Anda di halaman 1dari 72
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM D I R E K T O R A T J E
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
D I
R E K T O R A T
J E N D E R A L
P E N A T A A N
R U A N G
D I R E K T O R A T
P E N A T A A N
R U A N G
W I L A Y A H
N A S I O N A L
| Palm
| KI Sei Mangkei
Materi Paparan FGD
Materi
Paparan FGD

PENYEMPURNAAN DAN PENYEPAKATAN

RENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH

KAWASAN SEI MANGKEI

Oleh : Tiar Pandapotan Purba, ST| Agst, 2014

PT. PROSPERA CONSULTING ENGINEERS

DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Daftar Sektor Unggulan 3. Tujuan, Kebijakan dan Strategi 4. Rencana

DAFTAR ISI

1.

Pendahuluan

2.

Daftar Sektor Unggulan

3.

Tujuan, Kebijakan dan Strategi

4.

Rencana Pengembangan Sektor

5.

Rencana Pengembangan Ruang

6.

Indikasi Program

1. PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN Stasiun Pematang Siantar Stasiun Perlanaan, Bandar, Simalungun 1. Latar Belakang 2. Maksud,

Stasiun Pematang Siantar

Stasiun Perlanaan,
Stasiun Perlanaan,

Bandar, Simalungun

1.

Latar Belakang

2.

Maksud, Tujuan dan Sasaran

3.

Lingkup Wilayah Studi

4.

Kerangka Pekerjaan

5.

Kegiatan yang telah dilaksanakan

1. Pendahuluan | Latar Belakang

1. Pendahuluan | Latar Belakang Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | Hal 4

1. Pendahuluan | Maksud, Tujuan dan Sasaran

SASARAN (yang harus dicapai konsultan):

SASARAN (yang harus dicapai konsultan):

1. 1.

Teridentifikasi sektor unggulan Kawasan Sei

Teridentifikasi sektor unggulan Kawasan Sei

Mangkei yang dapat mendorong percepatan

Mangkei yang dapat mendorong percepatan

2. 2.

3. 3.

4. 4.

pembangunan;

pembangunan;

Teridentifikasinya rantai nilai komoditas

Teridentifikasinya rantai nilai komoditas

unggulan;

unggulan;

Teridentifikasinya dampak pengembangan KEK

Teridentifikasinya dampak pengembangan KEK

Sei Mangkei;

Sei Mangkei;

Terumuskannya tujuan, kebijakan dan strategi

Terumuskannya tujuan, kebijakan dan strategi

pengembangan Kawasan Sei Mangkei;

pengembangan Kawasan Sei Mangkei;

5. 5.

6. 6.

7. 7.

Terumuskannya rencana pengembangan

Terumuskannya rencana pengembangan

Kawasan Sei Mangkei

Kawasan Sei Mangkei

Teridentifikasinya indikasi program jangka

Teridentifikasinya indikasi program jangka

menengah;

menengah;

Teridentifikasinya prasyarat penunjang

Teridentifikasinya prasyarat penunjang

keberhasilan pengembangan KEK Sei Mangkei

keberhasilan pengembangan KEK Sei Mangkei

meliputi peraturan perundangan, pertanahan,

meliputi peraturan perundangan, pertanahan,

sumber daya manusia, infrastruktur yang handal.

sumber daya manusia, infrastruktur yang handal.

MAKSUD:

MAKSUD:

Untuk

Untuk

mendukung

mendukung

upaya

upaya

pengembangan

pengembangan

Kawasan Sei

Kawasan Sei

Mangkei sehingga

Mangkei sehingga

dapat memacu

dapat memacu

pertumbuhan

pertumbuhan

ekonomi nasional

ekonomi nasional

TUJUAN:

TUJUAN:

Terumuskannya

Terumuskannya

rencana

rencana

pengembangan

pengembangan

Kawasan Sei

Kawasan Sei

Mangkei.

Mangkei.

pengembangan Kawasan Sei Kawasan Sei Mangkei. Mangkei. Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | Hal 5
pengembangan Kawasan Sei Kawasan Sei Mangkei. Mangkei. Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | Hal 5

1. Pendahuluan | Lingkup Wilayah Pengamatan dan Studi

Lingkup wilayah pengamatan: Prov. Sumatera Utara

Lingkup wilayah pengamatan: Prov. Sumatera Utara

Lingkup wilayah studi: Kab. Simalungun, Kab. Batu Bara, Kab. Asahan, Kota Pematang Siantar

Lingkup wilayah studi: Kab. Simalungun, Kab. Batu Bara, Kab. Asahan, Kota Pematang Siantar

Kab. Simalungun, Kab. Batu Bara, Kab. Asahan, Kota Pematang Siantar Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional |

1. Pendahuluan | Kerangka Pekerjaan

1. Pendahuluan | Kerangka Pekerjaan Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | Hal 7

1. Pendahuluan | Keluaran Pekerjaan

1.

Dokumen rencana pengembangan kawasan sei mangkei mencakup:

1.

Daftar sektor unggulan beserta lokasi pengembangannya;

2.

Rencana pengembangan untuk masing-masing sektor;

3.

Kebutuhan infrastruktur pendukung;

4.

Indikasi program terdiri atas sumber pendanaan, instansi pelaksana, dan tahap pengembangan;

2.

Dokumen dilengkapi dengan peta skala 1:50.000 meliputi:

1. Peta arahan sistem air baku;

2. Peta arahan sistem pembuangan limbah;

3. Peta rencana struktur ruang; dan

4. Peta rencana pola ruang.

3.

Prosiding pembahasan rencana pengembangan wilayah kawasan sei mangkei;

4.

Laporan-laporan (lap. Pendahuluan, antara, tiga bulanan, dan akhir).

1. Pendahuluan | Kegiatan yang telah dilaksanakan

No

Kegiatan

Terlaksana

1

Pembahasan Lap. Pendahuluan;

2

FGD dengan lintas sektor kementerian;

3

FGD dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten di Kawasan Sei Mangkei;

4

Survei pengumpulan data di Sumatera Utara dan Jakarta

5

Tinjauan terhadap kebijakan pembangunan terkait Kawasan Sei Mangkei

6

Analisis perekonomian wilayah

7

Analisis pengembangan komoditas unggulan

8

Analisis daya dukung lingkungan (air dan lahan);

9

Analisis kebutuhan infrastruktur (perumahan, jaringan transportasi, energi &

kelistrikan, telekomunkasi)

10

Analisis pembiayaan pembangunan;

11

Pembahasan Lap. Antara;

12

Diskusi temu pakar;

13

Penyusunan rencana pengembangan Kawasan Sei Mangkei

14

FGD lintas sektor kementerian (Akhir)

 

2. DAMPAK KEK SEI MANGKEI & SEKTOR UNGGULAN

2. DAMPAK KEK SEI MANGKEI & SEKTOR UNGGULAN Perusahaan Unilever Palm Oil Product Kualanamu Airport 1.

Perusahaan Unilever

KEK SEI MANGKEI & SEKTOR UNGGULAN Perusahaan Unilever Palm Oil Product Kualanamu Airport 1. Dampak Terhadap

Palm Oil Product

& SEKTOR UNGGULAN Perusahaan Unilever Palm Oil Product Kualanamu Airport 1. Dampak Terhadap Output Perekonomian

Kualanamu Airport

1.

Dampak Terhadap Output Perekonomian (PDB & PDRB)

2.

Dampak Terhadap Pendapatan

Masyarakat

3.

Dampak Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

4.

Daftar Sektor Unggulan

1. Dampak Investasi & Sektor Unggulan

DAMPAK TERHADAP OUTPUT PEREKONOMIAN (PDB & PDRB)

Penciptaan Output (Rp. Milyar)

Penciptaan/peningkatan output perekonomian

secara nilai (Rp. Milyar)

terbesar diterima oleh Nasional, namun

secara persentase

(Persen) dirasakan oleh

Kab. Simalungun

Pertumbuhan Ekonomi (Persen)

9,000 8,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 - Nasional Prov. Sumut Kawasan Sei
9,000
8,000
7,000
6,000
5,000
4,000
3,000
2,000
1,000
-
Nasional
Prov. Sumut
Kawasan Sei Mangkei
Kab. Simalungun
40
35
30
25
20
15
10
5
0
Mangkei Kab. Simalungun 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Sumber: Hasil Pengolahan dengan

Sumber: Hasil Pengolahan dengan IO

Nasional, Prov. Sumut, Kaw. Sei Mangkei,

dan Kab. Simalungun, 2012

Nasional
Nasional
Prov. Sumut
Prov. Sumut
Mangkei, dan Kab. Simalungun, 2012 Nasional Prov. Sumut Kawasan Sei Mangkei Kab. Simalungun Satuan Kerja

Kawasan Sei Mangkei

Simalungun, 2012 Nasional Prov. Sumut Kawasan Sei Mangkei Kab. Simalungun Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional |

Kab. Simalungun

1. Dampak Investasi & Sektor Unggulan

DAMPAK TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT

Penciptaan Pendapatan (Rp. Milyar)

Penciptaan/peningkatan pendapatan masyarakat

secara nilai (Rp. Milyar)

terbesar diterima oleh Nasional, namun secara proporsi diterima

oleh masyarakat Provinsi

Sumut (selain Kaw. Sei Mangkei) dan

persentase (Persen)

peningkatannya tertinggi di Kab. Simalungun

Peningkatan Pendapatan (Persen)

1,800 1,600 1,400 1,200 1,000 800 600 400 200 - Nasional Prov. Sumut Kawasan Sei
1,800
1,600
1,400
1,200
1,000
800
600
400
200
-
Nasional
Prov. Sumut
Kawasan Sei Mangkei
Kab. Simalungun

12.00

10.00

8.00

6.00

4.00

2.00

-

Nasional Prov. Sumut Kawasan Sei Mangkei Kab. Simalungun
Nasional
Prov. Sumut
Kawasan Sei Mangkei
Kab. Simalungun

Sumber: Hasil Pengolahan dengan IO Nasional, Prov. Sumut, Kaw. Sei Mangkei,

dan Kab. Simalungun, 2012

1. Dampak Investasi & Sektor Unggulan

DAMPAK TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA

70,000 60,000 50,000 40,000 30,000 20,000 10,000 - Nasional Prov. Sumut Kawasan Sei Mangkei Kab.
70,000
60,000
50,000
40,000
30,000
20,000
10,000
-
Nasional
Prov. Sumut
Kawasan Sei Mangkei
Kab. Simalungun

4.50

4.00

3.50

3.00

2.50

2.00

1.50

1.00

0.50

-

Nasional Prov. Sumut Kawasan Sei Mangkei Kab. Simalungun
Nasional
Prov. Sumut
Kawasan Sei Mangkei
Kab. Simalungun

Penciptaan Lapangan Kerja (Orang)

Penciptaan lapangan kerja jumlah (Rp. Milyar)

terbesar diterima

oleh Nasional, namun secara proporsi diterima

oleh masyarakat di

Kawasan Sei Mangkei , dan peningkatan persentasenya terbesar

terjadi di Kab. Simalungun

Peningkatan Lapangan Kerja (Persen)

Sumber: Hasil Pengolahan dengan IO Nasional, Prov. Sumut, Kaw. Sei Mangkei, dan Kab. Simalungun, 2012

1. Dampak Investasi & Sektor Unggulan

DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI

Perekonomian Nasional

Perekonomian Nasional

Provinsi Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara

Kawasan Sei Mangkei

Kawasan Sei Mangkei

Kab. Simalungun

Kab. Simalungun

Jasa Perusahaan (26%)

Jasa Perusahaan (26%)

Bangunan (20%)

Bangunan (20%)

Industri Non Migas (12%)

Industri Non Migas (12%)

Industri Non Migas (34%)

Industri Non Migas (34%)

Jasa Perusahaan (13%)

Jasa Perusahaan (13%)

Bangunan (12,5%)

Bangunan (12,5%)

Perdagangan (12%)

Perdagangan (12%)

Bangunan (11%)

Bangunan (11%)

Industri Makanan, Minuman dan Temb. (10%)

Industri Makanan, Minuman dan Temb. (10%)

Bangunan (12%)

Bangunan (12%)

Perdaganagan (9%)

Perdaganagan (9%)

Industri Mesin, Alat-alat dan Perlengkapan Listrik (5%)

Industri Mesin, Alat-alat dan Perlengkapan Listrik (5%)

Sumber: Hasil Pengolahan dengan IO Nasional, Prov. Sumut, Kaw. Sei Mangkei, dan Kab. Simalungun, 2012

1. Dampak Investasi & Sektor Unggulan

DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI

& Sektor Unggulan DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI Kelapa Sawit/CPO Industri Pengolahan CPO dan Turunannya
& Sektor Unggulan DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI Kelapa Sawit/CPO Industri Pengolahan CPO dan Turunannya
& Sektor Unggulan DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI Kelapa Sawit/CPO Industri Pengolahan CPO dan Turunannya
& Sektor Unggulan DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI Kelapa Sawit/CPO Industri Pengolahan CPO dan Turunannya

Kelapa Sawit/CPO

Unggulan DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI Kelapa Sawit/CPO Industri Pengolahan CPO dan Turunannya Industri Pengolahan
Unggulan DAFTAR SEKTOR UNGGULAN DAN LOKASI Kelapa Sawit/CPO Industri Pengolahan CPO dan Turunannya Industri Pengolahan
Industri Pengolahan CPO dan Turunannya Industri Pengolahan Karet dan Turunannya Industri Industri Makanan, Minuman, dan
Industri Pengolahan CPO dan Turunannya
Industri Pengolahan Karet dan Turunannya
Industri
Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau
Minyak
Makan
Industri Logam Dasar Besi, dan Baja, dll
Jasa Bangunan, Arsitek, dan Teknik
Jasa Periklanan, Riset Pemasaran, R&D
Jasa Hukum, Akuntansi, dan Pembukuan
Jasa Perusahaan Lainnya

Bangunan Tempat Tinggal

Industri

Non Migas

Lainnya Bangunan Tempat Tinggal Industri Non Migas Industri Sabun dan Pembersih Industri Barang

Industri

Sabun dan

Pembersih

Industri

Barang

Kosmetik

Farmasi,

Kimia,

dll

Jasa

Perusahaan

Karet

Kosmetik Farmasi, Kimia, dll Jasa Perusahaan Karet Karet Remah dan Asap Industri Industri Ban Lainnya

Karet Remah dan Asap

Kimia, dll Jasa Perusahaan Karet Karet Remah dan Asap Industri Industri Ban Lainnya Bangunan Bukan
Kimia, dll Jasa Perusahaan Karet Karet Remah dan Asap Industri Industri Ban Lainnya Bangunan Bukan

Industri

Industri

Ban

Lainnya

Bangunan Bukan Tempat Tinggal

Pras. Pertanian, Jalan, Jembatan, dan Pelabuhan

Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum,

dan Komunikasi, dan Bangunan Lainnya

Bangunan

Sumber: Hasil Pengolahan dengan IO Nasional, Prov. Sumut, Kaw. Sei Mangkei, dan Kab. Simalungun, 2012

3. ISU STRATEGIS, TUJUAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN

3. ISU STRATEGIS, TUJUAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN Permasalahan Kebijakan Spasial 1. Isu Strategis 2.

Permasalahan Kebijakan Spasial

DAN STRATEGI PENGEMBANGAN Permasalahan Kebijakan Spasial 1. Isu Strategis 2. Tujuan, Kebijakan dan Strategi

1.

Isu Strategis

2.

Tujuan, Kebijakan dan Strategi

3. Isu Strategis, Tujuan, Kebijakan dan Strategi

1.Posisi geografis Kawasan Sei Mangkei dekat dengan jalur perdagangan internasional.

2.Kawasan Sei Mangkei khususnya dan Prov. Sumut umumnya berpotensi untuk

dikembangkan industri hilir kelapa sawit dan karet, karena ketersediaan bahan baku

yang cukup banyak. Selain itu, industri pupuk juga berpotensi dikembangkan dikarenakan kebutuhan yang cukup besar, untuk mendukung perkebunan kelapa sawit

dan karet, serta industri.

3.Pengembangan KEK Sei Mangkei berpeluang besar meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru, khususnya di

Kab. Simalungun dan sekitarnya (Kab. Batu Bara, Kab. Asahan, dan Kota Pematang

Siantar) dan umumnya di Provinsi Sumatera Utara.

4.Pengembangan KEK Sei Mangkei lebih menguntungkan Prov. Sumut, sehingga

diperkirakan tidak terjadi adanya backwash effect ke Pulau Jawa, sehingga tidak benar

nantinya Pulau Jawa lebih diuntungkan dengan adanya pengembangan KEK Sei Mangkei.

5.Keterlambatan atau bahkan pembatalan pengembangan dan pengoperasian KEK Sei Mangkei akan menyebabkan opportunity lost yang besar, baik bagi perekonomian Kab. Simalungun dan sekitarnya, Prov. Sumut, maupun nasional.

6.Terciptanya lapangan pekerjaan baru.

7.Dukungan infrastruktur, baik eksisting maupun yang direncanakan.

3. Isu Strategis, Tujuan, Kebijakan dan Strategi

1.

Raperda RTRW Kabupaten Simalungun yang belum dilegalisasi sehingga menyebabkan sulitnya perubahan status lahan.

2.

Kualitas tenaga kerja masih rendah atau tenaga kerja terampil masih terbatas, sehingga

berdampak kecilnya penciptaan output dan lapangan kerja baru di Kawasan Sei Mangkei, namun masih dinikmati masyarakat Prov. Sumut.

3.

50% CPO nasional dan 70% CPO Sumut diekspor. Utilitisasi terbatas pada industri minyak

goreng dan relatif sedikit untuk sabun dan bahan pembersih, kosmetik, farmasi, dll;

4.

75% karet (nasional & Sumut) diekspor dalam bentuk karet remah dan karet asap. Utilitisasi

terbatas untuk ban dan lainnya.

5.

Produktifitas perkebunan rakyat (kelapa sawit dan karet) yang rendah.

6.

Adanya persaingan dari kawasan industri sejenis di daerah lain;

7.

Terjadi dan akan terjadi penurunan kualitas lingkungan bila KEK Sei Mangkei berkembang;

8.

Kinerja Sungai Bah Bolon yang mulai menurun;

9.

Sebagian Kawasan Sei Mangkei rawan banjir;

10.

Prasarana lalu lintas yang terbatas dan belum merata (jaringan jalan dan terminal).

11.

Kualitas jaringan jalur kereta api yang terbatas.

12.

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terkendala legalitas.

13.

Pelayanan jaringan gas yang belum berkembang, sedangkan jaringan listrik yang terbatas.

14.

Prasarana sumber air yang belum berkembang;

15.

Belum adanya dukungan insentif fiskal dari pusat dan daerah;

16.

Kelembagaan pendukung KEK belum terbentuk.

3. Isu Strategis, Tujuan, Kebijakan dan Strategi

Mewujudkan Pusat Pengembangan Ekonomi Kelapa Sawit dan

Karet yang Berdaya Saing Internasional dan Optimal dengan Tetap

Menjaga Pelestarian Lingkungan

dan Optimal dengan Tetap Menjaga Pelestarian Lingkungan ” Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | Hal 19
dan Optimal dengan Tetap Menjaga Pelestarian Lingkungan ” Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | Hal 19

3. Isu Strategis, Tujuan, Kebijakan dan Strategi

NO

KEBIJAKAN

 

STRATEGI

 

Peningkatan nilai tambah

a.

Meningkatkan intensifikasi perkebunan kelapa sawit dan karet;

komoditas kelapa sawit dan

b.

Mengembangkan industri hilir kelapa sawit dan karet;

karet

c.

Mengembangkan dan meningkatkan keterpaduan prasarana dan sarana industri hilir kelapa sawit dan karet;

1

d.

Menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menarik untuk industri hilir

kelapa sawit dan karet;

e.

Meningkatkan promosi peluang investasi yang menciptakan lapangan kerja.

 

Pengembangan kegiatan

a.

Mengembangkan sentra pertanian tanaman pangan yang sesuai dengan potensi lahan untuk mencapai kemandirian pangan masyarakat;

Mengembangkan sentra perikanan dengan memperhatikan potensi lestari yang didukung pengembangan industri pengolahan hasil perikanan;

ekonomi berdaya saing lainnya pendukung kegiatan utama

b.

2

kawasan (Tambahan utk zona yg

belum diatur)

c.

Mengembangkan potensi pariwisata berbasis pariwisata bahari, pariwisata

budaya, dan pariwisata alam dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;

 

Peningkatan pelestarian fungsi

a.

Mewujudkan kawasan berfungsi lindung dengan luas paling sedikit 30%

lingkungan hidup melalui

dari luas DAS untuk menjaga kelestarian ekosistem;

pencegahan dampak negatif pembangunan yang dapat menimbulkan penurunan fungsi

b.

Mempertahankan dan melindungi kawasan lindung yang masih baik;

3

c.

Mengembalikan fungsi kawasan lindung di dataran tinggi dan dataran rendah yang telah menurun akibat pengembangan kegiatan budi daya

lingkungan

untuk menjaga keseimbangan lingkungan;

d.

Mencegah dan mengendalikan dampak buruk dari kegiatan kelapa sawit dan karet;

e.

Mengembangkan kawasan penyangga antara kawasan industri dengan

kawasan budi daya di sekitarnya.

3. Isu Strategis, Tujuan, Kebijakan dan Strategi

NO

KEBIJAKAN

STRATEGI

 

Peningkatan fungsi pusat pelayanan ekonomi dan sosial yang merata dan terpadu

a. Mengembangkan kegiatan perdagangan dan jasa yang terintegrasi dengan pelayanan sekitarnya;

b. Mengembangkan pusat pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kelapa sawit dan karet skala internasional;

 

c. Mengembangkan sistem pusat permukiman berbasis klaster (tambahan strategi)

4

d. Mengembangkan pusat industri hilir kelapa sawit dan karet dengan prinsip ekoindustri;

e. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan pelayanan pusat perhubungan nasional;

f. Meningkatkan keterkaitan antara pusat-pusat bahan baku dan industri;

 

Peningkatan kualitas jaringan transportasi,

a. Meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan transportasi yang terpadu antara jaringan transportasi darat, jaringan transportasi laut, dan jaringan

jaringan energi, jaringan

transportasi udara;

telekomunikasi, dan jaringan sumber daya air yang berskala

b. Meningkatkan keterpaduan pelayanan intermoda dan antarmoda;

c. Meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan energi listrik, minyak, dan gas bumi untuk memenuhi kegiatan industri kelapa sawit dan karet serta

internasional yang

masyarakat;

5

ekokontruksi

d. Meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan telekomunikasi di seluruh kawasan;

e. Meningkatkan pengelolaan wilayah sungai berbasis daerah aliran sungai secara

terpadu untuk menjaga konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya

air, dan pengendalian daya rusak air;

f. Meningkatkan kualitas dan jangkauan sistem pengelolaan air minum, sistem pengelolaan sampah, dan sistem pelayanan air limbah terpadu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

