Anda di halaman 1dari 55

HUSNIAH R Th-AKIB

DEPARTEMEN AKUPUNKTUR MEDIK


FKUI/RSCM
PENDAHULUAN
• Di Indonesia ada 2 jenis pelayanan akupunktur.
• Yang pertama adalah pelayanan Akupunktur
Medik yang dilakukan oleh Dokter Spesialis
Akupunktur Medik dan Dokter Umum dengan
kompetensi tambahan Akupunktur Medik Dasar
(sesuai program WHO).
• Program Studi Akupunktur Medik pada saat ini
diselenggarakan di FKUI sebagai Pendidikan
Dokter Spesialis-I. Ilmu Akupunktur Medik
telah diakui sebagai bagian Ilmu Kedokteran.
PENDAHULUAN
• Yg kedua adalah pelayanan Akupunktur TCM
(Traditional Chinese Medicine) yg mendasari
pengobatannya pada falsafah Taoisme
termasuk teori Yin-Yang, lima unsur (Wu-xing),
dan lainnya.
• Pemeriksaan, diagnosis, dan terapi dilakukan
dengan cara yg berbeda dari tata laksana
konvensional.
• Pelayanan Kesehatan Tradisional dilakukan
oleh Tenaga Kesehatan Tradisional (Nakestrad)
yg berdasarkan UU No 36 th 2014 minimal
harus berpendidikan D-3
SDM Pelayanan Kesehatan Tradisional

1. Nakestrad dg pendidikan tinggi tradisional


minimal D3 {PP 103,ps 31(2)},

2. Penyehat tradisional (Hattra) yaitu mereka


yg ilmu dan keterampilannya diperoleh
secara turun-temurun atau melalui
pendidikan nonformal ps 30(2).
Pendidikan Nonformal tsb diselenggarakan
melalui kursus oleh asosiasi2 Hattra.
• Pendidikan nonformal tsb persyaratannya
SMA atau SMP, namun ada juga dokter yg
ikut kursus tsb.
• Sesuai PP 103 pasal 30 (3), “Dalam hal
penyehat tradisional (Hattra) sebagaimana
dimaksud merupakan tenaga kesehatan,
harus melepaskan profesi sebagai tenaga
kesehatan”.
• Nakestrad melakukan yankestrad di
Fasyankestrad yg disebut Griya Sehat.
Fasyankestrad untuk Hattra disebut Panti
Sehat.
ETIK & AKUPUNKTUR
• Kode etik yi garis besar perilaku dan
tindakan yang layak atau tidak layak
dilakukan dokter dalam menjalankan
profesinya.
• Kode etik kedokteran indonesia (KODEKI)
merupakan pedoman bagi dokter dalam
melaksanakan praktik kedokteran.
• KODEKI pembawa nilai-nilai luhur profesi,
yang dilandaskan pada moralitas
kemanusiaan.
• Setiap dokter wajib senantiasa
mengikuti P2KB untuk mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi kedokteran/ kesehatan.

• Setiap dokter wajib menerapkan


praktik kedokteran berbasis bukti
ilmiah yang telah teruji kebenarannya
dan diterima dalam standar praktek
kedokteran (EBM).
• Setiap dokter secara sendiri-sendiri
maupun bersama melalui organisasi
profesi kedokteran wajib
memperjuangkan dipenuhinya
fasilitas, sarana dan prasarana sesuai
dengan standar minimal dan/atau
pedoman nasional pelayanan
kedokteran yang menjamin
dipenuhinya keselamatan pasien.
KEWAJIBAN DOKTER
(ps 51 UU no.29 th 2004)

• Memberikan pelayanan medis menurut


Standar Profesi dan SOP

• Mengutamakan keselamatan pasien

• Merujuk ke dokter lain yang mempunyai


keahlian/kemampuan yang lebih baik,
apabila tidak mampu.
HAK DOKTER
(ps 50 UU no.29 th 2004)

Mendapat perlindungan hukum


sepanjang melakukan praktik
sesuai kompetensinya dengan
Standar Profesi yg tinggi dan
SOP.
HAK PASIEN

Hak untuk menuntut ganti rugi akibat kesalahan


atau kelalaian yang dilakukan oleh dokter

Kelalaian medis yang paling sering terjadi:

1. Seorang dokter mengabaikan melakukan


tanggung jawabnya.
2. Seorang dokter melakukan tugas dg tidak benar.
3. Pelayanan medis membahayakan pasien.
• Untuk setiap kelalaian, pasien berhak
menuntut ganti rugi.

• Ps 58(1) UU no 36 th 2009 ttg Kesehatan


Setiap orang berhak menuntut ganti rugi
terhadap seseorang, tenaga kesehatan,
dan/atau penyelenggara kesehatan yang
menimbulkan kerugian akibat kesalahan
atau kelalaian dalam pelayanan
kesehatan yang diterimanya.
SAFETY IN ACUPUNCTURE

• Ditangan SDM yg kompeten, Akupunktur


Medik merupakan prosedur yg aman dg
sedikit kontraindikasi atau komplikasi’
• Risiko potensial selalu ada bila
mempenetrasi kulit, seperti transmisi infeksi
mis HIV atau Hepatitis namun dg
penggunaan jarum akupunktur sekali pakai
(disposable) masalah ini dapat dihindari.
• Wajib menerapkan standar kebersihan yg
tinggi, sterilisasi dan teknik aseptik dan
antiseptik.
RISIKO DIKLAT YG TIDAK MEMADAI

- Salah seleksi pasien


- Salah pemilihan & stimulasi titik
akupunktur
- Kesalahan teknik
- Gagal mendeteksi kontraindikasi
dan komplikasi
- Tindakan tidak tepat ketika terjadi
kedaruratan
KEJADIAN ES
• Dua studi prospektif di U.K. Melaporkan
tidak ada ES serius dari 66,000 sesi
terapi.
• Sebuah review terhadap keamanan dari
250.000 terapi dari 9 studi prospektif,
mendapatkan ES paling serius adalah 2
kasus pneumotoraks dan 2 jarum patah.
• ES yg sering terjadi yi nyeri, perdarahan,
kelelahan, dan hematom. ES ini ringan
dan transient
EFEK SAMPING YG MUNGKIN TERJADI

• Infeksi (0.002% )
• Sinkop / akusyok (0.019%)
• Jarum macet
• Jarum patah
• Jarum migrasi
• Nyeri
• Perdarahan, hematom, ekhimosis
• Luka bakar (moksibusi)
• Terlukanya organ dalam
Sebuah klinik di Jepang melakukan investigasi selama 6 th
dari 65,482 terapi.
ES yg dilaporkan berjumlah 94 (0.14%).
• jarum macet (27 kasus),
• ekhimosis atau hematom tanpa nyeri (9 kasus)
• ekhimosis atau hematom + nyeri (8 kasus),
• luka bakar krn moksibusi (7 kasus),
• rasa tdk nyaman (7 kasus),
• pusing (6 kasus ),
• nausea atau vomitus (6 kasus),
• nyeri di tmpt penusukan (6 kasus),
• hemoragi minor (4 kasus ),
• keluhan memberat (4 kasus ),
• malaise (3 kasus),
• dugaan dermatitis kontak (3 kasus),
• demam (3 kasus)
• hipestesia pd ekstremitas atas (1 kasus).
RSCM

• Januari 2008-November 2008 :


Efek samping yang ditemukan adalah
hematom sebesar 2,8 % (Jumlah pasien
5514).
KONTRA INDIKASI

1. Kehamilan
2. Kedaruratan medik
3. Kasus pembedahan
4. Tumor ganas
5. Gangguan pembekuan darah
dan sedang dalam pengobatan
antikoagulantia
PENCEGAHAN INFEKSI
Pencegahan infeksi mutlak dilakukan:

• Lingkungan kerja yang bersih


• Tangan pelaksana yang bersih
• Persiapan lokasi yang akan di akupunktur
• Jarum, dan peralatan yg steril,
saat ini umumnya digunakan jarum sekali pakai.
Bila akan digunakan ulang untuk pasien yang
sama dilakukan sterilisasi dengan autoklaf
• Tehnik aseptik dan antiseptik
• Penanganan yang cermat untuk limbah jarum
bekas dan kapas bekas
SINKOP
Umumnya terjadi karena gelisah, takut, lapar,
kelelahan, pasien sangat lemah, manipulasi yg
berlebihan. Umumnya terjadi pd pasien yg baru
pertama diakupunktur. Umumnya bersifat
ringan dan transien
Insidens 0.13% (dari 39 691 sesi) sp 0.2%
(survai prospektif)

