Anda di halaman 1dari 69

Proses Pembentukan Urin

(Transport Transepitel Nefron: Reabsorbsi dan


Sekresi)

Sestramita
PMIB FKUI
2020
Mekanisme Pembentukan Urin
1. Filtrasi (glomerulus) : Proses penyaringan (hampir bebas protein) dari
kapiler glomerulus ke dalam kapsula bowman
2. Reabsorpsi (tubulus): Perpindahan zat dari lumen tubulus menuju
plasma kapiler peritubulus
3. Sekresi (tubulus): Perpindahan zat dari plasma kapiler menuju lumen
tubulus
REABSORPSI
• Reabsorpsi: Mengembalikan / menarik bahan - bahan yang masih
bermanfaat bagi tubuh, akan dikembalikan ke plasma kapiler peritubulus.
• 180 L/hr plasma disaring dan 178,5 L direabsorpsi dan 1,5 L dikeluarkan
sbg urine  reabsorpsi H20 99%, 100% gula, 99,5% garam)  99%
reabsorpsi & 1% diekskresi
• Tujuan: Mempertahankan komposisi dan volume lingkungan cairan
internal
1. Bbrp senyawa asing tidak akan direabsorpsi.
2. Air & ion terfiltrasi cepat dan di reabsorpsi bila tubuh memerlukan air &
ion, bila berlebihan dieksreksikan.
Laju Filtrasi, Reabsorpsi & Ekskresi Berbagai Zat
oleh Ginjal
Reabsorpsi
1. melintasi membran epitel tubulus ke dalam cairan interstisial ginjal
dan kemudian
2. melalui membran kapiler peritubulus kembali ke dalam darah
Sekresi
Pemindahan selektif dari kapiler peritubulus ke dalam lumen
tubulus. Proses ini adalah rute k
• menambah konsentrasi bahan tertentu pada filtrat dengan cara sekresi
• mengurangi konsentrasi bahan tertentu pada filtrat dengan cara reabsorpsi
• kecepatan sekresi atau reabsorpsi tergantung pada kebutuhan tubuh
terhadap bahan tersebut
Mekanisme Sekresi dan
Reabsorpsi
• Transport aktif:
- transport aktif primer
- transport aktif sekunder
- transport aktif reabsorpsi protein: pinositosis (endositosis)
• Transport pasif
- melalui ruang antar sel
- menggunakan carrier
• Osmosis: air
TRANSPOR TRANSEPITEL
Reabsorpsi
• REABSORPSI PASIF VERSUS AKTIF jenis reabsorpsi tubulus-pasif dan
aktif-bergantung pada apakah diperlukan pengeluaran energi lokal
untuk mereabsorpsi bahan tertentu. Pada reabsorpsi pasif, semua
tahap dalam transpor transepitel
•I
Transpor Aktif
Primer
reabsorpsi akhir ion natrium dari lumen tubulus
kembali ke dalam darah melibatkan setidaknya tiga
tahap berikut
1. Natrium berdifusi melalui membran luminal (yang juga disebut
membran apikal) ke dalam sel, mengikuti suatu gradien elektrokimia
yang terbentuk oleh pompa natriumkalium ATPase pada sisi basolateral
membran.
2. Natrium ditranspor melalui membran basolateral melawan suatu
gradien elektrokimia yang ditimbulkan oleh pompa natrium-kalium
ATPase.
3. Natrium, air, dan zat-zat lain direabsorbsi dari cairan interstisial ke
dalam kapiler peritubulus dengan cara ultrafiltrasi, yaitu suatu proses
pasif yang digerakan oleh gradien tekanan hidrostatik dan tekanan
koloid osmotik.
Transpor Aktif Sekunder
• Transpor yang berhubungan secara
tidak langsung dengan suatu
sumber energi, seperti yang
diakibatkan oleh gradien ion,
disebut sebagai transpor aktif
sekunder.
Hormon yang Mengatur Reabsorpsi
Tubulus
Reabsorpsi Natrium
Reabsorpsi Glukosa
Reabsorpsi Urea
Penanganan Glukosa Oleh Nefron
Penanganan Glukosa oleh Nefron
• Proses yang terjadi di nefron dapat digambarkan sbb:
ekskresi Urin = filtrasi glomerulus – reabsorpsi tubulus +
sekresi tubulus
• Glukosa tidak di sekresi, shg: jml glukosa yg di ekskresi = jml glukosa yg di
filtrasi – jml glukosa yg di reabsorpsi
• Dalam keadaan normal, semua glukosa yg di filtrasi di reabsorbsi ⇒ jml
glukosa yg filtrasi= jml yg di reabsorpsi
• Ketika ambang renal untuk glukosa tercapai, maka glukosa akan di
ekskresikan ⇒ glikosuria ≈ kadar gula darah meningkat
Reabsorpsi Tubulus secara
Kuantitatif Besar dan Sangat Selektif

Filtrasi = Kecepatan filtrasi glomerulus x Konsentrasi plasma


• Perhitungan ini menganggap zat-zat difiltrasi secara bebas dan tidak
terikat pada protein plasma
• konsentrasi glukosa plasma adalah 1 g/L,
• jumlah glukosa yang difiltrasi setiap hari kira-kira 180 L/ hari x 1 g/L,
atau 180 g/hari.
• Oleh karena sebetulnya secara normal tidak ada glukosa hasil filtrasi
yang diekskresikan, maka kecepatan reabsorpsi glukosa juga 180 g/hari.
1. Proses filtrasi glomerulus dan reabsorpsi tubulus secara kuantitatif
relatif besar dibandingkan dengan ekskresi urine  filtrasi
glomerulus terkoordinasi begitu ketat
2. filtrasi glomerulus, yang secara relatif tidak selektif (pada dasarnya
semua zat terlarut dalam plasma akan difiltrasi kecuali protein
plasma atau zat-zat yang terikat pada protein), reabsorpsi tubulus
bersifat sangat selektif.
SEKRESI
• Sekresi ialah perpindahan molekul dari CES ke lumen tubulus nefron.
• Sekresi bergantung pada system transport membran; merupakan
transport aktif krn melawan gradien konsentrasi→ sbgn besar mll
transport aktif sekunder.
• Proses sekresi: difusi zat dari kapiler peritubulus ke interstisium→ zat
menuju lumen tubulus dg menyebrangi tight junction antarsel (jalur
paraselular) atau melewati membrane basolateral & membrane apikal
(jalur transelular).
• Sekresi K+ & H+ oleh nefron penting dalam homeostasis ion-ion tsb.
• Sekresi membantu nefron meningkatkan ekskresis / molekul.
Tranport Maksimum (Tm)
• Kecepatan maksimum dari transport aktif tubulus renal
• Bahan yang mengalami transport pasif, tidak punya Tm, sebab
kecepatan transport juga tergantung pada:
- gradien elektrokimia untuk difusi
- permeabilitas membran terhadap bahan tersebut
- waktu saat bahan tersebut berada dalam tubulus (diesebut:
gradient-time transport)
Proses di Tubulus Proksimal
• Sel epitel tubulus proksimal “highly metabolic” dan banyak sekali
mitokondria untuk transport aktif
• Mrmpunyai “brush border” yang sangat luas  “surface area”
yang sangat luas untuk transport
• Mempunyai banyak sekali protein carrier dan sejumlah besar ion
Na  transport aktif sekunder (co-transport dan counter
transport)
Jadi proses reabsorpsi yang paling aktif
….Proses di Tubulus Proksimal
• Di setengah pangkal: reabsorpsi natrium bersama dengan co-
transport Na: glukosa, asam amino
• Di setengah ujung: reabsorpsi Na terutama dengan Cl
• Diikuti oleh osmosis air
Proses di Ansa Henle: Segmen
desenden tipis (thin descending)
sangat permeabel terhadap air
permeabel (moderat) terhadap bahan terlarut
difusi sederhana
reabsorpsi air (20%)
Proses di Ansa Henle: Segmen
asenden tipis (thin ascending)
tidak permeabel terhadap air
kapasitas reabsorpsi sangat rendah
Proses di Ansa Henle: Segmen
asenden tebal (thick ascending)
tidak permeabel terhadap air
mempunyai sel epitel yang tebal
sel epitelnya “highly metabolic”

reabsorpsi aktif Na, Cl, K (25%)
counter transport Na-H

Cairan tubular sangat encer
Proses di Tubulus Distal: Di setengah
pangkal
karakteristik reabsorptif mirip dengan segmen asenden tebal ansa
Henle
reabsorpsi aktif hampir semua ion termasuk Na, Cl, K
tidak permeabel terhadap air

Cairan tubular encer
Proses di Tubulus Distal: Di setengah ujung
tubulus distal & pangkal (bagian kortikal)duktus
koligentes (collecting duct)
mempunyai 2 macam sel:
> sel prinsipal: Na, sekresi K
> sel intercalated: reabsorpsi K, sekresi H
- tidak permeabel terhadap urea
- permeabelitas terhadap air diatur oleh ADH (Anti Diuretic Hormon) (=
vasopressin)
> ADH meningkat: permeabel terhadap air
> ADH tidak ada: sangat tidak permeabel terhadap air

Mekanisme kontrol derajad dilusi atau konsentrasi urin
• Di bagian ujung (bagian medula) duktus koligentes (collecting duct)
- memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan
output akhir urin
- Permeabel terhadap urea
- Permeabelitas terhadap air juga diatur ADH
- Bersama dengan duktus koligentes kortikal: mempunyai
kemampuan untuk mensekresikan ion H

Berperan penting dalam mengatur keseimbangan asam-basa
Pemekatan Urin
(Mekanisme Countercurrent)
• Sekresi ADH: permeabelitas tubulus distal dan duktus koligentes
terhadap air meningkat  reabsorpsi air meningkat
• Jaringan intersisial di medula renal (di sekitar duktus koligentes)
sangat hiperosmotik  air yang direabsorpsi di bawah pengaruh
ADH akan masuk ke dalam jaringan intersisium ginjal
• Mekanisme yang membuat intersisial renal hiperosmotik adalah
mekanisme countercurrent, yaitu peranan dari ansa Henle dan
vasa recta (kapiler peritubuler khusus di medula renal)
Kontrol hormon pada reabsorpsi
tubular
• Aldosteron: meningkatkan reabsorpsi Na dan sekresi K
• Angiotensin II (AT II): meningkatkan reabsorpsi Na dan air
• ADH: meningkatkan reabsorpsi air
• Atrial Natriuretic Peptide (ANP): mengurangi reabsorpsi Na dan air
• Paratiroid: meningkatkan reabsorpsi Ca
Diuresis Osmotik
• Terjadi bila banyak bahan terlarut di dalam cairan tubular yang
tidak direabsorpsi (mis; pemberian manitol)

Cairan tubular menjadi hiperosmotik

Reabsorpsi air berkurang  ekskresi air meningkat

diuresis
Diuresis Air
• Terjadi pada Diabetes Insipidus (ADH tidak ada)

Reabsorbsi air di tubulus distal dan duktus koligentes berkurang

ekskeri air meningkat

Diuresis
Pengaturan ekskresi Na
• Na difiltarsi di glomerolus
• Direabsorpsi aktif di sepanjang tubulus (kecuali di ansa Henle
asenden tipis)
• 96 – 99 % Na yang difiltrasi direabsorpsi, karena Na adalah kation
penting pada cairan ekstraselular
• Hormon Aldosteron dan AT II meningkatkan reabsorpsi Na 
ekskresi Na berkurang
• ANP mengurangi reabsorpsi Na  ekskresi Na meningkat
Reabsorbsi
• Transport aktif dan pasif
• Tubulus-kapiler peritubular
• Transport Maximum (Tm)
• Renal plasma threshold
Reabsorbsi
• Difusi
• Difusi difasilitasi : carrier atau transporter
• Transport aktif primer
• Transport aktif sekunder : Cotransport dan countertransport
• Endocytosis
• Solvent drag
Reabsorbsi di berbagai segmen
• Tubulus proksimal
– Mitokondria >> : transport aktif
– 65 % zat direabsorbsi
– Kecepatan reabsorbsi di tubulus proksimal, selain tergantung pada transport
aktif melalui epitel tubulus juga dipengaruhi oleh faktor yang mempengaruhi
tekanan intertitial
– Na+
• Membran basolateral : transport aktif
• Membran luminal : difusi yang dipermudah
– Osmolaritas cairan tubulus relatif konstan, permeabel thdp air.
Reabsorbsi di berbagai segmen
• Tubulus proksimal
– Glukosa, asam amino : cotransport sodium
– Protein direabsorbsi dengan pinositosis di membran luminal,
kemudian di dalam sel tubulus dipecah menjadi asam amino dan
dengan difusi dipermudah menembus membran basolateral. 30 gr/hari
protein yang terfiltrasi (megalin or cubilin are associated with
proteinuria, suggesting both receptors to be essential to normal tubular
reabsorption of filtered proteins)
– Tempat penting untuk sekresi asam dan basa organik seperti garam
empedu, oksalat, urat dan katekolamin
Reabsorbsi di berbagai segmen
• Segmen tipis ansa Henle
– Bagian descenden
• Sangat permeabel terhadap air : 20 % air yg difiltrasi
• Permeabel terhadap urea, natrium
– Bagian ascenden
• Dibandingkan dengan descenden, lebih permeabel terhadap urea
• Kurang permeabel terhadap air pemekatan urin
Reabsorsi di berbagai segmen
• Segmen tebal ansa Henle
– Impermeabel terhadap air dan urea
– Transport aktif : Na+, K+, Cl-  25 % dari beban yang difiltrasi
– Berperan dalam mengatur konsentrasi urin
• Segmen distal
– Segmen dilusi
• Impermeabel terhadap air dan urea
• Mengabsorbsi kebanyakan ion
– Tubulus distal akhir
• Impermeabel terhadap urea
• Di pengaruhi oleh aldosteron
• Dipengaruhi ADH

