Anda di halaman 1dari 32

DASAR- DASAR AKHLAK

Kelompok 1
Fanny Chanifah (11170163000039)
Jannatun Latifah (11170163000044)
Mumun Munaenah (11170163000065)
Miftahul Huda (11170163000066)
■ Pengertian Ta’rif Akhlak
■ Fungsi dan Tujuan Akhlak
■ Ruang Lingkup Akhlak
■ Persamaan dan Perbedaannya dengan Istilah Lain,
Semisal Etika, Moral, Susila, dan Budi Pekerti
■ Dalil-Dalil Naqli Tentang Akhlak
■ Dalil-Dalil Aqli Tentang Akhlak
■ Makna Penting Ilmu Akhlak
■ Hubungannya Ilmu Akhlak dengan Ilmu-Ilmu Lain Seperti
Taswuf, Tauhid, Syariah Tarbiyah, Dan Filsafat
Apa itu Akhlak ?
Akhlak Secara Bahasa

■Kata akhlaq berasal dari Bahasa Arab yang


diartikan dengan istilah perangai atau
kesopanan. Kata akhlak (‫ ) اخالق‬adalah
jama’taksir dari kata khuluq (‫ ) خ لوق‬artinya
tingkah laku, perangai, dan tabiat.
Akhlak Secara Istilah
■ Menurut istilah, akhlak adalah daya kekuatan jiwa yang
mendorong perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa di
pikir dan direnungkan lagi
■ Syekh Muhammad Nawawi Al Jawiyydalam kitabnya
“Murooqiyul ‘Ubudiyah” mengartikan “Akhlak adalah kedaan
didalam jiwa yang mendorong prilaku yang tidak terpikir dan
tidak ditimbang”.
■ Kemudian Al-Ghozali mendifinisikan akhlak sebagai suatu
ungkapan tentang keadaan pada jiwa bagian dalam yang
melahirkan macam – macam tindakan dengan mudah, tanpa
memerlukan pikiran dan pertimbangan terlebih dahulu.
Fungsi Akhlak
■Dapat mengetahui sisi baik dan buruk pada
manusia.
■Tidak mudah terguncang oleh perubahan situasi
■Tidak mudah tertipu oleh fatamorgana
kehidupan
■Dapat menikmati hidup dalam segala keadaan
Tujuan Akhlak
■ Akhlak bertujuan membentuk pribadi muslim yang luhur
dan mulia.
■ Menghindari diri dari pengaruh akal pikiran yang
menyesatkan.
■ Seseorang yang mempelajari ilmu ini akan memiliki
pengetahuan tentang kriteria perbuatan baik dan buruk
■ Ilmu akhlak atau akhlak yang mulia juga berguna dalam
mengarahkan dan mewarnai berbagai aktivitas kehidupan
manusia disegala bidang.
■ Akhlak juga merupakan mutiara hidup yang membedakan
makhluk manusia dengan makhluk lainnya.
Ruang Lingkup Ilmu Akhlak

Ruang lingkup ilmu akhlak adalah ‫حا ل ا لنفس‬


atau kondisi jiwa yang melahirkan
aktivitas horizontal (atau perilaku
manusia terhadap sesama makhluk)
sesuai dengan ketentuan Allah dan
rasul-Nya.
Ruang lingkup akhlak akan membahas
tentang perbuatan perbuatan manusia,
kemudian menetapkannya apakah perbuatan
yang tergolong baik atau buruk. Objek
pembahasan dalam ilmu akhlak berkaitan
dengan norma atau penilaian terhadap
sesuatu perbuatan yang dilakukan sesorang.
Untuk dapat mengetahui ruang lingkup
akhlak dapat dilakukan berbagai
pendekatan, sebagai berikut:

Pendekatan Etimologis

Pendekatan Terminologis

Pendekatan Epitimologis
Pendekatan
Etimologis
Setiap aktivitas horizontal akan mejadi
pembahasan dalam ilmu akhlak yang
dilakukan secara sadar dan didasari dengan
rasa tanggung jawab yang mendalam. Dan
jika dilakukan secara tidak sadar, maka
bukan termasuk dalam ruang lingkup akhlak
contohnya orang yang mengancam,
menganiaya dan lain sebagainya.
Pendekatan
Terminologis
Dalam pendekatan secara terminologis dapat
tergambar
ruang likup ilmu akhlak, yaitu :
1) Ilmu akhlak hanya membahas kondisi jiwa
seseorang (halu al-nafs).
2) Melahirkan halu al-af’al atau aktivitas horizontal
3) Tanpa adanya sebuah keterpaksaan
4) Tanpa melalui proses pemikian panjang. Artinya
aktivitas horizontal tersebut sudah terbiasa
dilakukan, kontinyu dan istiqamah. Bahkan
pelakuknya merasa gelisah dan bahkan merasa
berdosa bila melakukannya, karena perilaku
akhlaki adalah aktivitas orang yang beriman
Pendekatan
Epistimologis
Ilmu akhlak ini bersifat normatif yang membangun hasil
kajiannya kepada sesuatu yang bersifat dan ilmu akhlak ini
dibangun diatas pondasi wahyu, yaitu Al-Qur’an yang
kesuciannya dipelihara oleh Allah.

Kerangka epstemologis ilmu akhlak yang qur’anian sangat


berbeda dengan etika pemikiran manusia. Namun ilmu
akhlak ini bersifat universal sedangkan etika bersifat lokal
karena apa yg dihasilkan dibatasi oleh ruang dan waktu.
Ilmu islam yang secara epistimologis ini sejalan dengan ilmu
islam yaitu fiqih, tauhid, tasawuf dan lain lain
Persamaan Dan Perbedaan
Akhlak Dengan Istilah Lain
1. Akhlak dan Ilmu Akhlak
■ Akhlak diartikan sebagai tingkah laku manusia.Sedangkan
menurut Imam Ghazali akhlak adalah sifat yang tertanam
dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan tanpa
memerlukan pikirian.
■ Ilmu akhlak adalah suatu ilmu pengetahuan agama Islam, yang
berguna untuk memberikan petunjuk petunjuk kepada
manusia, bagaimana cara berbuat kebaikan dan
menghindarkan keburukan. Ilmu akhlak diartikan sebagai teori
yang mempelajari tingkah laku manusia.
2. Etika dan Moral
■ Etika (Ethos) yang berarti adat, watak atau
kesusilaan. Sedangkan Moral (Mos atau Mores)
yang berarti adat atau cara hidup.
Meskipun terlihat sama namun dari sisi lain
mempunyai unsur perbedaan, misalnya :
■ Istilah etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai
yang ada. Karena itu, etika merupakan suatu ilmu.
■ Istilah moral digunakan untuk memberikan kriteria
perbuatan yang sedang dinilai. Karena itu moral
bukan suatu ilmu, tetapi merupakan suatu
perbuatan manusia.
3. Kesusilaan dan Kesopanan
Kesusilaan berasal dari bahasa Sansekerta dari kata
“su” yang berati lebih baik dan kata “sila” yang
berarti prinsip (dasar) atau aturan hidup. Jadi
keasusilaan adalah dasar dasar aturan hidup yang
lebih baik. Sedangkan kesopanan berasal dari
Bahasa Indonesia yaitu sopan yang artinya tenang,
beradab, baik dan halus (perkataan yang baik dan
beradab)
■ Persamaan dari pembahasan diatas adalah pertama
mengenai
1. Istilah etika dan ilmu akhlak yang gunanya untuk
mencari suatu sistem yang dapat dijadikan pedoman bagi
manusia, untuk melakukan perbuatan yang baik.
2. Sedangkan istilah moral, kesusilaan, kesopanan dan
akhlak adalah sama pengertiannya yaitu untuk
menyatakan perbuatan manusia.
3. Mengenai istilah akhlaq dengan moral, dimana akhlak
menitik beratkan perbuatan terhadap Tuhan dan sesama
manusia, sedangkan moral, kesusilaan dan kesopanan
hanya menitik beratkan perbuatan terhadap sesama
manusia saja.

NOTE : Maka istilah akhlak siftanya teosentris, meskipun


 Dalil Naqli Tentang Akhlak
■ Seorang Muslim menjadikan akhlaknya sebagai sarana
mendekatkan diri pada Allah. Dia mengerjakan itu semua
bukan didasarkan atas motivasi ingin mencari pamrih,
pujian, atau kebanggaan. Akhlak adalah rangkaian amal
kebajikan yang diharapkan akan mencukupi untuk
menjadi bekal pulang ke negeri akhirat nanti
■ Berikut ayat Al-Qur’an dan hadist yang menjelaskan
tentang akhlak.

‫ُخلُ ٍق َع ِظ ٍمي‬
‫َو ن ََّك لَ َع ٰىَل‬
"Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang‫ِإ‬
agung." (QS. al-Qalam : 4)
Q.S. Al-Qalam ayat 4
■ Dikemukakan oleh Abun Na’iem di dalam kitab ad-Dalail
dan al-Wahidi dengan sanad yang bersumber dari Aisyah,
berkata : Bahwa tiada seorang pun yang mempunyai
akhlak melebihi Rasulullah SAW. dan tiada seorang pun
dari Shahabat dan Keluarga-Nya yang memanggilnya,
kecuali beliau berkata : ”LABBAIKA”. Oleh karenanya,
maka Allah menurunkan ayat” WA INNAKALA’ALAA
KHULUQIN ADHIMIN” sebagai penjelasan tentang keadaan
akhlak Rasulullah SAW. yang sangat mulia tersebut.

‫لَ َق ْد اَك َن لَمُك ْ يِف َر ُس ِول اهَّلل ِ ُأ ْس َو ٌة َح َسنَ ٌة ِل َم ْن اَك َن يَ ْر ُجو اهَّلل َ َوالْ َي ْو َم اآْل ِخ َر َو َذ َك َر‬
‫اهَّلل َ َك ِث ًريا‬
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
‫اَّن َأ ْخلَ ْصنَامُه خِب َا ِل َص ٍة ِذ ْك َرى َّادل ِار‬
■ “Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan ‫ِإ‬
(menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu
mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.” (QS.Shaad : 46

ِ ‫ۚ فََأ ِق ْم َوهْج َ َك ِل ِّدل ِين َح ِني ًفا ۚ ِف ْط َر َت اهَّلل ِ الَّيِت فَ َط َر النَّ َاس عَلَهْي َا ۚ اَل تَ ْب ِدي َل ِل َخلْ ِق اهَّلل‬
‫َذٰ كِل َ ّ ِادل ُين الْ َقمِّي ُ َولَٰ ِك َّن َأ ْكرَث َ النَّ ِاس اَل ي َ ْعلَ ُمون‬
■ “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah;
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia
menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah)
agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
(Q.S Ar-Rum : 30)
‫فََأ ِق ْم َوهْج َ َك ِل ِّدل ِين َح ِني ًفا ۚ ِف ْط َر َت اهَّلل ِ الَّيِت فَ َط َر النَّ َاس عَلَهْي َا ۚ اَل‬
ِ ‫ۚ تَ ْب ِدي َل ِل َخلْ ِق اهَّلل‬
‫َذٰ كِل َ ّ ِادل ُين الْ َقمِّي ُ َولَٰ ِك َّن َأ ْكرَث َ النَّ ِاس اَل ي َ ْعلَ ُمون‬
■ “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada
agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada
peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang
lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui” (Q.S Ar-Rum : 30)
‫َح َّدثَنَا َأبُو ُك َريْ ٍب َح َّدثَنَا َع ْبدَ ُة ْب ُن ُسلَ ْي َم َان َع ْن ُم َح َّم ِد ْب ِن مَع ْ ٍرو َح َّدثَنَا َأبُو َسلَ َم َة َع ْن‬
‫ول اهَّلل ِ َصىَّل اهَّلل ُ عَلَ ْي ِه َو َسمَّل َ َأمْك َ ُل الْ ُم ْؤ ِم ِن َني ميَااًن َأ ْح َسهُن ُ ْم‬
ُ ‫َأيِب ه َُرْي َر َة قَا َل قَا َل َر ُس‬
‫ِإ‬
‫ُخلُقًا َو ِخ َي ُارمُك ْ ِخ َي ُارمُك ْ ِل ِن َساهِئ ِ ْم ُخلُقًا قَا َل َويِف الْ َباب َع ْن عَائِ َش َة َوا ْب ِن َع َّب ٍاس قَا َل‬
‫يث َح َس ٌن حَص ِ ٌيح‬ ٌ ‫يث َأيِب ه َُرْي َر َة َه َذا َح ِد‬ُ ‫َأبُو ِعيىَس َح ِد‬
“Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib], telah
menceritakan kepada kami ['Abdah bin Sulaiman] dari
[Muhammad bin 'Amr], telah menceritakan kepada kami
[Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang mukmin yang
paling sempurna imannya adalah yang paling baik
akhlaknya. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik
terhadap para istrinya." Abu Isa berkata; "Hadits semakna
diriwayatkan dari Aisyah dan Ibnu Abbas." Dia
menambahkan; "Hadits Abu Hurairah merupakan hadits
 

‫إ ِن َّ َما بُ ِعثْ ُت ُِألتَ ِِّّم َم َصا ِل َح ْاَأل ْخ َال ِق‬.


