Oleh
Ns. I Nengah Budiawan, S.Kep, S.Pd.
Tim CI RSJ Propinsi Bali
2019
Biodata:
D3 Kep. Depkes Denpasar Tamat Th. 1997
Perawat RSJ Prop. Bali Th 1998
S1 BK Kesehatan Th 2003
Akta mengajar IV Th 2004
S1 Keperawatan STIKES Bali Th. 2008
Ners Th. 2010
S2 MIKM 2013
Karu Darmawangsa
Tim CI dan Penyuluh RSJ Prop. Bali
Organisasi: Pengurus PPNI Kab. Bangli
Sekretaris IPKJI Prop. Bali
Terapi Modalitas
Adalah suatu kegiatan dlm memberikan askep baik di
institusi pelayanan maupun di masyarakat yg bermanfaat
bagi keswa dan berdampak therapiutik.
(Zaenudin, 2010)
Tujuan spesifik Therapi Modalitas mnrt
Gostetany, 1973 adalah:
Menimbulkan kesadaran thd salah satu perilaku klien.
Mengurangi gejala.
Memperlambat kemunduran.
Membantu adaptasi dgn situasi yg sekarang.
Membantu keluarga dan orang2 yg berarti.
Mempengaruhi ketrampilan merawat diri sendiri.
Meningkatkan aktifitas.
Meningkatkan kemandirian.
Jenis - jenisnya :
1) Terapi Individu
2) Terapi Lingkungan
3) Terapi Keluarga
4) Terapi Psikodrama
5) Terapi Rehabilitasi
6) Terapi Kerja (Okupasi)
7) Terapi Aktivitas Kelompok
1. TAK SOSIALISASI
2. TAK STIMULASI SENSORI
3. TAK STIMULASI PERSEPSI
4. TAK ORIENTASI REALITAS
1. TAK SOSIALISASI
SESI 1. Memperkenalkan diri
SESI 2. Berkenalan
SESI 3. Bercakap-cakap
SESI 4. Mbicarakan topik percakapan
SESI 5. Mbicarakan masalah pribadi
SESI 6. Bkrjsm dl prmainan sosialisasi klp
SESI 7. Mnyampaikn pndapat ttg manfaat
TAKS
2. TAK STIMULASI PERSEPSI
a. STIMULASI PERSEPSI UMUM
1) Menonton TV
2) Membaca majalah/koran
3) Melihat gambar
b. Stimulasi Persepsi: PK
1) Mengenal PK yg biasa dilakukan
2) Mencegah PK fisik
3) Mencegah PK Kekerasan sosial
4) Mencegah PK spiritual
5) Mencegah PK dgn patuh minum obat
C. Stimulasi Pesepsi: Halusinasi
1) Mengenal Halusinasi
2) Mengontrol Halusinasi dgn menghardik
3) Mengontrol Halusinasi dgn kegiatan
4) Mengontrol Halusinasi dgn brcakap-ckap
5) Mengontrol Halusinasi dgn patuh minum obat
d. Stimulasi persepsi: HDR
1) Identifikasi hal positif pd diri
2) Melatih positif pada diri
3. TAK: STIMULASI SENSORI
1) Mendengar musik
2) Menggambar
3) Menonton TV / Video
4. TAK : ORIENTASI REALITAS
1) Pengenalan orang
2) Pengenalan tempat
3) Pengenalan waktu
Terapi aktivitas kelompok (TAK) orientasi realitas
adalah upaya untuk mengorientasikan keadaan nyata
kepada klien, yaitu diri sendiri, orang lain,
lingkungan/tempat, dan waktu. Klien dengan
gangguan jiwa psikotik mengalami penurunan daya
realitas (reality testing ability).
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
ORIENTASI REALITAS
MENGENAL ORANG
MENGENAL TEMPAT
MENGENAL WAKTU
TUJUAN
Tujuan umumnya:
klien mampu mengenali orang, tempat dan waktu sesuai
dengan kenyataan.
