Anda di halaman 1dari 27

PERKERASAN KAKU

PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PORTLAND

Perkerasan Jalan Beton Semen


Portland atau lebih sering disebut
Perkerasan Kaku ( Rigid Pavement).

Perkerasan Kaku terdiri dari:


- pelat beton sement portland dan
- lapisan pondasi (bisa juga tidak ada)
diatas tanah dasar.
• Perkerasan beton semen dibedakan ke dalam 4 jenis :
– Perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan
– Perkerasan beton semen bersambung dengan tulangan
– Perkerasan beton semen menerus dengan tulangan
– Perkerasan beton semen pra-tegang
• Perkerasan beton semen adalah struktur yang terdiri
atas pelat beton semen yang terletak di atas lapis
pondasi bawah atau tanah dasar, tanpa atau dengan
lapis permukaan beraspal
Konstruksi Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)
a. Memakai bahan pengikat semen portland (PC)
b. Sifat lapisan utama (plat beton) yaitu memikul
sebagian besar beban lalu lintas.
c. Pengaruhnya terhadap repetisi beban adalah
timbulnya retak-retak pada permukaan jalan.
d. Pengaruhnya terhadap penurunan tanah dasar
yaitu, bersifat sebagai balok diatasnya.

Komponen Perkerasan kaku


Konstruksi Perkerasan Komposit
(Composite Pavement)
a. Kombinasi antara perkerasan kaku
dan perkerasan lentur.
b. Perkerasan lentur diatas
perkerasan kaku atau sebaliknya

Komponen Perkerasan Komposit


Perkerasan beton yang kaku dan
memiliki modulus elastisitas yang
tinggi, sehingga akan
mendistribusikan beban terhadap
bidang area tanah yang cukup luas,
sehingga bagian terbesar dari
kapasitas struktur perkerasan
diperoleh dari slab beton.
Perkerasan kaku berbeda dengan
perkerasan lentur dimana kekuatan
perkerasan lentur diperoleh dari lapisan-
lapisan tebal pondasi bawah, pondasi atas
dan lapisan permukaan.
Sedangkan perkerasan kaku yang paling
penting adalah mengetahui kapasitas
struktur yang menanggung beban, maka
faktor yang paling diperhatikan dalam
perancangan perkerasan jalan beton
semen adalah kekuatan beton itu sendiri.
Pada perkerasan kaku kekuatan dari tanah dasar dan
pondasi hanya berpengaruh kecil terhadap kapasitas
struktur perkerasannya (tebal pelat betonnya).

Lapisan pondasi bawah jika digunakan dibawah


perkerasan beton dapat mempertimbangkan beberapa
kendali:
- Untuk kendali terhadap terjadinya pumping.
- Untuk kendali terhadap sistem drainase bawah
tanah.
- Kendali terhadap kembang susut yang terjadi pada
tanah dasar.
- Untuk mempercepat pekerjaan konstruksi
- Menjaga kerataan dasar dari pelat beton
Fungsi lapisan pondasi atau pondasi bawah
adalah:
- Menyediakan lapisan yang seragam, stabil
dan permanen.
- Menaikkan harga Modulus Reaksi Tanah
Dasar.
- Melindungi gejala pumping butiran-butiran
halus tanah pada daerah sambungan,
retakan dan ujung samping perkerasan.
- Mengurangi terjadinya keretakan pada pelat
beton.
- Menyediakan lantai kerja.
Pumping adalah proses keluarnya air dan
butiran-butiran tanah dasar atau pondasi bawah
melalui sambungan dan retakan atau pada
bagian pinggir perkerasan, akibat lendutan atau
gerakan vertikal pelat karena beban lalu lintas,
setelah adanya air bebas yang terakumulasi
dibawah pelat.
Jenis lapisan perkerasan beton
Lapisan perkerasan beton dapat diklasifikasikan atas
2 tipe yaitu:
1. Perkerasan beton dengan tulangan dowel dan tie
bar. Jika diperlukan untuk kendali retak dapat
digunakan wire mesh, penggunaannya independen
terhadap adanya tulangan dowel.
2. Perkerasan beton bertulang menerus terdiri dari
prosentasi besi yang relatif cukup banyak dan tidak
ada siar kecuali untuk keperluan pelaksanaan
konstruksi dan beberapa siar muai.

