Anda di halaman 1dari 20
MMOODDEELL MMUUNNDDEELLLL –– FFLLEEMMIINNGG DDAALLAAMM SSIISSTTEEMM PPEERREEKKOONNOOMMIIAANN KKEECCIILL &&
MMOODDEELL MMUUNNDDEELLLL –– FFLLEEMMIINNGG
DDAALLAAMM SSIISSTTEEMM PPEERREEKKOONNOOMMIIAANN KKEECCIILL && TTEERRBBUUKKAA
(Sebuah Tinjauan Teoretis)
Working Paper In Economics

Oleh :

MOHAMMAD HANIF 1)

1)

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana FE-UI

I.

PENDAHULUAN Saat ini, hampir dipastikan bahwa setiap negara sudah berperekonomian terbuka. Kondisi ini didorong

oleh arus globalisasi yang telah membuat perubahan struktural dalam tata perekonomian dunia. Negara

sudah membukakan diri terhadap dunia internasional dengan melakukan berbagai transaksi

perdagangan baik barang dan jasa maupun modal. Mereka menyadari akan arti pentingnya

perdagangan internasional bagi perkembangan perekonomian negaranya.

Dalam sistem perekonomian terbuka ini, nilai tukar merupakan salah satu hal terpenting dalam

perdagangan internasional. Nilai tukar sangat berpengaruh terhadap Nilai Ekspor dan Impor suatu

negara, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap output nasional. Untuk itu, nilai tukar harus

menjadi perhatian utama bagi setiap negara dalam menjaga perekonomiannya. Kontrol atas nilai tukar

ini, akan menentukan kebijakan apa yang seharusnya diambil oleh suatu negara sehingga nilai tukar

dapat meningkatkan output nasionalnya. a

Untuk memahami kebijakan apa yang seharusnya diambil oleh suatu negara berdasarkan sistem nilai

tukar yang dianutnya, model mundell-fleming mencoba untuk melihat hal tersebut dari sisi model

perekonomian kecil dan terbuka (small and open economy).

II. STUDI PUSTAKA

economy) merupakan sistem perekonomian yang bebas

berinteraksi dengan perekonomian lainnya di dunia (Mankiw, 2006). Perekonomian ini berinteraksi

dengan dua cara. Pertama, membeli serta menjual barang dan jasa pada pasar produk dunia. Kedua,

membeli serta menjual asset, atau modal, seperti obligasi dan saham pada pasar keuangan dunia. Dalam

Sistem perekonomia terbuka, kita mengenal istilah Ekspor Netto, yaitu nilai ekspor suatu negara

dikurangi nilai impornya atau disebut juga Neraca Perdagangan (Trade Balance). Jika Neraca

Perdagangan positif, berarti negara tersebut mempunyai Surplus Perdagangan (Trade Surplus).

Sebaliknya, jika bernilai negatif maka negara tersebut mempunyai Defisit Perdagangan (Trade Deficit).

Sedangkan jika bernilai nol dikatakan negara tersebut mempunyai Perdagangan Seimbang (Balanced

Trade).

Sistem

perekonomian

terbuka

(open

Dalam perdagangan internasional, harga internasional berperan penting dalam mengkoordinasi

keputusan produsen dan konsumen ketika mereka berinteraksi dipasar internasional (Mankiw,2006).

Harga internasional ini bergantung pada nilai tukar nominalnya. Nilai tukar nominal (Nominal Exchange

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 1

1

Model Mundell - Fleming 1

Rate) dalam hal ini, didefinisikan sebagai nilai yang digunakan saat menukar mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain. Berdasarkan nilai tukar ini, mata uang suatu negara dapat meningkat (apresiasi) atau juga dapat melemah (depresiasi) terhadap mata uang negara lain.

Menurut krugman, nilai tukar merupakan salah satu hal terpenting dalam perdagangan internasional. Mengingat pengaruhnya yang sedemikian besar terhadap Necara Perdagangan dan variabel-variabel ekonomi lainnya (krugman, 1979). Bila mata uang suatu negara mengalami depresiasi, nilai ekspornya akan menjadi murah bagi pihak luar dan akan memicu terjadinya peningkatan demand ekspor. Kenaikan demand ekspor akan mendorong pertumbuhan produksi dalam negeri. Sedangkan nilai impor bagi penduduk dalam negeri akan menjadi mahal. Sebaliknya, jika mata uang negara tersebut mengalami apresiasi maka akan menimbulkan pengaruh yang berlawanan.

Berdasarkan hal diatas, jelas bahwa nilai tukar berpengaruh langsung terhadap Neraca Pembayaran (BOP) suatu negara. Sesuai definisi, Neraca Pembayaran (BOP) merupakan Jumlah dari Neraca Berjalan (Neraca Perdagangan) atau dikenal juga sebagai Current account dan Neraca Modal atau Capital account (Scarth, 1996). Neraca Pembayaran ini menunjukkan perubahan Cadangan Devisa suatu negara pada suatu periode waktu. Cadangan Devisa ini merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk menunjukkan seberapa kuat atau lemahnya fundamental perekonomian suatu negara. Hal yang terpenting dalam penambahan Cadangan Devisa adalah dengan mengandalkan peningkatan pendapatan ekspor netto, karena modal yang masuk (Capital Inflow) merupakan pinjaman yang harus dibayar kembali berikut bunganya (Interest Payment).

Menurut Model Mundell-Fleming, bahwa hampir setiap kebijakan ekonomi pada sebuah negara “small and open economysangatlah bergantung pada regim atau sistem nilai tukar (exchange rates) yang dianut dalam sistem perekonomiannya. Bukan pada interest rate sebagaimana pada sistem tertutup atau closed economy (Scarth, 1996). Artinya, keefektifan dari kebijakan fiskal dan moneter dalam mempengaruhi output atau pendapatan nasional bergantung pada regim nilai tukar ini.

