0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan18 halaman

Implementasi Klaster 2 - Final

Dokumen ini menjelaskan implementasi Klaster 2 di Puskesmas Pondok Rumput, termasuk jadwal pelayanan dan alur skrining untuk ibu hamil, bayi, anak, dan remaja. Terdapat tantangan dalam implementasi ILP, seperti keterbatasan ruang dan penginputan data yang berulang, yang mempengaruhi efisiensi pelayanan. Skrining dilakukan untuk berbagai aspek kesehatan, termasuk pertumbuhan, perkembangan, dan penyakit tertentu.

Diunggah oleh

pkm pondok rumput
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan18 halaman

Implementasi Klaster 2 - Final

Dokumen ini menjelaskan implementasi Klaster 2 di Puskesmas Pondok Rumput, termasuk jadwal pelayanan dan alur skrining untuk ibu hamil, bayi, anak, dan remaja. Terdapat tantangan dalam implementasi ILP, seperti keterbatasan ruang dan penginputan data yang berulang, yang mempengaruhi efisiensi pelayanan. Skrining dilakukan untuk berbagai aspek kesehatan, termasuk pertumbuhan, perkembangan, dan penyakit tertentu.

Diunggah oleh

pkm pondok rumput
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Implementasi Klaster 2

di Puskemas Pondok Rumput


JADWAL PELAYANAN

1. Jadwal pemeriksaan ibu hamiL dan Bayi baru lahir: SETIAP HARI
2. Jadwal KB suntik: SETIAP HARI
3. Jadwal KB IUD dan Implant: RABU, KAMIS, SABTU
4. Jadwal IVA Test: RABU, KAMIS, SABTU
5. Jadwal imunisasi: JUMAT
6. Jadwal USG: SELASA, SABTU
SOP KLASTER 2
Alur Pelayanan SEBELUM ILP
Pasien datang

Registrasi

KA BP Umum KA KIA KB

OBAT/
RUJUKAN

OBAT RUJUKAN INT/EKS

PULANG
Alur Pelayanan Bumil, Bulin dan Bufas
Alur Layanan Bayi, anak dan Prasekolah
Alur Layanan Usia Sekolah dan Remaja
RUANG PEMERIKSAAN IBU, ANAK,
IMPLEMENTASI ILP DI PUSKESMAS PONDOK RUMPUT
DAN REMAJA (SEHAT)

Sesudah Implementasi ILP

Sebelum Implementasi ILP


IMPLEMENTASI ILP DI PUSKESMAS PONDOK RUMPUT

RUANG PELAYANAN GIGI IBU, ANAK


DAN REMAJA

Sebelum implentasi ILP

Sesudah Implentasi ILP


IMPLEMENTASI ILP DI PUSKESMAS PONDOK RUMPUT
RUANG PEMERIKSAAN IBU, ANAK DAN
REMAJA (TIDAK SEHAT)

Sebelum Implementasi ILP


SKRINING CKG PESERTA USIA 1, 3-6 TAHUN
Usia 1, 3-6th

Alur CKG Klaster 2


Petugas melakukan skrining pertumbuhan:
1. Menimbang BB dengan timbangan Lihat Tabel tindak lanjut
2. Mengukur PB atau Tinggi Badan pertumbuhan, input sesuai hasil,
3. Mengukur lingkar kepala dan lingkar lengan atas lalu submit
4. Plotting grafik pertumbuhan anak di KIA

Petugas melakukan skrining perkembangan:


1. Kuesioner GPPH: Tidak diperiksa jika hasil skrining
mandiri perkembangan NORMAL
2. Kuesioner KMPE: Tidak diperiksa jika hasil skrining
https://linktr.ee/SkriningKPSP_Ponrum
mandiri perkembangan NORMAL
3. Kuesioner KPSP: dilakukan utk semua umur, klik link
yg sdh disediakan, pilih sesuai umur, kemudian input
hasil. Submit.

