Anda di halaman 1dari 43

PATROLI

DASAR HUKUM
 UU NO. 17 TAHUN 2006 TTG KEPABEANAN
 UU NO. 39 TAHUN 2006 TTG CUKAI
 PP NO. 21 TAHUN 1996 TTG PENINDAKAN DI
BIDANG KEPABEANAN
 PP NO. 23 TAHUN 1996 TTG PENINDAKAN DI
BIDANG CUKAI
 KEP DIRJEN BC NO. KEP-58/BC/1997 TGL 3 JULI
1997 TTG PATROLI BEA DAN CUKAI
 KEP DIRJEN BC NO P-53/BC/2010 TENTANG
TATA LAKSANA PENGAWASAN
PENGERTIAN

 BERASAL KATA INGGRIS = MERONDA

 SE BERSAMA MENKEU RI DAN KEPALA BAKN


NO. SE-85/MK/1989, NO. 49/SE/1989 TANGGAL 18
OKTOBER 1989 TTG ANGKA KREDIT BAGI
JABATAN PEMERIKSA BEA DAN CUKAI
 KEGIATAN PENGAMANAN KELILING ATAS
KEMUNGKINAN ATAU PENCEGAHAN TERJADINYA
TINDAK PELANGGARAN/KEJAHATAN MENURUT
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
BERLAKU BAIK DI DARAT, DI LAUT, DAN DI UDARA
MAKSUD DAN TUJUAN PATROLI

 MENGAWASI AGAR SARANA PENGANGKUT MELALUI


JALUR YG DITETAPKAN

 MENCEGAH TERJADINYA TINDAK PELANGGARAN


KETENTUAN KEPABEANAN DAN CUKAI

 MENCEGAH TERJADINYA KERUGIAN NEGARA

PERHATIAN !
- PATROLI HARUS DILAKSANAKAN SECARA EFFEKTIF DAN
EFFISIEN, SERTA TIDAK MENGHAMBAT KELANCARAN ARUS
BARANG, DOKUMEN DAN BARANG, PERJALANAN PENUMPANG,
AWAK KAPAL, DAN ORANG
WILAYAH PATROLI
 DARAT
 DILAKUKAN DI DALAM DAN DI LUAR WILAYAH PELABUHAN
BAGIAN DARAT
 SELURUH WILAYAH DARAT REPUBLIK INDONESIA DI LUAR
KAWASAN PABEAN
 LAUT
 DILAKUKAN DI DALAM DAN DI LUAR WILAYAH PELABUHAN
BAGIAN LAUT
 SELURUH WILAYAH PERAIRAN INDONESIA, LAUT
TERITORIAL, ZONA TAMBAHAN, ZEE, LANDAS KONTINEN
TERUTAMA PADA PULAU-PULAU BUATAN DAN INSTALASI-
INSTALASI
 UDARA
 DILAKUKAN DI WILAYAH TERITORIAL UDARA RI
 SELURUH RUANG UDARA DI ATAS WILAYAH DARATAN DAN
WILAYAH LAUT RI
SARANA PATROLI
 KAPAL LAUT
KAPAL PATROLI CEPAT, KEC : 25 KNOT/JAM
KAPAL PATROLI LOKAL
SPEED BOAT
RADAR PANTAI

 PESAWAT UDARA
PAPER NAVAYO
TWIN COMMANCE
HELIKOPTER

CATATAN :
- PATROLI DARAT DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN
KENDARAAN DARAT DAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN
JALAN KAKI
PEJABAT YG BERWENANG
MENERBITKAN SPRINT

 DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


 DIREKTUR P2
 KEPALA KANTOR WILAYAH
 KABID P2 PADA KANTOR WILAYAH
 KEPALA KANTOR PELAYANAN BEA DAN
CUKAI
 KEPALA SEKSI P2 KP DJBC
DAERAH PATROLI
 PELABUHAN UDARA
 PELABUHAN LAUT INTERNASIONAL
 PERAIRAN PELABUHAN
 LAUT TERITORIAL, PERAIRAN PEDALAMAN, DAN
PERAIRAN KEPULAUAN
 TEMPAT-TEMPAT TERTENTU DI ZEE DAN LANDAS
KONTINEN
 TPS DI DALAM DAN DI LUAR DI KAWASAN PABEAN
 KAWASAN BERIKAT DAN GUDANG BERIKAT
 PABRIK, TEMPAT PENYIMPANAN, DAN TEMPAT
PENIMBUNAN BKC
 TEMPAT PENJUALAN ECERAN
 KANTOR POS TUKAR DAN LALU BEA
 PERBATASAN DARAT
PATROLI DARAT

BANDARA INTERNASIONAL

 WILAYAH DALAM BANDARA


 SEKITAR TEMPAT PEMBONGKARAN/PEMUATAN KE
PESAWAT
 PINTU-PINTU YANG MEMILIKI AKSES KE LUAR
 TERMINAL-TERMINAL DOMESTIK
 PLATFORM
 KANTOR-KANTOR YANG BERADA DI DALAM BANDARA
 GUDANG-GUDANG PENIMBUNAN SPARE-PART
 PINTU UDARA TPS GD IMPOR/EKSPOR
 DAERAH SEKITAR GUDANG DOMESTIK
 GUDANG TRANSIT LUAR NEGERI
 TEMPAT PENIMBUNAN CONTAINER KOSONG
 TEMPAT PEMBONGKARAN BAGASI DARI CONTAINER
KE ATAS CONVEYER BELT
PATROLI DARAT

BANDARA INTERNASIONAL
 WILAYAH LUAR BANDARA

 PINTU-PINTU KELUAR BANDARA


 PINTU DARAT DAN TEMPAT PEMUATAN BARANG
IMPOR KE ATAS TRUK
 JALAN ANTARA GUDANG IMPOR DGN KANTOR POS
TUKAR (BILA ADA)
 JALAN ANTARA GUDANG IMPOR DENGAN TEMPAT
PENIMBUNAN PABEAN (BILA ADA)
 GUDANG PENIMBUNAN BARANG TOKO BEBAS BEA
(BILA ADA)
 TPS DI LUAR KAWASAN PABEAN (BILA ADA)
 SEKITAR PINTU DARAT GUDANG EKSPOR
 JALAN ANTARA GUDANG IMPOR DGN KAWASAN
BERIKAT
PATROLI DARAT

PELABUHAN LAUT INTERNASIONAL

 SEKITAR DERMAGA / KADE


 JALAN-JALAN SEKITAR KAWASAN
PABEAN
 JALAN-JALAN DI LUAR KAWASAN
PABEAN YANG MENYUSURI PANTAI
 JALAN ANTARA WIL PERGUDANGAN
DENGAN KAWASAN BERIKAT
PATROLI DARAT

KANTOR CUKAI / KAWASAN BERIKAT

 KANTOR CUKAI
 PABRIK, TEMPAT PENYIMPANAN, TEMPAT
USAHA PENYALUR, TEMNPAT PENJUALAN
ECERAN
 PEREDARAN BEBAS BKC
 KAWASAN BERIKAT
 PINTU MASUK KB
 JALAN-JALAN SEKITAR KB
 JALAN-JALAN ANTARA KB DENGAN KB
PATROLI UDARA

 PESAWAT UDARA UTK PATROLI UDARA DI


BAWAH PENGAWASAN LANGSUNG
DIREKTORAT P2 KP DJBC
 KP DJBC YANG MEMBUTUHKAN SARANA
PATROLI UDARA DAPAT MENGAJUKAN KEPADA
DIR. P2
 PENYEDIAAN PESAWAT UDARA TERMASUK
JUGA PILOT, CO PILOT, DAN FLIGHT ENGINEER
 SURAT PERINTAH TERBANG DITERBITKAN
OLEH DIR P2
 SURAT PERINTAH PATROLI DITERBITKAN OLEH
KEPALA KP DJBC
TUGAS POKOK
PATROLI LAUT

Kep. Bersama Menhankam/Pangab, Menkeu , dan Jaksa Agung No. Kep.b/45/XI/1972 – SK-901/M/1972 –
Kep-779MK/11/12/1972 – JSB/72/1 – dan Kep-685/JA/121972

MENEGAKAN HUKUM WILAYAH PERAIRAN INDONESIA,


LAUT BEBAS, DAN DI SEKITAR PERAIRAN INDONESIA
UNTUK MENJAMIN KEAMANAN DAN KETERTIBAN
NEGARA SERTA MENCEGAH PERBUATAN ATAU
TINDAKAN PELANGGARAN YANG MENGAKIBATKAN
KERUGIAN PADA KEBUDAYAAN DAN PEREKONOMIAN
NEGARA SESUAI DENGAN PERATURAN HUKUM YANG
BERLAKU
PATROLI LAUT

 Dilaksanakan secara RUTIN dan SEWAKTU-


WAKTU dalam rangka PENCEGAHAN
PELANGGARAN kepabenanan dan/atau cukai,
termasuk UNTUK MENCARI DAN MENEMUKAN
DUGAAN PELANGGARAN KEPABEANAN
dan/atau CUKAI

 Dilaksanakan di seluruh wilayah perairan


Indonesia serta tempat-tempat tertentu di ZONA
EKONOMI EKSKLUSIF dan LANDAS KONTINEN
1. MENGAMBIL TINDAKAN TERHADAP KAPAL-KAPAL ASING/INDONESIA
YANG MELANGGAR KETENTUAN-KETENTUAN PERAIRAN INDONESIA

2. MENCEGAH TINDAKAN-TINDAKAN SUBVERSIF, INFILTRASI, DAN


W TINDAKAN TINDAKAN LAIN YANG BERTENTANGAN DAN MEMBAHAYA
E KAN KEDAULATAN, KEAMANAN DAN KEPENTINGAN NEGARA
W
E 3. MEMBERANTAS PENYELUNDUPAN DALAM SEGALA BENTUK
N
4. MEMBERANTAS IMIGRASI GELAP
A
N 5. MEMBERANTAS PERDAGANGAN BARANG-BARANG TERLARANG
G SEPERTI NARKOTIKA, UANG PALSU, MESIU DAN SENJATA API

6. MEMBERANTAS PERDAGANGAN BUDAK BELIAN DAN WANITA


P
A 7. MEBERANTAS PENCURIAN IKAN DAN HASIL LAUT LAINNYA
T
8. MENGAWASI KEAMANAN NAVIGASI DI PERAIRAN, DALAM RANGKA
R
TUGAS INTERNASIONAL (RAMBU-RAMBU, MERCU SUAR)
O
L 9. MEMBANTU USAHA-USAHA PENCARIAN PERTOLONGAN DAN
PENYELAMATAN DI LAUT (SAR LAUT) DIMANA DIPERLUKAN
I
10. MENCEGAH DAN MENGAMANKAN PENCEMARAN LAUT
(POLLUTION AT SEA).
TUGAS TAMBAHAN PATROLI LAUT

 PATROLI KEAMANAN LAUT BERDASARKAN PERMINTAAN


BADAN KEAMANAN LAUT (BAKAMLA)

 PATROLI DALAM RANGKA SEARCH AND RESCUE (SAR)


BERDASARKAN PERMINTAAN BADAN SAR NASIONAL/DAERAH

 PATROLI DALAM RANGKA HANKAM DAN PENGAMANAN


PEJABAT NEGARA BERDASARKAN PERMINTAAN
MENHANKAM/PANG. TNI

 MEMBANTU INSTANSI LAIN BERDASARKAN PERMINTAAN


ATAS DASAR NOTA KESEPAHAMAN.
SARANA PENUNJANG OPERASI P2

• Kapal Patroli Cepat Jenis FPB 28


# Kayu : 27 unit
# Aluminium : 5 unit

• Kapal Patroli Lokal


# Fiber Glass : 10 unit
# Kevlar (VSV-15) : 10 unit

• Speed Boat : 155 unit


SARANA PENUNJANG OPERASI P2

Coastal Surveillance RADAR & Radio Communication :


