Anda di halaman 1dari 27

Mycosis : penyakit yang disebabkan oleh

jamur

Saprolegniasis Branchiomycosis

Ichythophoniasis
Pembagian Fungi Berdasarkan mekanisma
reproduksi seksual

Divisi Gymnomycota Divisi Mastigomycota

Divisi Amastigomycota
Divisi Mastigomycota

Klas Oomycetes

Ordo Saprolegniasis

Genus : Saprolegnia,
Achlya, Branchiomyces
Saprolegnia Sp.
• Merupakan cendawan eksternal
• Dikenal sebagai water mould
• Patogen bagi stadia telur sampai dengan induk
• Bersifat oportunistik
• Suhu optimum : 15-30oC
• Daerah penyebarannya : Indonesia, Thailand,
Malaysia, Filipina, Jepang, Eropa, USA
Gejala klinis :
a) Miselium berwarna putih, abu-abu, hingga
kecoklatan berbentuk seperti kapas
b) Infeksi difasilitasi oleh adanya luka atau
borok
c) Secara histologi infeksi berupa peradangan
granuloma yang meluas
d) Kematian akibat luasnya daerah luka,
kemudian terjadi infeksi oleh agen patogen
lainnya ( bakteri/parasit)
e) Memiliki hypha yang tidak bersepta
Cara kerja hypha
a) Fermentasi dan pemecahan molekul
komplek glukosa , sehingga terjadi
kerusakan (nekrosis) pada jaringan ikan
b) Mengasamkan jaringan
c) Memproduksi hormon penghambat
pertumbuhan bagi jaringan
Branchiomyces Sp.
• Merupakan penyebab penyakit busuk
insang/ Gill root
• Infeksi terutama terjadi akibat pH rendah
(5,8-6,5) ; blooming plankton
• Tumbuh optimal pada suhu 20-25oC
• Merupakan jamur patogen utama di Eropa,
terutama menyerang ikan mas, sidat
Gejala klinis :
a) Terjadi nekrosis pada insang
b) Ikan mengalami kesulitan bernafas
c) Insang akan tampak seperti bergaris-garis,
terdapat bercak pucat, serta jaringan mati
pada area yang terinfeksi
d) Secara histologi, hypha bercabang dan tidak
bersepta
Dua spesies Branchiomyces :
• B. sanguinis (only in gill blood
vessels); carp, goldfish
• or B. demigrans (grows from blood
vessels to tissue); bass, pike, striped
bass
Divisi Amastotaigomycota

Ordo Entomophthorales

Genus Ichthtyophonus
Genus Ichthtyophonus
Ichthtyophonus hoferi :
• Menyebabkan penyakit Ichthtyosporidiosis
• Memilki hypha yang mrip dengan Saprolegnia
Sp., tapi memiliki spora yang lebih besar
• Infeksi terbatas pada lingkungan dingin (2-20oC)
• Infeksi ringan dan sedang tidak menunjukkan
gejala; pada infeksi berat ( infeksi sudah
menembus bawah kulit dan jaringan otot) :
kulit ikan menjadi kasar
Gejala klinis :
a) Ditandai dengan adanya granuloma bulat
kecil pada kulit dan berwarna kehitaman,
terkadang berkembang menjadi borok
b) Kerusakan jaringan internal
c) Terjadi scoliosis
d) Jaringan yang terinfeksi menjadi bengkak,
disertai luka putih-kelabu
e) Bentuk hypha tidak beraturan
Jamur pada Udang
1. Fusarium sp.
• Menembus jaringan sehat maupun rusak
• Konidiospora diatas hypha
• Hypha tipis
• Gejala klinis :
a) Terdapat bercak hitam di bagian insang
atau eksoskeleton ( terjadi produksi enzim
phenoloksidase)
b) terjadi penumpukan pigmen melatonin
pada hypha
2. Lagenidium callinectes
• Hypha berlekuk-lekuk, cabang tidak
beraturan
• Spora diproduksi di dalam tubuh
• Cenderung menyerang larva pada bak
pemeliharaan; biasanya mortalitas tinggi
terjadi selama 3-5 hari (tanpa treatmen)
• Larva yang terserang patogen ini,
menunjukkan gejala hypa yang menutupi
bagian tubuhnya
METODA IDENTIFIKASI JAMUR

a) Bagian tubuh sampel yang terinfeksi diambil


sedikit kemudian diletakan pada medium
PDA (Potato Dextrose Agar).
b) Jamur yang tumbuh diisolasi dan ditanam
pada medium PDA (Potato Dextrose Agar).
Semua jamur yang tumbuh dimurnikan
hingga diperoleh biakan murni.
c) Untuk identifikasi, setiap biakan murni
ditanam pada medium MEA (malt extrac
agar).
d) Isolat di identifikasi secara makroskopis
dan mikroskopis. Pengamatan secara
makroskopis meliputi warna koloni,
bentuk tepian koloni, tekstur
permukaan koloni, diameter koloni.
e) Untuk pengamatan mikroskopisnya,
dibuat preparat mikroskopisnya dahulu
selanjutnya dilakukan pemotretan,
diamati hifanya, spora reproduksi dan
sporangiumnya.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai