Anda di halaman 1dari 32

Cara Menghitung Standarisasi

Langsung dan Tidak Langsung


FERINA YOLLANDA
1611221016
OUTLINE
1. Konsep Standarisasi
2. Perhitungan Standarisasi Langsung
3. Perhitungan Standarisasi Tidak Langsung
4. Adjusted Death Rate
Angka Kematian Kasar
Crude Death Rate ( CDR )
Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun
dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun
tersebut

Biasanya CDR dinyatakan untuk tiap 1000 orang atau


(0/00)

Persamaan CDR :
Jumlah kematian
CDR =
Jumlah penduduk tengah tahun
D
CDR = _____ x k
P

Keterangan:
D = jumlah kematian dalam satu tahun
P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = konstanta (1000)
Contoh :
Jumlah penduduk Kota Malang pada tanggal 31
Desember 2000 = 756.982 jiwa, dan pada 31
Desember 2001 = 763.644 jiwa.
Maka penduduk tengah tahun Kota Malang tahun
2001 = (756.982 + 763.644) / 2 = 760.313 jiwa.
Apabila ada 856 kematian selama tahun 2001 maka
CDR Kota Malang tahun 2001 = (856 / 760.313 ) x
1000
= 1,13 0/00 atau 1,13 tiap 1000 penduduk
CDR adalah angka kasar.

Mengapa ?

Risiko kematian untuk setiap kelompok


penduduk : tidak sama untuk semua variabel

Meskipun angka kasar, tetapi CDR sudah umum


dipakai diseluruh dunia
Kelebihan CDR:

1. Mudah dihitung dengan cepat, karena itu bisa


segera diinformasikan ke masyarakat
2. Dapat memberi kesimpulan awal/ petunjuk
pendahuluan mengenai tingkat kematian, serta
bisa juga diketahui trend-nya
3. Dapat untuk menyelidiki fluktuasi kematian
pada periode waktu tertentu
4. Tidak memerlukan data kematian berdasarkan
kriteria tertentu
Kelemahan CDR:

1. Tidak menggambarkan kematian berdasarkan


kriteria / variabel tertentu
2. Hasilnya merupakan angka rata-rata, sedangkan
tingkat kematian anata kelompok dalam
populasi mungkin berbeda
3. Kurang aman untuk tujuan komparasi /
perbandingan, sehingga harus hati-hati
Angka Kematian Menurut Umur
Age Specific Death Rate ( ASDR )

Jumlah kematian penduduk umur i


ASDR = xk
Jumlah penduduk tengah tahun umur i

Di
ASDR = xk
Pi

Di : Jumlah kematian penduduk kel. umur i


Pi : Jumlah penduduk tengah tahun kel. umur i
k : konstanta (1000)

 Grafik ASDR mempunyai pola khas yaitu seperti huruf ‘U’


Hubungan CDR dan ASDR

CDR adalah jumlah timbangan ASDR yang ditimbang

Penimbangnya adalah proporsi jumlah penduduk


dalam tiap kelompok umur pada penduduk tengah
tahun
Kelompok Jumlah Jumlah Tingkat
umur penduduk kematian kematian
tengah tahun tahun x tahun (0/00)
0 – 34 2000 40 20
> 35 1000 80 80
Jumlah 3000 120 40
(CDR)

CDR pada contoh penduduk di atas adalah 40 0/00

Angka ini adalah jumlah dari dua angka kematian menurut


umur (ASDR) : 20 dan 80 yang ditimbang
STANDARISASI
Sebagaimana telah disebutkan pada bahasan sebelumnya,
bahwa banyak variabel yang mempengaruhi angka kematian,
antara lain:
 Umur / komposisi umur
 Tempat tinggal (desa, kota)
 Pekerjaan
 Jenis kelamin
(hampir secara universal wanita lebih rendah tingkat
kematiannya dari pada pria, hampir pada semua
kelompok umur)
 Status perkawinan
(pada umur dewasa, mereka yang kawin lebih rendah
tingkat kematiannya dari pada bujangan, janda / duda,
dan cerai )
STANDARISASI
 Standarisasi dilakukan untuk menyingkirkan /
mengendalikan pengaruh berbagai variabel pada
pengukuran angka kematian
 Menghasilkan ukuran tunggal (summary index) untuk
perbandingan populasi. Biasanya yang perlu di-adjust :
umur dan jenis kelamin.

