Anda di halaman 1dari 35

ADA APA DENGAN CINTA?

ARTI CINTA MENURUT ISLAM

Betulkah aku jatuh cinta? Tanyalah pada hatimu jika engkau jatuh cinta ? Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh
seorang alim pemerhati masalah cinta, mengungkapkan makna cinta dari sisi bahasa, mahabbah ungkapan dalam bahasa arab, berasal dari kata hubb, ada 5 makna bagi cabang hubb,

Pertama, ash shofa wa al


bayadh artinya putih bersih. Kedua, al uluww wa azh zhuhur artinya tinggi dan kelihatan. Ketiga, al luzum wa ats tsubut artinya terus menerus dan konsisten. Keempat, lubb artinya inti atau sari pati, oleh karena itu orang yang tercinta disebut habbat qolb. Kelima, al hifzd wa al imsak adalah menjaga dan menahan.

Kata cinta dalam bahasa arab sangatlah bernuansa, beberapa orang berusaha memaknai cinta dengan melihat sebab: munculnya cinta, tanda-tandanya, buah atau hasilnya cinta,

Definisi Cinta yang bisa dimaklumi.


Beberapa makna cinta adalah : Kecenderungan seluruh hati yang terus menerus (kepada yang dicintai). Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya. Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan orang yang dicintai daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya, baik sembunyisembunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa cintanya masih kurang. Pengembaraan hati karena mencari yang dicintai, sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya. Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya. Manakah yang sesuai dengan cinta yang ada dalam hatimu?

Cinta memang rasa dalam qolbu membaur dalam nuansa rasa yang tak terucapkan, hanya dapat dirasa, namun sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Ibnul Qoyyim rohimahulloh mengatakan tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Makna cinta tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan dengan kata cinta itu sendiri

Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.

Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istriistri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-

Dari Mana Cinta Berasal ?


Sumber munculnya cinta ada dua :
Pertama, cinta yang bersifat fithri jibiliyah atau
naluriyah yang telah Alloh Taala ciptakan secara alami pada jiwa manusia. Kedua, cinta yang bersifat sababi kasbi yang muncul karena diusahakan melewati suatu proses yang dilakukan oleh manusia yang terlingkupi cinta tersebut. Cinta fithtri jibiliyah tidaklah menyebabkan engkau dicela, sebab Alloh Taala telah menciptakannya sebagai suatu fitroh dalam dirimu.

Cinta fithtri jibiliyah tidaklah menyebabkan engkau dicela, sebab Alloh Taala telah menciptakannya sebagai suatu fitroh dalam dirimu.

cinta sababi kasbiyah

adalah cinta yang muncul karena kehendak orang yang terlingkupi cinta tersebut, dimana Alloh Taala akan memberikan hukuman pada pelakunya apabila cintanya berpaling dari hal-hal yang di ridhoi Alloh taala.

Apa yang seharusnya Kedua Cinta dilakukan? tersebut haruslah


diletakkan sesuai pada tempat yang benar, jika kedua wujud cinta itu dimunculkan sesuai takaran dan mengikuti aturan Dzat yang menciptakan cinta, pasti yang muncul adalah kemaslahatan bagi sang pecinta, siapun dia dan apapun yang menjadi obyek cintanya.

Cinta dan Alloh Azza wa jalla



Katakanlah jika kalian benar-benar cinta kepada Alloh maka ikutilah aku (Muhammad) niscaya Alloh akan mencintai kalian dan mengampuni doda-dosa kalian .(QS. Ali Imron : 31).

Cinta kepada Alloh Taala adalah sumber segala wujud cinta sejati Alloh Taala adalah sumber keabadian cinta, sehingga cinta yang paling sejati mengangkat martabat sang pecinta, bahkan derajat amal perbuatan sang pecinta Mencintai Alloh Taala merupakan kewajiban yang teramat agung, ia adalah pondasi setiap amal sholih.

Cinta sesuatu di jalan Alloh Taala


Cinta ini bisa berawal dari cinta yang yang bersifat fithri jibiliyah, tapi ini tidaklah cukup, Cinta yang menggiring sang pecinta kepada kebaikan dan ketaatan kepada Alloh Taala, seperti mencintai suami atau istri, orang tua atau apapun di jalan Alloh Taala, cinta yang seperti ini hukumnya wajib jikalau cinta ini justru menjerumuskan sang pecinta kepada yang harom, maka hukumnya menjadi harom


dan diantara manusia ada orang yang menjadikan dari selain Alloh sebagai tandingan, mereka mencintai mereka seperti mencintai Alloh, dan orangorang yang beriman sangat cinta kepada Alloh .(QS. Al baqoroh : 165).

Jadi Salahkah aku jatuh cinta?


Kala hati sedang hampa, dia muncul membawa pesona aku jatuh cinta, apakah aku berdosa ? Adakah dosa jatuh cinta? Allah Berfirman :

dijadikan indah bagi manusia kecintaan kepada syhwat berupa wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang, demikian itulah kesenangan hidup dunia, dan disisi Alloh sebaik-baik tempat kembali .(QS. Ali Imron : 14).

Cinta kepada lawan jenis, perasaan ini takkan bisa ditolak bagaimanapun caranya, karena termasuk cinta naluriyah
rasa cinta yang ibaratkan pisau bermata dua. Cinta yang bersifat fitroh menjadi ibadah tatkala dijalani sesuai dengan aturan syariat sebaliknya akan menjadi dosa apabila melanggar batas-batas syariat

Pernikahan
adalah jalan yang terindah dalam mewujudkan cinta naluriah, sebelum engkau mampu maka tidak ada jalan lain kecuali menjaga hati dan pergaulan. Hal ini juga dengan menjaga pandangan kepda lawan jenis tidak bersepi-sepian (mojok berduaan) tidak bercampur baur

sebagaimana Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam berkata : Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu baah (menikah dgn berbagai macam persiapannya) hendak menikah krn menikah lebih menundukan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yg belum mampu menikah hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa (pemutus syahwat) baginya. ( Bukhori 4/106 dan Muslim 1400 dari Abdulloh Ibnu Masud

juga solusinya adalah mengisi dengan kesibukan yang bermanfaat,seperti ibadah atau menuntut ilmu syari.

Yang salah dengan cinta itu apa ?!


Cinta yang benar-benar mencengkram hati sehingga sulit untuk keluar dan lepas dari jeratannya bila kondisi ini dibiarkan pasti akan berujung pada kesengsaraan pelakunya

apa yang harus dilakukan?


Menikah ini bila memungkinkan akan tetapi harus sesuai dengan anjuran Nabi shollallohu alahi wa sallam, beliau berkata : Aku tidak melihat sesuatu yang lebih baik bagi dua orang yang saling mencintai seperti nikah.(riwayat Ibnu majah).

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam berkata : Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Alloh dan RosulNya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Alloh, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Alloh selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka. (Bukhori no. 16 dan Muslim no. 43).

Cinta Menurut Al Quran :


CINTA MAWADDAH adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan nggemesi. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain. 2. CINTA RAHMAH adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih walaupun ia harus menderita
1.

Cinta Menurut Al Quran :


3. CINTA MAIL adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedut seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Quran disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

Cinta Menurut Al Quran :


4. CINTA SYAGHAF adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan 5. CINTA RAFAH yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan normanorma kebenaran 6. CINTA SHOBWAH yaitu cinta buta, cinta yang mendorong kelakuan yang menyimpang tanpa sanggup mengelak

Cinta Menurut Al Quran :


7. CINTA SYAUQ (RINDU), istilah ini bukan dari Al Quran tetapi dari hadis yang menafsirkan Al Quran. Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, (hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi).

Cinta Menurut Al Quran :


8. CINTA KULFAH yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif

Cinta Sejati Menurut Islam :


Tidak rela yang dicintai menderita 2. Rela berkorban apapun demi yang dicintai 3. Memenuhi segala keinginan dari yang dicintai 4. Tidak pernah memaksakan kehendak kepada yang dicintai 5. Berlaku sepanjang masa. Cinta tersebut hanya ada antara Khalik dan Makhluk, cinta antara makhluk harus ditambah syarat-syarat berikut:
1.

a. Cintanya tersebut karena Allah S.W T. b. Harus memenuhi segala aturan yang dibuat oleh Allah SWT. c. Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga dari cinta dan hanya ada dalam pernikahan dan hanya dengan yang dinikahi d. Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tetapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi

Maka daripada itu, renungkanlah sejenak kawan hakikat sebuah kehidupan kita di dunia ini. Rasullulah SAW bersabda: Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri. Juga sabda Rasulullah, Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah. (HR Hakim dari Abu

Dengan cinta akhirnya BERAKHIR