Anda di halaman 1dari 17

EVAPOTRANSPIRASI

METODE PENMAN MODIFIKASI


E TO ! c v E T *
ET * ! w (0,75 Rs  Rn1 )  (1  w) f (u ) (ea  ed )
dimana: w = faktor yang berhubungan dengan temperatur (T) dan elevasi daerah. Untuk daerah Indonesia dengan elevasi antara 0500 m, hubungan harga T dan w seperti pada Tabel 1. radiasi gelombang pendek dalam satuan evaporasi (mm/hari) yaitu : (0,25 + 0,54 n/N) Ra radiasi gelombang pendek yang memenuhi batas luar atmosfir (angka angot) yang dipengaruhi oleh letak lintang daerah. Harga Ra seperti (Tabel 2). radiasi bersih gelombang panjang (mm/hari) yaitu : f(t) . f(ed) . f(n/N)

Rs Ra

= =

Rn1

f(t) f(ed) f(n/N) f(u) U (ea-ed) ed RH ea ed c

= = = = = = = = = = =

fungsi suhu (Tabel 1) fungsi tekanan uap, yaitu : 0,34 - 0,44 . (ed) fungsi kecerahan, yaitu : 0,1 + 0,9 n/N fungsi dari kecepatan angin pada ketinggian 2 m dalam satuan (m/dt). Yaitu : 0,27 (1 + 0,864 u) kecepatan angin (m/dt) perbedaan tekanan uap jenuh dengan tekanan uap yang sebenarnya ea . Rh kelembaban udara relatif (%) tekanan uap jenuh (mbar) (Tabel 1). tekanan uap sebenarnya (mbar) angka koreksi Penman yang memasukkan harga perbedaan kondisi cuaca siang dan malam. Harga C tertera pada Tabel 3.

TABEL 1 HUBUNGAN ANTARA T, EA, W DAN F(T)

T 0C 24.00 25.00 26.00 27.00 28.00 28.60 29.00

ea Mbar 29.50 31.69 33.62 35.66 37.81 39.14 40.06

W 0.735 0.745 0.755 0.765 0.775 0.781 0.785

F(t) 15.40 15.65 15.90 16.10 16.30 16.42 16.50

TABEL 2 ANGKA ANGOT (RA) (MM/HARI) (UNTUK DAERAH INDONESIA, ANTARA 50 LU SAMPAI 100 LS)

Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember

5 13.0 14.0 15.0 15.1 15.3 15.0 15.1 15.3 15.1 15.7 14.8 14.6

Lintang Utara 4 2 14.3 14.7 15.0 15.5 15.5 14.9 14.4 14.6 15.1 15.3 15.1 14.5 14.1 15.3 15.6 15.3 14.6 14.2 14.3 14.9 15.3 15.3 14.8 14.4

0 15.0 15.5 15.7 15.3 14.4 13.9 14.1 14.8 15.3 15.4 15.1 14.8

2 15.3 15.7 15.7 15.1 14.1 13.5 13.7 14.5 15.2 15.5 15.3 15.1

Lintang Selatan 4 6 8 15.5 15.8 16.1 15.8 15.6 14.9 13.8 13.2 13.4 14.3 15.1 15.6 15.5 15.4 16.0 15.6 14.7 13.4 12.8 13.1 14.0 15.0 15.7 15.8 15.7 16.1 15.5 14.4 13.1 12.4 12.7 13.7 14.9 15.8 16.0 16.0

10 16.1 16.0 15.3 14.0 12.6 12.6 11.8 12.2 13.3 14.6 15.6 16.0

TABEL 3 ANGKA KOREKSI ( C ) BULANAN UNTUK RUMUS PENMAN

Bulan Januari Peruari Maret April Mei Juni

C 1.04 1.05 1.06 0.90 0.90 0.90

Bulan Juli Agustus September Oktober Nopember Desember

C 0.90 1.00 1.10 1.10 1.10 1.10

METODE BLANEY CRIDDEL


Data terukur yang diperlukan dalam perhitungan ini adalah letak lintang dan suhu udara dan angka koreksi. Blaney Criddle (1950), menghitung Eto dengan rumus : Eto = c.Eto*

Eto*= p.(0,475t + 8,13)


Dimana : p = prosentase rata-rata jam siang harian, yang besarnya tergantung letak lintang (LL) t = suhu udara (oC) Perhitungan Eto* umumnya menggunakan periode waktu rata-rata keadaan iklim pada suatu bulan tertentu. Prosedur perhitungan Eto untuk suatu bulan tertentu adalah sebagai berikut: 1. Mencari data tentang letak daerah yang ditinjau. 2. Mencari nilai (p) dari tabel BC.1 berdasarkan letak lintang. 3. mencari data suhu rata-rata bulanan (t). 4. Menghitung besar Eto* = p (0,457t + 8,13). 5. mencari angka koreksi dari tabel BC.3 sesuai dengan bulan yang ditinjau. 6. Menghitung Eto = c.Eto*