• 1 Control Center of Coastal Surveillance RADAR
• 2 RADAR Head of Coastal Surveillance RADAR
• 324 HF/SSB Radio Communication
• 189 Base Station UHF
• 35 Repeater Unit
• 884 Handy Talky Radio

Senjata Api (4.689 Pucuk) :

•Revolver Taurus Kaliber. 32 ,992 Pucuk tahun 1981, Produksi Brazil


•Pistol / Lain-lain 41 Pucuk
•Senapan Valmet Kaliber. 222 Rem. 866 Pucuk tahun 1981. Produksi
Finlandia
•Senapan SKS Kaliber. 7,62 mm 262 Pinjaman TNI angkatan darat
•SMB Browning Kaliber 12,7 mm28Pinjaman TNI angkatan laut
•Pistol P-3 kaliber 7.65 mm1500Pengadaan tahun 2006.Produksi PT.PINDAD
•Senapan SS1 kaliber .222.1000 Pucuk tahun 2006. Produksi PT.PINDAD
SARANA PENUNJANG OPERASI P2

Anjing Pelacak Narkotika : 25 Ekor


Kantor Pusat DJBC : 12 Ekor
KPBC Tipe A Khusus SH : 3 Ekor
KPBC Tipe A Medan : 3 Ekor
KPBC Tipe A Bali : 5 Ekor
KPBC Tipe A Batam : 2 Ekor

Mesin X-Ray
HI Co Scan CIS : 4 Unit
X-Ray Mobil : 7 Unit
X-Ray Airport (Cargo/Cabin) : 81 Unit
Entry Scan (Ion Scan) : 4 Unit
PELAKSANA PATROLI LAUT

 DILAKSANAKAN OLEH SATUAN TUGAS BEA DAN


CUKAI TERDIRI DIRI DARI MIN :
 KOMANDAN PATROLI
 WAKIL KOMANDAN PATROLI
 NAKHODA
 AWAK KAPAL SBG ANGGOTA
 SATGAS DITUNJUK OLEH PEJABAT YG
BERWENANG MENERBITKAN SURAT PERINTAH
 SATU ORANG ANGGOTA SATGAS SEBAIKNYA
BERKUALIFIKASI SBG PPNS DJBC
 WA KOPAT MIN BERKUALIFIKASI TEKNIS
KEPABEANAN DAN CUKAI DPT II/DTST I
KOMANDAN PATROLI DAN NAKHODA

 KOMANDAN PATROLI BERTANGGUNG JAWAB


SEBAGAI PIMPINAN TUGAS PATROLI LAUT,
SEKURANG-KURANGNYA BERPANGKAT
PENGATUR/GOL. IIc DAN MEMILIKI KUALIFIKASI
TEKNIS PEMERIKSA
 NAKHODA BERTANGGUNG JAWAB DALAM
PENGOPERASIAN KAPAL, KESELAMATAN
KAPAL DAN PERSONIL SERTA TUGS LAINNYA
YANG BERKAITAN DENGAN TUGAS PATROLI
LAUT DARI KOMANDAN PATROLI
KEGIATAN PATROLI LAUT

 Dilaksanakan sesuai wilayah kerja Kantor


Pelayanan atau Patroli Laut Gabungan
dalam satu wilayah kerja Kantor Wilayah
 Memanfaatkan kapal patroli Pangkalan
Sarana Operasi (PSO)
 Dilaksanakan secara lintas wilayah kerja
Kantor Wilayah dengan skema Kerja Sama
Operasi (KSO) atau Bawah Kendali Operasi
(BKO) atau TERPADU
PERSIAPAN PATROLI LAUT DAN
UDARA

 SURAT PERINTAH Patroli (SPP) kepada KOMANDAN PATROLI


 SURAT PERINTAH BERLAYAR (SPB) / TERBANG Kepada
Nakhoda/pilot dan anak buah kapal/crew
 KELAIKAN LAUT / TERBANG
 KELAIKAN LAUT »» KEPALA PANGKALAN SARANA OPERASI BEA
DAN CUKAI
 KELAIKAN UDARA »» INSTANSI BERWENANG DI LINGKUNGAN
DIRJEN PERH UDARA
 KEBUTUHAN / PERBEKALAN
 SENJATA API >> Izin Penguasaan Pinjam Pakai Senjata Api Dinas
 DOKUMENTASI / BLANKO BERITA ACARA (LAUT)
 SEGEL (LAUT)
 OBENG, TANG, DAN LAINNYA YG SEJENIS (LAUT)
KELAIKAN LAUT MELIPUTI

 ALAT / KELENGKAPAN KESELAMATAN LAUT »»


PETUGAS NAUTIKA KAPAL PATROLI
 MESIN INDUK, MESIN BANTU, DAN LISTRIK
KAPAL »» PETUGAS TEKNIK KAPAL PATROLI
 ALAT RADAR, GLOBAL POSITION SYSTEM
(GPS), ECHO SOUNDER »» PETUGAS
PENGINDERAAN
 SARANA RADIO TELEKOMUNIKASI »» PETUGAS
TELEKOMUNIKASI KAPAL PATROLI
Kewajiban Komandan Patroli sebelum
keberangkatan :

 Pemeriksaan/pengecekan atas persiapan


patrol berupa kelengkapan administrasi
patrol, saran patroli dan personil Satuan
Tugas Patroli
 Pengarahan/penjelasan teknis patrol kepada
Satuan Tugas Patroli sesuai petunjuk dari
pejabat yang menerbitkan Surat Perintah
KEGIATAN PELAKSANAAN PATROLI
LAUT

 PELAPORAN KEBERANGKATAN DAN SELAMA


BERLAYAR
 PENENTUAN SASARAN PATROLI
 PENGHENTIAN SARANA PENGANGKUT
 PENGAMANAN PATROLI
 PENGAKHIRAN PATROLI
PELAPORAN

 SAAT KEBERANGKATAN >> PADA SAAT


MENINGGALKAN DERMAGA
 SELAMA BERLAYAR :
 SeTIAP 2 JAM atau
 SESUAI PERINTAH PEJABAT YANG
MENERBITKAN SURAT PERINTAH
o KOMANDAN PATROLI BERTANGGUNG JAWAB
TERHADAP KELANCAAN DAN KESINAMBUNGAN
KOMUNIKASI DAN PELAPORAN SELAMA 24 JAM
SETIAP HARI
PENENTUAN SASARAN PATROLI

 DITUJUKAN TERHADAP SP BERBENDERA


RI/ASING/TANPA BENDERA:
1. DI SELURUH PERAIRAN DALAM DAERAH PABEAN
2. DI PERAIRAN YG DIGUNAKAN UNTUK PELAYARAN
INTERNASIONAL DALAM RANGKA PENGEJARAN
TIDAK TERPUTUS (HOT PURSUIT)
 DIKECUALIKAN :
1. KAPAL PERANG DAN KAPAL INSTANSI PENEGAK
HUKUM
2. SP YG DISEGEL OLEH PENEGAK HUKUM LAIN
 DILAKSANAKAN BERDASARKAN PENGAMATAN THD :
 ASAL, RUTE, JENIS, HALUAN, DAN MUATAN BARANG
PENGHENTIAN SP :

