Anda di halaman 1dari 3

Sistem Pengelolaan Limbah Industri Batik di Kampung Batik Kauman

I. Latar belakang Solo merupakan Kota Budaya, yang masih mempertahankan unsur dan nilai tradisional, baik dari segi fisik maupun non fisik. Salah satu kebudayaan tradisional yang masih dan terus dikembangkan adalah kerajinan batik, dan Solo menjadi salah satu penghasil batik di Indonesia. Industri batik yang berkembang di Solo salah satunya terdapat di kampung batik Kauman, yang berada tidak jauh dari pusat kota Solo. Kampung ini berkembang dari pengaruh keberadaan masjid Agung Kasunanan Surakarta dan Pasar Klewer. Industri batik di Kampung Kauman semakin berkembang dengan dukungan banyak pihak ( warga masyarakat, pemerintah, dan intansi ). Kampung batik Kauman telah berkembang sebagai sentra batik andalan di Kota Solo, dengan adanya pabrik dan outlet-outlet yang berada di setiap sudut kampung. Serta, usaha masyarakat secara swadana untuk melakukan promosi, sehingga kampung batik Kauman semakin dikenal. Dengan berkembangnya industri batik di Kauman, maka hal yang paling tidak bisa dipisahkan adalah limbah yang dihasilkan dari aktivitas pabrik batik yang dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan dan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Limbah pabrik yang bersifat cair , seringkali dibuang secara langsung ke aliran sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Dan Untuk menghindari kelemahan lain dari Kampung Batik pencemaran yang semakin parah Kauman, adalah sistem drainase yang kurang baik. terhadap lingkungan dan pengaruhnya yang buruk terhadap kesehatan masyarakat, maka perlu adanya usaha pengelolaan limbah yang mempertimbangkan melakukan dampaknya Mengenai terhadap Dampak lingkungan dengan Analisis

Lingkungan ( AMDAL ). Sehingga limbah yang di buang ke saluran air adalah limbah yang relatif lebih sedikit mencemari lingkungan dan adanya perbaikan sistem drainase yang mampu menunjang perkembangan industri batik di Kauman. Sehingga kampong Batik Kauman tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga bersahabat dengan lingkungan, dengan sedikit menimbulkan kerusakan lingkungan. II. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem pengelolaan limbah industri batik di Kampung Batik Kauman ? 2. Bagaimana keadaan sistem drainase yanga ada dan pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar ? III. Tujuan Penelitian 1. 2. Mengetahui sistem pengelolaan limbah industri batik Mengetahui keadaan sistem drainase yang ada dan di Kampung Batik Kauman. pengaruh yang ditimbulkan terhadap lingkungan. IV. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian Deskriptif Kualitatif Penelitian ini bermaksud untuk memberikan uraian mengenai pengelolaan limbah industri batik di Kampung Batik Kauman. Dan peneliti mengumpulkan dan mengolah data agar dapat mendeskripsikan hubungan antara sistem drainase dan pengaruhnya terhadap lingkungan. 2. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di salah satu pusat industry batik di Surakarta yaitu Kampung Batik Kauman. 3. Jenis Data : Diperoleh dari informan ( RT setempat, warga sekitar ) Data Primer

Data Sekunder : Studi literatur dan Studi pustaka 4. Teknik Pengumpulan Data a. Metode Observasi Teknik pengumpulan data melalui observasi umum, merupakan dijalankan awal dari kegiatan survey yang dapat atau bersama dengan studi dokumentasi

eksperimen dan mempelajari factor yang berpengaruh terhadap system pengelolaan limbah dan drainase yang sudah ada. Peneliti melakukan observasi langsung ke lokasi Kampung Batik Kauman. b. Metode Interview (wawancara) Teknik atau metode wawancara adalah cara yang dipakai untuk memperoleh informasi melelui kegiatan interaksi sosial antara peniliti dengan yang diteliti. Di dalam interaksi itu peneliti berusaha mengungkap gejala yang sedang diteliti melalui kegiatan tanya jawab dengan informan yang merupakan pelaku industri maupun masyarakat sekitar.