Pengolahan sawit dan
proses CPO dan PKO
Disusun oleh:
Apriani Dwi kusumawati
Mardiah
Samy Adji
Proses CPO
Pengolahan kelapa sawit ini menjadi CPO pada
intinya melalui 4 proses utama yaitu:
1. Pemisahan brondolan dari janjang
2. Pencacahan dan pelumatan daging
3. Pengepresan
4. Pemurnian minyak
Berikut merupakan proses produksi
1. Pemilihan bahan baku Bahan baku sesuai kriteria panen
(tandan matang panen) untukmemperoleh hasil produksi
(CPO) dengan kualitas yang baik dengan rendaman minyak
yang tinggi
2. Stasiun timbangan
3. Stasiun sortasi Penyortiran tingkat kematangan buah menurut
fraksinya
4. Stasiun perebusan Perebusan bertujuan untuk memudahkan
ekstrasi minyak pada proses pengempalan. Perebusan juga
dapat mengurangi kadar air dari inti sehinga mudah pelepasan
inti dari cangkang sawit
5. Stasiun pengepresan Pengepresan berfungsi untuk
memastikan minyak kasar (crude oil) dari daging buah.
6. Stasiun pengutipan/ pemurnian minyak (clarifikasion station)
7. Stasiun pengumpul janjang kosong (Empty Bunch
Hopper Station)
8. Stasiun tangki penimbun minyak (Storage Tank Station)
9. Sasiun pengutipan inti (Kernel Plant Station)
10. Stasiun pemurnian air (Water Treathmen Station)
11. Stasiun pembangkit Tenaga (Power Plant Station)
12. Stasiun ketel uap (Steam Boiler Station)
13. Stasiun air limbah (Efficient Treatment Station)
Proses di pabrik
TBS yang telah dipanen dikirimkan oleh truk
pengangkut
ke pabrik untuk disterilisasi menggunakan uap. Proses ini
dilakukan agar TBS dapat dilepas dari tandan dan untuk
memastikan enzim yang dapat menyebabkan kualitas dari TBS
turun.
Setelah TBS terlepas dari tandannya, kemudian tandan buah
kosong akan digunakan kembali. Serat panjang di batang dapat
digunakan untuk membuat kasur dan bantal kursi mobil,
sementara tandan buah kosong yang tersisa dikembalikan ke
tanah kebun untuk membantu menjaga kelembaban sebelum
dijadikan pupuk ketika proses pembusukan sudah terjadi
Langkah pertama adalah menekan buah untuk memeras CPO dari
mesocarp-nya, minyak kemudian disaring dan dimurnikan untuk
memastikan bebas dari kontaminasi dan dikeringkan untuk
memenuhi spesifikasi standar CPO.
Selanjutnya CPO di transfer ke pabrik pengolahan untuk di proses
menjadi
Minyak nabati (minyak goreng, krim dan margarin)
Bahan oleokimia (digunakan dalam detergen atau pelumas
Biodisel (bahan bakar)
Asam laurat (digunakan dalam kosmetik dan sabun)
Proses PKO
Biji kelapa sawit yang tersisa juga dikenal sebagai inti sawit atau
kernel dipecahkan dan dipisahkan dari cangkangnya, cangkang dijual
sebagai bahan bakar hayati, sementara kernel mengalami
penghancuran lebih lanjut untuk mengahsilkan Minyak Inti Sawit (PKO)
dan palm kernel expeller (PKE)
Kernel yang dihasilkan dari PKS (pabrik kelapa sawit) pertama-tama
ditimbang di stasiun penimbangan untuk mendapatkan berat gross
dan dibongkar di stasiun pengumpulan kernel, setelah dibongkar di
stasiun truk ditimbang kembali untuk mendapatkan berat netto kernel.
Kernel yang berada di stasiun pengumpulan dimasukkan kedalam
hopper untuk dilakukan pengaturan keluaran kernel/ pembagian
kernel ke masing** mesin crusher menggunakan konveyor. Kernel
masuk kedalam mesin crusher untuk dihancurkan dan dipress/ diperas
untuk mendapatkan minyak kernel (PKO). Di stasiun ini ada 2 produk
yang dihasilkannya, yaitu minyak kernel yang berwarna bening dan
ampas atau biasa disebut bungkil, minyak kernel yang dihasilkan
dimurnikan dan lansung disalurkan ke storage tank sedangkan
bungkil** diairkan ke gudang penyimpanan bungkil. Sebab bungkil
yang didapatkan walaupun dikategorikan sebagai sebagai sisa/ limbah,
namun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan makanan
ternak yang berekonomis tinggi.
Kesimpulannya:
Walaupun proses yang terjadi cukup sederhana dalam
mendapatkan minyak kernel bukar berarti untuk mendapatkan
OER (Oil Extraction Rate) tinggi sesederhana yang dibayangkan.
Oleh karena itu setiap pabrik dan para jajarannya memrlukan trik
dan teknik khusus untuk mendapatkan nilai OER tinggi dan losses
yang rendah. Tentu saja semakin tinggi OER dan semakin sedikit
losses keuntungan pun akan semakin besar pula.