 DIDUGA MELAKUKAN PELANGGARAN


 DILAKUKAN OLEH SATUAN TUGAS PATROLI ATAS
PERINTAH KOMANDAN PATROLI
 DILAKUKAN DENGAN MEMBERIKAN TANDA/ISYARAT
YANG DAPAT DILIHAT ATAU DIDENGAR
 DALAM HAL SP TIDAK MENGINDAHKAN PERINTAH
PENGHENTIAN, MAKA DILAKUKAN PENGEJARAN
 BILA DILAKUKAN HOT PURSUIT KOMANDAN PATROLI
PADA KESEMPATAN PERTAMA HARUS MELAPORKAN
TERLEBIH DAHULU KEPADA PEJABAT YANG MEMBERI
PERINTAH
PEMERIKSAAN SP :

 MENGGUNAKAN MANIFEST SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK


MENCARIMENEMUKAN DUGAAN PELANGGARAN
 TARGET BARANG IMPOR/EKSPOR :
 TANPA DILINDUNGI MANIFES
 SEBAGIAN TDK TERCANTUM DALAM MANIFES
 DISEMBUNYIKAN DLM RUANG ABK, RUANG MESIN,
ATAU DINDINGN SP
 DILINDUNGI DENGAN MANIFES GANDA
 MODUS ANTAR PULAU
 SELURUH ATAU SEBAGIAN BELUM DISELESAIKAN
KEWAJIBAN PABEANNYA
PEMBAGIAN TUGAS PEMERIKSAAN SP

 SEKURANG-KURANGNYA 1 ORANG ANGGOTA


MEMERIKSA SP
 SEKURANG-KURANGNYA 1 ORANG ANGGOTA UNTUK
MENGAMANKAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN DENGAN
MENGGUNAKAN SENPI
 SEKURANG-KURANGNYA 1 ORANG ANGGOTA UNTUK
MENJAGA KAPAL PATROLI DENGAN MENGGUNAKAN
SENPI
 ATTENSI : SEMUA ANGGOTA HARUS MENGGUNAKAN
BAJU PELAMPUNG (LIFE JACKET) dan DILENGKAPI
DENGAN PERLENGKAPAN PEMERIKSAAN/PENGAMAN
PELAKU (BORGOL)
TUGAS KOMANDAN PATROLO DALAM
MENANGANI KEADAAN DARURAT :

 KAPAL PATROLI RUSAK, BOCOR, KEBAKARAN


 SELAMATKAN PERSONIL SATUAN TUGAS DAN KAPAL PATROLI
 SELAMATKAN AWAK SP, DOKUMEN2, BARANG, SERTA SP YG
DITEGAH
 KAPAL PATROLI RUSAK, BOCOR, TERBAKAR KARENA DISABOTASE
 AMBIL TINDAKAN TEGAS DEMI KESELAMATAN PERSONIL SATUAN
DAN KAPAL PATROLI
 TERJADI ANCAMAN ATAU PERLAWANAN
 PERINTAHKAN ANGGOTA SATUAN UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN
PENGAMANAN, PENYELAMATAN, DAN PEMBELAAN DIRI DENGAN
ATAU TANPA MENGGUNAKAN SENPI ATAU ALAT KEAMANAN
LAINNYA
 SEDAPAT MUNGKIN MINTA PERSETUJUAN PEJABAT YANG
MENERBITKAN SURAT PERINTAH
PENGAKHIRAN PATROLI :

 SURAT PERINTAH TELAH HABIS MASA BERLAKUNYA DAN TIDAK


DIPERPANJANG LAGI
 ATAS PERINTAH PEJABAT YANG MENERBITKAN SURAT
PERINTAH
 SASARAN PATROLI YANG DITENTUKAN TELAH TERCAPAI

 KOMANDAN PATROLI MELAKUKAN :


 PENGECEKAN JUMLAH ANGGOTA SATUAN TUGAS PATROLI
 KELENGKAPAN SENPI DAN AMUNNISI
 KAPAL PATROLI, BBM, LOGISTIK, ALAT KOM, ALAT
KESELAMATAN, ALAT NAVIGASI
 KELENGKAPAN ADM PATROLI
 KELENGNKAPAN ALAT PEMERIKSAAN DAN PENGAMANAN
HOT PERSUIT (PENGEJARAN
HANGAT)

 PENGEJARAN SECARA TIDAK TERPUTUS

 TIDAK BOLEH DIHENTIKAN, LALU DITERUSKAN LAGI

 DAPAT DILAKUKAN DENGAN PENGGANTIAN KAPAL ATAU


PESAWAT TERBANG

 DAPAT TERUS DILAKUKAN SAMPAI KE LAUT LEPAS

 HARUS DIHENTIKAN BILA KAPAL YANG DIKEJAR MEMASUKI


WILAYAH NEGARA LAIN ATAU WILAYAHNYA SENDIRI.

 DAPAT MEMINTA BANTUAN PETUGAS BC NEGARA YBS


UNTUK MENGUSIR AGAR KEMBALI MASUK KE WIL INDONESIA
Lampiran II
KAWASAN OPERASI PATKOR KASTIMA 14/2008
1 : 3 000 000
Pulau Penang

5
LANGSA
MALAYSIA
P3
LU
PANGKALAN MU
SUSU T KUANTAN
BELAWAN BERHALA P4

KUALA LUMPUR
MEDAN KELANG
ASAHAN
P5
DANAU TOBA PORT DICKSON
P6
MELAKA
JOHOR BAHRU
P7
BENGKALIS

P8 SINGAPORE
P9

PEKANBARU
100
PETA PEMBAGIAN WILAYAH PENGAWASAN LAUT
Sektor Patroli :

AI : Per. Hiu Kecil


s.d.Tg. Kedabu
AII : Per. Tg.
Sempayan s.d.
Lp. Tg. Parit
AIII : Per. Tg. Parit s.d.
Tg. Jering
AIV : Per. Selat
Morong s.d. Lp.
Releigh
AV
AV : Per. Releigh s.d.
AIV
Pu. Jemur
BI : Per. Pu. Nipah
AIII
C s.d. Mantras,
AII Karimun Anak
AI BII : Per. Tg. Batu dan
BI BVI
BII BIII
Kundur
BVII
BIII : Per. Slt. Durian
BV
s.d. Pu.Kateman
BIV
BIV : Per. Pu. Rokan
s.d.Tg. Dato
BV : Per. Tg. Dato s.d.
Tg. Pinang
BVI : Per. Slt. Philip
s.d. Lobam
BVII: Per. Pu. Mapor
dan Tg. Berakit
C : Laut China dan
Natuna
Pelabuhan Pulau Batam
STS TRANSFER KARIMUN AREA
PATROLI DARAT

 DILAKSANAKAN DENGAN SURAT PERINTAH


PAJABAT YANG BERWENANG
 DILAKSANAKAN OLEH SATUAN TUGAS PATROLI
YANG TERDIRI DARI KOMANDAN PATRLI DAN
MIN 2 ANGGOTA
 DILAKSANAKAN DI WILAYAH KERJA KANTOR
YANG BERSANGKUTAN
 WAJIB MENGGUNAKAN BAJU SERAGAM DINAS
 DILENGKAPI DENGAN KELENGKAPAN ADM,
SENPI (BILA DIPERLUKAN)
SASARAN PENGAMATAN
PATROLI DARAT :

 KEDATANGAN/KEBERANGKATAN SP DI PELABUHAN
LAUT/UDARA
 PEMBONGKARAN, PEMUATAN, PENIMBUNAN,
PEMERIKSAAN DAN PENGELUARAN BARANG EKSIMP DI
KAWASAN PABEAN LAUT/UDARA
 PENGANGKUTAN BRANG YG MASIH DALAM
PENGAWASAN PABEAN DI LUAR KAWASAN PABEAN
 PEMASUKAN/PENGELLUARAN BARANG IMPOR/EKSPOR
DI PERBATASAN DARAT
 PRODUKSI DI PABRIK, PENIMBUNAN TEMPAT
PENYIMPANAN, TEMPAT USAHA PENYALUR, TPE BKC
 PENGANGKUTAN DAN PEREDARAN BKC DI PEREDARAN
BEBAS