RSCM: Rekapitulasi 47 th pelayanan


Belum pernah terjadi sinkop/pingsan yang berat,
umumnya ringan dan pulih dengan pencabutan
jarum, tidak pernah ada yang perlu perawatan
atau tindakan lanjutan
MENGATASI SINKOP
• Cabut seluruh jarum
• Pasien ditidurkan telentang dg
kepala lebih rendah dan kaki di
naikkan.
• Bila telah sadar beri minum
hangat yg manis
• Biasanya gejala menghilang stlh
istirahat sebentar.
SINKOP
• Jika kondisi pasien stabil :
• Tekan dengan jari telunjuk atau
akupunktur di titik shuigou (GV 26),
• Akupunktur, zhongchong (PC 9),Suliao
(GV 25), neiguan (PC6), zusanli (ST 36)
• Atau moksibusi titk baihui (GV 20), qihai
(CV 6), guanyuan (CV 4)

• Bila gejala menetap, perlu tindakan life


saving.
NYERI
NYERI SAAT PENJARUMAN
1. Umumnya karena kurang terampil,
teknik yg tidak tepat, kasar, jarum yg
tumpul atau berdiameter besar, atau
pasien sangat sensitif
2. Tindakan yg terampil dan teknik yg
tepat pd sebagian besar pasien tidak
menimbulkan nyeri sama sekali
NYERI
NYERI SETELAH PENJARUMAN
1.Karena mengenai serabut saraf
nyeri. Jarum tarik ke atas atau
dipindahkan arahnya

2.Rotasi jarum terlalu luas atau


gerakan jarum naik turun yg tidak
tepat sehingga menyebabkan
jarum terlilit jaringan fibrous.
NYERI
NYERI PD PENCABUTAN

1.Krn manipulasi yg kurang


terampil atau berlebihan

2.Lakukan penekanan, bila perlu


dpt ditambah dg moksibusi
JARUM MACET
Karena spasme otot, rotasi jarum
terlalu luas, rotasi berlebihan ke 1 arah
yg menyebabkan serabut otot menjadi
kusut atau gerakan jarum naik turun
yg tidak tepat sehingga menyebabkan
jarum terlilit jaringan fibrous.
Diatasi dg menenangkan pasien,
kemudian bag kepala jarum disentil,
umumnya jarum jadi mudah dicabut.
JARUM PATAH

• Karena kualitas jarum yg buruk,


• Spasme otot yg amat kuat,
• Perubahan tiba2 posisi pasien,
• Penggunaan elekroakupunktur dg
arus DC untuk waktu lama,
• Pencabutan jarum bengkok yg tdk
tepat.
JARUM YG TERTINGGAL

• Jarum yg ketinggalan waktu dicabut


merupakan kelalaian, walaupun tidak
menimbulkan sekuelae namun potensial
menimbulkan perlukaan atau infeksi.
• Suatu studi selama 4 th mendapatkan 87
kejadian yg terdiri dari 154 jarum akupunktur.
• Terjadi menggunakan jarum jumlah banyak,
lokasi jarum tersembunyi & yg mencabut
bukan yg melakukan penjaruman.
• Seharusnya dihitung jumlah jarum yg
digunakan agar tidak ada kejadian ini.
MIGRASI JARUM

ES yg khas di Jepang adalah tanam jarum.


Dilakukan penjaruman dg jarum perak atau emas,
kemudian bagian yg berada diatas kulit dipotong.
Fragmen ditinggal secara permanen di dalam
tubuh. Beberapa jarum yg ditinggal tersebut
menimbulkan perlukaan organ dan argyria lokal
krn partikel perak yg keluar dr jarum. Lokal terlihat
mirip metastasis melanoma.
Di beberapa daerah di Jepang, tidak jarang
ditemukan fragmen jarum yg tidak terhitung dg foto
X-ray
Japan Acupuncture & Moxibustion Association
membatasi metode tanam jarum ini.
KOMBUSIO KRN MOKSIBUSI

• Akupunktur termal/moksibusi adalah stimulasi


titik akupunktur dg moxa/suhu panas.
• Moxa yi irisan daun Artemesia vulgaris yg
dikeringkan, dibentuk seperti cerutu, bentuk
kerucut, dll
KOMBUSIO KRN MOKSIBUSI

• Ada 2 jenis moksibusi yg langsung dan tidak


langsung.

