Anda di halaman 1dari 19

MODUL 1 DISFAGIA

Tutor : dr. Gladys Dwiani T.T , MPd.Ked


Kelompok 10

1. Daffa Alhafizh Alen 2017730029


2. Muhammad Fiqih 2017730076
3. Fabian Anfasa Razak 2017730042
4. Nazila Meidyta Oska 2017730085
5. Ufaira Nadila Ardi 2017730123
6. Dewi Rahman 2017730032
7. Mayinda Nabila I 2017730066
8. Anisya Putri Jayanti 2017730010
9. Maulina Salmah 2017730065
10. Silvia Emy Raras S 2017730112
SKENARIO 2

Pasien perempuan usia 25 tahun dengan keluhan semakin sulit


menelan makanan dan minuman dalam 3 bulan terakhir disertai rasa
nyeri saat menelan, sampai akhirnya hanya minuman yang bisa masuk
tanpa muntah. Kadang-kadang mengeluh nyeri di dada. Riwayat inap
di rumah sakit 3 bulan yang lalu dan nyeri lambung setelah terminum
cairan pembersih kamar mandi.
IDENTIFIKASI MASALAH

• Perempuan 25 tahun
• Sulit dan nyeri saat menelan makanan dan minuman
3 bulan terakhir
• Nyeri dada
• RPD : - Pernah dirawat setelah minum cairan
pembersih kamar mandi 3 bulan yang
lalu.
MIND MAP

Kelainan saraf Pembesaran jantung

Kelemahan otot

SULIT DAN Obstruksi


Etiologi NYERI DADA
NYERI MENELAN
Infeksi

Trauma

Gangguan psikologi
Asam lambung
PERTANYAAN

1. Apa definisi dan etiologi disfagia ?


2. Apa perbedaan tumor jinak dan ganas ?
3. Bagaimana fisiologi menelan ?
4. Bagaimana patofisiologi sulit menelan ?
5. Bagaimana patomekanisme nyeri menelan ?
6. Bagaimana alur diagnosis pada scenario ?
7. Jelaskan DD 1 pada skenario !
8. Jelaskan DD 2 pada skenario !
9. Jelaskan DD 3 pada skenario !
10. Apa pemeriksaan penunjang pada skenario ?
11. Apa penatalaksanaan yang sesuai pada skenario?
12. Apa prognosis dan kesimpulan pada skenario?
Sensasi “lengketnya” atau obstruksi jalan lewatnya
DISFAGIA makanan melalui mulut, faring, atau esofagus
(kesulitan menelan) Diferensiasi
dan anaplasia

Etiologi
Karakteristik
Kecepatan
Disfagia mekanik
tumbuh Neoplasma Invasi
Disfagia oleh lokal
gangguan emosi
Timbul bila terjadi Jinak
Disfagia Dan Ganas
motorik Kelainan ini dikenal sebagai globus
penyempitan lumen esofagus Yang disebabkan oleh kelainan histerikus
oleh tumor, benda asing, atau neuromuskular yang berperan
penyebab lainnya dalam proses menelan

Metastasis

Referensi:
1. Kumar, Abbas, Aster. 2015. Buku Ajar Patologi Robbins Edisi 9. Singapore: Elsevier
2. Longo Dan L., Fauci Anthony S. 2013. Harrison Gastroenterologi & Hepatologi. Jakarta: EGC
3. Buku ajar ilmu kesehatan telinga, hidung, tenggorok, kepala, & leher edisi 7. 2016. Jakarta: FKUI
Fisiologi
menelan

Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 8th ed. Jakarta: EGC; 2013.
Patofisiologi Disfagia

Gangguan neuromuskular :
stroke, kerusakan di pusat
menelan di batang otak,
kelainan n.V, n.VII, n.IX, n.X dan Gangguan proses
n.XII, mengunyah/ bolus berbalik
ke rongga mulut/ gangguan
mendorong bolus ke faring
Fase Oral atau bolus dari faring ke
Fase Faringeal esophagus/ gangguan
Fase Esophageal mendorong bolus ke distal
Gangguan mekanik : esofagus.
Penyempitan/Sumbatan lumen
esofagus (massa, tumor, benda
asing),radang mukosa esfagus,
penekanan dari luar
Disfagia
Sumber : Buku Ajar Ilmu Kesehatan telinga hidung Tenggorokan Kepala Dan Leher. Ed VII. FKUI
Nyeri Menelan

