalensi trachoma di
masing-masing negara
Hasil
 survei
berbasis populasi memberikan
informasi terbaru untuk 42 dari 57 negara
endemik. 40,6 juta orang diperkirakan
menderita trachoma aktif, dan 8,2 juta
diperkirakan memiliki trichiasis
 secara keseluruhan, Afrika adalah benua yang
paling terkena dampak kasus trachoma aktif (
68,5% dari semua) dan 3,8 juta kasus trichiasis (46,
6% ) berada di 28 dari 46 negara wilayah afrika
WHO, dengan perkiraan 279 juta tinggal di daerah
endemic

 Kawasan
Eropa adalah satu – satunya wilayah
WHO yang bebas dari trachoma
 Perkiraandalam makalah ini didasarkan sebagian
pada survei berbasis populasi dan penilaian, dan
sebagian lagi pada asumsi dan proyeksi

 Trichiasismungkin ukuran yang paling penting dari


tingkat keparahan penyakit karena peningkatan
risiko gangguan penglihatan. Perkiraan ini dari 8,2
juta kasus trichiasis melebihi estimasi 7,6 juta pada
tahun 2004: Peningkatan ini disebabkan revisi dari
perkiraan menurut data baru yang tersedia.
Kesimpulan
 Meskipun dengan keterbatasan, penelitian ini
merupakan perkiraan global terbaru dari trachoma.
Hal ini jelas bahwa trachoma tetap menjadi masalah
kesehatan masyarakat.
 Penelitian ini juga menunjukkan bahwa trachoma
tetap endemik di banyak bagian Afrika dan Asia,
dan masih banyak diderita di Amerika Latin dan
Timur Tengah, menyoroti kebutuhan dan
kesenjangan dalam penyediaan layanan.
 Pendekatan terpadu SAFE direkomendasikan oleh
WHO untuk mencapai penghapusan trachoma
pada tahun 2020 harus terus dilaksanakan dan
diperluas, menargetkan pembangunan sosial
bersama dengan intervensi kesehatan.