• Duktus kolektivus
• Dipengaruhi ADH
• Sedikit permeabel terhadap urea

• Aldosteron
– Permeabilitas membran luminal terhadap Na+ meningkat – Peningkatan Na, K – ATPase – ATP meningkat • ADH – Peningkatan ADH
meningkatkan reabsorbsi air dan urea
• Reabsorpsi tubulus
• • Adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh
seperti glukosa, asam amino, nutrisi organik, air dan garam mineral •
Dapat terjadi secara pasif (osmosis tanpa energi) maupun aktif
(memerlukan energi) • Biasanya tubulus mereabsorpsi sekitar 99%
dari H2O yang terfiltrasi, 100% gula terfiltrasi, dan 99,5% garam yang
terfiltrasi • Urine yang dihasilkan setelah proses reabsorpsi tubulus
disebut urine sekunder
• Bahan yang direabsorbsi di harus melewati lima penyaring terpisah yang
disebut transpor transepitel, sebagai berikut:
• 1. Bahan harus meninggalkan cairan tubulus dengan melewati membran
luminal sel tubulus
• 2. Melewati sitosol dari satu sisi sel tunulus ke sisi lainnya
• 3. Melewati membran basolateral sel tubulus untuk masuk ke cairan
interstisial (cairan diantara sel)
• 4. Berdifusi melalui cairan interstisial
• 5. Menembus dinding kapiler peritubuler untuk masuk ke plasma darah
Reabsorpsi Air
• Pada keadaan normal, hampir 99% dari air yang menembus membran filtrasi akan
direabsorpsikan sebelum mencapai ureter
• Reabsorpsi di tubulus kontortus prosikmal diakukan degan proses osmosis disebut
reabsorpsi obligat
• Reabsorpsi air di tubulus kontortus distal disebut reabsorpsi fakultatif, yaitu
reabsorpsi yang terjadi tergantung kebutuhan
• Reabsorpsi air di tubulus kontortus distal dipengaruhi oleh hormon antidiuretik (ADH)
yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis
• Bila sekresi hormon antidiuretik sangat berkurang maka reabsorpsi air akan dihambat
• Hal tsb menyebabkan jumlah urine yang diekskresikan menjadi banyak
• Keadaan tsb disebut diabetes insipidus
Reabsorpsi zat yang penting bagi
tubuh
• Zat zat yang penting dalam tubuh yang secara aktif direabsorpsi
adalah protein, asam amino, glukosa, asam asetoasetat dan vitamin
• Zat zat tersebut direabsorpsi secara aktif di tubulus proksimal,
sehingga tidak ada lagi dilekung Henle
Reabsorpsi Zat Tertentu
• Dapat terjadi secara transpor aktif dan difusi
• Contoh, pada sisi tubulus yang berdekatan dengan lumen tubulus
renalis terjadi difusi ion Na+ , sedangkan pada sisi sel tubulus yang
berdekatan dengan kapiler terjadi transpor aktif ion Na+
• Tranpor aktif Na+ menyebabkan menurunnya kadar ion Na+ di sel
tubulus renalis, sehingga difusi Na+ terjadi dari lumen sel tubulus
renalis
c. Augmentasi
• Adalah proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh
ke dalam tubulus kontortus distal
• tubulus mengeluarkan zat-zat tertentu yang mengandun sel-sel ion
hidrogen dan ion kalium yang kemudian menyatu dengan urin
sekunder
• Penambahan ion hidrogen dimaksudkan untuk menjaga
kesetimbangan pH dalam darah
• urin yang terbentuk akan disimpan sementara dalam kantung kemih
dan selanjutnya dibuang melalui uretra
Penyimpanan sementara urine dan
berkemih
• Urine dari duktus kolektivus
• pelvis renalis  ureter  vesike urinaria
• Ureter kontraksi mendorong urine ke kantung kemih
• Dari kantung kemih urine mengalir ke uretra
• Uretra berdiameter 4-6 mm panjang uretra pada wanita dewasa 2,5-
3,5 cm, sedangkan pada laki laki dewasa 17-22,5 cm
• Keinginan membuang air kecil : penambahan tekanan di dalam
kandung kemih yang dapat dikendalikan oleh saraf pusat di ota
Sekresi
Ginjal menghasilkan berbagai substansi yang sangat perlu bagi tubuh:
a. Renin
Hormon ini menyebabkan pembentukan angiotensin II yaitu
protein yang bersifat vasokonstriktor kuat yang berguna untuk
memacu retensi garam. Hormon ini perlu untuk pemeliharaan
tekanan darah.
• Vitamin D
• Merupakan hormon steroid yang dimetabolisme di ginjal menjadi
• bentuk aktif 1,25-dihidroksikolekalsiferol, yang terutama berperan
• meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat dari usus.
• c. Eritropoetin
• Merupakan protein yang diproduksi di ginjal; meningkatkan
• pembentukan sel darah merah di sumsum tulang.
• d. Prostaglandin
• Diproduksi di ginjal; memiliki berbagai efek, terutama pada tonus
• pembuluh darah ginjal.
• Ginjal menjalankan fungsi yang vital sebagai pengatur volume dan
komposisi
• kimia darah dengan mengekskresikan zat terlarut dan air secara selektif.
• Dalam proses pembentukan urin, ginjal menyerap kembali elektrolit
penting
• melalui transport aktif dalam tahap reabsorpsi. Komposisi dan volume
cairan
• ekstraseluler ini dikontrol oleh filtrasi glomerulus, reabsorpsi, dan sekresi
• tubulus. (Sherwood, 2006)
• Reabsorpsi Tubulus
• Reabsorpsi tubulus merupakan proses menyerap zat-zat yang diperlukan
• tubuh dari lumen tubulus ke kapiler peritubulus. Proses ini merupakan
• transport transepitel aktif dan pasif karena sel-sel tubulus yang berdekatan
• dihubungkan oleh tight junction.

