Anda di halaman 1dari 28

Oleh :

Drg. Emma Kamelia, M.Biomed

Ek/Poltekkes kemenkes Tasikmalaya


 Sistem pernafasan :
Berperan bagi homeostasis dengan memperoleh O2
dari dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan
eksternal. Sistem ini membantu mengatur pH
lingkungan internal dengan menyesuaikan
tingkat pengeluaran CO2 pembentuk asam.
 Sel-sel memerlukan pasokan konstan O2 yang
digunakan untuk menunjang reaksi kimiawi
penghasil energi yang menghasilkan CO2 yang
harus dikeluarkan secara terus menerus. Selain
itu, CO2 menghasilkan asam karbonat yang
harus selalu dikelola oleh tubuh agar pH di
lingkungan internal dapat dipertahankan. Sel
dapat bertahan hidup hanya dalam rentang pH
yang sempit.
 Melibatkan keseluruhan proses yang
menyebabkan pergerakan pasif O2 dari
atmosfer ke jaringan untuk menunjang
metabolisme sel, serta pergerakan pasif CO2
selanjutnya yang merupakan produk sisa
metabolisme dari jaringan ke atmosfer.
 Sistem pernapasan ikut berperan dalam
homeostasis dengan mempertukarkan O2 &
CO2 antara atmosfer dan darah. Darah
mengangkut O2 dan CO2 antara sistem
pernapasan dan jaringan.
1. Respirasi eksternal (luar): Adalah absorpsi O2
& pembuangan CO2 dari tubuh secara
keseluruhan dan terjadi di paru-paru.
2. Respirasi internal (dalam) : Adalah
pertukaran gas antara sel-sel dan medium cair
dalam jaringan.
 Adalah mengacu kepada proses metabolisme
intrasel yang berlangsung di dalam
mitokondria, yang menggunakan O2 dan
menghasilkan CO2 selama penyerapan energi
dari molekul nutrien
 Mengacu kepada keseluruhan rangkaian
kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2
dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel
tubuh
1. Mengambil O2 (oksigen) yang kemudian
dibawa oleh darah ke seluruh tubuh untuk
mengadakan pembakaran.
2. Mengeluarkan CO2 (karbondioksida) yang
terjadi sebagai sisa dari pembakaran,
kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru
untuk dibuang karena tidak berguna lagi bagi
tubuh.
3. Menghangatkan dan melembabkan udara.
1. Menyediakan jalan untuk mengeluarkan air & panas.
Udara atmosfer yang dihirup dilembabkan dan
dihangatkan oleh jalan napas sebelum udara tsb
dikeluarkan.
2. Me aliran balik vena
3. Berperan memelihara keseimbangan asam basa
normal dengan mengubah jumlah CO2 penghasil
asam (H+) yang dikeluarkan.
4. Memungkinkan kita berbicara, menyanyi, dan
vokalisasi lain.
5. Mempertahankan tubuh dari invasi bahan asing
6. Mengeluarkan,memodifikasi,mengaktifkan,menginakt
ifkan berbagai bhn yang melewati paru.
7. Sebagai “penghidu” ( untuk hidung )
1. Hidung = nasal
2. Faring = tekak
3. Laring = pangkal tenggorokan
4. Trakea = batang tenggorok
5. Bronkus
6. Paru - paru
 Merupakan saluran udara yang pertama,
mempunyai 2 bh lubang (kavum nasi) yang
dipisahkan oleh sekat hidung, serta dilapisi
oleh selaput lendir yang kaya akan pembuluh
darah. Rongga hidung ini bersambung dengan
lapisan faring yg mempunyai lubang masuk ke
dalam rongga hidung. Udara yg masuk ke
dalam hidung akan disaring oleh bulu-bulu
hidung.
1. Bekerja sebagai saluran udara pernapasan.
2. Sebagai penyaring udara pernapasan yang
dilakukan oleh bulu-bulu hidung.
3. Dapat menghangatkan udara pernapasan oleh
mukosa.
4. Membunuh kuman-kuman yg masuk,
bersama-sama udara pernapasan oleh leukosit
yang terdapat dalam selaput lendir (mukosa)
atau hidung.
 Merupakan pipa berotot yang terdapat di
bawah dasar tengkorak sampai esofagus, di
belakang rongga hidung & mulut sebelah
depan ruas tulang leher dan merupakan
tempat persimpangan antara jalan pernapasan
dan jalan makanan.
 Terletak di bagian terendah faring sampai
ketinggian vertebrae servikalis & masuk ke
dalam trakea. Laring terdiri dari tulang rawan
dan dilapisi oleh selaput lendir yang sama
dengan trakea dan di dalamnya terdapat pita
suara.
 Merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk
oleh 16-20 cincin yang tdd tulang rawan yang
berbentuk seperti kuku kuda (huruf C).
Panjangnya kira-kira 9-11 cm berjalan dari
laring kemudian bercabang menjadi 2 bronkus
kiri dan kanan. Terdapat sel-sel bersilia yang
gunanya untuk mengeluarkan benda-benda
asing yang masuk bersama-sama dengan udara
pernapasan.
 Bronkus terbentuk dari belahan 2 trakea yang
berjalan menuju paru-paru.
 Bronkus ada 2 :
1. kanan: lebih pdk,lebih bsr,memp 3 cab.
2. Kiri : Lebih pjg,lebih ramping,memp 2 cab.
 Bronkus bercabang-cabang. Cabang yang lebih
kecil disebut “Bronkhiolus (bronkioli)” dan pd
ujungnya terdapat gelembung udara disebut
“Alveoli”.
 Merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian
besar tdd gelembng-gelembung udara (alveoli),
yang tdd sel-sel epithel dan endothel. Jika
dibentangkan luas permukaannta ± 90 m2.
Pada lapisan ini terjadi pertukaran udara, yaitu
O2 masuk kedalam darah dan CO2
dikeluarkan dari darah. Banyaknya gelembung
adl 700.000.000 bh.
 Arteri pulmonalis membawa darah yang sudah
tidak mengandung oksigen dari ventrikel
kanan jantung ke paru-paru, selain dari arteri
pulmonal ada darah yang langsung mengalir
ke paru-paru dari aorta melalui arteri
bronkialis yang kaya akan O2. Darah ini
kembali melalui vena pulmonalis ke atrium
kiri. Arteri pulmonalis membawa darah yang
sudah tidak mengandung udara dari ventrikel
kanan ke paru-paru. Cabang-cabangnya
menyentuh saluran-saluran bronkial sampai ke
alveoli halus.
 Alveoli ini membelah dan membentuk jaringan kapiler
dan jaringan kapiler menyentuh dinding alveoli, shg
darah dan udara hanya dipisahkan oleh “dinding
kapiler”.
 Dari epithel alveoli akhirnya kapiler menjadi satu
sampai menjadi vena pulmonalis dan sejajar dengan
cabang tenggorokan yang keluar melalui tampuk paru-
paru ke atrium kiri (darah mengandung O2),sisa dari
vena pulmonalis ditentukan dari setiap paru-paru oleh
vena bronkialis dan ada yang mencapai vena kava
inferior, maka dg demikian paru-paru memiliki
persediaan darah ganda.
1. Arteri pulmonalis: mengalirkan darah tanpa oksigen
ke dlm paru-paru untuk diisi oksigen.
2. Vena pulmonalis: mengembalikan darah berisi oksigen
dari paru-paru ke jantung.
3. Bronkus: Bercabang & beranting membentuk pohon
bronkial merupakan jalan udara
4. Arteri bronkialis: keluar dari aorta & mengantarkan
darah arteri ke jaringan paru-paru.
5. Vena bronkialis: mengembalikan sebagian darah dari
paru-paru ke vena kava superior dan pembuluh limfe
yang masuk ke luar paru-paru sangat banyak.
1. Volume tidal (500 cc): volume udara yg masuk
atau keluar dari hidung sewaktu bernapas.
2. Volume cadangan ekspirasi (Suplemen 1250
cc): volume udara ekspirasi yang masih dapat
dikeluarkan setelah ekspirasi normal (tidal).
3. Volume cadangan inspirasi (complemen 300
cc): volume udara inspirasi yg masih dapat
dihirup setelah ekspirasi normal.
4. Kapasitas vital (4750 cc): jumlah volume
suplemen + volume tidal + volume
komplemen atau sama dengan volume dara
maksimal yang dapat dikeluarkan dalam sekali
ekspirasi setelah inspirasi maksimal.
5. Volume residu (1200 cc): adalah sisa udara dlm
paru-paru yg tidak dapat dikeluarkan dengan
ekspirasi biasa,walaupun melalui sudah
ekspirasi maksimal.