Sedangkan tujuan khususnya adalah :
Klien dapat mengenal diri sendiri dan orang-orang
disekitarnya dengan tepat
Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada
Klien mengenal waktu dengan tepat
AKTIVITAS DAN INDIKASI
Aktivitas yang dilakukan tiga sesi
berupa aktivitas pengenalan orang,
tempat dan waktu. Klien yang
mempunyai indikasi TAK orientasi
realitas adalah klien halusinasi,
dimensia, kebingungan, tidak kenal
dirinya, salah mengenal orang lain,
tempat dan waktu.
TAK ORIENTASI REALITAS
Sesi 1 : Pengenalan Orang
Tujuan
Klien mampu mengenal nama-nama perawat
Klien mampu mengenal nama-nama klien lain
Setting
Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
Ruangan nyaman dan tenang
Alat
Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut
TAK
Spidol
Bola tennis
Tape recorder
Kaset “dangdut”
Metode
Dinamika kelompok
Diskusi dan Tanya jawab
Langkah kegiatan
1. Pre Interaksi / Persiapan
Persiapan diri
Persiapan klien
Persiapan alat dan bahan
Persiapan tempat pertemuan
2. Interaksi
a. Orientasi
Salam terapeutik
Evaluasi validasi
Tujuan
Aturan main
> Kontrak
Terapis menjelaskan tujuan kegiatan,
yaitu mengenal orang.
Terapis menjelaskan aturan main
berikut :
Jika ada klien yang ingin meninggalkan
kelompok, harus minta ijin kepada
terapis
Lama kegiatan 45 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari
awal sampai selesai
b. Tahap kerja
1) Terapis membagikan papan nama untuk
masing-masing klien
2) Terapis meminta masing-masing klien
menyebutkan nama lengkap, nama
panggilan dan asal, hoby
3) Terapis meminta masing-masing klien
menuliskan nama panggilan dipapan nama
yang dibagikan
4) Terapis meminta masing-masing klien memperkenalkan diri
secara berurutan searah jarum jam dimulai dari terapis,
meliputi menyebutkan : nama lengkap, nama panggilan, asal
dan hobi.
5) Terapis menjelaskan langkah berikutnya : tape recorder akan
dinyalakan, saat musik terdengar, bola tennis dipindahkan
dari satu klien ke klien lain. Saat musik dihentikan, klien
yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama
lengkap, nama panggilan, asal dan hobi dari klien yang lain
di sebelah kanannya (minimal nama panggilan)
6) Terapis memutar tape recorder dan menghentikan. Saat
musik berhenti, klien yang sedang memegang bola tennis
menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
klien disebelah kanannya.
7) Ulangi langkah f sampai semua klien mendapat giliran
8) Terapis memberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien
dengan mengajak klien lain bertepuk tangan.
c. Tahap terminasi
1) Evaluasi
Terapis menanyakan perasaan klien setelah
mengikuti TAK
Terapis memberikan pujian atas keberhasilan
kelompok
2) Tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien untuk menyapa orang
lain sesuai dengan nama panggilan
3) Kontrak yang akan datang
Menyepakati TAK yang akan datang yaitu “Mengenal
Tempat”
Menyepakati waktu dan tempat
Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung,
khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi
adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.
Untuk TAK orientasi realitas orang, kemampuan klien
yang diharapkan adalah dapat menyebutkan nama,
panggilan, asal, dan hobi klien lain. Formulir evaluasi
sebagai berikut.
No Aspek yang dinilai Nama Klien
1 Menyebutkan nama klien lain
2 Menyebutkan Nama panggilan
klien lain
3 Menyebutkan asal klien lain
4 Menyebutkan hobi klien lain
Petunjuk :
Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom
nama klien
Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan
klien mengikuti kegiatan. Beri tanda v jika klien
mampu dan tanda x jika klien tidak mampu
Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat
TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien.
Contoh, klien mengikuti TAK orientasi realitas orang.
Klien mampu menyebutkan nama, nama panggilan,
asal dan hobi klien lain disebelahnya. Anjurkan klien
mengenal klien lain diruangan.
SEKIAN
SUKSME
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK); Stimulasi Sensori
yaitu: upaya menstimulasi semua pancaindra (sensori)
agar memberikan respons yang adekuat.
Tujuan
Tujuan Umum :
agar klien dapat berespons terhadap stimulus
pancaindra yang diberikan.
Tujuan Khusus:
Klien mampu berespon terhadap suara yang didengar.
