Anda di halaman 1dari 69

 Adalah solutio yang dimaksudkan untuk

pemakaian dalam (peroral). Selain berbentuk


larutan potio dapat juga berbentuk emulsi
atau suspensi.
 Ada 3 macam sirup yaitu :
◦ Sirup simpleks, mengandung 65 % gula dalam
larutan nipagin 0,25 % b/v.
◦ Sirup obat, mengandung satu atau lebih jenis obat
dengan atau tanpa zat tambahan digunakan untuk
pengobatan.
◦ Sirup pewangi, tidak mengandung obat tetapi
mengandung zat pewangi atau penyedap lain.
Penambahan sirup ini bertujuan untuk menutup
rasa atau bau obat yang tidak enak.
 Adalah sediaan larutan yang mengandung
bahan obat dan bahan tambahan (pemanis,
pengawet, pewarna dan pewangi) sehingga
memiliki bau dan rasa yang sedap dan
sebagai pelarut digunakan campuran air –
etanol.
 Disini etanol berfungsi mempertinggi
kelarutan obat pada elixir dapat pula
ditmbahkan glicerol, sorbitol atau
propilenglikol. Sedangkan untuk pengganti
gula bisa digunakan sirup gula.
 Adalah sediaan berupa larutan steril, jernih,
bebas pirogen, isotonis, digunakan untuk
membersihkan mata. Dapat ditambahkan zat
dapar dan zat pengawet.
 Tetes mata adalah larutan steril bebas
partikel asing merupakan sediaan yang
dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga
sesuai digunakan pada mata. Tetes mata juga
tersedia dalam bentuk suspensi, partikel
halus dalam bentuk termikronisasi agar tidak
menimbulkan iritasi atau goresan pada
kornea.
 Gargarisma / obat kumur mulut adalah
sediaan berupa larutan umumnya dalam
keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu
sebelum digunakan. Dimaksudkan untuk
digunakan sebagai pencegahan atau
pengobatan infeksi tenggorokan. Contohnya :
Betadin gargle
 Tetes mulut adalah Obat tetes yang
digunakan untuk mulut dengan cara
mengencerkan lebih dahulu dengan air untuk
dikumur-kumur, tidak untuk ditelan.
 Tetes hidung adalah obat yang digunakan
untuk hidung dengan cara meneteskan obat
kedalam rongga hidung, dapat mengandung
zat pensuspensi, pendapar dan pengawet.
Minyak lemak atau minyak mineral tidak
boleh digunakan sebagai cairan pembawa.
 Sediaan yang dimaksudkan untuk disedot
oleh hidung atau mulut, atau disemprotkan
dalam bentuk kabut kedalam saluran
pernafasan. Tetesan butiran kabut harus
seragam dan sangat halus sehingga dapat
mencapai bronkhioli.
 Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan,
emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus
dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu
sebelum digunakan, yang disuntikan dengan
cara merobek jaringan kedalam kulit atau
melalui kulit atau selaput lendir.
 Cairan yang pemakaiannya per rectum /
colon yang gunanya untuk membersihkan
atau menghasilkan efek terapi setempat atau
sistemik.
 Enema yang digunakan untuk membersihkan
atau penolong pada sembelit atau pembersih
feces sebelum operasi, tidak boleh
mengandung zat lendir. Selain untuk
membersihkan enema juga berfungsi sebagai
karminativa, emolient, diagnostic, sedativa,
anthelmintic dan lain-lain.
 Adalah larutan dalam air yang dimaksudkan
dengan suatu alat kedalam vagina, baik untuk
pengobatan maupun untuk membersihkan.
Karena larutan ini mengandung bahan obat
atau antiseptik.
 Contoh : Betadin Vagina Douche.
 Adalah cairan yang dipakai untuk
mendatangkan rasa dingin pada tempat-
tempat yang sakit dan panas karena radang
atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan
osmose digunakan untuk mngeringkan luka
bernanah.
 Contoh : Rivanol.
 Oles bibir adalah cairan agak kental dan
pemakaiannya secara disapukan dalam mulut.
 sediaan semi solid yang ditujukan untuk
pemakaian topikal pada kulit atau selaput
lendir (menurut Farmakope Indonesia edisi
IV).
 Tujuan Pembuatan Salep Pengobatan lokal
pada kulit, Melindungi kulit (pada luka agar
tidak terinfeksi), Melembabkan kulit.
 sediaan semi solid yang mengandung satu
atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi
dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini
secara tradisional telah digunakan untuk
sediaan setengah padat yang mempunyai
konsistensi relatif cair diformulasikan sebagai
emulsi air dalam minyak atau minyak dalam
air (Farmakope Indonesia edisi IV).
 sistem semipadat terdiri dari suspensi yang
dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau
molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh
suatu cairan (Farmakope Indonesia edisi IV).
 sediaan semi padat yang mengandung satu atau
lebih bahan obat yang ditujukan untuk
pemakaian topikal. Konsistensi pasta seperti
suspensi yang padat karena mengandung
konsentrasi bahan padat yang tinggi sekitar 30-
70%.
 Pasta umumnya dibuat dengan mencampurkan
