Anda di halaman 1dari 13

Menentukan Penghantar / kabel

pada Instalasi Listrik


Penghantar
• Jenis penghantar yang lazim digunakan
 Kabel Tembaga
 Kabel Aluminium
 Rel ( busbar )
• Ukuran luas penampang penghantar dan jenis penghantar
yang dipasang ditentukan berdasarkan:
1. Kemampuan Hantar Arus (KHA) dari penghantar.
2. Jatuh tegangan yang diperbolehkan.
3. Temperatur Sekitar dan Sifat Lingkungan.
4. Kekuatan Mekanis Penghantar.
5. Kemungkinan perluasan.
Kemampuan Hantar Arus (KHA)
• kemampuan hantar arus adalah kemampuan dari suatu
penghantar untuk mengalirkan nilai arus secara terus
menerus pada kondisi tertentu, tanpa menimbulkan
perubahan suhu yang melebihi ketentuan
• Berdasarkan PUIL 2000 nomor 7.3 mengenai
pembebanan penghantar, setiap penghantar harus
mempunyai kemampuan hantar arus tidak kurang
sama dengan arus yang akan mengalir melaluinya,
yaitu yang ditentukan dengan arus maksimum yang
dihitung atau ditaksir (KHA ≥ Imax)
Kemampuan Hantar Arus (KHA)
(lanjutan)
KHA (maks) = I (maks)
KHA (maks) = FK × KHA sebenarnya
I maks = 1,25 × In
In = S/V
FK = FKt × FKp
Dimana :
In = Arus nominal
S = Daya aktif
V = Tegangan
I maks = I sebenarnya
FK = Faktor Koreksi
FKt = Faktor koreksi temperatur
FKp = Faktor koreksi penempatan
Kemampuan Hantar Arus (KHA)
(lanjutan)
• perhitungan arus nominal (In) dapat
dirumuskan sebagai berikut :
Dimana :
In = Arus nominal
P = Daya aktif (Watt)
S = Daya Semu (VA)
VLL = Tegangan fasa fasa
VLN = Tegangan fasa-netral
Cos  = Faktor daya
• Untuk menentukan ukuran kabel, maka harus
tahu dulu berapa daya beban listrik yang nantinya
akan dilayani oleh kabel tersebut.
• Misalnya kita memiliki 1 buah AC daya 1 PK. Kita
harus hitung berapa besar arus listrik yang
diperlukan oleh AC 1 PK tersebut,
1 PK = 746 watt
Tegangan = 220 V
cos phi = 0,8
Maka arus yang diperlukan adalah 746
watt/(220 volt x0,8) = 4,2 Ampere.
• Berdasarkan tabel
Kemampuan Hantar Arus
kabel (KHA kabel) di
samping, maka kabel yang
dipilih untuk diginakan
adalah kabel NYM 3×1,5
mm².
• Dari tabel diketahui
kemampuan hantar arus
kabel ukuran 1,5 mm²
adalah sampai 18 Ampere.
Dengan demikian karena AC
1 PK membutuhkan arus 4,2
A maka dapat digunakan
kabel 1,5 mm² karena kabel
akan mampu melayani arus
sebesar 4,2A
Gambar Tabel KHA
Jatuh Tegangan
• jatuh tegangan atau rugi tegangan adalah
tegangan yang hilang pada penghantar pada saat
arus mengalir atau selisih antara tegangan ujung
pengirim dan tegangan ujung penerima.
• Menurut PUIL 1987 Pasal 412.A.5 susut tegangan
antara hubung bagi utama pada setiap titik beban
tidak boleh melebihi 5% dari tegangan pada
panel hubung bagi utama.
• Dalam menentukan ukuran kabel harus
diperhitungkan juga kerugian tegangan
sepanjang kabel tersebut untuk instalasi
tenaga kerugian tegangan maksimal 5% 2%
untuk instalasi penerangan
• Dalam menentukan ukuran kabel harus
diperhitungkan juga kerugian tegangan sepanjang
kabel tersebut untuk instalasi tenaga kerugian
tegangan maksimal 5% 2% untuk instalasi
penerangan
• Jatuh tegangan penghantar dapat dihitung dengan
persamaan :

Dimana :
V = Jatuh Tegangan (Volt)
I = Arus Beban (Ampere)
R = Resistansi Penghantar ()
 = Resistansi Jenis Penghantar (/mm2)
L = Panjang Penghantar (m)
A = Luas Penampang Penghantar (mm2)
• Misalnya kita memutuskan untuk
menggunakan kabel 1,5 mm² ini untuk
pemasangan satu buah AC 1 PK
• berapa panjang maksimal kabel yang bisa
digunakan agar rugi tegangan sepanjang kabel
tidak melebihi 5% ?
• 220 x 5% = 11 volt, maka tegangan di ujung
kabel tidak boleh kurang dari:
220-11 =209 volt
Berdasrkan persamaan berikut :

maka L = V.A / I.ρ


Untuk menentukan panjang kabel pada kebutuhan AC di
atas, gunakan rumus berikut :
L = Ur.A / 2.φ.I.ρ
Keterangan :
L = panjang kabel
Ur = Rugi tegangan
A = Luas penampang penghantar
I = arus
φ = cos phi (0.8)
ρ tembaga = 17,32 ohm mm² /km = 0,01732 ohm mm²
/m
L = Ur.A / 2.φ.I.ρ
L = (1,5 x 11)/(2 x 4,2 x 0,01732 x 0,8)
L = 16,5 /0,1163904=142meter.
Jadi panjang maksimal kabel yaitu 142 m dengan
rugi tegangan 5%.