Klien mampu berespon terhadap gambar yang dilihat.
Klien mampu mengekspresikan perasaan melalui gambar.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
STIMULASI SENSORI
MENDENGARKAN
MUSIK
MENGGAMBAR
MENONTON TV ATAU
VIDEO
MENDENGARKAN MUSIK
Tujuan:
Klien mampu mengenali musik yang didengar.
Klien mampu memberi respon terhadap musik.
Klien mampu menceritakan perasaannya setelah
mendengarkan musik.
Seting:
Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
Ruangan nyaman dan tenang.
Alat:
Tape recorder
Kaset lagu melayu ( dipilih lagu yang memiliki
cerita bermakna atau lagu-lagu yang bermakna
religius).
Metode:
Diskusi
Sharing Persepsi
Langkah Kegiatan:
1. Pre Interaksi / Persiapan
Persiapan diri
Persiapan klien
Persiapan alat dan bahan
Persiapan tempat pertemuan
2. Interaksi
a. Orientasi
Salam terapeutik
Evaluasi validasi
Tujuan
Aturan main
Orientasi
1. Salam terapeutik (salam dari terapis kepada klien)
2. Evaluasi atau validasi (menanyakan perasaan klien
saat ini)
3. Kontrak:
Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu
mendengarkan musik
Terapis menjelaskan aturan main berikut:
Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus
minta ijin kepada terapis.
Lama kegiatan 45 menit.
Setian klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
Tahap Kerja
Terapis mengajak klien untuk saling
memperkenalkan diri (nama dan nama panggilan)
dimulai dari terapis secara berurutan searah jarum
jam.
Setiap kali seorang klien selesai memperkenalkan
diri, terapis mengajak semua klien bertepuk tangan,
semua klien bertepuk tangan.
Terapis dan klien memakai papan nama.
Terapis menjelaskan bahwa akan diputar lagu, klien
boleh tepuk tangan atau berjoged sesuai dengan
irama lagu. Setelah lagu selesai klien akan diminta
menceritakan isi dari lagu tersebut dan perasaan
klien setelah mendengarkan lagu.
Terapis memutar lagu, klien mendengar, boleh
berjoged atau bertepuk tangan (kira-kira 15 menit).
Musik yang diputar boleh diulang beberapa kali.
Terapis mengobservasi respon klien terhadap musik.
Secara bergiliran klien di minta menceritakan isi lagu
dan perasaannya sampai semua klien mendapatkan
giliran.
Terapis memberikan pujian setiap klien selesai
menceritakan perasaannya dan mengajak klien lain
bertepuk tangan.
Tahap Terminasi
Evaluasi
Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti
TAK
Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
Tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien untuk mendengarkan musik
yang disukai dan bermakna dalam kehidupannya.
Kontrak yang akan datang
Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu menggambar.
Menyepakati waktu dan tempat.
Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi:
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung ,
khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi yaitu kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK.
TAK stimulasi sensoris mendengarkan musik,
kemampuan klien yang diharapkan adalah mengikuti
kegiatan, respon terhadap musik, memberikan
pendapat tentang musik dan perasaan saat mendengar
musik.
No Aspek yang dinilai Nama Klien
1 Mengikuti kegiatan dari
awal sampai akhir
2 Memberi respon (ikut
bernyanyi,/menari/joget/m
enggerakkan tangan-kaki-
dagu sesuai irama
3 Memberi pendapat tentang
musik yang didengar
4 Menjelaskan perasaan
setelah mendengarkan lagu
Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang mengikuti TAK
pada kolom nama klien
2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang
kemampuan klien mengikuti, merespon, memberi
pendapat, menyampaikan perasaan tentang musik
yang didengarkan.
3. Beri tanda √ jika klien mampu, dan tanda X jika
klien tidak mampu.
Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien
saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap
klien.
Contoh: Klien mengikuti sesi 1 TAK stimulasi
sensori mendengarkan musik.
Klien mengikuti kegiatan sampai akhir dan
menggerakkan jari sesuai dengan irama musik,
namun belum mampu memberi pendapat dan
perasaan tentang musik.
Latih klien untuk mendengarkan musik di ruang
rawat.
SEKIAN
SUKSME