zat padat langsung ke dalam sistem yang
dikentalkan dengan menggerus sebagai basis
untuk membentuk massa seperti pasta. Pasta
sebagai sediaan memiliki perubahan bentuk
plastis dengan suatu batas mengalir.
 campuran keringbahan obat atau zat kimia
yang dihaluskan. Sediaan serbuk diharapkan
tidak higroskopis sehingga tidak mudah
mencair ataupun menguap sehingga
penyimpanan serbuk obat harus terlindung
dari lembab, udara, panas dan oksigen serta
memperhatikan homogenitas
dalam pencampuran.
 Granulasi dilakukan untuk meningkatkan sifat
aliran yang berarti uniformitas massa dari
sediaan, mencegah pemisahan komponen
campuran, meningkatkan karakteristik dari
campuran, mengurangi bahaya lingkungan
untuk pekerja karena pembentukan debu dari
bahan toksik dan meningkatkan penampilan
produk.
 Sediaan padat mengandung bahan obat dengan
atau tanpa bahan pengisi. Harus merupakan
produk menarik yang mempunyai identitas
sendiri serta bebas dari serpihan, keretakan,
pemucatan, kontaminasi.
 Harus mempunyai permukaan yang halus, baik
dalam penampilan dan harus kompak sehingga
tidak akan mengalami friabilitas, pengelupasan
dalam wadah dan sanggup menahan guncangan
mekanik selama produksi dan pengepakan.
Harus mempunyai stabilitas kimia dan fisika
untuk mempertahankan sediaan dari pengaruh
lingkungan dan penurunan mutu zat berkhasiat.
 sediaan padat yang terdiri dari obat dalam
cangkang keras atau lunak yang dapat larut.
Kapsul harus mudah ditelan dan tidak
memiliki rasa dan bau yang tidak enak. Sifat
penting dari bahan aktif adalah ukuran
partikel dan kelarutan, formulasi kandungan
kapsul lunak, baik cairan, larutan dan
suspensi yang diisikan ke dalam kapsul harus
homogen.
 sediaan padat dalam berbagai bobot dan
bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina
atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau
melarut pada suhu tubuh. Supositoria tidak
toksik dan tidak merangsang, dapat
tercampur (kompatibel) dengan bahan obat,
dapat melepas obat dengan segera, mudah
dituang ke dalam cetakan dan dapat dengan
mudah dilepas dari cetakan, stabil terhadap
pemanasan di atas suhu lebur, stabil selama
penyimpanan.
 Adalah bentuk sediaan untuk injeksi atau
sediaan infus
 Menurut Farmakope Indonesia Edisi III, injeksi
adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi,
suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan
atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum
digunakan, yang disuntikkan dengan cara
merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui
kulit atau melalui selaput lendir (FI.III.1979).
 Obat Suspensi Injeksi adalah sediaan suspensi
serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak
disuntikan secara intravena atau ke dalam
saluran spinal
 Obat Suspensi Injeksi ditujukan untuk pemakaian
dengan cara menyuntikkannya ke dalam tubuh,
namun perlu digarisbawahi bahwa Sediaan Obat
Suspensi Injeksi ini tidak bisa disuntikkan secara
intravena.
 Stabilitas Obat Suspensi Injeksi bergantung
kepada ukuran partikel, kekentalan, jumlah
partikel (Konsentrasi), dan sifat partikel.
 Sediaan emulsi parenteral adalah disperi
heterogen dalam satu cairan yang tidak larut
dengan cairan lainnya
 Sediaan parenteral berbentuk emulsi banyak
digunakan sebagai sediaan total parenteral
nutrition yang berisi bahan aktif yang
umumnya berupa nutrisi seperti asam amino,
gula, lemak, dll
 Cara pemberian sediaan TPN melalui
intravena
 Adalah larutan dalam jumlah besar, terhitung
mulai dari 10 mL yang diberikan secara IV
tetes demi tetes dengan bantuan peralatan
yang cocok.
25/2/2009 32
 Berkaitan dengan aturan pakai
 Berkaitan dengan takaran/jumlah/satuan
 Berkaitan dengan perintah pembuatan
 Berkaitan dengan keterangan waktu
 Berkaitan dengan keterangan tempat
penggunaan obat
 Berkaitan dengan istilah bahan obat/bentuk
sediaan
 Istilah lainnya
Istilah bahasa latin Arti
ad 2 vic/ ad duas vices/ dalam dua kali
in 2 vc in duabus vicibus
ad libit ad libitum sesukanya
applic applicator/applicandum untuk digunakan
b bis dua kali
bid/ bis in die dua kali sehari
b in d
haust haustus diminum sekaligus
lit or litus oris tutul mulut
loc aeg/ locus aeger/ pada tempat yang sakit (luka)
loc dol/ locus dolens/
part dol/ parte dolente/
pa parte affectae
si necess sit/ si necesse sit/ jika perlu
si op sit / si opus sit/
prn pro renata
ter in d / ter in die/ tiga kali sehari
tdd ter de die
qdd quattuor de die/ 4 kali sehari/
quinque de die 5 kali sehari
u c/ usus cognitus/ pemakaian tahu
un usus notus
ue usus externus dipakai untuk luar
ui usus internus dipakai untuk dalam
uv usus veterinarus dipakai untuk kehewanan

