0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan38 halaman

Obat Herbal

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang beberapa obat herbal tradisional Indonesia beserta kandungannya yang bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan, penyakit rematik, hipertensi, dan diabetes. Beberapa tanaman obat yang disebutkan antara lain meniran, akar manis cina, pegagan, daun ungu, kemuning, gandarusa, mentimun, rosela, bawang putih, kulit batang
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan38 halaman

Obat Herbal

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang beberapa obat herbal tradisional Indonesia beserta kandungannya yang bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan, penyakit rematik, hipertensi, dan diabetes. Beberapa tanaman obat yang disebutkan antara lain meniran, akar manis cina, pegagan, daun ungu, kemuning, gandarusa, mentimun, rosela, bawang putih, kulit batang
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OBAT

HERBAL
HARTINI HAMSURI
PO713251191009
KELAS A/II
01
Obat Herbal Saluran Cerna
1. Meniran (Phyllanthus urinaria L.)
Nama simplisia : Phyllanthi Herba

Nama daerah : meniran (Jawa); gasau madungi (Ternate).

Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung antara lain


zat filantin, kalium, mineral, damar, dan zat
penyamak.

Indikasi : Disentri

Formula : 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,

daun dan bunga).

Cara pembuatan : Bahan direbus dengan tiga gelas air hingga


mendidih.

Cara pemakaian : Ramuan disaring dan diminum dua kali


sehari pada pagi dan sore hari.
2. Akar Manis Cina (Glycyrrhiza glabra L.)
Nama simplisia : Glycyrrhizae Glabrae Radix (Akar Akar Manis Cina)

Nama daerah : Jawa: Kayu legi (Jawa), kayu manes cena (Madura).

Kandungan kimia : Saponin, asam glisiretinat, glisirisin, liquiritigenin, chalcone,


glabren, glabridin, gliserol, isogliserol, likumarin, sterol, stigmasterol, eugenol,
estragol, anetol, asam heksanoat.

Indikasi : Tukak lambung

Formula : Akar akar manis cina 2-4 g


Air panas 54 gelas

Cara pembuatan : Dituang 2-4 gram ke dalam 54 gelas air mendidih dan diaduk selama 5 menit. Dinginkan dan
saring

Cara pemakaian : Di minum 3 kali sehari setelah makan


3. Antanan Geude (Centella asiatica (L.) Urb.)
Nama daerah : Pegaga (Makassar); antanan gede, antanan rambat (Sunda); daun
tungke-tungke (Bugis); pegagan, (Jawa); kos tekosan (Madura), kori-kori
(Halmahera), kolotidi menorah (Ternate).

Kandungan kimia : Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside,


brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, mesoinositol, centellose,
carotenoids, garam-garam mineral. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut
asiaticoside dan senyawa sejenis mempunyai khasiat antilepra (Morbus Hansen)

Indikasi : wasir, sakit perut, cacingan

Formula : Pegagan 15-30 g


Air 2 gelas

Cara pembuatan : sebanyak 15–30 g pegagan segar berikut akar-akarnya direbus dengan dua gelas air selama ±5
menit atau daun dilumatkan, lalu diperas dan diminum airnya.

Cara pemakaian : Air rebusan ini diminum selama beberapa hari.


02
Obat Herbal
Golongan Rematik dan Flogistik
1. Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff.)
Nama simplisia : Graptophyllii Folium (Daun Ungu)

Nama daerah : demung, tulak, wungu (Jawa), daun temen-temen,


handeuleum (Sunda), karotong (Menado), temen (Bali), kadi-kadi, kobi-kobi
(Ternate), dan daun putri (Ambon)

Kandungan kimia : Alkaloid, saponin, tanin galat, antosianin,


leukoantosianin, asam protokatekuat, flavonoid (4’, 5’, 7’- trihidroksiflavonol;
4’, 7-dihidroksiflavon; 3’, 4’, 7-trihidroksiflavon dan luteolin-7-glukosida)

Indikasi : Pengobatan radang jangka pendek

Formula : Daun ungu 20 g


Air 250 mL

Cara pembuatan : Di rebus daun ungu dalam 250 mL air selama 25 menit

Cara pemakaian : Di minum dua kali sehari


2. Keminung (Murraya paniculata (L) Jack.)
Nama simplisia : Murrayae Paniculata Folium (Daun Kemuning)
Nama daerah : Sumatera: Kemuning (Melayu), kamunieng (Minangkabau); Jawa:
Kamuning (Sunda), kemuning, kumuning (Jawa), kamoneng (Madura); Bali: Kajeni,
kemuning, kemoning (Bali); Sulawesi: Kamuning (Menado, Makasar), kamoni
(Bare), palopo (Bugis); Maluku: Kamuni (Bima)
Kandungan kimia : Kadinen, metil-antranilat, bisabolen, p-caryophyllen, geraniol,
carene-'i, eugenol, sitronellol, metil-salisilat, s-guaiazulene, osthole, panikulatin,
tanin, dan kumurayin.
Indikasi : Membantu mengurangi bengkak.
Formula : Daun kemuning 20 g
Akar tembelekan 250 mL
Air 150 mL
Cara pembuatan : Daun kemuning dan akar tembelekan direbus dengan 150 mL air bersih sampai
airnya tersisa 100 mL disaring
Cara pemakaian : Di minum satu kali sehari sebanyak 100 mL, diulang selama 7 hari. Untuk
pemeliharaan diminum 3 kali seminggu, tiap kali minum 100 mL
3. Gandarusa (Gendarussa vulgaris Nees)
Nama simplisia : Gendarussae Folium
Nama daerah : Sumatera: besi-besi (Aeeh), gandarusa (Melayu); Jawa: Handarusa
(Sunda), Gandarusa, tetean, trus (Jawa); Madura : ghandharusa (Madura); Nusa
Tenggara : gandarisa (Bima). Maluku: puti (Ternate)
Kandungan kimia : alkaloid, flavonoid , flavonol-3-glikosida, flavon, iso-orientin
(luteolin-6-Cglikosida), iridoid, kumarin, luteolin, minyak atsiri, saponin, triterpen
atau sterol, tanin dan kalium
Indikasi : Rematik
Formula : Daun gandarusa 4 g Rimpang kencur 2 g 
Daun kemangi 3 g  Beras 3 g 
Rimpang jahe 3 g  Air 500 mL

Cara pembuatan : semua bahan direbus dengan 500 mL air bersih sampai hingga mendidih lalu
disaring
Cara pemakaian : Di minum 3x sehari setelah makan
03
Obat Herbal Anti Hipertensi
1. Mentimun (Cucumis sativus L.)
Nama simplisia : Cucumis Sativus Fructus (Buah mentimun)

Nama daerah : Timun (Jawa), bonteng (Jawa Barat), temon atau antemon
(Madura), ktimun atau antimun (Bali), bonte’ (Bugis), hantimun (Lampung)
dan timon (Aceh).

Kandungan kimia : Saponin, enzim peneernaan, glutation, protein lemak,


karbohidrat vitamin B dan vitaminl

Indikasi : Antihipertensi

Formula : Buah mentimun segar 150 g


Air 100 mL

Cara pembuatan : Buah dicuci bersih lalu dibuat jus

Cara pemakaian : Untuk 1x pemakaian


2. Rosela (Hibiscus sabdarijfa L.)
Nama simplisia : Hibisci Sabdariffae Calyx (Kelopak Bunga Rosela)

Nama daerah : Jawa: Rosela, perambos, garnet walanda (Sunda); Maluku: Kasturi
roriha (Ternate)

Kandungan kimia : alkaloid, riboflavin, asam arakhidat, sitosterol, asam sitrat, L-


asam askorbat, karotenoid, niasin, kalsium, zat besi, flavonoid, gosipetin, hibisetin,
sabdaretin, elfinidin-3- sambubiosid, sianidin-3-sambubiosid, dan delfinidin-3-
glukosa, sianidin-3-rutinosid, galaktosa, mukopolisakarida, asam protokatekuat,
polisakarida, kuersetin, asam stearat dan lilin (wax).

Indikasi : Antihipertensi
Formula : 6 kelopak rosella kering
600 ml air
Cara pembuatan : Cuci semua bahan hingga bersih. Seduh dengan air panas. Diamkan hingga hangat,
saring
Cara pemakaian : Di minum ramuan ini tiga kali sehari dalam keadaan hangat, masing-masing 100 ml.
3. Bawang Putih (Allium sativum L.)
Nama simplisia : Allii Sativi Bulbus (Umbi Lapis Bawang Putih)

Nama daerah : Sumatera: Lasum, bawang mental, lasuna, palasuna, bawang honh,
bawang putieh, (Minang), bawang handak (Lampung); Jawa: Bawang bodas (Sunda),
bawang (Jawa), bhabang pote (Madura); Bali: Kasuna (Bali); Sulawesi: Lasuna pute
(Bugis), lasuna kebo; Maluku: Bawa bodudo (Ternate), bawa sobudo, bawa iso; Nusa
Tenggara: Laisona mabotiek.2

Kandungan kimia : karbohidrat (fruktan), saponin (glikosida furostanol: sativin,


proto-erubin B), dan senyawa organik yang mempunyai atom sulfur.

Indikasi : Antihipertensi
Formula : Bawang putih 1 siung
Air untuk mengukus
Cara pembuatan : Bawang putih dicuci dan dikupas. Kemudian, dikukus selama beberapa menit.

Cara pemakaian : Di makan satu siung bawang putih kukus dua kali sehari. 
04
Obat Herbal
Golongan Hormon, Penurunan Kadar
Gula dan Hormon Steroid
1. Pule (Alstonia scholaris L.)
Nama simplisia : Alstoniae Cortex (Kulit Batang Pule)
Nama daerah : Pulai, kayu gabus (Sumatera), lame, pule, polay (Jawa), kaliti,
reareangou, baringao, kita raringau, wariangou, deddeangou, rite, tewer, hange
(Maluku), hanjalutung (Kalimantan), aliag (Irian).
Kandungan kimia : Reseipin, deserpidin, alstonin, tetrahidroalstonin, alstonidin,
yohimbin. Echitamin (ditain), alstonidin, alstonin, akuammicin, akuammidin,
tubotaiwine, picrinine, ditamine, echitanine, alstonamine.
Indikasi : Diabetes Mellitus
Formula : Kulit batang pule 2 jari
Air 3 gelas

Cara pembuatan : Dicuci kulit batang pule lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air
bersih sampai tersisa separahnya. Setelah dingin disaring.
Cara pemakaian : Di minum 1/2 jam sebelum makan.
2. Pare (Momordica charantia L.)
Nama simplisia : Momordicae Charantiae Fructus (Buah pare)
Nama daerah : Sumatra : prine (Gayo), paria (Batak Toba), kambeh
(Minangkabau); jawa : papare (Jakarta), paria (Sunda), pepareh (Madura); Bali :
paya; 8 Nusa Tenggara : truwok (Sasak), paria (Bima); Sulawesi : popari, beleng
gode (Gorontalo), paria (Bugis), papari (Buru)
Kandungan kimia : Glikosida triterpenoid yaitu momordikosida A, polipeptida
charantin.
Indikasi : Menurunkan kadar glukosa darah
Bahan : Buah pare 300 g
Cara pembuatan : Buah pare diperas lalu diminum
Cara pemakaian : Di minum 3xsehari
3. Bidara Laut (Strychnos ligustrina Blume)
Nama simplisia : Strychni Ligustrinae Lignum (Kayu Bidara Laut)
Nama daerah : Sumatera: Bidara laut, bidara putih, kayu ular; Jawa: Dara laut;
Sulawesi: Aju mapa, bidara mapai, kayu songga (Bugis); Nusa Tenggara: Ai
betek(Roti); maba putih, elu, ai baku moruk (Timor).
Kandungan kimia : Striknin dan brusin.
Indikasi : Membantu meringankan kencing manis.

Formula : Kayu bidara laut 100 mg


Daun jambu mete muda 8g
Biji seledri 2g
Air 120 mL
Cara pembuatan : Semua bahan direbus dengan air 120 mL selama 15 menit,
saring dan dinginkan.
Cara pemakaian : Minum 1 kali sehari sebanyak 100 mL. Diulang selama 14
hari.
05
Obat Herbal
Golongan Kolesterol
1. Bawang Sabrang (Eleutherina americana (Aubl) Merr.)
Nama simplisia : Eleutherinae Americanae Bulbus (Umbi Lapis Bawang Sabrang)
Nama daerah : Sumatera: Bawang kapal; Jawa: bawang sabrang, bawang siem
(Sunda), bawang arab, beureum (Jawa Barat); Kalimantan Barat: Bawang dayak,
bawang-bawangan; NusaTenggaraTimur. Bawang berlian.
Kandungan kimia : tanin, polifenol, flavonoid, kuinon, glikosida, asam stearat,
asam galat, eleutherinone, eleutherol, eleutherine dan isoeleutherine
Indikasi : Membantu mengurangi lemak darah.

Formula : Umbi segar bawang sabrang ± 50 g dicuci


Air matang panas ½ gelas
Cara pembuatan : Umbi segar bawang sabrang dicuci, diparut, diperas, dan disaring. Hasil saringan
ditambah setengah gelas air matang panas.
Cara pemakaian : Di minum seperempat gelas, 2 kali sehari, pagi dan sore.
2. Pepermin (Mentha piperata Linn.)
Nama simplisia : Menthae Piperatae Folium (Daun Pepermin)
Nama daerah : Sumatera: Daun pokok (Melayu); Jawa.-Bijanggut, bujanggut
(Sunda), Janggot (Jawa)
Kandungan kimia : minyak atsiri yaitu mentol/ Monoterpen: Menton, metil asetat,
mentofuran, sineol dan limonen; Flavonoid: Luteolin, sinarosid, mentosid,
isorhoifolin; Asam fenolat: Kafeat, klorogenat dan asam rosmarinat; Triterpen:
Skualen, a-amirin, asam urosolat, sitosterol dan mineral.
Indikasi : Membantu mengurangi lemak darah.

Formula : Daun pepermin 1,5-3 g


Air panas 150 mL
Cara pembuatan : Rebus 1,5-3 9 (x sdm) daun pepermin kering dengan 150 mL air panas, saring
Cara pemakaian : Di minum 3 kali sehari sebelum makan.
3. Salam (Syzygium polyanthum)
Nama simplisia : Polyanthi Folium (Daun Salam)

Nama daerah : Meselangan, ubar serai (Melayu), salam (Jawa, Madura dan Sunda),
kastolam (Kangean).
Kandungan kimia : saponin, triterpen, flavonoid, tanin, polifenol dan alkaloid.
Minyak atsiri daun salam terdiri dari seskuiterpen, lakton dan fenol.
Indikasi : Antihiperkolesterolemia.
Formula : Daun salam 20 g
Air 400 mL
Cara pembuatan : Daun salam direbus dengan 400 mL air selama 15 menit
Cara pemakaian : Di minum 2 kali sehari, tiap kali 200 mL cairan.
06
Obat Herbal Gangguan Pernapasan
1. Secang (Caesalpinia sappan L.)
Nama simplisia : Caesalpiniae Sappan Lignum (Kayu Secang)
Nama daerah : Sumatera: Seupeung (Aceh), sepang (gayo); Jawa: Secang
(Sunda), kayu secang, (Jawa), kaju secang (Madura); Nusa Tenggara: Cang
(Bali), sepang (Sasak); Sulawesi: Kayu sema (Manado), dolo (Bare), sapang
(Makassar), sepang (Bugis); Maluku: Sefen (Halmahera Selatan)
Kandungan kimia : Kayu secang mengandung brazilin, brazilein, asam galat,
tanin, resin, resorsin, dan d-α-phellandrene.

Indikasi : Membantu melegakan fungsi saluran pernafasan.


Formula : Kayu secang 5g
Air 2 gelas
Cara pembuatan : Kayu secang dipotong kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air
selama 15 menit, setelah dingin disaring
Cara pemakaian : Di minum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.
2. Lidah Mertua (Sanseviera trifasciata Prain.)
Nama simplisia : Sansevierae laurentii Folium
Nama daerah : Jawa (Rajek wesi, nanas belandha, ki kolo, lidah buwaya);
Sunda (ki kolo, letah bayawak), Madura (mandalika)
Kandungan kimia : amlaic acid, lupeol, β-sitosterol, ellagic acid, gallic acid,
-3.6- digalloylglucose, corilagin, chebulagic acid, chebulinic acid dan
glucogalli.
Indikasi : Influenza
Formula : Lidah mertua 25 buah
Air 3 gelas
Cara pembuatan : Cuci bersih 25 buah lidah mertua, rebus dengan 3 gelas air
sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring rebusannya,
Cara pemakaian : Di minum dua kali sehari masing-masing ½ gelas
3. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)
Nama simplisia : Andrographidis Folium
Nama daerah : ki oray, ki peurat, takilo (Sunda); bidara, sadilata, sambilata,
takila (Jawa); pepaitan (Sumatra).
Kandungan kimia : lakton yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid
(zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid, dan
homo-andrografolid.
Indikasi : Batuk rejan (pertusis)
Formula : Daun sambiloto 25 buah
Air panas ½ cangkir
Madu secukupnya
Cara pembuatan : Daun sambiloto segar diseduh dengan ½ cangkir air panas.
Lalu ditambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin, ramuan
diminum sekaligus
Cara pemakaian : Pengobatan dilakukan tiga kali sehari.
07
Obat Herbal
Gangguan Urologi
1. Jengger Ayam (Celosia cristata L.)
Nama simplisia : Celosiae cristatae Flos (bunga jengger ayam)
Nama daerah : Sumatera: (Toba), bunga tali (Palembang). Jawa dan Madura:
jawer kotok (Sunda); jengger ayam (Jawa). Nusa Tenggara dan Bali: janggar
siap (Bali). Sulawesi: laya (Gorontalo); langgelo (Buol); kaputi ayam,
rangrang jangang (Makassar); bunga taEi manu, puwa ri sawito (Bugis).
Kandungan kimia : minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, dan pinitol;
sedangkan pada daun terdapat saponin, flavonoida, dan polifenol.
Indikasi : infeksi saluran kencing

Formula : bunga jengger ayam (15 g), herba daun sendok (Plantago mayor) (15 g), daun kumis kucing
(Orthosiphon spicatus) (30 g), dan daun sambiloto (20 g).

Cara pembuatan : Semuanya dalam bentuk bahan kering. Semua bahan dicuci, lalu direbus dengan tiga
gelas air hingga tersisa separuhnya. Setelah dingin, airnya disaring dan

Cara pemakaian : Di minum tiga kali sehari, masing-masing setengah gelas. Pengobatan dilakukan setiap hari
hingga sembuh.
2. Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.)
Nama simplisia : Orthosiphonis folium
Nama daerah : Melayu (Kumis kucing); sunda (kumis kucing, tali anjing),
Jawa (remujang), Madura (sesalaseyan, soengot koecing) (Dalimartha,
2000). Ternate (lofiti)
Kandungan kimia : Glikosid ortosifonin; Zat lemak; Minyak atsiri; Minyak
lemak; Saponin; Sapofonin; Garam kalium.
Indikasi : diuretik

Formula : Kumis kucing 2 genggam


Madu 1 sdm
Air 1 gelas
Cara pembuatan : Daun kumis kucing dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan air 1 gelas
hingga air tinggal ½ gelas, saring dan tambahkan madu
Cara pemakaian : Di minum 2xsehari
3. Pepaya (Carica papaya L.)
Nama simplisia : Caricac Papayae Radix (Akar Pepaya)
Nama daerah : Jawa: Gedang, gedhang (Sunda), Kalimantan: Bua medung,
pisang malaka, Nusatenggara: Gedang, kates, kampaja, kalujawa, Sulawesi:
Kapalay, papaya, pepaya, kaniki; Maluku: Tele, palaki; Irian: Sampain,
asawa, menam, siberiani, tapaya.
Kandungan kimia : alkaloid karpainin, karpain, pseudokarpain, vitamin C dan
E, kolin, dan karposid. 
Indikasi : Diuretika

Formula : Akar pepaya 3 cm


Air 4 gelas
Cara pembuatan : akar pepaya dipotong-potong dan direbus dengan 4 gelas
air, sampai setengahnya

Cara pemakaian : Di minum tiga kali sehari, setiap kali minum sebanyak 3/4
gelas.
08
Obat Herbal Gangguan Sitostatika
1. Temu Mangga (Curcuma mangga Val. Et. Zyp)
Nama simplisia : Curcumae manggae Rhizoma (Rimpang Temu Mangga)
Nama daerah : Koneng joho, koneng lalab, koneng pare (Sunda), kunir putih,
temu bajangan, temu putih, Temu poh (Jawa), temu pao (Madura)
Kandungan kimia : Minyak atsiri. kurkumin, protein aktif yang disebut RIP
(Ribosom Inacting Protein), glikosida dan diterpen.

Indikasi : Antikanker

Formula : Serbuk temu mangga 1 sdt


Air panas 100 mL
Cara pembuatan : Satu sendok teh peres serbuk temu mangga diseduh dengan 100 ml air
panas (1/2 gelas) kemudian dindapkan dan diminum aimya.
Cara pemakaian : Untuk pengobatan 3 kali sehari (pagi, siang dan sore hari). Untuk pencegahan
1 kali sehari diminum sebelum tidur malam.
2. Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.)
Nama simplisia : Agerati Conyzoidi Herba (Herba Bandotan)
Nama daerah : Sumatera: Ketumbit (Melayu), bandotan; Jawa: Babadotan,
babadotan leutik, babandotan, jukut bau, ki bau (Sunda), bandotan, berokah,
wedusan, (Jawa), dus bedusan, dus wedusan (Madura)
Kandungan kimia : minyak atsiri, asam organik, kumarin, ageratochromene,
friedelin, s-sitosterol, stigmasterol, kalium klorida, sulfur, dan a-siatosterol.
Indikasi : Secara tradisional digunakan pada penderita kanker.

Formula : Herba bandotan 30-60 g


Air 3 gelas
Cara pembuatan : Di rebus herba bandotan segar dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi
satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk
Cara pemakaian : Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari
3. Mimba (Azadirachta indica A. Juss )
Nama simplisia : Azadirachtae Indicae Folium (Daun Mimba)
Nama daerah : Jawa: Imba, mimba (Jawa), membha, mempheuh (Madura);
Nusatenggara: Intaran (Bali), mimba.
Kandungan kimia : Daun mimba mengandung senyawa-senyawa diantaranya
adalah β-sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin,
azadirachtin, dan nimbine.

Indikasi : Antikanker
Formula : Daun mimba 7 lembar
Akar tapak liman segar 150 g
Rimpang temu lawak segar 4 ruas jari
Air 2 gelas
Cara pembuatan : Semua bahan direbus dengan 2 gelas air, hingga air rebusan tersisa 1 gelas, lalu
dinginkan.
Cara pemakaian : Diminum setiap 1 jam sebelum makan, 3 kali sehari masing-masing sebanyak 1 gelas.
09
Obat Herbal Hipnotik dan Sedativa
1. Pala (Myristica fragrans Houtt.)
Nama simplisia : Myristicae Fragransis Semen (Biji Pala)
Nama daerah : Sumatera: Falo, pala, pahalo ; Jawa: Pala, paala ; Sulawesi:
Pala, palagana ; Nusa Tenggara: Bubula, bubura, palo, baikor ; Maluku:
Kuhipun, ulias palalao, gosora.
Kandungan kimia : minyak atsiri, saponin, miristisin, elemisi, enzim lipase,
pektin, lemonena, dan asam oleanolat.
Indikasi : Membantu menenangkan.

Formula : Serbuk biji pala 1 sdt


Garam secukupnya
Air secukupnya
Cara pembuatan : 1 sendok teh serbuk biji pala kering dan garam secukupnya diseduh dengan air
secukupnya.

Cara pemakaian : Di minum bersama ampasnya.


2. Seledri (Apium graveolens L.)
Nama simplisia : Apii Graveolens Herba (Herba seledri)
Nama daerah : Sumatera : seledri (Melayu), Jawa : saladri (Sunda), seledri
(Jawa Tengah), Sulawesi : Daun sop (Bugis).
Kandungan kimia : flavonoid, saponin, tanin 1%, minyak atsiri 0,033%, flavo-
glukosida (apiin), apigenin, fitosterol, kolin, lipase, pthalides, asparagine, zat
pahit, vitamin (A, B dan C) dan alkaloid.
Indikasi : Antiansietas.

Formula : Seledri 100 g


Air 1 cangkir
Cara pembuatan : Cuci seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir
air, lalu peras dan saring. Selanjutnya direbus sampai mendidih dan tunggu sampai dingin

Cara pemakaian : Di minum 2 kali sehari, pagi dan siang hari


3. Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Nama simplisia : Mimosa pudica Folium
Nama daerah : si hirput si kerput (Batak), daun kaget-kaget (Manado), daun
tidur, rebah bangun, si kajuik (Minangkabau), | jukut ancing (Lampung),
bujang kaget, jukut borangan, jukut gehgeran, jukut riyut (Sunda), kucingan,
randelik (Jawa), ri sirepan (Madura), gogioko (Halmahera).
Kandungan kimia : tanin 6,8%, flavonoid, steroid/ triterpenoid dan sterol
Indikasi : Susah tidur (insomnia)

Formula : Daun putri malu 15g


Sawi langit 15 g
Calincing 30 g
Cara pembuatan : Direbus daun putri malu, Vemonia cinerea (sawi langit), dan Oxalis repens (calincing)
sampai mendidih lalu minum dalam keadaan hangat

Cara pemakaian : Ramuan diminum menjelang tidur.


Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai