Anda di halaman 1dari 6

KENAKALAN REMAJA

AKIBAT TAWURAN
OLEH KELOMPOK 7

FRIDA AURORA ARDHANA

FUJI AYU AZZAHRA

SUSI ANRIANI

NINDAH NURUL MENTARI

ANDI YUYUN SYAFIRA RUSLI

NABILAH LUTHFIYYAH IRVAN


FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERKELAHIAN
ANTAR REMAJA
Ditinjau dari segi psikologis, terdapat beberapa factor yang menjadi penyebab terjadinya perkelahian antar remaja,
diantaranya:
1. Faktor internal
Kurangnya kemampuan dalam mengatasi dan memanfaatkan situasi untuk pengembangan dirinya, sehingga
mudah putus asa dan cepat melarikan diri dari setiap masalah, selalu menyalahkan orang lain setiap masalahnya
dan cenderung lebih memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan masalah.
2. Faktor keluarga
Adanya tindak kekerasan dalam suatu keluarga yang berdampak pada perkembangan psikologis anak, yang
menimbulkan karakter anak yang penuh dengan kekerasan. Sehingga anak berpikir bahwa kekerasan merupakan
baagian dari dirinya dan suatu hal yang wajar jika dia melakukan Tindakan kekerasan pula.
3. Faktor sekolah
Adanya lingkungan sekolah yang tidak membakar semangat siswanya untuk belajar, suasana kelas yang
monoton dan membosankan, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran yang dianggap mengekang,
dan peran guru sebagai penghukum dan pelaksana aturan yang tidak dibarengi sebagai pendidik dan
pembimbing, dan masih adanya tindak kekerasan dalam mendidik siswa.
4. Faktor lingkungan
lingkungan atau rumah sempit atau kumuh, anggota keluarga dan masyarakat yang berperilaku buruk,
sarana transportasi yang saling menomorsekiankan pelajar, dan lingkungan masyarakat yang penuh dengan
kekerasan dapat menimbulkan reaksi emosional yang berkembang dan mendukung perilaku berkelahi.
DAMPAK DARI TAWURAN

Dampak tawuran pada perkembangan psikologis pelajar dan masyarakat:


1. Membentuk kepribadian yang penuh dengan tindak kekerasan.
2. Menjadi pribadi yang mudah frustasii karena tidak bisa mencapai tujuan yang
diinginkanyang disebabkan rasa takut akibat segala aksinya tersebut.
3. Mudah stress karena tekanan, ketegangan yang dialaminya sehingga mengganggu kondisi
mental pelajar dan tidak mampu menjalani aktivitas seperti biasa.
4. Menimbulkan keresahan dan traumatic pada masyarakat sehingga muncul rasa tidak
percayaa dan rasa takut, tidak berani berhadapan kelompok pelajar.
SOLUSI TERHADAP TAWURAN PELAJAR

1. Dengan memandang masa remaja merupakan periode storm and drang period (topan
dan badai) dimana gejala emosi dan tekanan jiwa seorang gencar dialami, sehingga
perilaku mereka mudah menyimpang. Maka pelajar itu sendiri perlu mengisi waktu
luangnya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan dapat mengembangkan bakat
yang dimiliki, seperti mengikuti kegiatan kursus, berolahraga, mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler, belajar, dan sebagainya.
2. Pada lingkungan keluarga, pengasuhan anak secara baik, penuh kasih saying, disiplin,
membedakan hal baik dan buruk, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
3. Pada lingkungan sekolah, solusi yang dapat diambil yaitu mengadakan kurikulum
Pendidikan yang baik dan bisa mengembangkan potensi anak dalam berpikir, berestetika
dan berkeyakinan terhadap Tuhan, selain itu menjalin komunikasi dan koordinasi yang
terpadu, bersama-sama mengembangkan pola penanggulangan dan penanganan kasus dan
bisa juga mengadakan acara pertandingan atau kesenian diantara sekolah-sekolah.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH