Pengantar SCADA
Anda pernah mendengar istilah SCADA?
Yup, SCADA adalah “Supervisory Control and
Data Acquisition”, suatu sistem (yang boleh
dibilang) kelanjutan dari sitem otomatis yang
dibangun dengan PLC. Berikut sekilas
gambaran sistem SCADA.
Pada bagian berikut,
1.1 Definisi SCADA
SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), dapat
didefinisikan secara sederhana dari kepanjangan dari
SCADA itu sendiri :
S : Supervisory – Mengawasi
C : Control – Pengendalian
ADA : And Data Acquisition – Akuisisi data
Jadi sistem SCADA ialah
“Suatu sistem kendali industri berbasis komputer yang
dipakai untuk yang dapat melakukan pengawasan,
pengendalian dan akuisisi data terhadap
sebuah plant“
1.2 Sejarah SCADA
Sistem SCADA yang “primitif” telah digunakan oleh industri selama ini.
Dengan hanya mengandalkan :
- indikator – indikator sederhana seperti lampu, meter analog, alarm
suara (buzzer),
- seorang operator sudah dapat melakukan pengawasan terhadap mesin
– mesin di pabrik. Berikut ini skema SCADA “primitif” yang masih belum
memanfaatkan komputer (ataupun pengendali berprosesor lainnya)
Seiring dengan perkembangan komputer yang dahsyat beberapa dekade
terakhir, maka komputer menjadi komponen penting dalam sebuah sistem
SCADA modern. Sistem ini menggunakan komputer untuk menampilkan
status dari sensor dan aktuator dalam suatu plant, menampilkannya
dalam bentuk grafik, menyimpannya dalam database, bahkan
menampilkannya melalui situs web. Umumnya komputer ini terhubung
dengan sebuah pengendali (misal : PLC) melalui sebuah protokol
komunikasi tertentu (misal : fieldbus). Berikut ini skema sistem SCADA
modern.
PERBEDAAN SCADA VS DCS (Distributed Controlled
Systems)
1.3 Bagian – Bagian SCADA
Secara umum, SCADA terdiri dari bagian –
bagian berikut :
1 Sensor dan aktuator (Field Devices)
2 Remote Terminal Unit / PLC
3 Sistem Komunikasi
4 Master Terminal Unit
Berikut ini penjelasan dari masing – masing
bagian
1. Sensor dan aktuator (field
device)
• Bagian ini adalah plant di lapangan yang
terdiri dari obyek yang memiliki berbagai
sensor dan aktuator. Nilai sensor dan
aktuator inilah yang umumnya diawasi dan
dikendalikan supaya obyek/plant berjalan
sesuai dengan keinginan pengguna.
2. PLC
PLC merupakan pengendali dari plant (field
device). Alat ini berperan sebagai “otak” dari
sistem. Beberapa kelebihan PLC dibanding
pengendali lain :
- Solusi yang ekonomis
- Serbaguna dan fleksibel
- Mudah dalam perancangan dan instalasi
- Lebih reliable
- Kontrol yang canggih
- Berukuran kecil secara fisik
- Troubleshooting dan diagnosa lebih mudah
3. Sistem Komunikasi
• Sistem komunikasi diperlukan untuk menghubungkan
antara field device, PLC, dan Master Terminal Unit.
Berikut ini beberapa sistem komunikasi yang dipakai
dalam sistem SCADA :
• RS 232
• Private Network (LAN/RS-485)
• Switched Telephone Network
• Leased lines
• Internet
• Wireless Communication systems
– Wireless LAN
– GSM Network
– Radio modems
4. MTU – SCADA Software
• Pembahasan diatas, dapat memberikan Pemahaman konsep
sistem SCADA secara umum, juga prinsip komunikasi data yang
terjadi antara PC dan PLC dalam sistem tersebut.
• Penjelasan ini tentang SCADA software, yaitu suatu program yang
kita letakkan pada Master Terminal Unit (biasanya berupa PC).
- Bagaimana pendekatan yang diperlukan dalam perancangan
SCADA software?
- Apa saja fungsi – fungsi pokok suatu SCADA software? Sbb :
Ada beberapa jenis pendekatan dalam perancangan sistem SCADA :
• Centralized
• Distributed
• Master – Slave
Software SCADA biasanya mengunakan apa saja yang terpenting
memiliki fitur sebagai berikut:
Master Terminal Unit umumnya ialah komputer yang memiliki SCADA software.
Fitur-fitur kunci yang harus ada pada suatu SCADA Software ialah :
• Human Machine Interface
– Tampilan yang memudahkan manusia (operator) untuk memahami atau
mengendalikan mesin (sistem, plant).
• Graphic Displays
– Tampilan grafis, bukan hanya angka, untuk mempermudah
pengamatan.
• Alarms
– Alarm untuk memberi warning saat sistem dalam kondisi abnormal.
• Trends
– Trend ialah grafik garis yang menggambarkan kondisi/status suatu
device
• RTU / PLC Interface
– Bagian program yang menghubungkan PLC dengan SCADA software.
• Scalability / Expandability
– Program dapat diperluas tanpa mengganggu program lama yang sudah
ada.
• Access to data
– Program memiliki akses pada data tertentu yang diinginkan
• Database
– Penyimpanan data ke dalam database
• Networking
– Program ini dapat berjalan dalam suatu jaringan, baik pada LAN
maupun internet
• Fault tolerance and redundancy
– Program memiliki toleransi tertentu terhadap kesalahan yang terjadi.
SCADA system juga harus bersifat redundant, dimana saat MTU
utama down akan digantikan oleh MTU cadangan.
• Client/Server distributed processing
– Pemrosesan data bersifat distributed,
dimana Server maupun Client memiliki bagian pemrosesan tersendiri
software SCADA dari bermacam-macam vendor, misalnya :
• 1. Wonderware,
• 2. Intellution WinCC
• 3. SciTech,
• 4. Vijeo Citec, Schneider
• 5. IFix, GE
• 6. Cimplicity, GE
• 7. RSView, Allen Bradley
• 8. WinCC, Siemens
• 9. dan lain - lain.
• 10. Software tersebut biasanya memiliki fitur-fitur lengkap, kompleks
dan tentu saja memiliki
• harga yang tidak murah (puluhan sampai ratusan juta rupiah).
1.4 Jenis – jenis SCADA
Secara sederhana, SCADA dapat dibedakan berdasar skalanya, yaitu :
1. Basic SCADA
SCADA dasar ini umumnya hanya terdiri dari 1 proses mesin saja. Jumlah
PLC dan MTU yang digunakan juga hanya 1 buah. Berikut ini blok
sederhananya :
Contoh :
Car manufacturing robot
Room temperature control
2. Integrated SCADA
Sistem ini terdiri
dari beberapa
PLC (RTU).
Berikut ini blok
sederhananya :
Contoh :
Water systems
Subway systems
Security systems
3. Networked SCADA
Sistem ini terdiri dari
beberapa SCADA
yang saling
terhubung. Berikut
ini blok
sederhananya :
Contoh :
Power systems
Communication
systems
1.5 ARSITEKTUR SCADA.
• Berikut merupakan gambaran umum
arsitektur SCADA.
Perangkat yang harus ada
• 1. HMI (Human Machine Interface)
• 2. MTU (Master Terminal Unit)
• 3. RTU (Remote Terminal Unit)
• 4. PLC atau Device Lainnya
• 5. Sistem Komunikasi (Antar MTU dan
RTU)
• 6. Data Acquisition
1. HMI Adalah subsistem dari SCADA yang berfungsi menampilkan
data dari hasil pengukuran di RTU ataupun menampilkan proses
yang sedang terjadi pada keseluruhan sistem. HMI merupakan
sebuah software pada computer berbasis grafis yang berfungsi
untuk mempermudah pengawasan (Supervisory) kepada sang
operator. HMI mengubah data-data dan angka kedalam animasi,
grafik/trend, dan bentuk yang mudah diterjemahkan oleh sang
operator.
2. MTU atau Master Terminal Unit merupakan sebuah sistem
komputer(bisa komputer bisa PLC ataubahkan microcontroller) yang
bertugas memberikan data kepada HMI dari RTU. di lain sisi MTU
ini juga bertugas mengambil data dari tiap-tiap RTU (jika RTU lebih
dari 1) untuk diterjemahkan dan di berikan ke HMI. sistem
pengambilan data dari tiap-tiap RTU disebut “Polling”. terkadang
MTU dan HMI dapat dijadikan 1 bagian, ketika MTU menggunakan
komputer yang sama dengan HMI.
