Anda di halaman 1dari 4

Review Jurnal

Nama : Nindah Nurul Mentari

Nim : 200404502035

Kelas : BK_C

1. bagaimana pelaksanaan program BK di PAUD dan SD?


2. Apakah selama ini ada layanan BK di PAUD dan SD? jika ada siapa yang memberikan layanan?
jika tidak ada, bagaimana guru memberikan layanan edukasi terkait perkembangan psikologis
anak?
3. Bagaimana menurut kalian tentang layanan BK di PAUD dan SD? Apakah itu penting?

Jawab :

1. Pelaksanaan program bk di paud dan sd:


Untuk pelaksanaan program bk di paud dan sd sendiri menurut jurna Guidance And
Counseling Comprehensif Program In Early Childhood Education Based On Developmental
Task prses peayanan bk di paud dan sd harusah berjaan secara knfrehensif dan teraktuaisasi,
Sehingga sesuai dengan tujuan dari bimbingan dan konseling, yaitu membantu peserta
didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta
menjalankan tugas-tugas perkembangannya yang mencakup aspek pribadi, sosial, belajar, karir
secara utuh dan optimal, Pendekatan Bimbingan komprehensif juga mampu menciptakan iklim
belajar yang kondusif bagi siswa di sekolah.
Hasil penelitian Norman C. Gysbres dalam Juntika (22:2011) menjelaskan bahwa :
“research has demonstrated that, when middle school counselor have time, the structure of
comprehensive guidance program in which to work, they contribute to positive academic,
personal-social, and career development as well as the development positive and safe learning
climates in school.” Kemudian implementasi model program bimbingan dan konseling
komprehensif dapat disusun, dikembangkan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis.
Sebab model yang telah ditemukan peneliti terdahulu telah disusun bedasarkan data kebutuhan.
Pengumpulan data dubyek tidak hanya siswa, namun termasuk meliputi orang tua, guru mata
pelajaran, komite sekolah, dan kepala sekolah. Kemudian, pengembangan program juga disusun
dengan melibatkan stakeholders sekolah dan disesuikan dengan tugas perkembangan,
pengembangan potensi, dan pengentasan masalah. Selanjutnya pelaksanaan model ini juga bukan
hanya konselor sekolah saja sebagai pelaksana, melainkan kolaborasi antara konselor dan
stakeholders, sehingga bukan hanya konselor yang dapat melihat perkembangan siswa, tetapi
seluruh komponen sekolah. Serta evaluasi dilakukan bersama yang dapat dilakukan melalui
diskusi antara konselor dan stakeholders.
Jadi , program bimbingan dan konseling komprehensif untuk Pendidikan Anak Usia Dini
perlu diaplikasikan dalam layanan bimbingan dan konseling yang memuat komponen (1)
kurikulum, (2) layanan responsif, (3) perencanaan individual, serta (4) dukungan sistem melalui
peran serta dari seluruh personil sekolah, masyarakat, dan orang tua. Sehingga pelaksanaan
program bimbingan dan konseling komprehensif akan sesuai tugas perkembangan anak usia dini,
yaitu berkembangnya aspek-aspek (1) moral dan nilai-nilai agama, (2) sosial, emosional, dan
kemandirian, (3) bahasa, (4) kognitif, (5) fisik/ motorik, dan (6) seni.
2. Ada namun proses layanan bimbingan tidak berjalan lancar , termasuk terdapat beberapa ayanan
yang tidak diakukan dan hal iniah yang kemudian menjadi masalah, hal ini dapat dilihat pada
peneitian Salah satunya hasil penelitian Yusuf & Fatchurahman (Yusuf, 2014) menunjukkan
bahwa evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri se Kota Palangka
Raya Tahun Pelajaran 2013/2014 yang meliputi layanan kepada peserta didik, layanan kepada
guru mata pelajaran, layanan kepada kepala sekolah, serta layanan kepada orang tua peserta didik
sebagai berikut : (1) 16 jenis program layanan bimbingan dan konseling atau (59,26%) program
erlaksana sangat baik, (2) 8 jenis program bimbingan dan konseling atau (29,63%) program
terlaksana dengan baik, (3) 1 jenis program layanan bimbingan dan konseling atau (3,70%)
program terlaksana dengan cukup, dan (4) 2 jenis program bimbingan dan konseling atau (7,41%)
program terlaksana dengan kurang. Kemudian hasil penelitian Barida (Barida, 2016)
mengungkapkan bahwa evaluasi layanan dasar bidang pribadi sosial di SMP Negeri Yogyakarta,
dapat diperoleh hasil nilai yang relatif tinggi namun masih perlu memperhatikan pelaksanaan
evaluasi layanan dasar pribadi sosial dan kolaborasi dengan kepala sekolah, guru, dan rekan
konselor serta kesenjangan dalam kegiatan layanan dasar pribadi sosial terutama dalam kegiatan
evaluasi program layanan dasar pribadi sosial. Penelitian di atas menunjukkan bahwa beberapa
konselor di sekolah belum efektif dalam melakukan evaluasi program bimbingan dan konseling.
Azizah, Ginting, & Utami (Azizah, 2017) mengemukakan alasan konselor tersebut tidak
melakukan evaluasi program layanan, antara lain, ketidak mampuan konselor melakukan
evaluasi, minimnya minat konselor untuk belajar melakukan evaluasi program layanan bimbingan
konseling, dan minimnya pelatihan yang diberikan kepada konselor untuk mengevaluasi program
layanan bimbingan dan konseling. Disamping itu, sudah seharusnya konselor menguasai teori dan
pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan baik sejalan dengan tuntutan
Permendiknas no. 27 Tahun 2008 dalam melakukan evaluasi hasil, proses, dan program
bimbingan dan konseling. Hal ini menjadi salah satu hal yang mendorong dilakukannya studi
kepustakaan untuk menyusun konsep mengenai evaluasi program bimbingan dan konseling yang
nantinya dapat menjadi pijakan dalam menerapkan evaluasi program bimbingan dan konseling di
sekolah.
3. Sangat penting sebab dengan adanya bimbingan dan konseling di sekolah dasar dan paud
mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya membangun karakter peserta didik
dengan cara membantu peserta didik dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan intelektual,
emosional, sosial-personal agar dapat mengaktulisasikan tugas-tugas perkembangan yang
meliputi aspek pribadi-sosial, akademik/pendidikan, dan karier sesuai dengan tunutuan
lingkungan.
Daftar Pustaka

Lebong, M. A. N. R., Kepahiang, S., Pascasarjana, B., & Curup, I. (2021). ISSN 2599-1221
(Cetak) ISSN 2620-5343 (Online) https://ejournal.unib.ac.id/index.php/j_consilia. 4(3),
304–312. Diakses pada 14 Oktober 2021

Prasetiawan, H., & Supriyanto, A. (2016). Guidance and counseling comprehensif program in
early childhood Education based on developmental task. Jurnal CARE, 03(20), 95–103.
Diakses pada 14 Oktober 2021