3. Isu Strategis, Tujuan, Kebijakan dan Strategi

NO

KEBIJAKAN

STRATEGI

6

Pengembangan prasarana dan sarana pertahanan dan keamanan. (Tambahan utk zona yg belum diatur)

a. mengembangkan pangkalan dan/atau markas TNI AL, TNI AD, TNI AU yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana kemiliteran yang memadai untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan

4. RENCANA PENGEMBANGAN SEKTOR

4. RENCANA PENGEMBANGAN SEKTOR Rubber Product Palm Oil Product 1. Intensifikasi Kelapa Sawit & Karet 2.

Rubber Product

4. RENCANA PENGEMBANGAN SEKTOR Rubber Product Palm Oil Product 1. Intensifikasi Kelapa Sawit & Karet 2.

Palm Oil Product

1. Intensifikasi Kelapa Sawit &

Karet

2. Pengembangan Industri Hilir

Kelapa Sawit dan Karet

4. Rencana Pengembangan Sektor

INTENSIFIKASI KELAPA SAWIT DAN KARET:

1. Tingkat produktivitas kelapa sawit dan karet yang rendah;

2. Intensifikasi tanaman kelapa sawit adalah penerapan best practice meliputi varietas, pemupukan, pengendalian OPT (organisme pengganggu), dan panen serta penanganan pasca panen; 3. Intensifikasi tanaman karet adalah penerapan best practice meliputi: replanting dengan klon unggul, pemupukan, pengendalian OPT, pemanen dan penanganan pasca panen, serta

perbaikan tata niaga.

4. Rencana Pengembangan Sektor

PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR KELAPA SAWIT DAN KARET:

1. Industri prioritas kelapa sawit:

1. Rafinasi dan minyak goreng;

2. Industri surfaktan dan sabun;

3. Industri margarin, mayonese, coco butter subtitut.

2. Industri prioritas karet:

1.

Barang dari karet untuk keperluan rumah tangga;

2.

Barang dari karet untuk keperluan industri;

3.

Barang dari karet untuk kesehatan;

4.

Vulkanisir ban.

4. Rencana Pengembangan Sektor

MENCIPTAKAN IKLIM INVESTASI YANG KONDUSIF DAN MENARIK UNTUK INDUSTRI HILIR KELAPA SAWIT DAN KARET:

1. Bebas bea impor sehingga tarif final menjadi 0%;

2. Pajak ekspor barang jadi lebih kecil dibandingkan ekspor bahan baku;

3. Restitusi (pengembalian) bea impor pada importasi bahan dan barang yang dibutuhkan untuk proses manufaktur, pembebasan

pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan;

4. Perusahaan industri hilir yang berlokasi di kawasan ini diberikan

insentif-insentif khusus.

4. Rencana Pengembangan Sektor

MENINGKATKAN PROMOSI PELUANG INVESTASI:

1. Bebas bea impor sehingga tarif final menjadi 0%;

2. Menyusun profil peluang investasi industri prioritas;

3. Menentukan target promosi (daerah atau negara) yang

berpeluang kerja sama investasi;

4. Promosi dengan berbagai bentuk dan media.

5. RENCANA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

5. RENCANA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Ex. Gajah Tunggal Politeknik Ex. Chemical Politechnic Pengembangan Pendidikan

Ex. Gajah Tunggal Politeknik

SUMBER DAYA MANUSIA Ex. Gajah Tunggal Politeknik Ex. Chemical Politechnic Pengembangan Pendidikan Teknologi

Ex. Chemical Politechnic

Pengembangan Pendidikan

Teknologi Tinggi Berbasis Sektor

Unggulan

5. Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia

1. Rencana pengembangan pendidikan terkait

perkebunan dan industri hilir kelapa sawit

meliputi:

1. Rencana pengembangan SMK bidang

perkebunan di Kota Pematang Siantar dan

Kawasan Perkotaan Perdagangan (Kab Simalungun);

2. Rencana pengembangan politeknik

bidang perkebunan di Kota Pematang Siantar.

2. Pengembangan balai latihan kerja (BLK) terkait perkebunan dan industri di

Perdagangan (Kab Simalungun) atau

Indrapura (Kab Batu Bara).

di Perdagangan (Kab Simalungun) atau Indrapura (Kab Batu Bara). Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | 29
di Perdagangan (Kab Simalungun) atau Indrapura (Kab Batu Bara). Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional | 29

6. RENCANA STRUKTUR DAN POLA RUANG

6. RENCANA STRUKTUR DAN POLA RUANG Bah Bolon River Rafting Rumah Bolon, Simalungun 1. Perwujudan Struktur

Bah Bolon River Rafting

6. RENCANA STRUKTUR DAN POLA RUANG Bah Bolon River Rafting Rumah Bolon, Simalungun 1. Perwujudan Struktur

Rumah Bolon, Simalungun

1. Perwujudan Struktur Ruang

1.

Rencana Pengembangan Sistem Pusat Pusat

Kegiatan

2.

Rencana Pengembangan Jaringan Transportasi

3.

Rencana Pengembangan Jaringan Energi (Listrik

dan Gas)

4.

Rencana Pengembangan Jaringan Telekomunikasi

5.

Rencana Pengembangan Jaringan SDA

6.

Rencana Pengembangan Jaringan Pengelolaan

Lingkungan

2. Perwujudan Rencana Pola Ruang

1.

Zona Budidaya

2.

Zona Lindung

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | TIPOLOGI KSN Ekonomi (NON KAPET)

Ketentuan Umum Penentuan Muatan RTR KSN Berdasarkan Tipologi KSN

Sesuai dengan PERMEN PU No 15 Tahun 2012, tentang Pedoman RTR KSN. Disebutkan bahwa ketentuan umum penentuan muatan RTR KSN berdasarkan tipologi KSN dimana KEK Sei Mangkei

merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam tipologi Kawasan Ekonomi dengan perlakuan

khusus (NON KAPET), maka ;

         

Muatan Rencana Tata Ruang

 

Fokus

Tujuan,

 

Konsep Pengembangan

     

Tipolog

Bentuk

Deliniasi

Penangan

Kebijakan

   

Arahan

 

Arahan

 

Pengelolaa

n

i

an

dan Strategi

 

Rencana

Struktur

Rencana

Pemanfaa

Pengendalia

Penataan

Pola Ruang

tan ruang

n

Ruang

 

Ruang

Ruang

 

Kawasa

ditentuka

Ditentuka

difokuskan

Difokuskan

difokuskan

difokuskan

difokuska

difokuskan

dilakukan oleh:

n

n

n dengan

dalam

rangka

pada:

pada:

pada:

n pada

pada:

pusat

(lembaga

Ekono

sebagai

memperh

mewujudkan

Penetapan

Pusat

Penentu

perwujud

Arahan

pusatyang

mi

KSN

atikan

kawasan

kegiatan

kegiatan

an zona

an

peratura

menangani

dengan

dengan

kawasan

ekonomi

dengan

ekonomi

ketenagak

perekon

pada

fungsi

zonasi,

pengemban

gan

perlaku

bentuk

inti

batas area

erjaan,

omian,

kawasan

kawasan

Arahan

ekonomi

an

berbasis

Dan

tertentu yang

Sistem

Sistem

inti, dan

ekonomi

perizinan,

khusus)

khusus

kawasan/

kawasan

mampu

pusat

Penentu

dengan

Arahan

Daerah

berdaya

prasarana,

(lembaga

(NON

objek

Penyangg

saing

dan

pelayana

an zona

fasilitas

pemberia

daerah

KAPET)

strategis

a

internasional

Pelindunga

n,dan

pada

fiskal dan

n

insentif

yang

melalui

n Kawasan

Sistem

kawasan

nonfiskal

dan

menangani

insentif

pengelolaa

fiskal dan

 

jaringa

Penyang

agar

disinsentif

n

nonfiskal,

Prasaran

ga

memiliki

, dan

ekonomi

serta

dukungan

a

dayasaing

Arahan

khusus)

sistem

 

internasio

pengenaa

 

jaringan

nal

n

Sanksi

prasarana

 

yang

handal

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | TIPOLOGI KSN Ekonomi (NON KAPET)

Ketentuan Umum Penentuan Muatan RTR KSN Berdasarkan Tipologi KSN

1. Sesuai dengan PERMEN PU No 15 Tahun 2012, tentang Pedoman RTR KSN. Disebutkan bahwa ketentuan umum penentuan muatan RTR KSN berdasarkan tipologi KSN dimana KEK Sei Mangkei merupakan salah satu

kawasan yang masuk dalam tipologi Kawasan Ekonomi dengan perlakuan khusus (NON KAPET), maka ;

2. Kawasan yang disebut sebagai inti dalam penentuan Zona Pola Ruangnya adalah Kawasan KEK Sei Mangkei seluas 2002,77 Ha. Sedangkan yang dimaksud dengan Kawasan Penyangga adalah Kawasan Sekitar KEK Sei Mangkei, yang meliputi ;

1.

Seluruh wilayah Kabupaten Batu Bara;

2.

Sebagian wilayah Kabupaten Asahan;

3.

Sebagian wilayah Kabupaten Simalungun; dan

4.

Seluruh wilayah Kota Pematang Siantar.

3. Untuk itu, penentuan zona pada KAWASAN INTI mengikuti sistem zonasi yang telah dirancangkan didalam Master Plan KEK Sei Mangkei

4. Sedangkan penentuan zona pada KAWASAN PENYANGGA melalui rencana pengembangan wilayah Kawasan Sei Mangkei yang mengacu kepada PERMEN PU No 15 Tahun 2012.

Penyangga Kab Batu Bara Penyangga Kab Asahan Inti KEK Sei Mangkei Penyangga Kota Pematang Siantar
Penyangga
Kab Batu Bara
Penyangga
Kab Asahan
Inti
KEK Sei Mangkei
Penyangga
Kota Pematang Siantar
Penyangga
Kab Simalungun

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 1. Sistem Perkotaan

1. Rencana Sistem Pusat Perkotaan Nasional & Provinsi

NO. PROVINSI PKN PKW PKSN 1 Sumatera Utara Mebidangro (I/C/3) 1. Tebing Tinggi (II/C/1) 2.
NO.
PROVINSI
PKN
PKW
PKSN
1
Sumatera Utara
Mebidangro (I/C/3)
1.
Tebing Tinggi (II/C/1)
2.
Sidikalang (II/B)
3.
Pematang Siantar (I/C/1)
4.
Balige (II/C/1)
5.
Rantau Prapat (I/C/1)
6.
Kisaran (II/C/1)
7.
Gunung Sitoli (I/D/1),
(II/C/1)
8.
Padang Sidempuan (II/C/1)
9.
Sibolga (I/C/1)
NO.
LOKASI
PKN
PKW
PKWp
PKL
1
Kota Medan
Mebidangro
(I/C/3)
2
Kota Binjai
Mebidangro
(I/C/3)
3
Kab. Karo
Mebidangro
(I/C/3)
Kabanjahe (III/E/3),
Berastagi (III/E/3), Merek
(II/B), Tiga Binanga (III/E/2),
Kuta Buluh (III/E/2)
4
Kab. Deli Serdang
Mebidangro
(I/C/3)
5
Kota Pematangsiantar
Pematangsiantar (I/E/1)
6
Kab. Asahan
Kisaran (II/E/1)
Simpang Empat (III/E/2)
7
Kab. Simalungun
Perdagangan (III/E/2),
Saribudolok (III/E/1),
Pematang Raya (III/E/2),
Parapat (III/E/3)
8
Kab. Batu Bara
Limapuluh (III/E/3),
Indrapura (III/E/3)

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 1. Sistem Perkotaan

1. Peta Rencana Sistem Pusat Perkotaan Kawasan

Tampilkan dalam symbol yang dominan dan tegas

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 1. Sistem Pusat Kegiatan Kawasan

1. Rencana Sistem Pusat Kegiatan di Kota Pematang Siantar

Pusat Kegiatan

Fungsi

Kawasan

 

Industri

Industri pengolahan

Industri Besar, di Kelurahan Tanjung Tongah; Kelurahan Tanjung Pinggir; Kelurahan

1.

Kecamatan Siantar Martoba

yang berteknologi

Nagapitu; dan Kelurahan Siopat Suhu.

2.

Kecamatan Siantar Martoba

tinggi, berdaya saing, padat modal, dan

3.

Kecamatan Siantar Martoba

4.

Kecamatan Siantar Timur

pengelolaan limbah

 

terpadu

 

Industri sedang di Kelurahan Tomuan; Kelurahan Sumber Jaya; Kelurahan Tambun

Kota Pematang Siantar

Nabolon; dan Kelurahan Tanjung Pinggir

 

Industri Kecil di Kelurahan Setia Negara

Kota Pematang Siantar

Pariwisata

Fungsi pariwisata situs budaya

1. Kelurahan Simalungun meliputi kawasan sekitar situs Budaya Makam Raja Siantar, Museum Simalungun, dan

Kota Pematang Siantar

2. Kawasan bersejarah pusat pemerintahan di Kelurahan Proklamasi.

3. Bangunan bersejarah (heritage) meliputi : Balai Kota di Kelurahan Proklamasi; Gedung Juang di Kelurahan Proklamasi; Tugu Taman bunga di Kelurahan Proklamasi; Kawasan Hotel Bersejarah di Kelurahan Proklamasi; Kawasan Stasiun Kereta Api di Kelurahan Proklamasi; Kawasan Rumah Sakit Umum di Kelurahan

Simalungun; Bangunan Gereja di Kelurahan Teladan; Bangunan Gereja Katholik St.

Laurentius di Kelurahan Karo; Kawasan Gereja HKBP di Kelurahan Kristen; Kantor Pusat GKPS di Kelurahan Bane; Kantor Pusat Gereja Pentakosta di Kelurahan Karo;

Kantor Pusat Gereja HKI di Kelurahan Pardamean; Kantor Pusat Gereja GKPI di Kelurahan Teladan; Kawasan Mesjid Raya di Kelurahan Timbanggalung; Patung Dewi Kwan Im di Kelurahan Karo; dan Vihara di Kelurahan Melayu.

Fungsi pariwisata alam

Pariwisata alam meliputi Kawasan Pemandian Sibatu-batu Kelurahan Bah Sorma dan kawasan wisata Rindam di Kelurahan Setia Negara.

Kota Pematang Siantar

Fungsi pariwisata

Pariwisata buatan meliputi :

Kota Pematang Siantar

buatan

1. Taman Hewan di Kelurahan Teladan;

2. Pusat jajanan Siantar Square di Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan;

3. Kawasan Taman Bunga di Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat;

4. Kawasan pemandian di Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara;

5. Pengembangan kawasan wisata seluas 5 (lima) hektar di Kelurahan Simarimbun Kecamatan Siantar Marimbun; dan

6. Pengembangan pusat jajanan di Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat.

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 1. Sistem Pusat Kegiatan Kawasan

1. Rencana Sistem Pusat Kegiatan di Kota Pematang Siantar

Pusat Kegiatan

Perdagangan dan Jasa

Transportasi

Kesehatan

Pendidikan

Fungsi

 

Kawasan

 

Lokasi

Perdagangan dan jasa dan

1.

Kawasan Pusat Perbelanjaan di Kecamatan Siantar Utara;

Kota Pematang Siantar

fungsi pendukung berupa

Kecamatan Siantar Timur; Kecamatan Siantar Selatan;

permukiman

Kecamatan Siantar Barat; dan Kecamatan Siantar Marimbun

2.

Kawasan Toko modern di Kecamatan Siantar Utara; Kecamatan Siantar Timur; Kecamatan Siantar Selatan; Kecamatan Siantar Barat; Kecamatan Siantar Marimbun;

Kecamatan Siantar Sitalasari; dan Kecamatan Siantar Martoba

3.

Pasar tradisional, meliputi : Pasar Horas di Kecamatan Siantar Barat; Pasar Dwikora di Kecamatan Siantar Utara; dan Pasar Regional Agroindustri Parluasan di Kecamatan Siantar Utara

Simpul transportasi udara

1.

Terminal penumpang tipe A Sarantama

1.

Kecamatan Siantar Martoba

dan simpul transportasi

2.

Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Dwikora

2.

Kecamatan Siantar Barat

darat untuk mendukung perpindahan penumpang dan barang

3.

Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Setia Negara

3.

Kecamatan Siantar Sitalasari

4.

Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Siopat Suhu

4.

Kecamatan Siantar Timur

5.

Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Tanjung Pinggir,

5.

Kecamatan Siantar Martoba

 

6.

Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Nagahuta

6.

Kecamatan Siantar Marimbun

7.

Terminal Regional tipe Agribisnis Sukadane

7.

Kecamatan Siantar Utara

8.

Stasiun Proklamasi

8.

Kecamatan Siantar Barat

9.

Stasiun Kereta Api Khusus Barang

9.

Kecamatan Siantar Barat

Pusat kegiatan kesehatan

 

1.

Kecamatan Siantar Utara,

berkualitas internasional

2.

Kecamatan Siantar Timur,

dan fungsi pendukung pelayanan perkotaan

3.

Kecamatan Siantar Selatan,

4.

Kecamatan Siantar Barat,

 

5.

Kecamatan Siantar Marimbun

Pusat kegiatan pendidikan

 

1.

Kecamatan Siantar Utara,

dan social budaya

2.

Kecamatan Siantar Timur,

berkualitas internasional dan fungsi pendukung

3.

Kecamatan Siantar Selatan,

4.

Kecamatan Siantar Barat,

pelayanan perkotaan

5.

Kecamatan Siantar Marimbun

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 1. Sistem Pusat Kegiatan Kawasan

2. Rencana Sistem Pusat Kegiatan di Sebagian Wilayah Kabupaten Simalungun

Pusat Kegiatan

Fungsi

 

Kawasan

 

Lokasi

Industri

Industri pengolahan yang berteknologi tinggi, berdaya saing, padat modal, dan pengelolaan limbah terpadu

1. Industri Sei Mangkei

Kecamatan Bosar Maligas

Industri pengolahan (CPO) skala kecil

1. Industri (CPO) di Pematang Bandar

1.

Kecamatan Pematang Bandar

2. Industri (CPO) di Bandar Haluan

2.

Kecamatan Bandar Haluan

Pariwisata

Pariwisata mancanegara (Danau Toba) dan Domestik dan fungsi pendukung berupa permukiman, perdagangan dan jasa

Kawasan tepi Danau Toba

1.

Kecamatan Dolok Pardamean,

2.

Kecamatan Pematang Sidamanik,

3.

Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Perdagangan dan Jasa

Perdagangan dan jasa dan fungsi

Kawasan perdagangan jasa skala

1.

Kecamatan Raya,

pendukung berupa permukiman

kabupaten dan antar kecamatan

2.

Kecamatan Bandar,

3.

Kecamatan Girsang Sipangan Bolon,

4.

Kecamatan Silimahuta

Transportasi

Simpul transportasi udara dan simpul

1.

Bandar Udara Simalungun (Perintis)

1.

Kecamatan Jawa Maraja Bah

transportasi darat untuk mendukung perpindahan penumpang dan barang

2.

Terminal Tipe B Perdagangan

Jambi/Nagojor

3.

Terminal Barang Perdagangan

2.

Kecamatan Bandar

 

4.

Terminal CPO/TBS Sawit, KI Sei Mangkei

3.

Kecamatan Bandar

4.

Kecamatan Bosar Maligas

5.

Stasiun Perlanaan

5.

Kecamatan Bandar

6.

Stasiun Bandar Tinggi

6.

Kecamatan Bandar Marsilam

7.

Stasiun Serbelawan

7.

Kecamatan Dolok Batunanggar

8.

Stasiun Sei Mangkei (Rencana)

8.

Kecamatan Bosar Maligas

9.

Stasiun Purbasari (Rencana)

9.

Kecamatan Tapian Dolog

Kesehatan

Pusat kegiatan kesehatan berkualitas internasional dan fungsi pendukung pelayanan perkotaan

 

Semua kecamatan yang masuk dalam deliniasi kawasan RPW Sei Mangkei

Pendidikan, Sosial dan Budaya

Pusat kegiatan pendidikan dan social

 

Semua kecamatan yang masuk dalam

budaya berkualitas internasional dan

deliniasi kawasan RPW Sei Mangkei

fungsi pendukung pelayanan perkotaan

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 1. Sistem Pusat Kegiatan Kawasan

3. Rencana Sistem Pusat Kegiatan di Kabupaten Batu Bara

Pusat Kegiatan

Fungsi

 

Kawasan

 

Lokasi

Industri

Pengembangan, peningkatan dan pemantapan pusat kegiatan industri berdaya saing nasional

1.

Kawasan Industri Kuala Tanjung

Kecamatan Medang Deras, Kecamatan Sei Suka

dan internasional KI Kuala Tanjung

 

Pariwisata

Fungsi kegiatan MICE skala internasional dan nasional

Indrapura

Kecamatan Indrapura

 

Fungsi kegiatan wisata budaya

Kawasan Cagar Budaya (CB) dan Ilmu Pengetahuan meliputi Kawasan Istana Lima, Kawasan Istana

Kecamatan Talawi, Kecamatan Limapuluh Kecamatan Tanjung Tiram

Mariam, Kawasan Permukiman Nelayan, Kawasan

Pusat Pemerintahan Berciri Arsitektur Melayu

 

Fungsi kegiatan wisata bahari dan satwa

1. Pengungsian satwa dan terumbu karang

1.

Kecamatan Sei Suka

2. Wisata bahari

2.

Kecamatan Lima Puluh, Talawi dan Air Putih

Perdagangan dan Jasa

Perdagangan dan jasa dan fungsi pendukung

Kawasan Perdagangan dan Jasa di Air Putih, Lima

1.

Kecamatan Air Putih,

berupa permukiman

Puluh, Sei Suka, dan Tanjung Tiram

2.

Kecamatan Lima Puluh,

3.

Kecamatan Sei Suka dan

4.

Kecamatan Tanjung Tiram

Transportasi

Simpul transportasi laut, udara dan simpul transportasi darat untuk mendukung

1.

Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Utama Hub

1.

Kecamatan Sei Suka

2.

Kecamatan Tanjung Tiram

perpindahan penumpang dan barang

2.

Pelabuhan Tanjung Tiram sebagai

3.

Kecamatan Medang Deras

Pengumpan Regional

4.

Kecamatan Lima Puluh

3.

Pelabuhan Pangkalan Dodek sebagai Pengumpan Regional

5.

Kecamatan Air Putih

6.

Kecamatan Sei Suka

4.

Pelabuhan Perupuk sebagai Pengumpan Lokal

 

5.

Terminal tipe B Indrapura

6.

Terminal Barang di Kuala Tanjung

7.

Stasiun Siajam

8.

Stasiun Bandar Tinggi

9.

Stasiun Tanjung Kasau

10.

Stasiun Mangkai Lama (Rencana)

11.

Stasiun Kuala Tanjung (Rencana)

12.

Stasiun Perupuk (Rencana)

Kesehatan

Pusat kegiatan kesehatan berkualitas internasional dan fungsi pendukung pelayanan perkotaan

 

Kecamatan Air Putih, Kecamatan Limapuluh, Kecamatan Medang Deras, Kecamatan Sei Balai, Kecamatan Sei Suka, Kecamatan Talawi, Kecamatan Tanjung Tiram

Pendidikan, Sosial dan Budaya

Pusat kegiatan pendidikan dan social budaya

 

Kecamatan Air Putih, Kecamatan Limapuluh,

berkualitas internasional dan fungsi

Kecamatan Medang Deras, Kecamatan Sei Balai,

pendukung pelayanan perkotaan

Kecamatan Sei Suka, Kecamatan Talawi, Kecamatan Tanjung Tiram

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 1. Sistem Pusat Kegiatan Kawasan

4. Rencana Sistem Pusat Kegiatan di Sebagian Wilayah Kabupaten Asahan

Pusat Kegiatan

Fungsi

 

Kawasan

 

Lokasi

Pariwisata

Fungsi kegiatan wisata budaya

1.

Kawasan Cagar Budaya Patung Raja

1.

Kecamatan Buntu Pane

Nabaruton Sitorus Pane, Patung Naga

2.

Kecamatan Silau Laut

Uhun, Patung Raja Manurung, Patung Raja Imbalo

 

2.

Kawasan Makam Syekh Silau

 

Fungsi kegiatan wisata Flora Fauna dan

1.

Kawasan Wisata Flora dan Fauna Desa

1.

Kecamatam Silau Laut

Belanja

Silau Baru

2.

Kecamatan Kisaran Barat

2.

Kawasan Wisata Belanja Sepatu Bunut

 

Perdagangan dan Jasa

Perdagangan dan jasa dan fungsi pendukung berupa permukiman

Kawasan Perdagangan dan Jasa Kisaran Barat, Kecamatan Rawang Panca Arga

Transportasi

Simpul transportasi laut, dan simpul transportasi darat untuk mendukung perpindahan penumpang dan barang

1. Pelabuhan Pengumpul Tanjung Balai Asahan

2. Terminal tipe A Kisaran

Kesehatan

Pusat kegiatan kesehatan berkualitas

 

Kecamatan Buntu Pane, Kecamatan

internasional dan fungsi pendukung

Kisaran Barat, Kecamatan Meranti,

pelayanan perkotaan

Kecamatan Pulo Bandring, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kecamatan Silau Laut

Pendidikan, Sosial dan Budaya

Pusat kegiatan pendidikan dan social

 

Kecamatan Buntu Pane, Kecamatan

budaya berkualitas internasional dan fungsi pendukung pelayanan perkotaan

Kisaran Barat, Kecamatan Meranti, Kecamatan Pulo Bandring, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kecamatan Silau Laut

Pertahanan dan Keamanan

Fungsi pusat kegiatan pertahanan dan keamanan dengan fungsi utama pertahanan dan keamanan Negara dan fungsi pendukung menjaga kedaulatan Negara RI meliputi pertahanan laut dan

Kawasan Pertahanan dan Keamanan Silau Laut

Kecamatan Silau Laut

udara

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

1. Rencana Jaringan Transportasi di Kota Pematang Siantar

JARINGAN TRANSPOTASI DARAT

 

JARINGAN JALAN ARTERI PRIMER (poros/penghubung antar kota), meliputi:

JARINGAN JALAN ARTERI SEKUNDER, meliputi seluruh ruas jalan dalam wilayah Kota Pematang Siantar.

1. Ruas Jalan Batas Kabupaten Deli Serdang Batas Kota Pematang Siantar (15,067 km)

1. Ruas Jalan Sisingamangaraja;

2. Ruas Jalan Merdeka;

2. Ruas Jalan Ke Medan (4,526 km)

3. Ruas Jalan Sutomo;

3. Ruas Jalan Sisingamangaraja (P Siantar) (8,225 km)

4. Ruas Jalan Sudirman;

4. Ruas Jalan Kota Pematang Siantar Parapat (38,079 km)

5. Ruas Jalan Gereja; dan

5. Ruas Jalan Ke Parapat (P Siantar) (5,032 km)

6. Ruas Jalan DI Panjaitan.

JARINGAN JALAN STRATEGIS NASIONAL meliputi Ruas Jalan Lingkar Pematang Siantar (16,3 Km)

JARINGAN JALAN KOLEKTOR SEKUNDER, meliputi seluruh ruas jalan dalam wilayah Kota Pematang Siantar.

JARINGAN JALAN BEBAS HAMBATAN ruas Kota Tebing Tinggi Kota Pematangsiantar Parapat Sibolga;

1.

Ruas Jalan Seram;

2.

Ruas Jalan Rajamin Purba;

 

3.

Ruas Jalan Dahlia;

JARINGAN JALAN KP1, Ruas Jalan Sangnaualuh - batas Kabupaten Simalungun sebagai Kolektor Primer 1;

4.

Ruas Jalan Kartini;

5.

Ruas Jalan Sudirman;

 

6.

Ruas Jalan Merdeka Lapangan Merdeka;

JARINGAN JALAN KOLEKTOR PRIMER 2 (KP2), meliputi;

7.

Ruas Jalan DR. Sutomo Lapangan Merdeka;

1.

Ruas Jalan Saribudolok Simpang Dua - batas Kabupaten Simalungun

8.

Ruas Jalan Ade Irma Suryani;

sebagai Kolektor

Primer 2;

9.

Ruas Jalan Pendidikan;

2.

Ruas Jalan Melanton Siregar batas Kabupaten Simalungun sebagai

Kolektor Primer 2;

10.

Ruas Jalan Patuan Anggi;

 

11.

Ruas Jalan Setia Negara;

JARINGAN JALAN KOLEKTOR PRIMER 3 (KP3), meliputi Ruas Jalan Sidamanik batas Kabupaten Simalungun sebagai Kolektor Primer 3.

12.

Ruas Jalan HOS Cokroaminoto;

13.

Ruas Jalan Sibolga;

 

14.

Ruas Jalan Narumonda;

15.

Ruas Jalan Pendeta J Sihombing;

16.

Ruas Jalan Rakuta Sembiring;

17.

Ruas Jalan ABRI Masuk Desa 1981; dan

18.

Ruas Jalan Pdt. J. Wismar Saragih.

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

1. Rencana Jaringan Transportasi di Kota Pematang Siantar

JARINGAN TRANSPOTASI DARAT

LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN meliputi:

1. Lajur, jalur atau jalan khusus angkutan massal

2. Terminal penumpang tipe A Sarantama

3. Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Dwikora

4. Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Setia Negara

5. Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Siopat Suhu

6. Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Tanjung Pinggir,

7. Terminal penumpang tipe C di Kelurahan Nagahuta

8. Terminal Regional tipe Agribisnis Sukadane

JARINGAN JALUR PERKERETAPIAN PERKOTAAN, meliputi

1.

Kota Pematang Siantar Kota Tebing Tinggi Kota Medan

2.

Jaringan kereta api ruas Kota Pematangsiantar Perlanaan Sei Mangke;

3.

Stasiun perkeretapian perkotaan, meliputi: Stasiun Proklamasi

4.

Stasiun kereta api khusus barang regional di Kecamatan Siantar

Martoba

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

1. Peta Rencana Jaringan Transportasi di Kota Pematang Siantar

Tampilkan dalam symbol yang dominan dan tegas

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

2. Rencana Jaringan Transportasi di Sebagian Wilayah Kabupaten Simalungun

JARINGAN TRANSPOTASI DARAT

 

JARINGAN JALAN BEBAS HAMBATAN, meliputi :

JARINGAN JALAN KOLEKTOR TIGA (3), meliputi seluruh ruas jalan di

1.