Cara standarisasi ada dua yaitu:


1. Standarisasi langsung (Direct standarisation)
2. Standarisasi tak langsung (Indirect standarisation)
STANDARDISASI LANGSUNG

 Adalah standardisasi angka kematian dengan


menggunakan suatu penduduk standar untuk
mengaplikasikan Angka Kematian Spesifik
menurut Umur (ASDR) dari masing-masing
penduduk yang akan dibandingkan.
 Direct : ASDR penduduk yang dibandingkan
diaplikasikan pada distribusi penduduk standar
STANDARISASI LANGSUNG
(Direct standarisation)
Standarisasi langsung dilakukan dengan syarat ada data:
a. Untuk populasi standar:
1. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur
2. Jumlah penduduk seluruhnya

b. Untuk populasi yang distandarisasi


1. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur
2. Jumlah kematian berdasarkan kelompok umur

Selain itu Populasi standar dan populasi yang akan


distandarisasi harus diketahui CDR nya
 Prosedur dalam menghitung standarisasi langsung :

1. Pilih suatu populasi standat dengan diketahui distribusi


umur (misalnya distribusi umur hasil sensus).
2. Kalikan tingkat kematian umur spesifik (age specific
death rate) dari kelompok pembanding dengan distribusi
umur yang sam dalam populasi standar.
3. Hitung jumlah kematian yang diperkirakan (expected
death) dalam populasi standar jika tingkat kematian
spesifik umur dari kelompok pembanding diberlakukan
dalam populasi standar (ini hanya hipotesis)
4. Jumlahkan semua kematian yang diperkirakan dan dibagi
dengan jumlah populasi standar
5. Buat pernyataan tentang tingkat kematian setelah
menghilangkan efek umur untuk semua kelompok
pembanding.
6. Jumlah kematian yang diperkirakan (expected number of
death) = tingkat kematian spesifik umur (age specific
mortality rate) dari kelompok pembanding X distribusi
spesifik umur dalam populasi standar.
7. Tingkat kematian yang distandarisasi umur (age adjusted
mortality rate) = jumlah kematian yang diperkirakan/ total
populasi standar.
a. CDR populasi B yang distandarisasi (Populasi A sebagai
standar)
CDRB standarisasi =
 PiA DRiB
i

=
 PiA
i

2000 x 25 3000 x 75
= +
5000 5000
= 10 + 45
= 55 per 1000 penduduk ( 55 0/00 )
b. CDR populasi A yang distandarisasi (Populasi B sebagai
standar)

CDRA standarisasi =
 PiB DRiA
i

=
 PiB
i

4000 x 35 1000 x 50
= +
5000 5000
= 28 + 10
= 38 per 1000 penduduk ( 38 0/00 )
Standarisasi Tidak Langsung
(Indirect Standarisation)

Standarisasi tidak langsung dapat dilakukan apabila:


a. Populasi standar diketahui:
1. ASDR nya
2. CDR nya

b. Populasi yg akan distandarisasi diketahui:


1. Jumlah penduduk menurut kelompok umur
2. Jumlah kematian seluruhnya (yang sesungguhnya)
3. CDR nya
STANDARDISASI TIDAK LANGSUNG

 Adalah standardisasi angka kematian dengan


menggunakan suatu himpunan Angka Kematian
Spesifik menurut Umur (ASDR) standar yang
kemudian diaplikasikan pada masing-masing
penduduk yang akan dibandingkan, untuk
memperoleh angka kematian yang diperkirakan.
Prosedur standarisasi tak langsung:
1. Susun populasi yang akan distandarisasi menurut
kelompok umur.
2. Tentukan populasi standar yang diketahui ASDR nya.
3. ASDR populasi standar diterapkan pada populasi yang
akan distandarisasi.
4. Hitung expected death pada setiap kelompok umur, dengan
persamaan: jumlah penduduk menurut kelompok umur x
ASDR populasi standar.
5. Jumlahkan seluruh expected death nya.
6. Hitung Standarized Mortality Ratio (SMR ) pada populasi
yang distandarisasi dengan persamaan:

Actual death
SMR =
Expected death

7. Hitung Indirect Standarized Death Rate dengan persamaan:

ISDR = SMR x CDR populasi standar


Contoh :

ASDR populasi A (x Populasi B


Umur 1000) Jumlah Penduduk Expected Death

0–4 4,37 567.104 2.478


5 – 14 0,45 504.028 227
15 – 24 1,02 401.294 409
25 – 44 1,76 597.025 1.051
45 – 64 10,44 487.071 5.085
> 65 68,94 201.238 13.873

2.475.760 23.123
Diketahui :
CDR Populasi A = 8,860/00
CDR Populasi B = 9,080/00
Jumlah seluruh kematian populasi B yang sesungguhnya =
22.487 jiwa
Dihitung :
Actual death
SMR =
Expected death

22.487
SMR = = 0,972
23.123
Indirec Standarized = SMR x CDR pop stand
= 0,972 x 8,86
= 8,61 per 1000 penduduk
atau (8,610/00)
TERIMA KASIH