Interocclusal Records
Interocclusal Centric Relation Records
Records mereplikasi hubungan antara rahang mandibula dan
maksila pada kondisi ketika condyles berada pada posisi
paling anterosuperior pada glenoid fossa.
Maximum Intercuspation Records
catatan interoklusal maksila dan mandibula ketika total
contact
Lateral Interocclusal Records
dibuat didalam mulut dengan tujuan untuk mencetak posisi kondyl pada
masing-masing fossa
Catatan ini kemudia digunakan untuk menetapkan condylar guides untuk
memperkirakan anatomic limits of TMJ
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
Centric Relation Record
Armamentarium/Alat dan bahan
• Cotton roll
• Pink baseplate wax
• Green stick compound
• Hollenback carver
• Gunting
• Aluwax
• Bite registration paste
• Spatula semen
• Mixing pad
• Pisau lab dengan blade no 2
• Green wax 28-gauge
• No. 10 red inked silk ribbon
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
Pencatatan Centric Relation
Teknik yang paling konsisten dan
dapat diulang hasilnya adalah dengan
bimanual manipulation oleh Dawson.
1. Dudukkan pasien pada kursi dengan sudut
45 derajat terhadap lantai.
– Kepala pasien harus diangkat ke belakang
dengan dagu naik sehingga wajah akan pararel
dengan lantai.
– Posisi ini akan membuat pasien menghindari
protrusi mandibula.
2. Operator berada di belakang pasien untuk menjaga
kestabilan kepala pasien. Kepala pasien tidak boleh
bergerak.
3. Letakkan keempat jari dari setiap tangan pada lower
border mandibula, pastikan ujung jari berkontak
langsung dengan tulang.
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
4 Letakkan ibu jari pada sekeliling simpisis
mandibula sampai bertemu di midline.
5 Instruksikkan pasien untuk membuka mulut
sekitar 35mm
6 Minta pasien untuk merelaksasikan rahang
sambil operator menutup rahang dan
memandu mandibula secara posterior ke
terminal hinge relationship dengan
pergerakkan pelan.
7 Posisi ketika gigi yang berkontak pertama
dengan mandibula pada posisi optimum
disebut dengan Centric Relation Contact
Position (CRCP)
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
Teknik Pencatatan Centric Relation
• Potong baseplate wax
membentuk rahang seperti
pada gambar
• Modifikasi minor agar baseplate
wax dapat fit dengan rahang,
dengan mencoba kedalam
mulut.
• Rendam pada air hangat agar
menjadi lunak.
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Letakkan pada lengkung maksilla
sehingga gigi anterior tertanam
dalam wax kurang lebih 6 mm.
• Dengan berhati-hati tetapi yakin,
gunakan tekanan jari di
sepanjang permukaan inferior
wax yang telah melunak sehingga
lekukan pada cusp maksilla
rahang atas tercetak di wax.
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Potong baseplate wax dengan hollenback carver pada
bagian distal insisif lateral dan mesial kaninus, kemudian
buat lipatan ke bagian fasial untuk titik acuan ketika
menempatkan baseplate wax tersebut kembali.
• Keluarkan catatan wax dari mulut selagi masih lunak
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Perpanjang potongan dengan
gunting, potong wax pada bagian
anterior untuk menghilangkan wax
bagian anteriornya.
• Persempit wax yang berbentuk
rahang tadi dengan memotong wax
yang berada pada daerah buccal
dari buccal cusp tips dari M2 ke P1
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Letakkan anterior programming device atau jig pada anterior.
• Lunakkan 2,5 cm dari green stick compound dan bentuk menjadi huruf “J”.
• Adaptasikan dengan ibu jari, permukaan fasial dari compound ke labial embrasure, sembari ditipiskan
sampai 2 mm (bagian midline)
• Letakkan kedua ibu jari pada permukaan fasial dan kedua jari telunjuk pada permukaan lingual.
• Tekan dengan erat untuk membentuk compound pada permukaan lingual
• Gigi insisif mandibula harus membuat kontak hanya dengan compound programming device dan gigi
posterior berjarak 1 mm dari berkontak
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Ketika compound masih lunak, ulangi posisi
mandibular sebelumnya, pandu pasien pada
posisi retrusi ketika mandibula tertutup dan gigi
insisif mandibula telah membuat lekukan
berkontak kuat dengan compound dan gigi
posterior 1mm tidak berkontak.
• Dinginkan wax dan pastikan keakuratannya.
• Yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah
– Pastikan posisi kondyl pasien pada posisi optimum
pada fossa dengan cara menekan ringan gigi
mandibular masuk kedalam compound.
– Gigi rahang bawah hanya memiliki kontak dengan
compound dan tidak lebih dekat dari 1mm terhadap
gigi maksila yang manapun.
• Untuk menjaga agar compound tetap di tempat,
posisi pasien diatur dengan wajah sejajar dengan
lantai, dan duduk menyandar dan dagu naik. Jika
memungkinkan, minta pasien untuk menahan
posisi tersebut
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Selagi compound anterior masih dicetak, perlahan
lunakkan kembali catatan baseplate wax dan
letakan pada posisinya menggunakkan
indeks/petunjuk dari canine flaps agar
peletakkannya sesuai.
• Perlahan dan hati-hati melakukan penutupan gigi
pasien ke baseplate wax, dan perlu diperhatikan
bahwa pink wax yang sudah melunak tadi
memungkinkan untuk melakukan penutupan
penuh.
• Idealnya, mandibular molar hanya akan
membentuk sedikit lekukan/tanda pada pink wax.
• Jika peningkatakan dimensi vertikal yang dihasilkan
dari APD menghilangkan kontak antara posterior
mandibula cusp tip dengan pink wax, maka dapat
dialirkan layer of Aluwax ke permukaan inferior dari
baseplate wax.
– Penggunaan Aluwax ini dapat meningkatkan ketebalan
dan memastikan kontak dari gigi posterior akan
tercetak.
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Keluarkan baseplate wax dari dalam mulut dan dinginkan dengan
merendam di segelas air. Letakkan kembali kedalam mulut untuk
memastikkan tidak terjadi distorsi selama didinginkan.
• Ukur dan bagi 6mm zinc oxide-eugenol bite registration paste base dan
akselerator pada mxing pad kecil. Aduk sepenuhnya dengan semen
spatula.
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Registration paste diletakan pada tiap jejak
cusp fungsional
• Letakkan kembali wax didalam mulut dan
minta pasien untuk menutup mulut sampai
gigi insisif mandibula berkontak kuat dengan
programming device.
• Minta pasien untuk menahan posisi tersebut
dengan tekanan sedang sampai registration
paste setting sempurna
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)
• Ketika pasta sudah set, keluarkan
interocclusal record dan compound
programmer dari dalam mulut.
• Gunakan pisau yang tajam untuk
membuang sisa/kelebihan dari registration
paste yang lebih dari 1.5mm dari cusp tip
pada berbagai arah.
• Kesuksesan teknik ini bergantung kepada
penggunaan bite registration paste yang sedikit.
• Operator yang kurang terlatih biasanya
menggunakkan pasta dalam jumlah besar, dan
sebaiknya di eliminasi sejak awal.
HT Shillingburg - Fundamentals of Fixed Prosthodontics (3e, Quintessence, 1997)