“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak
yang baik.” (HR. Ahmad)

‫ " َّن ِللُك ِّ ِد ْي ِن ُخلُقًا َو ُخلُ ُق اإلسال َم الْ َح َيا ُء‬: -‫صىل هللا عليه وسمل‬- ‫هللا‬
ِ ‫رسول‬
ُ ‫قال‬
■ Dari Anas -semoga Allah meridhoinya- dia berkata : Nabi
‫ِإ‬
-shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda : "Sesungguhnya
setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah
rasa malu." (HR. Ibnu Majah)
Dalil Aqli Tentang Akhlak

■ Ibnu Miskawaih, sebagai pakar akhlak terkemuka dalam kitabnya


TahIa mengatakan bahwa akhlak adalah :
 

‫حا ل للنفىس دا عیة لھا ا ىل افعا لھا من غری فكر ورویة‬


“Sikap yang tertanam dalam jiwa yang mendorong untuk melakukan
perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan (lagi)”
Akhlak menurut Al Ghazali
mempunyai tiga dimensi :
■ Dimensi diri, yakni orang dengan dirinya dan
Tuhannya, seperti ibadah dan shalat.
■ Dimensi sosial, yakni masyarakat, pemerintah dan
pengaruhnya dengan sesamanya.
■ Dimensi metafisis, yakni aqidah dan pegangan
dasarnya
Menurut Al-Farabi,
■ sesungguhnya akhlak itu merupakan upaya
menumbuh kembangkan akhlak potensial baik
yang ada dalam diri setiap manusia dengan jalan
membiasakan lahirnya perilaku-perilaku yang
terpuji dan membangun situasi dan kondisi yang
kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya
perilaku yag terpuji dalam diri seseorang
SEBERAPA PENTINGNYA ILMU AKHLAK BAGI ANDA?
Makna pentingnya ilmu akhlak

■ Pentingnya akhlak yaitu sebagai garis pemisah antara


orang yang berakhlak dengan orang yang tidak berakhlak.
■ Akhlak merupakan ciri kelebihan manusia yaitu lambang
kesempurnaan iman, ketinggian taqwa, dan kealiman
sesorang manusia yang berakal.
■ Manusia mampu mengekspresikan perbuatan, tingkah laku,
perkataan yang baik dan bijak.
■ akhlak berguna untuk mengarahkan dan mewarnai
berbagai aktifitas kehidupan manusia di segala bidang.
Menjelaskan hubungan
ilmu akhlak dengan ilmu
ilmu lain HUBUNGAN
AKHLAK

TASAWUF FILSAFAT

PENDIDIKA
TAUHID N
HUKUM
■ Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu tasawuf

Akhlak merupakan gerbang ilmu tasawuf yang mana didalamnya sama –

sama berorientasi kepada kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT,

berorientasi kepada kemuliaan akhlak dan kebersihan jiwa, mengarahkan

kepada terciptanya kebaikan di dunia dan diakhirat.

■ Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu tauhid

Ilmu tauhid membahas tentang cara meng-Esakan tuhan. Hubungan dari

keduanya dapat dilihat dari

1. segi obyek pembahasannya,

2. Dilihat dari segi fungsinya

3. Dilihat dari kaitannya antara iman dan amal sholih.


■ Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu hukum

Pokok mengenai hubungan ilmu akhlak dengan ilmu hukum


adalah perbuatan manusia. Akhlak memerintahkan untuk
berbuat yang baik dan melarang yang kemudharatan.
Sedangkan ilmu hukum tidak, karena banyak perbuatan yang
baik tidak diperintahkan oleh hukum. Demikian juga beberapa
perbuatan yang mendatangkan kemudhoraotan tidak dicegah
oleh hokum.

■ Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu pendidikan


(Tarbiyah)
■ Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu filasafat

Berdasarkan konsep yang umum, filsafat merupakan upaya


mengetahui dan menggali potensi yang dimiliki manusia.
Diantara filsafat obyek pemikiran filsafat yang erat kaitannya
dengan manusia. Pada saat itu objek filsafat dibagi menjadi dua.

1. hal-hal yang manusia tidak dapat melakukan intervensi


didalamnya, kecuali berkaitan dengan perbuatan manusia

2. Hal-hal yang bergantung pada usah manusia, yaitu tindakan-


tindakan manusia.