Tipe perkersan beton yang populer di Indonesia


adalah perkerasan beton sement portland dengan
dowel dan tie bar.
Bentuk dan jenis kerusakan Perkerasan kaku

Tipe kerusakan yang umum terjadi pada perkerasan


kaku dapat dikelompokkan dalam beberapa tipe
kerusakan yang sejenis berdasarkan model kerusakan.
Identifikasi masing-masing tipe kerusakan adalah sbb:
- Deformasi (deformation): Tipe kerusakan yang
tergolong deformasi adalah amblas (depression),
patahan (faulting), pumping dan rocking.
- Retak (crack): Retak pada perkerasan kaku
mempunyai bentuk yang bermacam-macam, mulai
dari retak tunggal sampai retak yang saling
berhubungan. Umumnya, tipe retak adalah blok
(block), sudut (corner), diagonal, memanjang
(longitudinal), melintang (transverse) dan tidak
beraturan (meandering).
- Kerusakan pengisi sambungan (joint seal defects)
- Gompal (spalling)
- Kerusakan bagian tepi slab (edge drop-off)
- Kerusakan tekstur permukaan (surface texture defect):
Kerusakan ini dapat dikelompokkan menjadi keausan
agregat mortar (scaling), kekesatan (polished
aggregat)
- Lubang (pothole)
- Ketidak cukupan drainase permukaan perkerasan.
 Deformasi
Deformasi adalah penurunan permukaan perkerasan
sebagai akibat terjadinya retak atau pergerakan
diantara slab.
Tipe kerusakan deformasi:
• Amblas (defression) adalah penurunan permanen
permukaan slab dan umumnya terletak di sepanjang
retakan atau sambungan. Kerusakan ini dapat
menimbulkan terjadinya genangan air dan seterusnya
masuk melalui sambungan atau retakan.
Kedalaman amblas yang dipandang kritis adalah lebih
dari 25 mm.
KERUSAKAN PERKERASAN BETON SEMEN

Lubang (pothole)
Penurunan kondisi perkerasan beton pada umumnya

Faulting Diferensial Settlement

Spalling Retak
SEBAB SEBAB KERUSAKAN PERKERASAN KAKU
DILUAR MUTU KONSTRUKSI

Karena perubahan temperatur


Terjadi rongga bila beban
berat akan pecah

Melengkung keatas apabila temperatur permukaan lebih tinggi


dari bagian bawah (siang hari)

Melengkung kebawah apabila temperatur bawah lebih tinggi


dari temperatur permukaan (malam hari)

Terjadi rongga17karena terjadi perbedaan penurunan tanah dasar


TRANSFER BEBAN DIGUNAKAN DOWEL

PERRLU PEMELIHARAAN SILENT YANG


MEMPUNYAI BOUNDING TINGGI
KERUSAKAN KONSTRUKSI BETON AKIBAT SIFAT TANAH

TANAH MENGEMBANG

LAPIS BAWAH KURANG


PADAT

PARTIAL SETTLEMENT
KERUSAKAN KONSTRUKSI BETON AKIBAT PROSES PUMPING

KALAU TIDAK ADA DRAINASE TANAH


AKAN MENJADI LUMPUR DAN MAKIN
BESAR
PROSES KERUSAKAN BETON DISEKITAR JOINT

TANPA DIPELIHARA AKAN GOMPAL


PADA DAERAH YANG SLAB B ETONNYA PATAH LEAN CONCRETE TIDAK PECAH
NAMUM TURUN ANTARA 0.5- 2,7 CM
KERUSAKAN PADA SEGMEN
JATIBARANG – PALIMANAN EKS AP-04

Akibat Vibrasi pada lapis permukaan yang


poros diatas lapis tanah lumpur butiran akan
turun dan lumpur akan naik mengakibat TURUN 2,7
tanah dibawah rigid turun, karena lean CM
concrete tidak terlalu kaku maka Lean
Concrete turun mengikuti turunnya lapisan
tanah di bawahnya mengakibatkan rongga
antara lean concrete dengan rigid , dan rigid
akan patah
PERGERAKAN PLAT YANG MENGAKIBATKAN
PUMPING

Plat turun secara capat


menekan air , air akan
naik kepermukaan

Naiknya plat secara cepat


akan menghisap air
dibawahnya
TOL CIPURALANG KM 91
TOL CILEUNYI - BANDUNG
Sekian dan Terima kasih

27