TABEL BC.1
Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember P 0,27 0,27 0,27 0,28 0,28 0,28 0,28 0,28 0,28 0,27 0,27 0,27
LL = 5o LU

Suhu 26,050 26,190 25,825 25,325 25,450 26,325 26,525 24,495 26,375 26,525 26,075 26,130

Eto* mm/hari 5,4094 5,4267 5,3816 5,5170 5,5330 5,6449 5,6705 5,4108 5,6513 5,4680 5,4125 5,4187

c 0,80 0,80 0,75 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 0,80 0,80 0,80 0,80

Eto mm/hari 4,3275 4,3413 4,0362 3,8619 3,8731 3,9515 3,9694 4,0581 4,5211 4,3744 4,3300 4,3349

KEBUTUHAN AIR TANAMAN


1. 2. 3. 4. Kebutuhan Air Tanaman Untuk Penggunaan Konsumtif Kebutuhan Air Tanaman Untuk Pengolahan Tanah Kebutuhan Air Tanaman Untuk Pembibitan Kebutuhan Air Untuk Penggantian Lpaisan Genangan

KEBUTUHAN AIR TANAMAN UNTUK PENGGUNAAN KONSUMTIF

Kebutuhan air tanaman adalah sejumlah air yang dibutuhkan untuk mengganti air yang hilang akibat penguapan. Air yang menguap dapat melalui permukaan air yang bebas dari muka bumi (evaporasi), atau melalui daun-daun tanaman (transpirasi). Bila kedua proses penguapan tersebut terjadi bersamaan, maka terjadilah proses evapotranspirasi. Besar kebutuhan air tanaman dinyatakan dalam penggunaan konsumtif (mm/hari), yang besarnya :

Cu = k.Eto

KEBUTUHAN AIR TANAMAN UNTUK PENGOLAHAN TANAH

Besar air yang diperlukan untuk pengelolahan tanah adalah 5-10 mm/hari, atau ditentukan dari rumus :

Wp = [ A.S + A.d(n-1)/2 ].10


Pengelolahan tanah dilakukan 25-30 hari sebelum penanaman. Besar air untuk pengelolahan tanah pada hari ke X di tentukan dari rumus :

Wpx = A/n.S + (X-1)d.10


Dimana : Besar air yang diperlukan saat pengolahan tanah (m3) Jumlah hari pengelolahan tanah Tinggi air untuk pengelolahan Unit Water Requirement (mm) = evaporasi = perkolasi Luas daerah yang akan diolah (ha) = Wp =n =s =d =A

KEBUTUHAN AIR TANAMAN UNTUK PEMBIBITAN DAN PENGGANTIAN LAPAISAN GENANGAN

Air untuk pembibitan diberikan bersamaan dengan air untuk pengolahan tanah, 20-30 hari sebelum penanaman. Kebutuhan airnya 5-7 mm/hari. Air untuk penggantian lapisan genangan diberikan 1-2 bulan setelah penanaman, sebesar 1,1 mm/hari.

PERHITUNGAN CURAH HUJAN


1. Perhitungan Curah Hujan Andalan Untuk menentukan curah hujan andalan digunakan rumus : R80 = n/5 +1 R90 = n/10 +1 Dengan : R80 = curah hujan yang terjadi dengan tingkat kepercayaan 80% R90 = curah hujan yang terjadi dengan tingkat kepercayaan 90%

2. Perhitungan curah hujan efektif Untuk menentukan curah hujan efektif yaitu dengan rumus : Reff = 0,7 x R80 Dimana : R80 = curah hujan harian

PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI


Kebutuhan total irigasi yang diukur pada pintu pengambilan dalam satu periode adalah hasil kali kebutuhanair disawah dengan faktor efisiensi dan jumlah hari dalam satu periode penanaman. Rumus yang digunakan : DR = (WR x A x T) (1 x 1000) Dengan : Kebutuhan air irigasi pada pintu pengambilan (m3) = DR Kebutuhan air di sawah (mm/hari) = Cu + p + WLR + Pd.Re = WR Luas sawah yang dialiri (ha) =A Efisiensi irigasi =I Periode waktu pemberian air = jml hari dlm1 periodex24 jamx3600 dtk =T

METODE KRITERIA PERENCANAAN PU


a. Kebutuhan air di sawah : NFR = Etc +P-Re +WLR b. Kebutuhan air irigasi untuk tanaman padi IR = NFR/1 Dimana : 1 = efisiensi irigasi

METODE WATER BALANCE


Kebutuhan air irigasi di sawah : a. Untuk tanaman padi : NFR = Cu + Pd + NR + P Re b. Untuk tanaman Palawija : NFR = Cu + P Re Dimana : NFR = kebutuhan air disawah (1mm/hari x 10000(24x60x60) = 1lt/dt/ha) Cu = Kebutuhan air tanaman (mm/hari) Pd = Kebutuhan air untuk kebutuhan tanaman (mm/hari) NR = Kebutuhan air untuk pembibitan (mm/hari) P = Kehilangan akibat perkolasi (mm/hari) Re = Hujan efektif (mm)