Anda di halaman 1dari 4

Slide 1: GROUP 5 Kasus 3 R uang 5 Fakultas Kedokteran Universitas Samratulangi Manado Tutor : dr.

Margareth Sapulete Kasus : Kasus Lahir bayi laki-laki, BB lahir 1800 gram, panjang badan lahir 40cm. Apgar Score 1-3-3-5-7. Tiga puluh menit setelah lahir bayi tersebut mengalami kejang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kejang tipe fokal, HR 140x/menit, Sb 36,8 0 C, gerakan aktif menurun, tonus menurun. Kepala : PCH (-), sianosis (-), caput succedaneum (-) Thorax : retraksi (-), cor/pulmo dalam batas normal Abdomen : datar lemas, tali pusat terawat Ekstremitas hangat, sianosis (-) Kata Sulit : Kata Sulit Apgar score : Skor yang digunakan untuk menilai keadaan bayi setelah lahir. PCH : Pernapasan cuping hidung Caput Succedaneum : Pembengkakan / oedema yang terdapat dibawah kulit kepala bayi yang baru lahir. Kalimat Kunci : Kalimat Kunci Bayi laki-laki BBL : 1800 gram ; Panjang badan : 40 cm Apgar score : 1-3-3-5-7 30 menit setelah lahir mengalami kejang fokal HR : 140x/menit ; RR : 44x/menit ; Sb : 36 0 C PCH (-), sianosis (-), retraksi (-), cor/pulmo dalam batas normal, tali pusat terawat, ekstremitas hangat. Anamnesis : Anamnesis Anamnesis yang teliti tentang keluarga, riwayat kehamilan, riwayat persalinan dan kelahiran. Riwayat kehamilan - Bayi kecil untuk masa kehamilan - Bayi kurang bulan - Ibu tidak disuntik toksoid tetanus - Ibu menderita DM Riwayat Persalinan - Persalinan pervaginam dengan tindakan (cunam, ekstraksi vakum, dll) - Persalinan presipitatus Slide 6: Riwayat Kelahiran - Trauma lahir - Lahir asfiksia - Pemotongan tali pusat dengan alat Pemeriksaan Fisik : Pemeriksaan Fisik Perubahan pada Sistem Kardiovaskuler Tjd perubahan besar , yaitu : Penutupan foramen ovale pd atrium jantung Penutupan duktus arteriosus antara arteri paru2 & aorta Denyut

jantung BBL rata2 140 dtk / mnt Volume drh pd BBL berkisar 80 110 ml/kg Punggung Genitalia Ekstremitas Toraks Kepala BL,PL,LK Tanda Vital Usia Kehamilan Kulit Leher Refleks / Neurologi Tanda Vital: 8 Tanda Vital Suhu Rektal N: 36,5-37,5C Frekuensi nafas N: 40-60x/ mnt Frekuensi nadi N: 120160x/ mnt BL, PL, LK, Usia kehamilan: 9 BL, PL, LK, Usia kehamilan Berat Lahir N: 2500 - 4000 gram Panjang Lahir N: 45-54 cm Lingkar Kepala Fronto-oksipital N: 32-37 cm Usia Kehamilan ( New Ballard Score ) Slide 10: Untuk pemeriksaan kelainan fisik bayi baru lahir: Kesadaran (normal, apatis, somnolen, sopor, koma) Suhu tubuh (normal, hipertermia, hipotermia ) Tanda-tanda infeksi lainnya TABEL NILAI APGAR: TABEL NILAI APGAR SKORE 0 1 2 Nilai A Pucat Bdn merah ekstremitas biru Seluruh tbh kemeraha-merahan P Tdk ada Di bawah 100 Diatas 100 G A R Tdk ada Lumpuh Tdk Sedikit gerakan mimik Ekstremitas dlm fleksi sedikit Lemah, tdk teratur Menangis,batuk bersin Gerakan aktif Menangis kuat JUMLAH Slide 12: Dari hasil penilaian t er s e b ut d a p a t diketahui keadaan bayi d en g a n kriteria sbb : Nilai APGAR 7 10 : Bayi normal Nilai APGAR 4 6 : Asfiksia ringan sedang Nilai APGAR 0 3 : Asfiksia berat Bila nilai APGAR d a l a m 2 m e n i t t i d a k mencapai nilai 7, maka h a r u s dilakukan tindakan resusitasi lebih lanjut . Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan Penunjang Laboratorium : Gula darah, elektrolit, amonia, laktat, darah rutin Analisa gas darah Kultur darah Pungsi lumbal EEG Diferensial Diagnosis :

Diferensial Diagnosis Kelainan Metabolik Bawaan Asfiksia Neonatal Diagnosia Utama : Diagnosia Utama Hipoksia Iskemik Ensefalopati Etiologi dan Faktor Resiko : Etiologi dan Faktor Resiko Hipertensi selama kehamilan atau pre-eklampsia pada ibu. Restriksi pertumbuhan intra-uterin Anemia fetus Postmaturitas Persalinan non fisiologis Malpresentasi termasuk vasa previa Hipoksia pada fetus disebabkan :: Hipoksia pada fetus disebabkan : Oksigenase yang tidak adekuat dari darah maternal yang disebabkan hipoventilasi selama proses pembiusan, CHD, gagal nafas, keracunan CO2 Tekanan darah ibu yang rendah karena hipotensi akibat dari anestesi spinal atau tekanan uterus pada vena cava dan aorta. Relaksasi uterus kurang karena pemberian oksitosin berlebihan akan menyebabkan tetani. Plasenta terlepas dini Penekanan pada tali pusat atau lilitan tali pusat Vasokonstriksi pembuluh darah uterus karena kokain Insufisiensi plasenta karena toksemia dan post date Manifestasi Klinis HIE: Manifestasi Klinis HIE pH<7 apgar score 0-3 lebih dari 5 menit pucat , sianosis, apnu, frekuensi jantung lambat, tidak ada respon terhadap rangsangan gangguan neurologic neonates (kejang, koma, hipotonia) Manifestasi kejang pada BBL : Manifestasi kejang pada BBL Tremor/gemetar Hiperaktif Kejang-kejang Tiba-tiba menangis melengking Tonus otot hilang diserati atau tidak dengan hilangnya kesadaran Pergerakan tidak terkendali Nistagmus atau mata mengedip ngedip paroksismal Patofisiologi : Patofisiologi oksigen dan glukosa ke jaringan saraf, hasil dari hipoksemia atau metabolisme anaerob : asam laktat perfusi iskemia. Asfiksia penimbunan as. Laktat dalam jaringan lokal Hipoksia ganggu metabolisme as. Laktat meningkat dan oksidatif serebral pH menurun menyebabkan proses glikolisis aerob tidak efektif dan produksi ATP menurun.

Slide 21: Kekurangan energi, menyebabkan gangguan ion pump sehingga terjadi penimbunan ion Na, Cl, H20, dan Ca Intraseluler, Kalium, glutamat dan aspartat ekstraseluler. Mengapa bisa kejang ? : Asfiksia neonatal (terjadi asidosis dan 0 2 serta glukosa) Ganggu pompa Na-K dependent ATP Depolarisasi berlebihan Na + masuk neuron, K + keluar neuron Kejang Mengapa bisa kejang ? Penatalaksanaan : Penatalaksanaan Prinsip : Upaya optimal Identifikasi fetus dan neonatus yang Cegah memiliki resiko mengalami asfiksia sejak dalam kandungan hingga persalinannya. Resusitasi Ventilasi yang adekuat, oksigenasi yang Obat adekuat, dan perfusi yang adekuat. Koreksi asidosis Atasi kejang lini pertama : fenobarbital IV dengan dosis 20mg/kg/kali, dapat diulangi hingga dosis maksimal 40mg/kg/kali. Komplikasi : Komplikasi Kronik seizures Cedera neurologis irreversible Disfungsi berbagai organ Mental retardation Celebral palsy K ematian Prognosis : Prognosis Prognosis tergantung penyebab primer dan beratnya serangan Prognosis buruk apabila : * Nilai apgar menit ke 5 kurang dari 6 * R esusitasi yang tidak berhasil * K ejang yang berkepanjangan * Kejang yang timbul <12 jam setelah lahir * Bayi BBLR * Adanya kelainan neurologik sampai bayi berumur 10hari Slide 26: Asuhan Bayi Baru Lahir Cegah Infeksi Mata Pemberian ASI Cegah Kehilangan Panas Penilaian Cegah Infeksi Rawat Tali Pusat Imunisasi Hep-B Profilaksis Vit-K