• Berikut ini merupakan zat-zat yang direabsorpsi di ginjal :
• a. Reabsorpsi glukosa
• Glukosa direabsorpsi secara transport aktif di tubulus proksimal.
• Proses reabsorpsi glukosa ini bergantung pada pompa Na ATP-ase,
• karena molekul Na tersebut berfungsi untuk mengangkut glukosa menembus membran kapiler tubulus
dengan menggunakan energi.
• b. Reabsorpsi natrium
• Natrium yang difiltrasi seluruhnya oleh glomerulus, 98-99% akan direabsorpsi secara aktif di tubulus.
Sebagian natrium 67% direabsorpsi di tubulus proksimal, 25% direabsorpsi di lengkung Henle, dan 8% di
tubulus distal dan tubulus pengumpul (Sherwood, 2006). Natrium yang direabsorpsi sebagian ada yang
kembali ke sirkulasi kapiler dan dapat juga berperan penting untuk reabsorpsi glukosa, asam amino, air, dan
urea (Corwin, 2009).
• c. Reabsorpsi air : Air secara pasif direabsorpsi melalui osmosis di sepanjang tubulus. Sebanyak 80% akan
direabsorpsi di tubulus proksimal dan ansa Henle. Sisanya akan direabsorpsi di tubulus distal dan duktus
• pengumpul dengan kontrol vasopressin. (Sherwood, 2006)
• d. Reabsorpsi klorida . Direabsorpsi secara pasif mengikuti penurunan gradien reabsorpsi aktif dari natrium.
Jumlah ion klorida yang direabsorpsi ditentukan oleh kecepatan reabsorpsi ion natrium. (Sherwood, 2006)
• e. Reabsorpsi kalium . Kalium difiltrasi seluruhnya di glomerulus, kemudian akan direabsorpsi secara difusi
pasif di tubulus proksimal sebanyak 50%, 40% kalium akan direabsorpsi di ansa henle pars asendens tebal,
dan sisanya direabsorpsi di duktus pengumpul. (Corwin, 2009)
• Reabsorpsi urea
• Urea merupakan produk akhir dari metabolism protein. Ureum akan difiltrasi seluruhnya di glomerulus,
kemudian akan direabsorpsi sebagian di kapiler peritubulus, dan urea tidak mengalami proses
• sekresi. Sebagian ureum akan direabsorpsi di ujung tubulus proksimal karena tubulus kontortus proksimal
tidak permeabel terhadap urea.
• Saat mencapai duktus pengumpul, urea akan mulai direabsorpsi kembali. (Sherwood, 2006)
• g. Reabsorpsi fosfat dan kalsium Ginjal secara langsung mengatur kadar ion fosfat dan kalsium dalam plasma.
Kalsium difiltrasi seluruhnya di glomerulus, 40% direabsorpsi di tubulus kontortus proksimal dan 50%
direabsorpsi di ansa henle pars asendens. Dalam reabsorpsi kalsium dikendalikan oleh hormone paratiroid.
Ion fosfat yang difiltrasi, akan direabsorpsi sebanyak 80% di tubulus kontortus proksimal kemudian sisanya
akan diekskresikan ke dalam urin.
• Sekresi Tubulus
• Sekresi adalah proses perpindahan zat dari kapiler peritubulus kembali ke
• lumen tubulus. Proses sekresi yang terpenting adalah sekresi ion H+, K+
• dan ion-ion organik. Proses sekresi ini melibatkan transport transepitel. Di
• sepanjang tubulus, ion H+ akan disekresi ke dalam cairan tubulus
• sehingga dapat tercapai keseimbangan asam-basa. Asam urat dan K+
• disekresi ke dalam tubulus distal. Sekitar 5% dari kalium yang terfiltrasi
• akan disekresikan dalam urin dan kontrol ion K+ tersebut diatur oleh
• hormone antidiuretik (ADH).