3. RTU atau Remote Terminal Unit adalah subsistem SCADA yang
berfungsi sebagai terminal-terminal (semacam stasiun data) dari hasil
pengukuran, pengendalian, pemantauan status dan lain-lain. RTU
juga berfungsi menerjemahkan, mengkonversi, menghitung sinyal dari
transducer seperti pengukuran arus listrik, Flow, Static Pressure,
Differensial Pressure, temperatur, dan lain-lain. dari hasil pengukuran
tersebut hal yang dilakukan RTU adalah melakukan kendali(jika
merupakan sistem kendali) kemudian mentransmit data ke MTU atau
langsung mentransmit ke MTU jika sistem di RTU bukan untuk
pengendalian (Controlling). RTU juga dapat berfungsi sebagai
pengatur set point yang dikirimkan dari HMI/MTU ke RTU tersebut.
4. PLC atau Programmable Logic Controller adalah sebuah controller
logic yang dapat diProgram sesuai kebutuhan kita. PLC pada sistem
SCADA biasanya di tempatkan pada RTU, jadi PLC merupakan
subsistem dari RTU. PLC ini bertugas melakukan pengolahan
/pengambilan data dari transducer/sensor transmitter yang juga
memungkinkan untuk melakukan pengendalian pada sistem di RTU
tersebut misal digunakan untuk pengaturan bukaan Valve.
5. Sistem Komunikasi, merupakan sebuah cara untuk
mengkomunikasikan data dari RTU ke MTU. pada RTU
yang terletak jauh dari pusat control (MTU) maka sistem
komunikasi biasanya menggunakan Radio. pada industri
tertentu ada yang lebih memilih menggunakan GSM Radio
yang biasanya untuk RTU yang sangat jauh tidak
terjangkau dengan radio biasa atau bisa menggunakan
radio biasa namun harus menggunakan beberapa
repeater agar radio pada RTU dapat berkomunikasi
dengan Radio pada MTU.
SCADA terdiri atasgabungan perangkat keras
dan perangkat lunak. Perangkat keras terutama
untuk membangun sistem jaringan, controller
( mis: PLC ) dan sistem komputer, sedangkan
perangkat lunak dapat berupa apllikasi HMI
(Human Machine Interface), OPC (OLE for
Process Control) dan applikasi lain untuk
kebutuhan data loging (yang dalam
perkembangannya semua applikasi ini
sudahmenjadi satu dengan applikasi HMI-nya).
1. Arsitektur Perangkan Keras
Sistem SCADA dapat diasumsikan sebagai sebuah jaringan
komputer baik itu LAN ataupun WAN, karena dalam implementasi
system ini selalu menggunakan jaringan sebagai saranakomunikasi
utamanya. Secara umum arsitektur perangkat keras dapat dibagi
menjadi dua bagian / layer yaitu “ClientLayer” yang berisikan
aplikasi HMI (Human Machine Interface) dan “Data Server Layer”
yang mengendalikan kebanyakan data proses dan aktifitas
pengontrolan. Data server berinteraksi dengan peralatan dilokasi
melalui process controller, seperti PLC (Prorammable Logic
Control)dan beberapa perangkat keras control lainnya. Controller ini
berhubungan dengan data server melalui sistem jaringan demikian
halnya data server dengan client.
2. Arsitektur Perangkat Lunak
Sistem SCADA adalah aplikasi Multi-Tasking atau aplikasi yang
dapat menjalankan beberapaoperasi dalam sekali waktu, sistem ini
juga umumnya berbasis Real Time Data Base (RTDB).Data server
yang digunakan adalah server yang responsible terhadap
pengumpulan data dan pengendaliannya (seperti : pengecekan
alarm, perekaman data, dsb). Arsitektur perangkat lunak secara
lengkap dapat digambarkan sebagai berikut : Arsitektur perangkat
lunak SCADA mempunyai tiga bagian utama yaitu, SCADA
Development& Environment, SCADA Server, dan SCADA
Client.