25/2/2009 34
Istilah bahasa latin Arti
a/aa ana tiap-tiap
C/cochl cochlear sendok makan, 15 ml
cp cochlear pultis sendok bubur, 8 ml
cth cochlear theae sendok I, 5 ml
cc centimetrum cubicum sentimeter kubik
d i d/d in dim da in dimidio berilah separonya
d in 2plo da in duplo berilah dua kalinya
dtd da tales doses berikan sekian takaran
g/grm gramma gram
gr granum ± 65 mg
gtt guttae tetes
mg,mgr,mg milligramma miligram
ad sampai
no nomero jumlah
part vic partitus vicibus dalam dosis bagi
q l/ quantum libet/ banyaknya
q pl/ quantum placet/ sesukanya/secukupnya
qs quantum sufficit (satis)

25/2/2009 35
Istilah bahasa latin Arti
R/Rp/Rcp recipe ambillah
add adde tambahkan
agit agitation gojog
decanth decantha tuangkan
div in p aeq divide in partes aequales bagilah dalam bagian
yang sama
evap evaporetur, evapora diuapkan, uapkan
f fac, fiat, fiant buat, dibuat
filtr flitra, filtretur saring, disaring
guttat guttatim tetes demi tetes
la/sa lege artis/ secundum menurut aturan seni
artem
mf misce fac campur buat
cito disp cito dispensatur Hendaknya dibuat segera

25/2/2009 36
Istilah bahasa latin Arti
a ante sebelum
ac ante cibos/ sebelum makan
ante coenam
dc durante coenam selagi makan
dur dol durante dolor selagi sakit
feb dur febri durante selagi demam
pc post coenam setelah makan
alt hor/ alternis horis/ tiap jam
oh omni hora
dd de die sehari
h hora jam
hm hora matutina pagi-pagi
hd hora decubitus pada waktu tidur
hs hora somni pada waktu hendak tidur
m et v mane et vespere pagi dan malam
om omni mane tiap pagi
on omni nocte tiap malam
vesp vespere malam

25/2/2009 37
Istilah bahasa latin Arti
dext dexter kanan
a/aur auris telinga
ad auris dextra telinga kanan
al auris laeva telinga kiri
od oculuc dexter mata kanan
os oculuc sinister mata kiri
ocul utro oculo utro tiap mata

25/2/2009 38
Istilah bahasa latin Arti
aq aqua air
aq bisdest aqua bisdestillata air suling dua kali
aq bull aqua bulliens air mendidih
aq coct aqua cocta air direbus
aq comm aqua communis air biasa
aq dest aqua destillata air suling
aq ferv aqua fervida air panas, 85° – 95° C
aq glycer aqua glycerinate air gliserin
aq sacch aqua saccharata Air gula
bol boli pil yang besar
cer cera malam, lilin
clysm clysma lavemen
collut collutorium cuci mulut
collyr collyrium cuci mata
dil dilutus, dilutio encer, diencerkan
emuls emulsum emulsi
enem enema lavemen
epith epithema kompres
extr fl/ extractum fluidum/ ekstrak cair
Extr liq extractum liquidum

25/2/2009 39
Istilah bahasa latin Arti
extr sicc extractum siccum ekstrak kering
extr spiss extractum spissum ekstrak kental
garg gargarisma obat kumur
gran granulum butir
gutt ad aur guttae ad sures tetes telinga
inf Infunde, infusum sari, sarian
lav ophth lavementum cuci mata
ophthalmicum
mixt mixtura campuran
ppp pulvis pro pilulis campuran sama banyak
Succus dan Radix Liquiritae
past dentifr pasta dentifricia pasta gigi
pul pulvis, pulveratus serbuk, dibuat serbuk
pulv adsp pulvis adspersorius serbuk tabur
tct/ tinct/ tra tinctura tingtur
cap capsula kapsul
collun collunarium obat semprot hidung
aurist auristillae Tetes telinga
cr cremor krim
oculent oculentum salep mata

25/2/2009 40
Istilah bahasa latin Arti
c cum dengan
chart cer charta cerata kertas berlilin
char par charta paraffinata kertas parafin
d c f/ da cum formula berilah dengan
d c form formulanya
iter iteretur, iteratio diulang, ulangan
m i/ mihi ipsi/ untuk diri sendiri
up usus propium
n i/ ne iteretur tidak diulang
ne iter
non rep non reperatur Jangan diulang
ne det ne detur belum diserahkan
p i m/ periculum in mora berbahaya bila ditunda
per in mora
pp pro paupere untuk si miskin
rec recen baru (segar)
rec par recenter paratus dibuat segar
s signa tanda
ad man med/ ad manus medici/ diserahkan ke tangan
imm in manus medici dokter

25/2/2009 41
• Padanan nama resmi – nama lain
memuat nama resmi dan padanannya
dengan nama lain (nama lain : nama
generik tidak resmi meliputi nama lazim,
singkatan dan nama dagang).
• Indeks nama lain – nama dagang
memuat nama lain dan padanannya dengan
nama dagang.

25/2/2009 42
Nama resmi – Nama lain
Aminofilin : teofilinetilendiamin
Amoksisilin : alfa amino p-hidroksibenzilpenisilin
Ampisilin : ampisilin Na
Antifungi DOEN : salep benzoat-salisil
Asam asetil salisilat : asetosal, aspirin
Asam askorbat : vitamin C
Asam retinoat : isotretinoin, tretinoin
Asam salisilat : asam hidroksibenzoat
Asetaminofen : parasetamol
Benzil penisilin : penisilin G
Boraks gliserin : gliserinboraks
Coal tar : ter arang
Daktinomisin : aktinomisin
Dapson : DDS, sulfonildianilin
Deksametason : heksadekadrol
Dekstrometorfan : demorfan
Diazepam : metildiazepin
Digoxin : digoxidum
Dihidroergotamin : dehidrogen-ergotamin mesilat
Dimenhidrinat : difenhidramin, difenilhidantoin

25/2/2009 43
Nama resmi – Nama lain
Epinefrin : adrenalin
Estradiol : beta estradiol, dihidrofolikulin
Etakridin : rivanol
Etanol 70% : alkohol 70%, etilalkohol 70%,
spiritus 70%
Fenobarbital : feniletil malonil urea, fenobarbiton,
luminal
Fenoksimetil penisilin : penisilin V
Fenol cair : liq. Fenol
Fitomenadion : vitamin K
Flufenazin : triflumetazin
Framisetin : neomisin B
Furosemid : frusemid
Gameksan : gamabenzenheksaklorida
Gentamisin : garamisin
Gentian Violet : Cl 42555, metilviolet
Glibenklamid : glibensiklamid, gliburida
Glipizid : glidiazinamid
Gliseril Guaiakolat : gliserilguaiakol, guaiafenesin,
guaiakoran
Hidrokortison : hidroksikortisteron, kortikol, kortison

25/2/2009 44
Nama resmi – Nama lain
Idoksuridin : IDU
Iodin : yodium
Isoniazida : asam nicotinathidrazid, INH,
isonikotinilhidrazida
Isoprenalin : isoproterenol
Isosorbid dinitrat : sorbid nitrat
Kalsium folinat : leukoforin Ca
Kalsium hipoklorid : kaporit
Kalsium laktat : kalk
Karboadsorben : activated charcoal, arang aktif
Klomifen sitrat : kloramifen sitrat
Klonidin : dikloro fenilamin imidazolin
Klorfeniramin : CTM, Klorfeniramin maleat
Klorpromazin : aminazin
Metampiron : metamizol, antalgin
Piridoksina : vitamin B6
Tiamina :vitamin B1
Riboflavina : viatmin B2
Sianokobalamina : viatmin B12
Tokoferol : vitamin E
Menadion : vitamin K

25/2/2009 45
Nama lain Nama dagang
Ampisilin Na Amcillin (dumex)
Arcocillin (armoxindo)
Parpicillin (prafa)
Sanpicillin (sanbe)
Viccillin (meiji)
Analgin, antalgin, dipiron, metamizol, metil Duralgin (durafarma)
melubrin, natrium noramidopirina, Emmer (inti jaya)
metansulfonat, noraminofenazon, sulpirin Hufanal (gratia)
Mepron (meprofarm)
Panstop (armoxindo)
Sohogin (soho)
Tonagin (emba megafarma)
Asetosal, aspirin Aspilet (medifarma)
Aspirin (bayer)
Cafenol (sterling)
Naspro (Nicholas)
Solusol (konimex)
CTM, klorfeniramin maleat, klorfeniramin Alleron (mega esa)
hidrogen maleat Chlorophen (darya varia)
Chlorphenon (soho)
Phehachlor (phapros)
Piriton (glaxo)

25/2/2009 46
Nama lain Nama dagang
Digoxin; digoxinum; digoxosidum Digoxin sandoz (novartis)
Fargoxin (fahrenheit)
Lanoxin (Glaxo)
Furosemid Afrosic (heroic)
Arsiret (meprofarm)
Farsiretic (ifars)
Lasix (aventis)
Uresic (sanbe farma)
Heksadekadrol; deksamet; deksametason Benoson (bernofarm)
Betason (kimia farma)
Celestone (schering)
Cortidex (sanbe)
Dexa-M (dexa)
Indexon (interbat)
Kalmethason (kalbe farma)
Scandexon (Tempo)
Kotrimoksazol Abatrim (met galenika) Bactoprim (combiphar)
Bactricid (soho) Bactrim (Roche)
Kaftrim (kimia farma) Kaltrim (kalbe)
Mepotrim (meprofarm) Ottoprim (otto)
Primadex (dexa) Sanprima (sanbe)
Septrin (Glaxo) Trimoxul (interbat)