“Small and Open Economy Countryadalah negara yang berpartisipasi dalam perdagangan internasional namun tingkat perekonomiannya terlalu kecil untuk mempengaruhi perekonomian global atau mempengaruhi tingkat suku bunga dunia (Mundell, 1963). Perekonomian negara ini dipengaruhi oleh beberapa “larger player” di pasar internasional. Akibatnya, negara-negara seperti ini digambarkan sebagai “price taker”, yang berarti harus menerima kondisi ekonomi yang diberlakukan kepada mereka

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 2

2

Model Mundell - Fleming 2

dalam bertransaksi dengan negara-negara lain. Negara yang tergolong demikian adalah negara dengan rata-rata berpendapatan rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Negara ini meliputi negara berkembang dan negera miskin (negara yang perekonomiannya rendah dan tidak bertumbuh bahkan mengalami penurunan yang berkelanjutan).

Dalam Model Mundell-Fleming, Negara dengan regim nilai tukar tetap (fixed exchange rate regime), hanya kebijakan fiskal yang efektif, dalam arti yang dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional. Sebaliknya, dibawah regim nilai tukar mengambang atau fleksibel (floating or flexible exchange rate regime), hanya kebijakan moneter yang efektif (Scarth, 1996).

Menurut Rauli Susmel dalam International Monetary System, secara umum sistem atau regim nilai tukar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (Susmel, 2003) :

1. Sistem nilai tukar tetap (fixed exchange rate), yaitu suatu sistem dimana nilai tukar mata uang domestik ditetapkan (fixed) atau dipatok (pegged) oleh pemerintah atau Bank Sentral sebagai otoritas moneter di dalam suatu Negara. Sistem nilai tukar ini sering juga dinamakan pegged- exchange rate system.

2. Sistem nilai tukar fleksibel atau mengambang (flexible atau floating exchange rate), yaitu suatu sistem dimana penentuan nilai tukar diserahkan pada mekanisme pasar, yaitu oleh kekuatan penawaran (supply) dan permintaan (demand) didalam pasar valuta asing (foreign exchange market).

Pada sistem nilai tukar flexible, jika sama sekali tanpa campur tangan pemerintah artinya benar-benar mengambang secara bebas, maka sistem nilai tukar ini disebut “clean float system”. Tetapi jika penentuan nilai tukar masih terdapat campur tangan pemerintah, maka sistem nilai tukar ini disebut dirty float system” dan ini sering juga dikenal sebagai sistem nilai tukar mengambang terkendali (managed floating exchange rate system).

Jika pada sistem nilai tukar fleksibel kita mengenal istilah Apresiasi (menguatnya mata uang domestik) dan Depresiasi (melemahnya mata uang domestik), maka dalam sistem nilai tukar tetap, kita juga mengenal istilah Revaluasi (Peningkatan nilai resmi mata uang) dan Devaluasi (Penurunan nilai resmi mata uang).

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 3

3

Model Mundell - Fleming 3

III. MODEL MATEMATIS Pada dasarnya model Mundell-Fleming merupakan perluasan dari model IS-LM. Jika pada model IS-LM

menjelaskan perekonomian tertutup maka model Mundell-Fleming menjelaskan perekonomian terbuka.

Pada model ini ditambahkan perdagangan (Balance of Payment) dan Keuangan (The Central Bank

Balance sheet), sehingga model ini sering disebut juga model IS-LM-BP. Model ini pertama kali

dikembangkan oleh Robert Mundell dan Marcus Fleming.

A. PERSAMAAN STRUKTURAL Berikut adalah persamaan struktural dari model Mundell-Fleming :

adalah persamaan struktural dari model Mundell-Fleming : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Persamaan (1)
adalah persamaan struktural dari model Mundell-Fleming : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Persamaan (1)
adalah persamaan struktural dari model Mundell-Fleming : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Persamaan (1)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Persamaan (1) merupakan kurva IS pada perekonomian terbuka, sama seperti kurva IS pada

perekonomian tertutup hanya ditambahkan ekspor netto (Current Account). Ekspor Netto

merupakan selisih nilai Expor dikurangi nilai Impor.

,
,

dimana

selisih nilai Expor dikurangi nilai Impor. , dimana merupakan Nilai tukar riil atau Domestic Competitiveness.

merupakan

Nilai

tukar

riil

atau

Domestic

Competitiveness. merupakan harga luar negeri atas barang ekspor, merupakan harga dalam

negeri dan X merupakan unit barang yang diekspor.

dalam negeri dan X merupakan unit barang yang diekspor. , barang impor diukur dalam unit fisik
dalam negeri dan X merupakan unit barang yang diekspor. , barang impor diukur dalam unit fisik
dalam negeri dan X merupakan unit barang yang diekspor. , barang impor diukur dalam unit fisik

, barang impor diukur dalam unit fisik yang sama seperti

, barang impor diukur dalam unit fisik yang sama seperti halnya barang yang diproduksi dalam negeri.

halnya barang yang diproduksi dalam negeri. merupakan harga luar negeri atas barang impor.

dalam negeri. merupakan harga luar negeri atas barang impor. Seperti diketahui bahwa total spending ( merupakan

Seperti diketahui bahwa total spending ( merupakan gabungan dari produk

domestik dan Impor. Nilai Impor sendiri harus dikurangkan pada total spending untuk menghindari

pemintaan yang berlebihan pada produk domestik. Tetapi, karena barang impor dan domestik

merupakan komoditas yang berbeda, pengurangan ini harus dalam bentuk unit barang domestik

(domestic output equivalent). Inilah sebabnya mengapa barang Impor diatas dikalikan dengan harga

luar negerinya (

). Inilah sebabnya mengapa barang Impor diatas dikalikan dengan harga luar negerinya ( Model Mundell -

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 4

4

Model Mundell - Fleming 4

Selain itu, Barang Impor diatas berbentuk fungsi

Selain itu, Barang Impor diatas berbentuk fungsi , fungsi ini jika disederhanakan akan menjadi : Jika

, fungsi ini jika disederhanakan

akan menjadi :

fungsi , fungsi ini jika disederhanakan akan menjadi : Jika pada persamaan Nilai Ekspor dan Impor
fungsi , fungsi ini jika disederhanakan akan menjadi : Jika pada persamaan Nilai Ekspor dan Impor
Jika pada persamaan Nilai Ekspor dan Impor diatas, kita masukkan asumsi dasar perekonomian terbuka, yaitu
Jika pada persamaan Nilai Ekspor dan Impor diatas, kita masukkan asumsi dasar perekonomian
terbuka, yaitu Harga domestik output konstan ( ) dan Harga luar negeri konstan ( , maka
diperoleh bentuk spesifik :

Persamaan IS Perekonomian Terbuka :

bentuk spesifik : Persamaan IS Perekonomian Terbuka : , dengan melakukan differential total : Slope kurva

, dengan melakukan differential total :

Slope kurva IS Perekonomian Terbuka :

differential total : Slope kurva IS Perekonomian Terbuka : Sedangkan Slope kurva IS Perekonomian tertutup :
differential total : Slope kurva IS Perekonomian Terbuka : Sedangkan Slope kurva IS Perekonomian tertutup :

Sedangkan Slope kurva IS Perekonomian tertutup :

Terbuka : Sedangkan Slope kurva IS Perekonomian tertutup : Karena , maka Slope kurva IS pada

Karena

: Sedangkan Slope kurva IS Perekonomian tertutup : Karena , maka Slope kurva IS pada perekonomian

, maka Slope kurva IS pada perekonomian Terbuka lebih tajam

(steeper) dibandingkan kurva IS pada perekonomian tertutup.

