0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan18 halaman

Exo Topikal

Rencana perawatan pasien dengan gigi 54, 65, 84 yang akan diekstraksi meliputi persiapan pasien dan operator, tindakan aseptik dan anastesi, ekstraksi menggunakan tang ekstraksi, pemberian obat antibiotik dan analgetik, serta edukasi pasien."

Diunggah oleh

Putri Tasya A
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • anestesi topikal,
  • bahan anestesi topikal,
  • ekstraksi gigi,
  • efek anestesi,
  • gigi sulung,
  • karies gigi,
  • rencana perawatan,
  • penggunaan analgetik,
  • mobilitas gigi,
  • tindakan pasca ekstraksi
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan18 halaman

Exo Topikal

Rencana perawatan pasien dengan gigi 54, 65, 84 yang akan diekstraksi meliputi persiapan pasien dan operator, tindakan aseptik dan anastesi, ekstraksi menggunakan tang ekstraksi, pemberian obat antibiotik dan analgetik, serta edukasi pasien."

Diunggah oleh

Putri Tasya A
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • anestesi topikal,
  • bahan anestesi topikal,
  • ekstraksi gigi,
  • efek anestesi,
  • gigi sulung,
  • karies gigi,
  • rencana perawatan,
  • penggunaan analgetik,
  • mobilitas gigi,
  • tindakan pasca ekstraksi

EXO TOPIKAL

Overview Case

■ Pemeriksaan Intraoral: Gigi 54, 65, 84 radiks + polip pulpa.


■ Rencana Perawatan: Ekstraksi radiks 54,65,84

Gigi 54 Gigi 65 Gigi 84


Waktu erupsi dan tanggal gigi anak
Indikasi ekstraksi gigi sulung

1. Gigi dengan karies luas, karies sampai ke bifurkasi dan tidak dapat di restorasi.
2. Gigi persistensi
3. Gigi yang sudah waktunya tanggal “dengan catatan bahwa pengganti gigi tersebut
sudah akan erupsi”
4. Untuk perawatan orthodonty
5. Supermumerary tooth
6. Gigi dengan keadaan ( Mobility, Mengiritasi )
Kontraindikasi ekstraksi gigi sulung

1. Pasien yang sedang menderita infeksi dalam mulutnya


2. Blood dycrasia atau kelaianan darah
3. Congenital heart deseases
4. Pada kondisi benih gigi pengganti belum muncul
Anastesi Topikal

Anestesi topikal digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan pada saat


insersi jarum ke membran mukosa. Selain itu, interaksi operator dengan anak
untuk mengalihkan perhatian mereka dan meningkatkan sugestibilitas mereka
terhadap kecemasan dapat mengurangi kekurangan dari anestesi topical.
Anastesi topical efektif pada permukaan jaringan (kedalaman 2-3 mm).
Bahan anastesi topikal yang dipakai dapat
dibagi sebagai berikut :
■ Menurut bentuknya : Cairan, salep, gel
■ Menurut penggunaannya : Spray, dioleskan, ditempelkan
■ Menurut bahan obatnya : Chlor Etil, Xylestesin Ointment, Xylocain Oitment, Xylocain
Spray
■ Anastesi topikal benzokain (masa kerja cepat) dibuat dengan konsentrasi > 20 %,
lidokain tersedia dalam bentuk cairan atau salep > 5 % dan dalam bentuk spray
dengan konsentrasi > 10%.
Cara melakukan anastesi topikal adalah :
1. Membran mukosa dikeringkan untuk mencegah larutnya bahan anastesi topikal.
2. Bahan anastesi topikal dioleskan melebihi area yang akan disuntik (Gambar 5) ± 15 detik (tergantung
petunjuk pabrik) kurang dari waktu tersebut, obat tidak efektif.
3. Pasien bayi dapat menggunakan syring tanpa jarum untuk mengoleskan topikal aplikasi (Gambar 6)
4. Anastesi topikal harus dipertahankan pada membran mukosa minimal 2 menit, agar obat bekerja
efektif. Salah satu kesalahan yang dibuat pada pemakaian anastesi topikal adalah kegagalan operator
untuk memberikan waktu yang cukup bagi bahan anastesi topikal untuk menghasilkan efek yang
maksimum.

Gambar 5. Gunakan cotton bud untuk mengoleskan topikal anastesi pada area yang akan disuntik
Gambar 6. Aplikasi topical anastesi dengan syringe tanpa jarum

Anestesi topical yang disarankan untuk digunakan yaitu benzocaine yang memiliki rasa yang
nyaman bagi anak-anak jumlah yang berlebihan dihindari pada pemberian anestesi topical.
Teknik pencabutan gigi
Arah gaya dasar untuk ekstraksi gigi sulung :
6 gigi anterior maksila dan mandibula : tekanan ke arah labial dengan rotasi ke arah mesial
dan keluar ke arah labial.
Molar maksila dan mandibula : penekanan ke arah lingual, kemudian ke arah bukal dengan
penekanan yang lebih kuat ke arah bukal kemudian keluar ke arah bukal.