25/2/2009 47
Nama lain Nama dagang
Oralit Aqualyte (prafa)
Bioralit (indofarma)
Corsalit (corsa)
Parasetamol Alphagesic (apex pharma) Biogesic (biomedis)
Citomol (ciubros) Dumin (alpharma)
Farmadol (fahrenheit) Itramol (itrasal)
Ottopan (otto) Pamol (interbat)
Panadol (winthrop) Sanmol (sanbe)
Sumagesic (UAP) Tempra (meadjohnson)
Rifalzadin; rifampin, rifamycin Ipirif (tempo) Kalrifam (kalbe farma)
Rifabiotic (bernofarm) Rifampin (pharos)
Rifamtibi (sanbe) Rimactane (novartis)
Vitamin C Abriscor (tunggal idaman abadi) Ascorbin (kimia farma)
Cebion (merck) Extrace (ethica)
Redoxon (roche) Vicee (prafa)
Vitacimin (takeda) Xon-ce (kalbe)

25/2/2009 48
Nama obat Sedíaan lazim Khasiat obat
Kodein fosfat tablet 10 mg, 30 mg. analgetik narkotik,
anti tusif
Asam asetilsalisilat tablet 100mg, 500 mg analgetik non-narkotik
Asetaminofen tablet 100 mg, 500 mg; sirop antipiretik
120 mg/5 ml
Metampiron tablet 500 mg/tablet; injeksi analgetik non-narkotik
250 mg/ml
Alopurinol tablet 100mg anti gout

Fenilbutazon tablet 200 mg anti inflamasi

Ibuprofen tablet 200 mg; 400 mg analgetik-antipiretik

Diazepam tablet 2 mg dan 5 mg; injeksi anti epilepsi dan


5mg/ml; larutan rektum anti konvulsan
4mg/ml
Fenobarbital tablet 30mg, 100mg; injeksi anti epilepsi dan
50mg/ml anti konvulsan
Furosemid injeksi iv/im 10mg/ml; tablet diuretik
40mg
Spironolakton tablet 25mg, 100mg diuretik

Digoksin injeksi 0,25mg/ml; tablet obat kardiovaskulus


0,0625mg, 0,25mg
Kaptopril tablet 12,5mg; 25mg obat kardiovaskulus
Isosorbid dinitrat tablet sublingual 5mg anti angina

Propanolol tablet 10mg, 40mg anti angina/


anti eritmia

25/2/2009 49
Nama obat Sedíaan lazim Khasiat obat
Asam asetil salisilat: tablet 80mg anti trombotik

Amoksisilin anhidrat; kapsul/tablet 250mg, 500mg; antibakteri


amoksisilin sirop kering 125mg/ml

Doksisiklin kapsul 100mg antibakteri

Tetrasiklin kapsul 250mg, 500mg antibakteri

Kloramfenikol kapsul 250mg; suspensi antibakteri


125mg/5ml; serbuk injeksi
100mg/ml
Kotrimoksazol DOEN tablet 120mg, 240mg,480mg, antibakteri
960mg
Eritromisin kapsul 250mg (stearat); sirop antibakteri
kering 200mg/5ml
Metronidazol tablet 250mg, 500mg; anti protozoa
supositoria 500mg; infus
5mg/ml
Rifampisin tablet 300mg, 450mg, 600mg anti TBC
Etambutol tablet 250mg; 500mg anti TBC

Isoniazida; INH tablet 100mg; 300mg anti TBC

Pirazinamid tablet 500mg anti TBC

Griseofulvin tablet micronized 250mg anti fungi


Ketokonazol tablet 200mg anti fungi

Asiklovir tablet 200mg, 400mg anti virus

25/2/2009 50
Nama obat Sedíaan lazim Khasiat obat
Asam folat tablet 1mg, 5mg Obat sistem darah
Besi (II) Sulfat tablet 300mg Obat sistem darah

Sianokobalamin; vitamin B12 tablet 150mcg, injeksi Suplemen vitamin


500mcg/ml
Fitomenadion; vitamin K tablet 10mg; injeksi 10mg/ml Obat sistem darah

Warfarin tablet 5mg Obat sistem darah

Kalsium laktat; kalk tablet 500mg Suplemen vitamin


Piridoksin; vit B6 tablet 10mg, 25mg Suplemen vitamin

Retinol; vit A; akseroftol; injeksi 100.000 UI; 100.000UI Suplemen vitamin


antiseroftalmik dalam minyak; kapsul lunak
200.000 UI; tablet 50.000 UI
Tiamin; vitamin B1; aneurin tablet 50mg; injeksi 100mg/ml Suplemen vitamin

Antasida DOEN I tiap tablet Al(OH)3 200mg, Antasida dan anti ulkus
Mg(OH)2200mg
Antasida DOEN II tiap 5ml suspensi: Al(OH) 3 Antasida dan anti ulkus
200mg
Ranitidin tablet 150mg Anti ulkus

Metoklopramid tablet 10mg; injeksi 5mg/ml Anti emetik

Bisakodil supositoria 5mg; 10mg; tablet Katartik


mg

25/2/2009 51
Nama obat Sedíaan lazim Khasiat obat
Aminofilin teofilinetilendiamin: tablet Anti asma
150mg; injeksi 24mg/ml
Deksametason tablet 0,5mg, 0,75mg; injeksi Anti inflamasi
5mg/ml (natrium fosfat)
Efedrin (HCl) tablet 25mg Anti asma

Salbutamol tablet 2mg, 4mg; aerosol Anti asma


100µg/dosis; larutan inhalasi
0,5%; larutan respirator-
nebulizer 2,5mg/2,5ml; injeksi
50µg/ml
Dekstrometorfan sirop 10mg/5ml; tablet 15mg Anti tusif

Gliseril guaikolat tablet 100mg Ekspektoran

Hidrogenperoksida cairan 30%; larutan 3% Obat topikal (telinga)

Klorfeniramin tablet 4mg; injeksi 5mg/ml Anti histamin

Glibenklamid tablet 5mg Anti diabetik oral

Metformin: tablet 500mg Anti diabetik oral

Prednison tablet 4mg Kortikosteroid

Gentian violet: larutan 1%, 2% Anti fungi

Hidrokortison: krim hidrokortison asetat 1%, Anti inflamasi


2,5%
Povidon iodine larutan 10% Anti septik

25/2/2009 52
Bedak Purol (Loco) Bedak Salicyl 2% 3%
R/ Acid. salicyl. 2 (Salicyl talk)
Bals. peruvian 2 R/ Acid. salicyl. 2 3
Adip. Lanae 4 Talc. venet. ad.100 100
Magn. oxyd. 10
Zinc. oxyd. 10
Talc. venet. ad. 100

Cleansing cream Suncream


R/ Acid. stearin. 145 R/ Chinin. sulfat. 1
Triaethanolamin. 15 Acid. hydrochl. dil. q.s.
Adip. Lanae 30 Cerae alb. 1
Paraf. liq. 250 Spermaceti 2,5
Aq. dest. 550 Ad. Lanae 15
Nipagin q.s. Aq. Rosar. 5

25/2/2009 53
Unguentum Whitfield Pasta Zinci Oleosa
R/ Acid. salicylic 5 (Zinkolie)
Acid. benzoic 5 R/ Zinci oxyd. 60
Lanolin 45 Ol. Sesami 40
Vaselin ad 100
Lotio Kummerfeldi Potio Nigra Contra Tussim
(Aqua cosmetica Kummerfeldi) (Obat Batuk Hitam)
(Obat – kukul) R/ Succi Liquir. 10
R/ Sulf. praec. 20 Ammon. Chlorid. 6
Camph. 3 S.a.s.a. 6
Mucil. Gumm. arab. 10 Aq. dest. ad 300
Sol. Calc. hydrat. 134
Aq. Rosar. 133

25/2/2009 54
Unguentum 2 - 4 Unguentum Acidi Borici
R/ Acid. salicyl. 2 (Boorzalf)
Sulf.praecip. 4 R/ Acid. boric. 10
Vaselin flav. ad 100 Vasel. alb. ad 100