Perubahan Nilai tukar diatas (dE ), meliputi efek substitusi (

Nilai tukar diatas ( dE ), meliputi efek substitusi ( dan Income ( . Efek substitusi

dan Income (

diatas ( dE ), meliputi efek substitusi ( dan Income ( . Efek substitusi mengasumsikan .

. Efek

substitusi

mengasumsikan

.
.

Jika

produk

domestik

yang diekspor tidak dapat dibedakan dengan produk yang tersedia di pasar luar negeri, maka fungsi permintaan akan produk domestik menjadi elastis tak terhingga ( . Artinya perubahan sedikit pada nilai tukar akan menyebabkan permintaan akan barang ekspor sangat tinggi (kurva

landai) atau barang ekspor akan menjadi perfect substitution . Pada kondisi ini, perfect substitution. Pada kondisi ini,

akan menjadi perfect substitution . Pada kondisi ini, atau dikenal sebagai paritas daya beli ( purchasing
akan menjadi perfect substitution . Pada kondisi ini, atau dikenal sebagai paritas daya beli ( purchasing
akan menjadi perfect substitution . Pada kondisi ini, atau dikenal sebagai paritas daya beli ( purchasing

atau dikenal sebagai paritas daya beli (purchasing power parity), yang

menunjukkan bahwa nilai tukar nominal tergantung pada tingkat harga kedua negara.

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 5

5

Model Mundell - Fleming 5
Persamaan (2) dan (3) merupakan dasar untuk menghitung nilai belanja riil ( . Nilai ini

Persamaan (2) dan (3) merupakan dasar untuk menghitung nilai belanja riil ( . Nilai ini dihitung

untuk menghitung nilai belanja riil ( . Nilai ini dihitung berdasarkan nominal income (riil income x

berdasarkan nominal income (riil income x total produksi riil (Y)) dibagi rata-rata harga atas

barang yang dibeli (consumer price index, P ).

Persamaan (4) merupakan kurva LM. Kurva ini sama dengan kurva LM pada perekonomian tertutup,

hanya Money Supply pada perekonomian terbuka didefinisikan sebagai Balance Sheet of Central

Bank.

The Central Bank’s Balance Sheet :

Liabilities

Assets

M

R

D

M

R + D

Keterangan :

M = Central Bank Issued Money

R = Foreign Exchange Reserves

D = Central Bank Holdings of Govermance Debt, or Domestic Credit (Obligation)

Persamaan (5) menunjukkan perubahan pada Cadangan Devisa (Foreign Exchange Reserves) yang

dipegang Bank Central ( ) atau dikenal juga sebagai Neraca Pembayaran (Balance of Payment atau

BoP atau BP).

Neraca Pembayaran ( Balance of Payment atau BoP atau BP ). Persamaan (6) dan (7) merupakan

Persamaan (6) dan (7) merupakan fungsi produksi dan Labor Market Clearing(Labor Demand). Kedua

persamaan ini mengacu pada Keynesian dalam pasar tenaga kerja, karena tenaga kerja ditentukan

oleh perpotongan kurva labor demand dan garis money wage yang diberikan. Yang menjadi catatan

juga, bahwa hanya harga produk domestik yang menjadi kepentingan perusahaan dalam

menghitung pendapatan marginal produk tenaga kerjanya.

Variabel Endogen pada persamaan struktural ini adalah jika nilai tukar

fleksibel atau jika nilai tukar tetap. Pada nilai tukar tetap, model mengandung intrinsic dynamic

(adanya variabel yang bergerak dalam periode waktu). Pada short-run, dibawah nilai tukar tetap

periode waktu). Pada short-run , dibawah nilai tukar tetap ditetapkan berdasarkan nilai historis sebelumnya dan Balance
periode waktu). Pada short-run , dibawah nilai tukar tetap ditetapkan berdasarkan nilai historis sebelumnya dan Balance
periode waktu). Pada short-run , dibawah nilai tukar tetap ditetapkan berdasarkan nilai historis sebelumnya dan Balance
periode waktu). Pada short-run , dibawah nilai tukar tetap ditetapkan berdasarkan nilai historis sebelumnya dan Balance

ditetapkan berdasarkan nilai historis sebelumnya dan Balance of Payment ( ) ditetapkan sebagai

variabel Endogen. Pada long-run, variabel ini ditetapkan konstan ( . Dalam kondisi ini,

ditetapkan sebagai variabel Endogen.

variabel ini ditetapkan konstan ( . Dalam kondisi ini, ditetapkan sebagai variabel Endogen. Model Mundell -
variabel ini ditetapkan konstan ( . Dalam kondisi ini, ditetapkan sebagai variabel Endogen. Model Mundell -
variabel ini ditetapkan konstan ( . Dalam kondisi ini, ditetapkan sebagai variabel Endogen. Model Mundell -

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 6

6

Model Mundell - Fleming 6

B. ASUMSI MODEL Berikut ini adalah beberapa asumsi dari model Mundell Fleming :

1. Asumsi dasar dari model Mundell – Fleming adalah ekonomi domestik “kecil” dalam kaitannya

dengan dunia internasional (small & open economy). Asumsi ini menekankan bahwa variabel

dunia (Pendapatan, Harga dan Suku bunga) adalah exogeneous.

2. Capital flow dapat berupa Perfect Capital Mobility, Imperfect Capital Mobility, atau No Capital

Mobility. Pada asumsi Perfect Capital Mobility, terjadi ketika

Pada asumsi Perfect Capital Mobility, terjadi ketika , artinya negara dapat meminjam atau meminjamkan kapital

, artinya negara

dapat meminjam atau meminjamkan kapital sebanyak yang diinginkan dalam pasar keuangan

kapital sebanyak yang diinginkan dalam pasar keuangan dunia. (Perfect Capital Mobility) dapat terjadi hanya jika

dunia. (Perfect Capital Mobility) dapat terjadi hanya jika atau

(Perfect Capital Mobility) dapat terjadi hanya jika atau (tingkat bunga domestik = tingkat bunga dunia). 3.

(tingkat bunga domestik = tingkat bunga dunia).

jika atau (tingkat bunga domestik = tingkat bunga dunia). 3. Slope dari kurva BP tergantung pada

3. Slope dari kurva BP tergantung pada level dari mobilitas Kapital (Capital Mobility) :

a. Ketika diasumsikan Perfect Capital Mobility :

and) : a. Ketika diasumsikan Perfect Capital Mobility : maka kurva BP adalah Horizontal b. Imperfect

) : a. Ketika diasumsikan Perfect Capital Mobility : and maka kurva BP adalah Horizontal b.

maka kurva BP adalah Horizontal

b. Imperfect Capital Mobility, kurva BP memiliki Slope Positif. Slope BP menunjukkan tingkat

Capital Flow.

c. No Capital Mobility

, interest rate tidak mempengaruhi Capital Flow maka BP adalah Vertikal.BP menunjukkan tingkat Capital Flow. c. No Capital Mobility 4. Kapital account (Neraca Modal) dalam Balance

4. Kapital account (Neraca Modal) dalam Balance of Payment diasumsikan tergantung secara

positif pada ekspektasi perbedaan “Yield” antara obligasi domestik dengan asing.

5. Kita asumsikan bahwa tingkat bunga dapat diamati setiap saat sehingga tidak perlu agents untuk

meramalkannya.

6. Fungsi K pada Kapital account harus diinterpretasikan sebagai permintaan asing terhadap

obligasi domestik. Untuk itu, kita asumsikan bahwa penduduk domestik hanya memegang uang

dan obligasinya, sedangkan asing memegang uang dan obligasinya beserta obligasi domestik

kita.

7. Fixed Nominal Wage (

beserta obligasi domestik kita. 7. Fixed Nominal Wage ( Akibat diperoleh : (konstan) dan ) dan

Akibat

diperoleh :

(konstan) dandomestik kita. 7. Fixed Nominal Wage ( Akibat diperoleh : ) dan Fixed Coefficient Technology (

) dan Fixed Coefficient Technology (

: (konstan) dan ) dan Fixed Coefficient Technology ( , berdasarkan persamaan (6) dan (7) melalui
: (konstan) dan ) dan Fixed Coefficient Technology ( , berdasarkan persamaan (6) dan (7) melalui

, berdasarkan persamaan (6) dan (7) melalui differential total

, berdasarkan persamaan (6) dan (7) melalui differential total ( can be set at unity )
, berdasarkan persamaan (6) dan (7) melalui differential total ( can be set at unity )

(can be set at unity)

atau

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 7

7

Model Mundell - Fleming 7

8.

Untuk menghilangkan efek Laursen/Metzler (income effect of the exchange rate) diasumsikan

9.

bahwa , sehingga diperoleh

exchange rate ) diasumsikan 9. bahwa , sehingga diperoleh (P can be set at unity )
exchange rate ) diasumsikan 9. bahwa , sehingga diperoleh (P can be set at unity )

(P can be set at unity

)
)

Pada dasarnya dengan mengasumsikan

akan sama dengan 1 kecuali tidak ada impor (namun kondisi ini tetap diterima).

kecuali tidak ada impor (namun kondisi ini tetap diterima). , model menjadi misspecification karena tidak Harga

, model menjadi misspecification karena tidak

diterima). , model menjadi misspecification karena tidak Harga Luar negeri ( ) karena sifatnya exogeneous
diterima). , model menjadi misspecification karena tidak Harga Luar negeri ( ) karena sifatnya exogeneous

Harga Luar negeri ( ) karena sifatnya exogeneous diasumsikan konstan. Dengan demikian

sifatnya exogeneous diasumsikan konstan. Dengan demikian 10. Karena Harga Ouput Domestik maupun Harga Output dunia

10. Karena Harga Ouput Domestik maupun Harga Output dunia konstan maka nilai tukar nominal

proporsional terhadap nilai tukar riil

11. Jumlah uang yang beredar (M) ditentukan secara eksogen oleh Bank Sentral.

12. Tidak ada spekulasi pada pasar valas atau

Bank Sentral. 12. Tidak ada spekulasi pada pasar valas atau C. PERSAMAAN STRUKTURAL YANG DISEDERHANAKAN Berdasarkan

C. PERSAMAAN STRUKTURAL YANG DISEDERHANAKAN Berdasarkan asumsi-asumsi diatas, maka model struktural Mundell-Fleming dapat disederhanakan

menjadi :

struktural Mundell-Fleming dapat disederhanakan menjadi : Untuk persamaan labor market – clearing condition
struktural Mundell-Fleming dapat disederhanakan menjadi : Untuk persamaan labor market – clearing condition
struktural Mundell-Fleming dapat disederhanakan menjadi : Untuk persamaan labor market – clearing condition

Untuk persamaan labor market clearing condition sejak ditetapkannya

maka persamaan ini dikeluarkan pada persamaan yang

disederhanakan. Pada dasarnya, persamaan ini bersama fungsi produksi membentuk Agregat Supply

ini bersama fungsi produksi membentuk Agregat Supply . Agregat Supply ini membentuk kurva Horizontal sesuai
.
.

Agregat Supply ini

membentuk

kurva Horizontal

sesuai dengan model keynes in the sort-run. Jadi, model Mundell-Fleming yang disederhanakan ini

berfokus pada persamaan IS-LM dan karena adanya penambahan BP (Balance of Payment) pada

persamaan, maka persamaan yang terbentuk menjadi IS-LM-BP.

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 8

8

Model Mundell - Fleming 8

D.