1. Langsung yi sedikit moksa diletakkan di


kulit, lalu dibakar
2. Tidak langsung, menggunakan moksa
batang, dll yg tidak diletakkan langsung di
kulit
MOKSIBUSI LANGSUNG
MOKSIBUSI LANGSUNG

MOKSIBUSI LANGSUNG
MOKSIBUSI TIDAK LANGSUNG
MOKSIBUSI TIDAK LANGSUNG
• Kombusio disebabkan oleh
moksibusi tidak langsung.
Di Jepang biasa menggunakan
moksibusi langsung yg
menginduksi kombusio kecil.
Moksibusi langsung tidak boleh
dilakukan di daerah muka, atau di
daerah pembuluh darah besar
TERLUKANYA ORGAN DALAM

Daerah yang tidak boleh ditusuk :

• fontanel bayi,
• mata
• genitalia
• papila mamae
• umbilikus
LAPORAN TERLUKANYA ORGAN DALAM

Tertembusnya perikardium pd penusukan


titik RN 17 (Danzhong).

Hasil otopsi terdapat foramen kongenital


di tulang sternum.
Statistik 9,6 % pria dan 4,3 % wanita
mempunyai kelainan bawaan tersebut
PNEUMOTORAKS

• Survei dari dokter dan akupunkturis yg


mempraktekkan akupunktur perkiraan satu
kejadian dlm 120 tahun

• Hati2 pd penjaruman titik di dada,


punggung atas dan fossa supraklavikula
(GB 21)
PERLUKAAN SSP
Hati2 penjaruman titik di daerah servikal atas
seperti titik GV 15 (yamen) dan GV 16 (fengfu),
karena dapat mengenai medula oblongata

TITIK LAIN YG PERLU PERHATIAN

BL 1 (jingming) , ST 1 (chengqi): dekat bola


mata
CV 22 (tiantu) di depan trahea
ST 9 (renying) dekat arteri karotid
PERDARAHAN

Perdarahan dalam terowongan karpal


setelah tindakan akupunktur di daerah
pergelangan tangan pada seorang wanita tua
yang diterapi antikoagulantia yang
sebetulnya merupakan kontraindikasi
tindakan akupunktur terutama pd lansia
PERDARAHAN

Efek samping terjadinya hematom,


ekimosis dsb karena penentuan letak
titik akupunktur tidak tepat sehingga
tertusuk pembuluh darah yang
menimbulkan perdarahan.
AKUPUNKTUR LISTRIK

• Untuk menghindari kerusakan syaraf harus :


monitor ketat jenis arus listrik (jangan DC
untuk waktu lama), frekuensi, intensitas dan
waktu perangsangan yg tepat

• Kontra indikasi :
kehamilan, pengguna alat pacu jantung,
hipestesi, gangguan sirkulasi kelainan
pembuluh nadi berat, demam yg tidak
diketahui sebab, kelainan kulit yang berat
FARMAKOPUNKTUR

• Penyuntikan titik akupunktur dgn cairan


tertentu untuk memperoleh efek terapi

• Alat/ bahan yg dipergunakan :


- jarum suntik
- obat-obatan

• Hanya boleh dilakukan oleh dokter.


Jarum suntik , obat suntik termasuk dalam
daftar G yang hrs diresepkan.
FARMAKOPUNKTUR

• Volume :
Yg aman dan efektif < 1 cc
• Obat :
Di Cina umumnya digunakan
vitamin B,
Di USA digunakan anestesi lokal
seperti Procaine, Kortikosteroid,
Epinephrine, NaCl fisiologis
• Konsentrasi yg aman adalah < 1 %
LASER
• Penggunaan laser energi rendah untuk
merangsang ttk akupunktur .cenderung
merugikan mata baik pelaksana maupun
penderita.

• Harus mempergunakan kaca mata


pelindung dan pemeriksaan ketajaman
penglihatan secara berkala Laser
Hal-hal yg perlu diperhatikan :

1. Tidak boleh tertuju ke mata orang lain


2. Tidak boleh memandang sinar laser secara
langsung
3. Jangan mengenai benda yg dapat memantulkan/
menyebarkan sinar
4. Penerangan ruangan harus baik
5. Ventilasi ruangan harus baik
6. Memakai kacamata pelindung
7. Beri tanda peringatan bahwa sedang
menggunakan alat laser
8. Periksa ketajaman penglihatan secara periodik
PERHATIAN

SEDANG MENGOPERASIKAN
ALAT LASER
KESIMPULAN
• Tindakan Akupunktur terbukti aman bila
dilakukan oleh SDM yg kompeten’
• Komplikasi serius jarang terjadi, dan bila ada
berhubungan langsung dg pelatihan yg tidak
memadai
• ES serius, diperkirakan 0.05 per 10,000
terapi, dan 0.55 per 10,000 pasien. Risiko
kejadian serius sangat rendah, lebih rendah
dp jenis terapi yg lain. Rate dari ES obat
atau kesalahan peresepan di FKTP
bervariasi antara 0.5% - 6%.