Unguentum Ichtyoli Unguentum Leniens


(Salep Ichtyol) (Cold cream)
R/ Ichtyol. 10 R/ Malam putih 5
Vas. flav. ad 100 Cetaceum 10
Lilin domba 10
Ol.Sesami 50
Air 20
Tinct.Benzoes 5

25/2/2009 55
R/ Acid salicylic 3
Amyl. Oryzae 10
Talc. Venet. ad 100
m.f.pulv.
S.u.e
did
Pro : Palvi

25/2/2009 56
R/ Aminofilin mg 200 R/ Aminofilin 2
CTM mg 2 CTM mg 20
Extr. Belladon mg 10 Extr. Belladon mg 100
Lactosum q.s Lactosum q.s
m.f.pulv.dtd. No X m.f.pulv. No X
Stddp Stddp

d.i.d d.i.d
Pro : Paris Pro : Paris

25/2/2009 57
R/ Caps c. Tetracyclin Hcl 0,250 No.XII
S.t.d.d.caps I

R/ Tetracyclin Hcl mg 250


m f caps dtd No XII
S t d d caps I

25/2/2009 58
R/ Ungt. 2-4 10
S.u.e

R/ Ungt. Liniens Ph.Ned.V10


S.u.c

R/ Pasta Zinci Ph.Ned.V 30


S.t.d.d.u.e

25/2/2009 59
R/ Asetosal 3 R/ Ol. Iecoris Aselli 50
Ol. Cacao qs Pulv. Gummi arabici 15
m.f.l.a.suppos.No.VI Glycerol 5
S.m.et.vesp.suppos I Aquae
37,5
Ol. Cinnamomi gtt III
m.f. emuls.
S.t.d.d. Cth.I

25/2/2009 60
R/ Sulf.Praecip. 10
Camphor 1
PGA 2
Sol. Calc.Hydroxyd.
Aquae aa 50
m.f. potio
S.b.d.d.u.e

25/2/2009 61
R/ Parasetamol Syr Fl I
Adde Luminal Na mg 150
S p r n cth I

25/2/2009 62
25/2/2009 63
25/2/2009 64
25/2/2009 65
25/2/2009 66
Dr. Sehat Walafiat
SIP No. 1001/xd/2018
Jl. A. Yani No. 10 Bukit tinggi
Tlp. 0373 – 342900

Mataram, 3 September 2018

R/ Amoxan 500 mg No. XII


S 3 dd 1 Tab 1 P.C

R/ Ponstan No. XII


S. P.r.n 1 P.C

Pro : Ny. Lestari


Umur : 13 Tahun
Alamat : Mawar
Dr. Sehat Walafiat
SIP No. 1001/xd/2018
Jl. A. Yani No. 10 Bukit tinggi
Tlp. 0373 – 342900

Mataram, 3 September 2018

Iter 2x R/ Ampicilin 500 mg No. XII


S 3 dd 1 Tab 1 P.C

R/ Asam Mefanamat No. XII


S. P.r.n 1 P.C

Pro : Ny. Dita


Umur : 50 Tahun
Alamat : Melati
Dr. Sehat Walafiat
SIP No. 1001/xd/2018
Jl. A. Yani No. 10 Bukit tinggi
Tlp. 0373 – 342900

Iter 2x Mataram, 3 September 2018

R/ Ampicilin 500 mg No. XII


S 3 dd 1 Tab 1 P.C

R/ Asam Mefanamat No. XII


S. P.r.n 1 P.C

Pro : Ny. Dita


Umur : 50 Tahun
Alamat : Melati
Dr. Sehat Walafiat
SIP No. 1001/xd/2018
Jl. A. Yani No. 10 Bukit tinggi
Tlp. 0373 – 342900
Mataram, 3 September 2018

R/ Dexamethason 1/4 tab


CTM 2 mg
Salbutamol 1/3 tab
m.f. Pulv No. XII
S 3 dd 1 Pulv P.C

Pro : Nina
Umur : 20 Tahun
Alamat : Anggur

Sediaan CTM di Apotek 4 mg


Hitung Pengambilan Obatnya ?
TERIMAKASIH
SEMOGA BERMANFAAT