Riwayat minum cairan


INFLAMASI Sifatnya korosif Saat bolus masuk ke faring
pembersih kamar mandi

Bolus masuk ke esofagus Laring menutup

Mediator radang

NYERI MENELAN

Sumber: Longo Dan L., Fauci Anthony S. 2013. Harrison Gastroenterologi & Hepatologi. Jakarta: EGC
ANAMNESIS SKENARIO
Identitas
Identitas pasien
pasien •• Usia
Usia antara
antara 40
40 tahun
tahun dan
dan 60
60 tahun
tahun berisiko
berisiko terjadinya
terjadinya Perempuan,
Perempuan, usia
usia 25
25 tahun
tahun
Esofagus Barret.
Esofagus Barret.
•• Usia
Usia lebih
lebih dari
dari 40
40 tahun
tahun sering
sering terjadi
terjadi GERD
GERD
Keluhan
Keluhan utama
utama Sulit
Sulit menelan
menelan Semakin
Semakin sulit
sulit menelan
menelan makanan
makanan dan
dan
minuman
minuman
•• Onset,
Onset, durasi
durasi keluhan
keluhan utama
utama
•• Ada nyeri / tidak
Ada nyeri / tidak •• Dalam
Dalam 33 bulan
bulan terakhir
terakhir
•• Heartburn
Heartburn dan
dan regurgitasi
regurgitasi (GERD)
(GERD) •• Disertai
Disertai rasa nyeri saat
rasa nyeri saat menelan
menelan
Keluhan tambahan • Cachexia • Nyeri dada
Keluhan tambahan • Demam subfebril (37,2 – C) • Nyeri dada
• Berat badan menurun
• Mual muntah setelah makan
Riwayat penyakit sekarang • Saraf : cephalgia, muntah projektil
berdasarkan sistemsekarang
Riwayat penyakit • Indera
Saraf : khusus : susah
cephalgia, menelan
muntah projektil
berdasarkan sistem Sistem pernapasan : sesak
• Indera khusus : susah menelan napas, suara serak, batuk
• KGB
Sistem: nyeri, pembesaran
pernapasan : sesak KGB
napas, suara serak, batuk
• Payudara : benjolan
KGB : nyeri, pembesaran KGB
Saluran cerna
• Payudara : BAB berdarah, frekuensi BAB lancar/tidak
: benjolan
Riwayat penyakit dahulu •Minum
Saluran cerna
bahan : BAB berdarah, frekuensi BAB lancar/tidak
korosif Pasien pernah rawat inap karena tertelan
cairan pembersih kamar mandi
Riwayat penyakit dahulu Minum bahan korosif Pasien pernah rawat inap karena tertelan
cairan pembersih kamar mandi

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II. VI. Jakarta: InternaPublishing; 2014: 1750-
Riwayat penyakit keluarga Apakah di keluarga ada yang mengalami keluhan yang sama
Riwayat alergi Alergi terhadap makanan dan obat -
Riwayat psikososial • Kebiasaan tidur setelah makan -
• Makanan yang memicu peningkatan asam lambung
• Pola makan
• Konsumsi makanan berlemak
• Kebiasaan minuman alkohol, kopi
• Kebiasaan merokok
Riwayat pengobatan • Pascabedah transeksi esofagus -
• Pasca skleroterapi endoskopik

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan umum Tanda-tanda vital

Inspeksi • Konjungtiva anemis/tidak


• Sianosis
• Sesak napas
Palpasi • Nyeri tekan pada epigastrium

Perkusi • Abdomen timpani atau pekak

Auskultasi • Ronkhi
• Suara bising usus meningkat atau menurun

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II. VI. Jakarta: InternaPublishing; 2014: 1750-1769
Barret Esophagus

Definisi Komplikasi dari GERD kronik, yang ditandai oleh metaplasia intestinal mukosa
skuamosa esofagus.
Epidemiologi Insidens diperkirakan ↑ 10% dari mereka dengan gejala GERD
Pria berkulit putih paling sering terkena dan khas pada usia 40-60 tahun
Etiologi Masih belum diketahui, tapi keluhan dimulai dari gangguan acid reflux
Manifestasi klinik Regurgitasi
Disfagia
Heartburn
Odinofagia
Patogenesis Pada awalnya epitel normal pada esofagus yang terkena asam lambung akan
mengalami kerusakan pada permukaan epitel. Daerah epitel yang rusak ini
kemudian sembuh dan terjadi proses metaplasia yaitu terjadinya sel kolumnar
yang tidak normal menggantikan sel skuamosa

KUMMAR, et al. 2013. BUKU AJAR PATOLOGI Robbins. Edisi 9. Jakarta: Elsevier
Longo, Dan L dan Fauci, Anthony S. 2014. HARRISON Gastroenterologi & Hepatologi. Jakarta: EGC
Gastroesophageal
Reflux Disease
DEFINISI (GERD) ETIOLOGI

EPIDEMIOLOGI Disebabkan oleh 2 :


Suatu keadaan patologis sebagai
1. Kontak ↑
akibat refluks kandungan lambung ke
2. Resistensi ↓
dalam esofagus
3. Lifestyle
• Negara Barat > Negara Asia-Afrika
• Jakarta: 22,8%
• ↑ pada usia > 50 th

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. 2014. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I. VI. Jakarta: Interna Publishing

Sirbernagl, Stefan. 2013. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Jakarta: EGC

Rani, Aziz. 2011. Buku Ajar Gastroenterologi. Jakarta: Interna Publishing


MANIFESTASI
PATOFISIOLOGI
KLINIS

- Heartburn
- Disfagia
- Regurgitasi
- Mual
- Muntah
- Rasa pahit di lidah

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. 2014. Buku ajar ilmu penyakit
dalam jilid I. VI. Jakarta: Interna Publishing

Sirbernagl, Stefan. 2013. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Jakarta: EGC

Rani, Aziz. 2011. Buku Ajar Gastroenterologi. Jakarta: Interna Publishing


Pemeriksaan penunjang
Striktur esophagus
Barret esophagus
Esofagografi : pemeriksaan esophagus dengan memasukan bahan
Endoskopi dan biopsi
kontras(barium meal)
Gerd

• Pengukuran ph
• Endoskopi
• Fluroskopi
• Manometri
• Barrium

https://link.springer.com/article/10.1007/s10353-019-0601-1
Abbas, A.K., Aster, J.C., dan Kumar, V. 2015. Buku Ajar Patologi Robbins. Edisi 9.
Singapura: Elsevier Saunders

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Jilid II edisi V. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
TATALAKSANA STRIKTUR ESOFAGUS

A. NUTRISI YANG ADEKUAT


B. TERAPI NON-BEDAH
• DILATASI STRIKTUR
• PROSEDUR ANTI-REFLUKS
• PENYUNTIKAN STEROID INTRALESI
• PEMASANGAN STENT ESOFAGUS
• PERCUTANEUS ENDOSCOPIC
GASTRONOMY (PGE)
C. TERAPI BEDAH

Rani,A.A. 2011. Buku Ajar Gastroenterologi.Jakarta:Interna Publishing


Setiati, Siti.2014.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta:Interna Publishinga
Prognosis
Kesimpulan

Striktur esofagus
Striktur esofagus Diagnosis

etiologi
jinak anamnesis pemfis penunjang
ganas
Bisa menjadi

Bahan korosif Barret esofagus adenokarsinoma KSS

Mortalitas
Mortalitas tinggi
rendah

Sumber: Aru W, Sudoyo. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid II, edisi V. Jakarta: Interna Publishing.