Petugas melakukan skrining telinga dan mata:


1. Memeriksakan Tes Daya Dengar (TDD) sesuai usia dengan kuesioner
2. Memeriksakan pupil putih dengan Tes Refleks Maerah atau blitz/senter untuk anak diatas usia 1 th
3. Memeriksakan Tes Daya lihat menggunakan tumbling E 6/20, kemudian dilanjutkan dengan kartu
aptotye “E” 6/12 pada masing-masing mata

Petugas melakukan skrining gigi:


1. Memeriksa ada tidaknya karies
2. Mencatat hasil pemeriksaan
3. Melakukan edukasi berdasarkan hasil pemeriksaan

Skrining TB, Gula Darah, Talasemia:


1. Lihat hasil skrining mandiri TB: jika ada 2
atau lebih ‘Ya”, lakukan tes Mantoux
2. J ika ada gejala DM, ada 3 atau lebih ‘Ya’,
periksa GDS Setelah ada hasil semua bisa dikonsulkan ke dokter
3. Lihat hasil skrining mandiri Talasemia, jika
ada 1 ‘Ya”, periksa: Hb, MCV, MCH, jumlah
eritrosit) dengan Hematologi Analyzer

J ika semua hasil skrining mandiri normal/tidak ada


indikasi, maka pilih TIDAK DIPERIKSA
SKRINING CKG PESERTA USIA 2 TAHUN
Usia 1, 3-6th
Petugas melakukan skrining pertumbuhan:
1. Menimbang BB dengan timbangan
2. Mengukur PB atau Tinggi Badan
3. Mengukur lingkar kepala dan lingkar lengan atas
4. Plotting grafik pertumbuhan anak di KIA Lihat Tabel tindak lanjut
pertumbuhan, lalu submit

Petugas melakukan skrining perkembangan:


1. Kuesioner GPPH: Tidak diperiksa jika hasil skrining mandiri
perkembangan NORMAL
2. Kuesioner KMPE: Tidak diperiksa jika hasil skrining mandiri
perkembangan NORMAL https://linktr.ee/SkriningKPSP_Ponrum
3. Kuesioner KPSP: dilakukan utk semua umur, klik link yg sdh
disediakan, pilih sesuai umur, kemudian input hasil. Submit.

Petugas melakukan skrining telinga dan mata:


1. Memeriksakan Tes Daya Dengar (TDD) sesuai usia dengan kuesioner
2. Memeriksakan pupil putih dengan Tes Refleks Maerah atau blitz/senter untuk anak diatas usia 1 th
3. Memeriksakan Tes Daya lihat menggunakan tumbling E 6/20, kemudian dilanjutkan dengan kartu aptotye “E”
6/12 pada masing-masing mata

Petugas melakukan skrining gigi:


1. Memeriksa ada tidaknya karies
2. Mencatat hasil pemeriksaan
3. Melakukan edukasi berdasarkan hasil pemeriksaan

Skrining Gula Darah, Talasemia:


1. Periksa GDS, bila tinggi lanjutkan besoknya dengan GDP
2. Periksa Hb, jika rendah, lanjutkan dgn MCV, MCH, jumlah
eritrosit) dengan Hematologi Analyzer

Skrining TBC:
Lihat hasil skrining mandiri TB: jika ada 2 atau lebih ‘Ya”, lakukan tes Mantoux
J ika hasil skrining mandiri normal/tidak ada indikasi, maka pilih TIDAK DIPERIKSA
Alur Deteksi Bumil KEK
Tantangan Yang dihadapi dalam
Implementasi ILP
1. Ruangan:
o Ruangan Pemeriksaan yang terbatas. Ruangan masih menyatu dengan Klaster 3.
o Belum adanya ruang tunggu khusus anak
o Ruang bermain anak yang masih sangat terbatas.

2. Skrining ILP Klaster 2 terkendala karena banyaknya inputan yang harus dilakukan dengan data yang sama, sedangkan SDM
dan waktu terbatas.
Contoh: pada Ibu hamil, skriningg ANC dilakukan, dan harus diinput dalam beberapa aplikasi, dengan data yang sama.
Penginputan data yang sama dan berulang sangat tidak efektif dan mempengaruhi pelayanan, membuat pelayanan menjadi
lebih lama dan antrian menjadi semakin panjang.
Skrining MTBS juga terkendala terutama apabila antrian pasien terlalu panjang sedangkan perawat hanya ada 1 di KA,
sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan skrining MTBS. 1 pasien dengan skrining MTBS membutuhkan waktu sekitar 5
menit, bisa lebih jika anak rewel, kurang kooperatif atau jika keluarga tidak tahu nomer NIK nya.

Anda mungkin juga menyukai