TEOREMA MODEL Teorema dari model Mundell-Fleming dapat dilihat dari hubungan antar variabel pada model

tersebut. Untuk menunjukkan hubungan ini ada beberapa tahapan penyelesaian, yaitu (1)

Melakukan Differential total, (2) Bentuk Matrix, (3) Menentukan Determinan dengan ekspansi

Laplace, dan (4) Pemecahan dengan Aturan Cramer.

Differential Total Model :

Pemecahan dengan Aturan Cramer. Differential Total Model : dengan asumsi Parameter : , , dan Untuk
Pemecahan dengan Aturan Cramer. Differential Total Model : dengan asumsi Parameter : , , dan Untuk
dengan asumsi Parameter : , , dan
dengan asumsi Parameter :
,
,
dan

Untuk penyelesaian lebih lanjut, kita kembali pada penjelasan studi literatur sebelumnya bahwa

implimentasi model ini tergantung pada regim atau sistem nilai tukar yang dianut suatu negera yaitu

Fixed Exchange Rate & Flexible/Floating Exchange Rate.

Berdasarkan hal tersebut, ada tiga hal yang akan dibahas dalam teorema ini yaitu : (1) Fixed

Exchange Rate in the Impact Period (Short-run), (2) Fixed Exchange Rate in Full Equilibrium (Long-

run), dan (3) Flexible Exchange Rate. Pada Flexible Exchange Rate, dengan tidak adanya intervensi

Bank Sentral pada pasar Valas menunjukkan bahwa tidak ada asset yang diperdagangkan. Jadi, tidak

ada perubahan asset pada suatu periode waktu dan model pada sistem ini tidak mengandung

Intrinsic Dynamic. Untuk itu, kita tidak perlu membedakan antara kondisi Impact periode dan full

equilibrium.

1. Fixed Exchange Rate (The Impact Period) Pada sistem nilai tukar tetap dalam Impact Period, variabel endogen model adalah

tetap dalam Impact Period, variabel endogen model adalah . Pada sistem ini variable ditetapkan berdasarkan nilai

. Pada

sistem ini variable ditetapkan berdasarkan nilai historis sebelumnya, sehingga ada perubahan

nilai historis sebelumnya, sehingga ada perubahan R dalam suatu periode waktu ( dan menjadi variabel sebagai
nilai historis sebelumnya, sehingga ada perubahan R dalam suatu periode waktu ( dan menjadi variabel sebagai
nilai historis sebelumnya, sehingga ada perubahan R dalam suatu periode waktu ( dan menjadi variabel sebagai

R dalam suatu periode waktu ( dan menjadi variabel sebagai varibel endogen. Kondisi ini

menjadikan sistem nilai tukar tetap (fixed) dalam Impact Period mengandung intrinsic dynamic.

Untuk itu model harus dilakukan uji stabilitas terlebih dahulu :

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 9

9

Model Mundell - Fleming 9

Berdasarkan Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk matrix :

Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk matrix : dan Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : ,
Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk matrix : dan Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : ,

dan Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace :

: dan Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : , Uji stabilitas : (Menunjukkan bahwa model
: dan Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : , Uji stabilitas : (Menunjukkan bahwa model

,

dan Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : , Uji stabilitas : (Menunjukkan bahwa model pada
dan Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : , Uji stabilitas : (Menunjukkan bahwa model pada

Uji stabilitas :

determinan dengan Ekspansi Laplace : , Uji stabilitas : (Menunjukkan bahwa model pada sistem nilai tukar

(Menunjukkan bahwa model pada sistem nilai tukar tetap stabil dalam Impact Period, dan dapat mencapai multiplier full ekuilibrium).

Adapun efek multiplier dari kebijakan Fiskal dan Moneter pada sistem nilai tukar tetap (Impact Period), sbb :

Moneter pada sistem nilai tukar tetap (Impact Period), sbb : 2. Fixed Exchange Rate (Full Equilibrium)
Moneter pada sistem nilai tukar tetap (Impact Period), sbb : 2. Fixed Exchange Rate (Full Equilibrium)
Moneter pada sistem nilai tukar tetap (Impact Period), sbb : 2. Fixed Exchange Rate (Full Equilibrium)
Moneter pada sistem nilai tukar tetap (Impact Period), sbb : 2. Fixed Exchange Rate (Full Equilibrium)
Moneter pada sistem nilai tukar tetap (Impact Period), sbb : 2. Fixed Exchange Rate (Full Equilibrium)

2. Fixed Exchange Rate (Full Equilibrium) Dalam kondisi Full Equilibrium, Balance Payment (

Dalam kondisi Full Equilibrium, Balance Payment ( ) = 0. Hal ini karena dalam kondisi long-run,

) = 0. Hal ini karena dalam kondisi long-run,

Payment ( ) = 0. Hal ini karena dalam kondisi long-run, variabel endogen didefinisikan tetap kostan,

variabel endogen didefinisikan tetap kostan, jadi dan menyebabkan kurva LM tidak bergerak. Variabel endogen model pada sistem ini adalah .

bergerak. Variabel endogen model pada sistem ini adalah . Berdasarkan Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk

Berdasarkan Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk matrix :

Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk matrix : Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace :

Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace :

: Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : Beberapa efek multiplier dihasilkan dari model pada sistem

Beberapa efek multiplier dihasilkan dari model pada sistem nilai tukar tetap (full equilibrium) :

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 10

10

Model Mundell - Fleming 10

Asumsi :

Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  
Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) : Variabel Variabel Eksogen  

Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar tetap) :

Variabel

Variabel Eksogen

 

Endogen

dG

dD

dE

dr f

dY

> 0

0

> 0

< 0

dr

0

0

≥ 0 /≤ 0

> 0

dR

> 0 /< 0

-1

> 0 /< 0

< 0

3.

Flexible Exchange Rate Variabel endogen model pada sistem ini adalah .

Rate Variabel endogen model pada sistem ini adalah . Berdasarkan Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk

Berdasarkan Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk matrix :

Differential Total sebelumnya diperoleh bentuk matrix : Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace : Model

Menentukan Nilai determinan dengan Ekspansi Laplace :

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 11

11

Model Mundell - Fleming 11
Beberapa efek multiplier dihasilkan dari model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary

Beberapa efek multiplier dihasilkan dari model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating):

Asumsi :

model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai
model pada sistem nilai tukar fleksibel (floating): Asumsi : Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai

Summary hubungan antara variabel model (Sistem Nilai tukar fleksibel) :

Variabel

Variabel Eksogen

Endogen

dG

dD

dR

d

drf

dY

≥ 0 ≥ 0 > 0 /< 0

> 0 ≥ 0 /≤ 0 > 0

> 0 ≥ 0 /≤ 0 > 0

≥ 0

> 0

dr

≥ 0

> 0

dE

≥ 0

> 0

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 12

12

Model Mundell - Fleming 12

IV. KOMENTAR DARI MODEL

A. Fixed Exchange Rate (The Impact Period) Dalam kondisi Impact Period (short-run) pada sistem nilai tukar tetap, multiplier Kebijakan Fiskal dan

Policy pada perekonomian terbuka pada dasarnya sama dengan sistem perekonomian tertutup

hanya saja pengaruhnya lebih kecil.

Multiplier Open Economy =

saja pengaruhnya lebih kecil. Multiplier Open Economy = (Multiplier Closed Economy) B. Fixed Exchange Rate (Full

(Multiplier Closed Economy)

B. Fixed Exchange Rate (Full Equilibrium) Dalam kondisi full equilibrium (long-run) pada sistem nilai tukar tetap, Kebijakan Fiskal yang hanya

dapat berjalan efektif dalam meningkatkan output,

. Untuk kasus, perfect capital mobilty,yang hanya dapat berjalan efektif dalam meningkatkan output, kebijakan Fiskal ini tetap efektif karena pada ,

kebijakan Fiskal ini tetap efektif karena pada

mobilty, kebijakan Fiskal ini tetap efektif karena pada , . Sedangkan Kebijakan Moneter tidak berjalan efektif.

,

.

Sedangkan Kebijakan Moneter tidak berjalan efektif. Multiplier efek dari Kebijakan Moneter pada

sistem nilai tukar tetap sama dengan nol,

.
.

Berikut adalah hubungan Kebijakan Fiskal dan Moneter pada Sistem Nilai tukar Fixed dengan asumsi

Perfect Capital Mobility (BP Horizontal, r = r f ) :

1. Kebijakan Fiskal dengan BP Horizontal r LM 1 LM 2 B r = r
1. Kebijakan Fiskal dengan BP Horizontal
r
LM 1
LM 2
B
r = r f
BP
A
C
IS 1
IS 2
Y
IS – LM – BP

E

E 0

Supply A C B Demand Quantity Pasar Valas Valas
Supply
A
C
B
Demand
Quantity
Pasar Valas
Valas

Penjelasan Gambar diatas, sbb :

1. Ketika

2. Ketika r > r f , mendorong Capital Inflow dan supply mata uang asing meningkat.

Capital Inflow dan supply mata uang asing meningkat. G , kurva IS bergeser ke kanan dan
G
G
Capital Inflow dan supply mata uang asing meningkat. G , kurva IS bergeser ke kanan dan

, kurva IS bergeser ke kanan dan menyebabkan r > r f

G , kurva IS bergeser ke kanan dan menyebabkan r > r f 3. Supply ini
G , kurva IS bergeser ke kanan dan menyebabkan r > r f 3. Supply ini

3. Supply ini pada pasar Valas menyebabkan E (Mata uang domestik terapresiasi). Agar E E 0 ,

maka Bank Sentral harus membeli kelebihan mata uang asing ini dan membayarnya dengan

mata uang domestik. Akibatnya, LM akan bergeser ke kanan dan Output kembali naik menuju

titik C.

uang domestik. Akibatnya, LM akan bergeser ke kanan dan Output kembali naik menuju titik C. Model

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 13

13

Model Mundell - Fleming 13

Catatan :

Dari sisi Balance Sheet Bank Sentral, Penambahan Money Supply diimbangi dengan adanya penambahan Asset Cadangan Devisa. Bank Sentral dapat mengatur Komposisi asset Cadangan Devisa dan Bond pada tingkat Money Supply yang sama.

Devisa dan Bond pada tingkat Money Supply yang sama. 2. Kebijakan Moneter dengan BP Horizontal r

2. Kebijakan Moneter dengan BP Horizontal

r E LM 1 LM 2 r = r f BP E 0 A B
r
E
LM 1
LM 2
r = r f
BP E 0
A
B
IS 1
Y
IS – LM – BP
Penjelasan Gambar diatas, sbb :
Supply B C A Demand Quantity Pasar Valas Valas
Supply
B
C
A
Demand
Quantity
Pasar Valas
Valas
sbb : Supply B C A Demand Quantity Pasar Valas Valas 1. Ketika M , kurva
sbb : Supply B C A Demand Quantity Pasar Valas Valas 1. Ketika M , kurva

1. Ketika M , kurva LM bergeser ke kanan menyebabkan r < r f

2. Ketika r < r f , mendorong Capital Outflow dan supply mata uang asing berkurang. Ini menyebabkan E (Mata uang domestik terdepresiasi). Pada dasarnya ketika E akan menyebabkan Ekspor Netto meningkat dan selanjutnya akan mendorong Output meningkat.

meningkat dan selanjutnya akan mendorong Output meningkat. 3. Agar E E 0 , maka Bank Sentral
meningkat dan selanjutnya akan mendorong Output meningkat. 3. Agar E E 0 , maka Bank Sentral
meningkat dan selanjutnya akan mendorong Output meningkat. 3. Agar E E 0 , maka Bank Sentral
meningkat dan selanjutnya akan mendorong Output meningkat. 3. Agar E E 0 , maka Bank Sentral

3. Agar E E 0 , maka Bank Sentral harus mensupply kekurangan mata uang asing ini dari Cadangan Devisanya dan menerima pembayaran dalam mata uang domestik. Akibatnya, LM akan bergeser kembali ke kiri (kembali ke titik A).

LM akan bergeser kembali ke kiri (kembali ke titik A). Catatan : Dari sisi Balance Sheet

Catatan :

Dari sisi Balance Sheet Bank Sentral, Pengurangan Money Supply diimbangi dengan penurunan Asset Cadangan Devisanya.

Selain itu, dalam hubungan dengan suku bunga luar negeri pada sistem nilai tukar tetap, ketika suku bunga asing meningkat akan menyebabkan penurunan Output, suku bunga dalam negeri akan ikut meningkat, dan tergerusnya Cadangan Devisa kita. Hal ini sesuai hasil model sbb :

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 14

14

Model Mundell - Fleming 14
Penjelasannya sebagai berikut : Ketika r f , akan menyebabkan Capital Outflow (karena bunga diluar

Penjelasannya sebagai berikut :

Penjelasannya sebagai berikut : Ketika r f , akan menyebabkan Capital Outflow (karena bunga diluar tinggi,

Ketika r f , akan menyebabkan Capital Outflow (karena bunga diluar tinggi, interest payment

akan lebih besar). Ini akan memicu supply mata uang asing berkurang. Untuk menjaga agar Nilai

tukar tetap, Bank Sentral harus memenuhinya dari Cadangan Devisa. Pemenuhan dari Cadangan

Devisa ini menyebabkan Jumlah Uang beredar akan berkurang (terserap oleh Bank Sentral).

Penurunan Money Supply akan mendorong LM bergeser kekiri akibatnya Output turun (sebagai

respons terhadap penurunan konsumsi) dan tingkat suku bunga dalam negeri akan naik (untuk

menstimulus Kapital Inflow).

Namun, jika kenaikan suku bunga asing diatas karena kontraksi moneter dunia yang sedang lesu

maka dosmetik akan dihadapkan pada dua hal yaitu : (1) Ekspor Netto akan tertekan (lesunya

perekonomian dunia menyebabkan penurunan level pendapatan asing), dan (2) Naiknya suku

bunga asing yang akan mendorong Capital Outflow. Tekanan keduanya akan menyebabkan

domestik mengalami resesi ekonomi.

C. Flexible (Floating) Exchange Rate Pada sistem nilai tukar fleksibel, multiplier efek dari Kebijakan Fiskal dan Moneter berpengaruh pada

peningkatan output, .
peningkatan
output,
.
. Artinya, pada
.
Artinya,
pada

Namun,

kasus

ini

untuk

hanya

kasus

perfect

capital

kebijakan

Moneter

mobility ( ), yang efektif dapat
mobility
(
),
yang
efektif
dapat

mendorong kenaikan output. Sedangkan kebijakan Fiskal tidak efektif.

Berikut adalah hubungan Kebijakan Fiskal dan Moneter pada Sistem Nilai tukar Fleksibel dengan

asumsi Perfect Capital Mobility (BP Horizontal, r = r f ) :

1. Kebijakan Fiskal dengan BP Horizontal

r

r = r f

E LM 1 B BP E 0 A IS 1 IS 2 Y IS –
E
LM 1
B
BP E 0
A
IS 1
IS 2
Y
IS – LM – BP
Supply A B Demand Quantity Pasar Valas Valas
Supply
A
B
Demand
Quantity
Pasar Valas
Valas

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 15

15

Model Mundell - Fleming 15

Penjelasan Gambar diatas, sbb :

1. Ketika

2. Ketika r > r f , mendorong Capital Inflow dan supply mata uang asing meningkat.

Capital Inflow dan supply mata uang asing meningkat. G , kurva IS bergeser ke kanan dan
G
G
Capital Inflow dan supply mata uang asing meningkat. G , kurva IS bergeser ke kanan dan

, kurva IS bergeser ke kanan dan menyebabkan r > r f

G , kurva IS bergeser ke kanan dan menyebabkan r > r f 3. Supply ini

3. Supply ini pada pasar Valas menyebabkan E (Mata uang domestik terapresiasi). Penurunan nilai tukar, akan menyebabkan Ekspor Netto berkurang dan selanjutnya akan mendorong output turun. Kurva IS akan bergeser kembali ke titik A.

output turun. Kurva IS akan bergeser kembali ke titik A. Catatan : Dari sisi Balance Sheet

Catatan :

Dari sisi Balance Sheet Bank Sentral tidak ada perubahan, karena tidak ada perubahan atas Money Supply.

2. Kebijakan Moneter dengan BP Horizontal r LM 1 LM 2 C r = r
2. Kebijakan Moneter dengan BP Horizontal
r
LM 1
LM 2
C
r = r f
BP
A
B
IS 2
IS 1
Y
IS – LM – BP

E

E 0

Supply B A Demand Quantity Pasar Valas Valas
Supply
B
A
Demand
Quantity
Pasar Valas
Valas

Penjelasan Gambar diatas, sbb :

1. Ketika

M
M
Valas Valas Penjelasan Gambar diatas, sbb : 1. Ketika M , kurva LM bergeser ke kanan

, kurva LM bergeser ke kanan menyebabkan r < r f . Pada kondisi ini Output naik

tapi suku bunga dalam negeri turun.

kondisi ini Output naik tapi suku bunga dalam negeri turun. 2. Ketika r < r f

2. Ketika r < r f , mendorong Capital Outflow dan supply mata uang asing berkurang. Ini menyebabkan E (Mata uang domestik terdepresiasi) dan menyebabkan Ekspor Netto akan meningkat dan kurva IS akan bergeser ke kanan dan output kembali naik menuju titik C.

bergeser ke kanan dan output kembali naik menuju titik C. Catatan : Dari sisi Balance Sheet
bergeser ke kanan dan output kembali naik menuju titik C. Catatan : Dari sisi Balance Sheet

Catatan :

Dari sisi Balance Sheet Bank Sentral, adanya kebijakan Moneter (peningkatan money supply) akan berpengaruh pada peningkatan asset Cadangan Devisa yang dimilikinya. Hal dapat kita lihat pada model, ketika Kebijakan Moneter dapat meningkatkan nilai tukar dan output, ini tiada lain karena adanya pengaruh peningkatan pada Cadangan Devisa ini. Walaupun disisi yang lain, Neraca Pembayaran tetap konstan (tidak berubah).

Devisa ini. Walaupun disisi yang lain, Neraca Pembayaran tetap konstan (tidak berubah). Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 16

16

Model Mundell - Fleming 16

Selain itu, sistem nilai tukar fleksibel dalam hubungannya dengan suku bunga luar negeri bahwa

ketika suku bunga luar negeri meningkat akan menyebabkan peningkatan pada Output, suku

bunga dalam negeri, dan tingkat nilai tukar. Berdasarkan model kita peroleh hubungan tersebut,

sbb :

Berdasarkan model kita peroleh hubungan tersebut, sbb : Penjelesannya sebagai berikut : Ketika r f ,

Penjelesannya sebagai berikut :

hubungan tersebut, sbb : Penjelesannya sebagai berikut : Ketika r f , akan menyebabkan Capital Outflow

Ketika r f , akan menyebabkan Capital Outflow (karena bunga diluar tinggi, interest payment

akan lebih besar). Ini akan memicu supply mata uang asing berkurang. Karena tidak ada peran

Bank Sentral dalam hal ini, akan menyebabkan Nilai tukar akan meningkat dan mata uang

domestik akan terdepresiasi. Akibatnya, Ekspor Netto akan meningkat dan barang impor menjadi

mahal sehingga pada akhirnya akan mendorong output meningkat. Jadi peningkatan suku bunga

luar negeri menyebabkan booming dalam ekonomi domestik. Namun, banyak analis ekonomi

menyangsikan kondisi ini setelah mereka melakukan observasi di awal tahun 1980-an. Ketika US

meningkatkan interest rate secara dramatis, menyebabkan negera-negara lain yang tergabung

dalam OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) justru mengalami resesi.

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

1. Model Mundell-Fleming memasukkan unsur perdagangan dan keuangan dalam model IS-LM

pada sistem perekonomian tertutup (closed economy), sehingga model ini mampu menjelaskan

perekonomian terbuka (open economy).

2. Jika pada model perekonomian tertutup hanya menggambarkan hubungan tingkat suku bunga

dan output, maka pada model Mundell-Fleming menggambarkan hubungan nilai tukar, tingkat

suku bunga, dan output.

3. Slope (kemiringan) kurva IS pada perekonomian terbuka lebih tajam dibandingkan dengan sistem

perekonomian tertutup. Sehingga efek multiplier dari kebijakan Fiskal dan Moneter pada sistem

perekonomian terbuka akan lebih rendah dibandingkan pada sistem perekonomian tertutup.

4. Model Mundell-Fleming menunjukkan bahwa dampak dari Kebijakan ekonomi pada negara

dengan perekonomian kecil dan terbuka bergantung pada regim atau sistem nilai tukar yang

dianut.

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 17

17

Model Mundell - Fleming 17

5.

Pada regim atau sistem nilai tukar tetap, model mundell-fleming menunjukkan bahwa kebijakan

Fiskal sangat kuat dalam mempengaruhi output. Sedangkan kebijakan Moneter hanya

mempengaruhi pasar uang tapi tidak pada output.

6. Pada regim atau sistem nilai tukar fleksibel, model mundell-fleming menunjukkan bahwa

kebijakan Fiskal dan Moneter sama-sama mempengaruhi output. Namun, pada kasus Perfect

Capital Mobility, hanya kebijakan Moneter saja yang mempengaruhi output. Sedangkan

kebijakan Fiskal hanya mempengaruhi pasar uang tapi tidak pada output.

B. SARAN

1. Untuk

disarankan untuk menggunakan model Mundell-Fleming ini. Untuk Indonesia, berdasarkan

pergerakan nilai tukarnya, saat ini menganut sistem nilai tukar mengambang terkendali dan

berdasarkan pergerakan Neraca Pembayaran, maka mobilitas kapital di Indonesia saat ini adalah

Imperfact Capital Mobility.

2. Model ini menunjukkan bahwa negara pada sistem perekonomian terbuka akan berusaha untuk

menyesuaikan tingkat suku bunga domestiknya dengan suku bunga dunia sehingga mobiltas

kapital dapat berjalan dengan baik. Namun, pada kenyataannya tingkat bunga di setiap negara

berbeda-beda. Untuk itu, pada model mundell-fleming sebaiknya ditambahkan tingkat resiko

mengetahui

sistem nilai tukar mana yang sebaiknya diadopsi oleh suatu negara,

suatu negara.

3. Berdasarkan pada asumsi simplikasi model, untuk menghilangkan efek Laursen/Metzler (Income

effect of exchange rate), diasumsikan bahwa . Padahal kondisi ini hanya dapat terpenuhi

bahwa . Padahal kondisi ini hanya dapat terpenuhi jika tidak ada impor dan ini menjadi sesuatu

jika tidak ada impor dan ini menjadi sesuatu yang tidak mungkin dalam model perekonomian

terbuka. Dengan tetap diterimanya asumsi ini, telah menyebabkan penerapan model ini pada

sistem nilai tukar fleksibel menjadi kontradiktif ketika tingkat suku bunga dunia meningkat secara

dramatis. Model menunjukkan bahwa, ini dapat menyebabkan booming pada perekonomian

domestik, namun pada kenyataannya negara-negara malah mengalami resesi. Sebaiknya, tetap

mempertahankan asumsi (feasible asumption). Implikasinya adalah dengan asumsi ini

feasible asumption ). Implikasinya adalah dengan asumsi ini berarti telah memasukkan supply-side effect dari nilai

berarti telah memasukkan supply-side effect dari nilai tukar, yaitu depresiasi mata uang domestik

akan meningkatkan biaya hidup (cost of living) secara langsung. Hal ini akan menyebabkan

tingkat harga yang lebih tinggi dan menghasilkan output yang lebih rendah (sesuai implikasi

model pada sistem nilai tukar tetap,

)
)

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 18

18

Model Mundell - Fleming 18

VI. DAFTAR PUSTAKA

1. Dornbusch, R., and S. Fischer (1980), “Exchange Rates and Current Account,” American Economic Review 70, 960-971.

2. Krugman, P. R. (1979), Increasing Returns, Monopolistic Competition, and International Trade,Journal of International Economics 9.

3. Mankiw, N. G. (2006), Principles of Economics. 3th edition. Jakarta : Salemba Empat.

4. Mundell, R. A. (1963), Capital Mobility & Stabilization Policy under Fix and Flexible Exchange Rates,Canadian Journal of Economics and Political Science 29 (4), 475-485.

5. Scarth, W. M. (1996), Macro Economics “An Introduction to Advanced Methods”. 2nd edition. Canada : Harcourt Brace & Company.

6. Sukirno, S. (2008). MakroEkonomi Teori Pengantar. Jakarta : Rajawali Grafindo.

7. Susmel, R. (2003). International Monetary System-Chapter 2. International Financial Management. University of Houston’s C.T. Bauer College of Business.

Model Mundell - Fleming

Model Mundell - Fleming 19

19

Model Mundell - Fleming 19