0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan14 halaman

Diuretik

Diuretik adalah zat yang meningkatkan pengeluaran urine melalui kerja pada ginjal, dengan berbagai mekanisme di tubuli ginjal. Terdapat beberapa jenis diuretik seperti diuretik lengkungan, thiazida, penghemat kalium, dan osmotik, masing-masing dengan indikasi dan efek samping tertentu. Penggunaan diuretik umum untuk hipertensi dan dekompensasi jantung, namun dapat menyebabkan efek samping seperti hipokalemia dan hiperglikemia.

Diunggah oleh

BAYMAXBig HERO
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan14 halaman

Diuretik

Diuretik adalah zat yang meningkatkan pengeluaran urine melalui kerja pada ginjal, dengan berbagai mekanisme di tubuli ginjal. Terdapat beberapa jenis diuretik seperti diuretik lengkungan, thiazida, penghemat kalium, dan osmotik, masing-masing dengan indikasi dan efek samping tertentu. Penggunaan diuretik umum untuk hipertensi dan dekompensasi jantung, namun dapat menyebabkan efek samping seperti hipokalemia dan hiperglikemia.

Diunggah oleh

BAYMAXBig HERO
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIURETIK

DIURETIK adalah zat yang dapat


memperbanyak pengeluaran kemih
(diuresis) melalui kerja langsung pada
ginjal
Fungsi ginjal :
1. Memelihara kmurnian darah (50 menit
untuk 5 l darah)
2. Meregulasi kadar garam dan cairan

3. homeostatis
Pembentukan Kemih :
Mekanisme kerja diuretik
1. TUBULI PROKSIMAL
direabsorbsi  Na, air, glukosa dan ureum
(isotonis)
contoh diuretik osmotik : manitol dan
sorbitol
2. LENGKUNGAN HENLE
direabsorbsi  ion Cl- aktif disusul Na+
dan K+ (hipotonis)
contoh : furosemid, etakrinat dan
bumetamide
3. TUBULI DISTAL
Depan  reabsorbsi aktif Na (hipotonis)
contoh : Thiazid dan klortalidon

Belakang  ditukar Kalium (penghemat


kalium)
contoh : Amiloride dan triamteran

4. SALURAN PENGUMPUL
PENGGOLONGAN
1. Diuretik lengkungan
- furosemida, bumetamida dan etakrinat
- 4 – 6 jam
- untu akut
- kurva dosis-efek curam
2. Diuretik Thiazida
- HCT, klortalidon, mefrisida, indapamida,
xipamida, klopamida
- 6 – 48 jam
- pemeliharaan
- kurva dosi-efek datar
3. Diuretik penghemat kalium
- lemah (kombinasi dengan yang lain)
- antagonis aldosteron (spironolakton),
amilorida dan triamteran
4. Diuretik osmotik
- ringan
- ekskresi air >> ekskresi na <<
- jarang

5. Perintang karbonhidrase
- asetazolamida
- tubuli proksimal
- ES: takhikardia
Penggunaan
1. Hipertensi
- thiazida dikombinasikan dengan beta
bloker dan ACE inhibitor
- tidak boleh dihentikan mendadak untuk
lansia  lemah jantung dan hipertensi
2. Decompensasi jantung
- udema paru-paru
- sindroma nefritis krn permeabilitas
gromerolus shg protinurea  udema
menyebar
Efek samping
1. Hipokalemia
- lemah otot, kejang, anoreksia, obstipasi,
aritmia
-thiazida << ES so tidak perlu asupan
Kalium kombinasi dengan hemat kalium
- hati-hati dengan digitalis  sudden heart
death
2. Hiperurikemia
- kec. Amilorida
- >> klortalidon
3. Hiperglikemia
- menekan insulin
- >> thiazida
4. Hiperlipidemia <<
- kolesterol total >> dengan HDL <
- >> klortalidon
- << indipamida
5. Hiponatremia
- tu diuretik lengkungan
6. Ototosisitas
Intersksi
- Penghambat ACE (hentikan dahulu)
- Dengan NSAID’s
- Kortikosteroida  hipokalemia >>
- Aminoglikosida  ototoksik >>
(reversible)
- Antidiabet oral

Anda mungkin juga menyukai