Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH KABUPATEN TOLIKARA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA

RUANG (RDTR) KAWASAN PERKOTAAN BOKONDINI, KABUPATEN TOLIKARA, PAPUA

TAHUN ANGGARAN 2012

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

I.

LATAR BELAKANG

Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua merupakan kabupaten baru yang berusia 10 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Jayawijaya tahun 2002. Kabupaten ini terbentuk sesuai dengan undang undang nomor 26 tahun 2002 tentang pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Dan Kabupaten Teluk Wondama Di Provinsi Papua. Sesuai dengan amanat undang-undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, bahwa pemerintah daerah kabupaten Tolikara mempunyai kewenangan untuk menyusun rencana detail tata ruang didalam wilayahnya. Sesuai ketentuan Pasal 59 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, setiap RTRW kabupaten/kota harus menetapkan bagian dari wilayah kabupaten/kota yang perlu disusun RDTR-nya. Bagian dari wilayah yang akan disusun RDTR tersebut merupakan kawasan perkotaan atau kawasan strategis kabupaten/kota. Kawasan strategis kabupaten/kota dapat disusun RDTR apabila merupakan: (i) kawasan yang mempunyai ciri perkotaan atau direncanakan menjadi kawasan perkotaan; dan (ii) memenuhi kriteria lingkup wilayah perencanaan RDTR. Salah satu kawasan yang memenuhi kriteria tersebut adalah Kawasan Perkotaan Bokondini dengan luas wilayah kawasan perencanaan 9.992 Hektar. Diharapkan dimasa mendatang kawasan ini menjadi pusat perekonomian jasa & perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan terpadu, pusat pelayanan transportasi udara militer dan komersial, pusat pendidikan tinggi, penunjang pelayanan kesehatan terpadu dan penunjang pelayanan pemerintahan satu atap. Disamping konsep pengembangan yang diharapkan dimasa depan tersebut, isu utama dalam wilayah perencanaan adalah adanya permukiman tradisional masyarakat papua didalam kawasan lindung (konservasi/Preservasi) yang dapat tumbuh sehingga perlu diatur. Selain itu dengan terbatasnya kawasan budidaya sebesar 10%, dibutuhkan konsep pembangunan kawasan perkotaan Bokondini yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud bertujuan untuk mendorong/merangsang pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi, mengurangi degradasi kualitas sosial dan pelestarian lingkungan hidup. Saat ini juga sedang dilakukan penyusunan rencana tata ruang wilayah kabupaten (RTRW) dan diharapkan adanya koordinasi dan konsolidasi antara pelaksana kegiatan RTRW dan RDTR agar konsep pengembangan dapat selaras, serasi, seimbang dan efisien. Sehingga RDTR Kawasan Perkotaan Bokondini menjadi pedoman untuk pemanfaatan dan pengendalian ruang di kawasannya.

II.

MAKSUD, TUJUAN & SASARAN A. MAKSUD DAN TUJUAN

[2]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

1) Menyiapkan perwujudan ruang, dalam rangka pelaksanaan program pembangunan kawasan pusat pertumbuhan dan Pengembangan perkotaan Bokondini sebagai Pusat Perekonomian Jasa & Perdagangan Komoditas Pertanian dan Perkebunan Terpadu, Pusat Pelayanan Transportasi Udara Militer dan Komersial, Pusat Pendidikan Tinggi, Penunjang Pelayanan Kesehatan Terpadu dan Penunjang Pelayanan Pemerintahan Satu Atap; 2) Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan strategis perkotaan dengan RTRW Kabupaten; 3) Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras, serasi dan efisien;

4) Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian


program-program pembangunan kawasan; 5) Mewujudkan ruang kawasan yang indah, berwawasan lingkungan, efisens dalam alokasi investasi, bersinergi dan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program pembangunan; 6) Menentukan struktur dan pola pemanfaatan ruang kawasan berdasarkan kondisi fisik, aspek administrasi pemerintahan, aspek ekonomi, aspek sosial kependudukan dan aspek pengurangan resiko bencana; 7) Menyusun rencana peruntukan jenis dan besaran fasilitas (perumahan dan permukiman, perdagangan, pemerintahan dan sebagainya) dan utilitas (jalan, drainase, kelistrikan, telekomunikasi, limbah cari, persampahan); 8) Menyusun pedoman bagi instansi dalam penyusunan zonasi sebagai pedoman untuk penyusunan rencana rinci tata ruang/rencana teknik ruang kawasan perkotaan atau rencana tata bangunan dan lingkungan, dan pemberian perizinan kesesuaian pemanfaatan bangunan dan peruntukan lahan;

9) Menyusun arahan, strategis dan skala prioritas program pembangunan


serta waktu dan tahapan pelaksanaan pengembangan kawasan.

B. SASARAN Sasaran dari kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaaan Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua antara lain :

1)

Tersajinya data dan informasi ruang kawasan yang akurat dan aktual.

2)

Teridentifikasinya potensi dan permasalahan kawasan sebagai masukan dalam proses penentuan arah struktur dan pola ruang kawasan.
[3]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

3)

Terwujudnya keterpaduan program pembangunan antar subkawasan dalam kawasan perkotaan maupun antar kawasan dalam wilayah kabupaten.

4) 5)

Tersusunnya arahan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan. Tersusunnya pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan peraturan zonasi, pemberian advice planning, pengaturan bangunan setempat dan lingkungannya (RTBL) serta pemberian perizinan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang. 6) Terciptanya keselarasan, keserasian, lingkungan permukiman dalam kawasan. keseimbangan antar

7) Terkendalinya pembangunan kawasan strategis dan fungsional kabupaten, baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat/swasta. 8) Terciptanya percepatan investasi masyarakat dan swasta di dalam kawasan.

9)

Terkoordinasinya pembangunan kawasan antara pemerintah dan masyarakat/swasta.

III. DASAR HUKUM Kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini, Kabupaten Tolikara ini didasarkan pada beberapa peraturan perundangan sebagai berikut: A. Undang-undang: 1. Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya; 2. Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, sebagaimana telah diubah dengan Praturan Pengganti Undang-Undang No.1 tahun 2004 yang telah ditetapkan dengan Undang-Undang No.19 tahun 2004; 3. Undang-undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; 4. Undang-undang No. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; 5. Undang-undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan; 6. Undang-undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; 7. Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 8. Undang-undang No. 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; 9. Undang-undang No. 30 tahun 2007 tentang Energi;

[4]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

10.Undang-undang No. 12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UU No.32/2004 tentang Pemerintah Daerah; 11.Undang-undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran; 12.Undang-undang No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral & Batubara; 13.Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan; 14.Undang-undang No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan; 15.Undang-undang No. 32 tahun Pengelolaan Lingkungan Hidup; 2009 tentang Perlindungan dan

16.Undang-undang No. 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; 17.Undang-undang No. 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31/2004 tentang Perikanan; 18.Undang-undang No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. B. Peraturan Pemerintah: 1. Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 2000 tentang Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah; 2. Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah; Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; 3. Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 4. Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 2010 tentang Perubahan Fungsi Kawasan Hutan; 5. Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar; 6. Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 7. Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan. C. Peraturan Presidan dan Keputusan Presiden: 1. Keputusan Presiden No. 57 tahun 1989 tentang Kriteria Kawasan Budidaya; 2. Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 3. Keputusan Presiden No. 4 Tahun 2009 tentang Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional;
[5]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

4. Keputusan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. D. Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri: 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 28 tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah;

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 50 tahun 2009 tentang Pedoman


Koordinasi Penataan Ruang Daerah.

IV. RUANG LINGKUP KEGIATAN Adapun ruang lingkup kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini, meliputi :

1.
2.

Menentukan dan menetapkan kawasan perencanaan Bokondini. Pengumpulan dan pengolahan data; a. Persiapan survey lapangan Persiapan peralatan dan perlengkapan survei lapangan

b. c.

Metode dan program survei lapangan; terdiri atas pengambilan data sekunder, pengambilan data primer, dan identifikasi lapangan. Adapun muatan data dan informasi yang harus didapatkan di lapangan adalah sebagai berikut ; 1. Fisik dasar kawasan, meliputi informasi dan data: topografi, hidrologi, geologi, klimatologi, oceonografi, dan tata guna lahan; 2. Kependudukan, meliputi jumlah dan persebaran penduduk menurut ukuran keluarga, umur, agama, pendidikan, dan mata pencaharian; 3. Perekonomian; meliputi data investasi, perdagangan, jasa, industri, pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, pendapatan daerah, dan lain-lain; 4. Penggunaan lahan, menurut luas dan persebaran kegiatan yang diataranya meliputi : permukiman, perdagangan dan jasa, industri, pariwisata, pertambangan, pertanian dan kehutanan dan lain lian;

5. Tata bangunan dan lingkungan : Tata bangunan meliputi:


intensitas bangunan (KDB, KLB, KDH), bentuk bangunan, arsitektur bangunan, pemanfaatan bangunan, bangunan khusus, wajah lingkungan, daya tarik lingkungan (node, landmark, dll), garis sempadan (bangunan, sungai, danau, pantai, SUTT). 6. Prasarana dan utilitas umum: o Jaringan transportasi :
[6]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

Jaringan; jalan raya, rel kereta api, jalur pelayaran (sungai, danau, laut), dan jalur penerbangan (KKOP); Fasilitas; (terminal, kargo, stasiun, pelabuhan, dan bandara); Kelengkapan penyeberangan; jalan; halte, parkir, dan jembatan

Pola pergerakan (angkutan penumpang dan barang).

o Air minum (sistem jaringan, bangunan pengolah, hidran); mencakup kondisi dan jaringan terpasang menurut pengguna, lokasi bangunan dan hidran, kondisi air tanah dan sungai, debit terpasang, dll;

Sewarage; air limbah rumah tangga;

o Sanitasi (sistem jaringan, bak kontral, bangunan pengolah); jaringan terpasang, prasarana penunjang dan kapasitas; o Drainase; sistem jaringan makro dan mikro , dan kolam penampung; o Jaringan listrik; sistem jaringan (SUTT, SUTM, SUTR), gardu (induk, distribusi, tiang/beton), sambungan rumah (domistik, non domistik); o Jaringan komunikasi; jaringan, rumah telepon, stasiun otamat, jaringan terpasang (rumah tangga, non rumah tangga, umum); o Gas; sistem jaringan, pabrik, (rumah tangga, non rumah tangga); jaringan terpasang

o Pengolahan sampah; sistem penanganan (skala individual, skala lingkungan, skala daerah), sistem pengadaan (masyarakat, pemerintah daerah, swasta). 7. Identifikasi daerah rawan bencana, meliputi lokasi, sumber bencana, besaran dampak, kondisi lingkungan fisik, kegiatan bangunan yang ada, fasilitas dan jalur kendali yang telah ada. d. Elaborasi

Kegiatan elaborasi adalah kegiatan yang meliputi : (i) elaborasi penduduk dan (ii) elaborasi kebutuhan sektoral. Kegiatan ini memperhitungkan kemampuan lokasi perencanaan menampung penduduk dalam kawasan perencanaan.

3.Analisa kawasan perencanaan, meliputi;

[7]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

a.

Analisa struktur kawasan perencanaan, yang meliputi analisis penduduk, analisis fungsi ruang, analisis sistem jaringan pergerakan.

b.

Analisa peruntukan blok rencana, yang meliputi analisis pembagian blok, analisis peruntukan lahan, analisis fasilitas lingkungan, analisis mitigasi bencana.

c.

Analisa prasarana transportasi, meliputi analisis angkutan jalan raya, angkutan kereta api, angkutan air, angkutan udara.

d. e.

Analisa utilitas umum, meliputi analisis air minum, drainase, air limbah, persampahan, kelistrikan, telekomunikasi dan gas. Analisa amplop ruang, meliputi analisis ;

1. Intensitas pemanfaatan ruang terdiri atas (i) Koefisien Dasar Bangunan (KDB), (ii) Koefisien Lantai Bangunan (KLB), (iii) Koefisein Dasar Hijau (KDH), (iv) Koefisien Tapak Basement (KTB), (v) Koefisien Wilayah Terbangun (KWT), (vi) Kepadatan Bangunan dan Penduduk.

2. Tata

Massa Bangunan, meliputi (i) pertimbangn garis sempadan bangunan (GSB), (ii) garis sempadan sungai (GSS) dan jarak bebas bangunan, (iii) pertimbangan garis sempadan danau dan waduk, (iv) pertimbangan tinggi bangunan, (v) pertimbangan selubung bangunan, (vi) pertimbangan tampilan bangunan.

f.

Analisa kelembagaan dan peran masyarakat, meliputi (i) identifikasi aspirasi dan analisis permasalahan aspirasi masyarakat, (ii) analisis perilaku lingkungan, (iii) analisis perilaku kelembagaan, (iv) analisis metoda dan sistem.

4.Perumusan Konsep Rencana dan ketentuan teknis rencana


detail

a.

Konsep rencana, pengembangan struktur ruang kawasan, peruntukan lahan blok-blok serta indikasi hirarki pelayanan.

5.Penyusunan produk rencana detail tata ruang a.


Rencana struktur ruang kawasan, meliputi (i) rencana persebaran penduduk yaitu jumlah dan kepadatan penduduk; (ii) struktur kawasan perencanaan yaitu struktur fungsi dan peran kawasan; (iii) rencana blok kawasan; (iv) rencana skala pelayanan; (v) rencana system jaringan yang meliputi jalan raya, fasilitas jalan raya, jalan kereta api, angkutan air, angkutan udara; (vi) rencana system jaringan utilitas, meliputi jaringan air minum, listik, gas, drainase, air limbah, persampahan.

b.

Rencana peruntukan blok, meliputi perumahan, perdagangan dan jasa, industry dan perdagangan, pertambangan, pariwisata,
[8]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

agropolitan/pertanian, ruang terbuka hijau, ruang terbuka non hijau,

c.

Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplop ruang), meliputi tata kualitas lingkungan, tata bangunan, arah garis sempadan,

d.

Indikasi program pembangunan, meliputi lokasi, jumlah, waktu dan pembiayaan terhadap (i) bangunan/jaringan/lingkungan baru yang akan dibangun, (ii) bangunan/jaringan/lingkungan yang akan ditingkatkan, (iii) bangunan/jaringan/lingkungan yang akan diperbaiki, (iv) bangunan/jaringan/lingkungan diperbaharui, (v) bangunan/jaringan/lingkungan yang akan dipugar, (vi) bangunan/jaringan/lingkungan yang akan dilindungi.

6.Proses Pendampingan Legalisasi rencana detail tata ruang


7. Pengendalian rencana detail, meliputi aturan zonasi, aturan insentif dan dis insentif, perijinan dan pengendalian pemanfaatan ruang 8. Kelembagaan dan peran serta aktif masyarakat : 1. Peran kelembagaan, 2. Peran masyarakat V. KELUARAN Keluaran dari pekerjaan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua adalah ;

1. Dokumen Laporan Pendahuluan


2. Dokumen Data Fakta dan Analisa (Antara)

3. Dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan


Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua

4. Album peta (A3) dengan skala 1:5000


5. Ringkasan Eksekutif Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua 6. Rancangan peraturan daerah (ranperda)

VI. METODOLOGI Metode pendekatan yang akan dipakai untuk melaksanakan pekerjaan ini minimal berupa :

1.

Menyusun rencana kerja, desk study, termasuk jadwal survei 2. Menyediakan data spasial, berupa peta tematik sesuai dengan kebutuhan, yang mempunyai tingkat ketelitian sekurangnya dengan skala 1 : 5.000.

3. Melakukan tinjauan terhadap studi yang telah ada sebelumnya.


[9]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

4. 5. 6. 7.

Melakukan survey dalam rangka mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan. Mengadakan studi literatur untuk menambah pemahaman terhadap substansi pekerjaan. dan memperkaya

Melakukan tinjauan kebijakan terkait wilayah perencanaan. Melakukan diskusi intensif dengan pemerintah kota dan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap tahapan proses penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi. Melakukan pembahasan di daerah sebanyak 3 (tiga) kali. Menyelenggarakan koordinasi dengan semua instansi pemerintah daerah Kabupaten Tolikara. sebanyak 3 (tiga) kali.

8.

9.

10. Melakukan konsultasi publik melalui focussed group discussion (FGD)


11. Melakukan sosialisasi hasil akhir kegiatan sebanyak 1 (satu) kali.

VII. PELAPORAN Jenis laporan yang harus diserahkan kepada pengguna jasa adalah : 1.Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan dibuat 1 (satu) bulan setelah dimulainya pekerjaan, dan dibuat rangkap 20 (duapuluh) menggunakan kertas A4. Laporan Pendahuluan berisi latar belakang kegiatan, maksud, tujuan dan sasaran, ruang lingkup dan metodologi kegiatan serta rencana kerja pelaksanaan kegiatan. 2.Laporan Antara Laporan Antara dibuat 2 (dua) bulan setelah dimulainya pekerjaan dan dibuat rangkap 20 (duapuluh) menggunakan kertas A4. Laporan Antara Laporan antara berisikan hasil dari pengamatan lapangan, kajian literatur, kebijakan, ketentuan perundangan dan produk-produk tata ruang, serta standar-standar teknis yang berlaku, hasil identifikasi programprogram per sektor, serta studi kasus yang terkait dengan mekanisme pemberian insentif dan disinsentif, serta hasil diskusi. 3.Laporan Draf Akhir Laporan Draf Akhir dibuat 3 (tiga) bulan setelah dimulainya pekerjaan, dan dibuat rangkap 20 (duapuluh) menggunakan kertas A4. Laporan Draf Akhir berisi draf RDTR dan peraturan zonasi disertai draft raperda RDTR. 4.Laporan Akhir

[10]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

Laporan akhir dari seluruh kegiatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua dibuat 4 (empat) bulan setelah dimulainya pekerjaan, dan dibuat rangkap 10 (sepuluh) dibuat di kertas A3 berwarna. 5.Ringkasan Eksekutif Laporan ringkasan eksekutif yang berisi tentang ringkasan dari keseluruhan materi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua. Dibuat sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar/rangkap diatas kertas A4 dan diserahkan bersamaan dengan Laporan Akhir. 6.Album Peta Album peta dibuat dalam dua format yaitu format peta A3 untuk skala 1:5.000 (rangkap 5), dibuat 4 (empat) bulan setelah dimulainya pekerjaan.

7. Dokumentasi Compact Disc (CD)


Berisi data digital laporan pendahuluan, antara, draft akhir, akhir, ringkasan eksekutif, album peta dan data digital lainnya. Dibuat didalam compact disc (CD) sebanyak 10 rangkap dan diserahkan bersamaan dengan laporan akhir/4 bulan setelah pekerjaan dimulai.

VIII.

NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA

Pengguna Jasa untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tolikara. Pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh pihak ketiga (konsultan perencana), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pembahasannya.

IX. SUMBER DAN BESARNYA PENDANAAN Sumber pendanaan untuk pelaksanaan pekerjaan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tolikara Tahun Anggaran 2012 yang dituangkan dalam DPA SKPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tolikara. Kegiatan ini dilakukan secara kontraktual, dengan alokasi dana sebesar Rp. 6,664,400,000,- (Enam Milyar Enam Ratus Enam Puluh Empat Juta Empat Ratus Ribu Rupiah)

X.

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN Jangka waktu yang dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan seluruh kegiatan dalam Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua adalah 4 (empat) bulan atau 120 (seratus dua puluh) hari kalender.
[11]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

XI. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN Kegiatan ini membutuhkan tenaga ahli sebanyak 104 MM dan sebanyak 27 (dua puluh tujuh) orang tenaga ahli, Asisten tenaga ahli sebanyak 14 MM dan sebanyak 7 (tujuh) orang tenaga ahli, dan tenaga pendukung sebanyak 5 (lima) orang dengan 20 (duapuluh) orang MM. Berikut daftar tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan ini:

No.

Spesialisasi/ Pendidikan

Jabatan

Kualifikas i Pendidika n Minimal S2 S1 S1

Pengalama n

Jumlah TA (orang) 1 1 1

Jumlah Bulan

A. Tenaga Ahli Profesional/Inti 1 Perencanaan Team Leader/Ahli Wilayah dan Kota Perencanaan Wilayah 2 Perencanaan Co Team Leader/Ahli Wilayah dan Arsitektur/Planologi Kota/Arsitektur 3 Perencanaan Tenaga Ahli Wilayah dan Kota Planologi/Kawasan Permukiman dan Perumahan 4 Teknik Tenaga Ahli fasum Arsitektur/Planologi dan fasos 5 Teknik Sipil Tenaga Ahli Prasarana Wilayah Jalan dan Drainase 6 Teknik Sipil Tenaga Ahli Pengairan Prasarana Sumber Daya Air dan Irigasi 7 Teknik Elektro Tenaga Ahli Prasarana Wilayah Telekomunikasi 8 Teknik Elektro Tenaga Ahli Prasarana Wilayah Energi dan Kelistrikan 9 Teknik Ahli Prasarana Sipil/Lingkungan Kawasan/Persampah an 10 Teknik Ahli Prasarana Sipil/Lingkungan Kawasan/Air Bersih dan Air Minum serta Perpipaan 11 Teknik Ahli Prasarana Sipil/Lingkungan Kawasan/Sanitasi 12 Ekonomi Tenaga Ahli Ekonomi Pembangunan Pembangunan 13 Pertanian Tenaga Ahli Pertanian/Agronomi 14 Geodesi/Geografi/ Tenaga Ahli Planologi Pemetaan/GIS 15 Teknik Arsitektur Tenaga Ahli Arsitektur Kawasan 16 Teknik Sipil Tenaga Ahli Transportasi Udara 17 Teknik Sipil Tenaga Ahli Transportasi Darat

10 10 10

4 4 4

S1 S1 S1 S1 S1

10 10 10 10 10

1 1 1 1 1

4 4 3 4 4

S1 S1

10 10

1 1

4 4

S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1

10 10 10 10 10 10 10

1 1 1 1 1 1 1

4 4 3 4 4 4 4

[12]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

No.

Spesialisasi/ Pendidikan Teknik Sipil Kehutanan Perkebunan Teknik Geologi Teknik Sipil Sosiologi PedesaanAntropologi Pendidikan Perencanaan Wilayah dan Kota / Sipil Hukum

Jabatan

18 19 20 21 22 23 24 25 26 B. 1 2 3 4 5 C. 1 2 3

Tenaga Ahli Transportasi Sungai Tenaga Ahli Kehutanan Tenaga Ahli Perkebunan Tenaga Ahli Geologi Tata Lingkungan Tenaga Ahli Sipil Pertanahan Tenaga Ahli Sosial Budaya Tenaga Ahli Pariwisata Tenaga Ahli Mitigasi Bencana

Kualifikas i Pendidika n Minimal S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 Diploma III Diploma III -

Pengalama n 10 10 10 10 10 10 10 10 10 5 5 5 5 5 1 1 1

Jumlah TA (orang) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 2

Jumlah Bulan 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4

Tenaga Ahli Hukum dan Kelembagaan Asisten Tenaga Ahli/Sub Profesional Geodesi/Geografi/ Ass. Ahli Planologi Pemetaan/GIS Teknik Sipil Ass. Ahli Transportasi Teknik Lingkungan Ass. Ahli Teknik Lingkungan Sosiologi PedesaanAss. Ahli Sosial Antropologi Budaya Pendidikan Ass. Ahli Pariwisata Tenaga Penunjang Diploma IIIOperator Komputer Komputer Diploma III-Sekretaris Tenaga Administrasi Tenaga Lokal Pesuruh

XII. KEPEMILIKAN DATA DAN HASIL KEGIATAN Semua bentuk data, dokumen, peta, , foto, disk atau peralatan yang dipergunakan selama pekerjaan, dengan terbitnya kontrak tersebut menjadi hak milik pemberi pekerjaan. Menyetujui, Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Penyusunan RDTR Bokondini Kabupaten Tolikara, Papua

............................................ NIP. ................................


[13]

Kerangka Acuan Kerja

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bokondini

[14]