Sumber: textbook of pedodontic Shoba Tandon, 2008


Gigi molar sulung maksila
■ Karena akar palatal melengkung, gerakan untuk pencabutan gigi diarahkan ke palatal dengan
tekanan ringan. Tekanan ringan diaplikasikan dengan tujuan agar tidak sampai mematahkan
akar palatal yang melengkung. Kemudian diteruskan dalam satu gaya ke arah bukal, gigi
menjadi longgar dan gerakan berlawanan arah jarum jam mengeluarkan gigi dari soketnya.
(Shoba Tandon, 2008)
■ Gigi molar maksilla berbeda dengan gigi permanen. Ketinggian konturnya lebih dekat ke
cementoenamel junction dan akarnya lebih divergen dan diameternya lebih kecil. Karena
struktur akar melemah saat erupsi gigi permanen, sering terjadi fraktur akar saat pencabutan
gigi maksilla. Hal lain yang harus diperhatikan adalah hubungan antara molar sulung dengan
mahkota premolar yang akan tumbuh. Apabila akar mengelilingi mahkota premolar, bukan
mustahil premolar ikut tercabut bersama molar sulung. (Pinkham, 1999)
■ Setelah perlekatan epithelial dipisahkan, elevator 301 lurus digunakan untuk luksasi gigi dan
ekstraksi diselesaikan dengan tang universal maksilla no 150S. (Pinkham, 1999)
Gigi molar sulung mandibula
■ Potongan melintang dari akar gigi ini adalah datar dalam arah mesiodistal dan berbentuk
lonjong. Gerakan rotasi merupakan kontra indikasi. Gaya inisial pertama adalah tekanan
ringan ke arah lingual, semudian diteruskan dalam satu gaya ke bukal sampai gigi
melonggar dari soketnya. Setelah itu, gerakan rotasi berlawanan arah jarum jam
mengeluarkan gigi dari soketnya. (Shoba Tandon, 2008)
■ Pada pencabutan gigi molar mandibula, dokter gigi harus memberikan support oleh
tangan yang tidak melakukan ekstraksi pada mandibula pasien supaya tidak terjadi cedera
sendi temporo mandibular. Setelah luxasi dengan elevator lurus no 301, tang no 151S
digunakan untuk mengekstraksi gigi (Pinkham, 1999)
Penatalaksanaan pada kasus (gigi 54,65,84)
1. Persiapan pasien
Rahang Atas
- Posisi dental chair diposisikan sekitar 60 derajat terhadap lantai
- Tinggi mulut pasien sejajar dengan bahu operator
Rahang Bawah
- Pasien diposisikan lebih tegak lurus sehingga saat membuka mulut, occlusal plane
sejajar dengan lantai
- Tinggi mulut pasien berada dibawah siku operator
2. Persiapan operator
- Posisi operator berdiri di samping kanan depan pasien (regio 5&6)
- Posisi operator berdiri di belakang pasien (regio 8)
- Mencuci tangan memakai masker dan handscoon
A: Posisi pasien untuk ekstraksi rahang atas
Posisi operator saat pencabutan
B:Posisi pasien untuk ekstraksi rahang bawah
Penatalaksanaan pada kasus (gigi 54,65,84)
3. Tindakan aseptik: menggunakan povidone iodine pada daerah kerja dengan
gerakan sirkuler
4. Melakukan tindakan anastesi menggunakan ethylchloride pada daerah
mukosa yang akan dilakukan pencabutan, semprotkan ethylchloride pada
tampon hingga terbentuk bunga es
5. Melakukan tindakan ekstraksi menggunakan tank ekstraksi gigi sulung.
Luksasi ke arah palatal dan bukal
6. Menarik gigi keluar dari socket kearah bukal
7. Melakukan pemijatan pada gingiva di sekitar soket gigi
8. Aplikasikan tampon yg telah diberi povidone iodine
Medikamen

■ Antibiotik: Amoksilin 3x250 mg


■ Analgetik: Ibuprofen suspension 3x 100 mg / satu sendok teh (5ml)
Edukasi
 Tampon digigit ½ - 1 jam
 Tidak menghisap luka atau menggerak-gerakan lidah pada
luka
 Makan menggunakn sisi lainnya
 Tidak sering berkumur paling sedikit 24 jam
 Tidak sering meludah
 Sementara makanan lunak/cair
 Meminum obat sesuai anjuran

Anda mungkin juga menyukai