Tebing tinggi, Pematang Siantar Parapat Tarutung Sibolga

wilayah kabupaten simalungun, yakni:

2.

Tebing Tinggi (Kab Deli Serdang) Perdagangan (Kab Simalungun) - Kisaran (Kab Asahan)

1. Perdagangan Simpang Mayang Boluk Hutabayu Raja;

2. Perdagangan Simpang Mayang Simpang Pasar Baru Pasar Baru;

 

3. Simpang Haranggaol Haranggaol; dan

4. Tebing Tinggi Sipispis Sindar Raya Pamatang Raya Bittang

 

Mariah Bah Bolon Sipintu Angin Tigaras.

JARINGAN JALAN ARTERI PRIMER (poros/penghubung antar kota), meliputi:

JARINGAN JALAN KOLEKTOR EMPAT (4), meliputi seluruh ruas wilayah kabupaten simalungun, yakni:

1.

Tebing tinggi- Pematang Siantar Parapat Balige Tarutung - Sibolga

1.

Simpang Nagojor Nagojor Hutabayu Raja;

JARINGAN JALAN STRATEGIS NASIONAL, meliputi ;

1. Peningkatan Fungsi Jalan KP2 menjadi Jalan Strategis Nasional Ruas Lima Puluh (Kabupaten Batu Bara) Perdagangan (Kab Simalungun) Pematang Siantar (Kota Pematang Siantar)

2. Peningkatan Fungsi Jalan KP 2 menjadi Jalan Strategis Nasional Ruas

Perdagangan (Kab Simalungun) Indrapura (Kabupaten Batu Bara)

2.

3.

Simpang Simarimbun Sarimatondang Sait Buttu Gorbus;

Pasar Baru Ujung Padang ke arah Sei Bejangkar Kabupaten Batu Bara;

4.

Pamatang Tanah Jawa Hutabayu Raja;

5.

Simpang Dolog Merangir Serbelawan Simpang Mangga Naga Jaya Tugu Sujono Pamatang Bandar ke Pajak Nagori; dan

 

6.

Panombeian Parbagotan Simpang Panei.

JARINGAN JALAN KOLEKTOR DUA (2), meliputi seluruh ruas dalam wilayah kabupaten simalungun, yakni:

 

1.

Tebing Tinggi Sei Langgei Perdagangan ke arah Limapuluh Kabupaten Batu Bara;

2.

Kota Pematang Siantar Pamatang Tanah Jawa Buttu Bayu ke arah

Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan.

3.

Lubuk Pakam Saran Padang Saribu Dolog Tiga Runggu Parik Sabungan Tanjung Dolog;

4.

Kota Pematang Siantar Panei Tongah Pamatang Raya Tiga

Runggu;

5.

Saribu Dolog Silimakuta Barat ke arah Merek Kabupaten Karo;

6.

Pamatang Raya Sindar Raya ke arah Kota Tebing Tinggi;

7.

Pamatang Raya Nagori Dolog ke arah Dolok Masihul; dan

8.

Kota Pematang Siantar Dolog Marlawan Perdagangan.

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

2. Rencana Jaringan Transportasi di Sebagian Wilayah Kabupaten Simalungun

JARINGAN TRANSPOTASI DARAT

 

JARINGAN JALAN LOKAL PRIMER, meliputi seluruh ruas jalan di wilayah kabupaten simalungun.

LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN meliput:

1. Lajur, jalur atau jalan khusus angkutan massal

1.

Perdagangan Simpang Mayang Boluk Hutabayu Raja;

2. Terminal tipe B Perdagangan

2.

Perdagangan Simpang Mayang Simpang Pasar Baru Pasar Baru;

3. Terminal Barang Perdagangan

4. Terminal Barang/Agro khusus komoditas kelapa sawit (TBS and

3.

Simpang Haranggaol Haranggaol;

CPO), kawasan Sei Mangkei

4.

Simpang Nagojor Nagojor Hutabayu Raja;

5.

Simpang Simarimbun Sarimatondang Sait Buttu Gorbus;

6.

Pasar Baru Ujung Padang ke arah Sei Bejangkar Kabupaten

Batu Bara;

7.

Pamatang Tanah Jawa Hutabayu Raja;

8.

Simpang Dolog Merangir Serbelawan Simpang Mangga Nagori Jaya Tugu Sujono Pamatang Bandar ke Pajak Nagori; dan

9.

Panombeian Parbagotan Simpang Panei.

JARINGAN JALUR PERKERETAPIAN PERKOTAAN, meliputi:

JARINGAN TRANSPORTASI UDARA Bandar udara Simalungun (Perintis) dengan skala pelayanan sekunder dan tersier, di Kecamatan Jawa Maraja Bah

1.

Tebing Tinggi - Bandar Tinggi - Perlanaan - Lima Puluh Kab.

Batu Bara;

2.

Perlanaan Sei Mangkei Pematang Siantar.

Jambi/Nagojor

3.

Stasiun Perlanaan Kecamatan Bandar

4.

Stasiun Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam;

5.

Stasiun Serbelawan Kecamatan Dolog Batu Nanggar;

6.

(Rencana) Pembangunan stasiun Sei Mangkei di Kecamatan

Bosar Maligas dan Purbasari di Kecamatan Tapian Dolog.

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

2. Peta Rencana Jaringan Transportasi di Sebagian Wilayah Kabupaten Simalungun

Tampilkan dalam symbol yang dominan dan tegas

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

3. Rencana Jaringan Transportasi di Wilayah Kabupaten Batu Bara

JARINGAN TRANSPOTASI DARAT

 

JARINGAN JALAN ARTERI PRIMER, meliputi:

JARINGAN JALAN STRATEGIS PROVINSI, meliputi :

1. Tanjung Kasau Indrapura (I/A/1) (10,329 Km)

1. Peningkatan status jalan menjadi jalan strategis provinsi Jalan susur pantai timur (Susur Pantai Timur Dari Ruas Kabupaten Langkat Hingga Labuhan Batu) (518,256 Km)

2. Indrapura Limapuluh (I/A/1) (15,837 Km)

3. Lima Puluh - Sei Bejangkar (I/A/1) (18,332 Km)

2. Jalan Simpang Mayang Pasar Baru

3. Jalan Simpang Kedai Siara Perupuk

4. Jalan Sei Bejangkar Tanjung Tiram

JARINGAN JALAN STRATEGIS NASIONAL, meliputi ;

JARINGAN JALAN BEBAS HAMBATAN; Kisaran Tebing Tinggi (I/6) (I/G/2)

1. Peningkatan Fungsi Jalan KP2 menjadi Jalan Strategis Nasional Ruas Lima Puluh (Kabupaten Batu Bara) Perdagangan (Kab Simalungun)

 

Pematang Siantar (Kota Pematang Siantar)

 

2. Peningkatan Fungsi Jalan KP 2 menjadi Jalan Strategis Nasional Ruas Indrapura Kuala Tanjung

3. Peningkatan Fungsi Jalan KP 2 menjadi Jalan Strategis Nasional Ruas Perdagangan (Kab Simalungun) Indrapura (Kabupaten Batu Bara)

JARINGAN JALAN KOLEKTOR KP2, meliputi seluruh jaringan jalan di wilayah Kabupaten Batu Bara;

JARINGAN JALAN KOLEKTOR KP3, meliputi ruas Sei Bejangkar - Tj.Tiram (12,65 Km)

1. Lima Puluh - Bts. Simalungun (5,75 Km)

2. Indra Pura (Juction ) - K.Tanjung (16,02 Km)

JARINGAN JALUR KERETA API meliputi:

 

1.

Jalur kereta api antar kota di pantai timur, yang menghubungkan batas Aceh Besitang Binjai Medan Lubuk Pakam Tebingtinggi Kisaran Rantauprapat batas Riau;

2.

Jalur kereta api antar kota, Tebing Tinggi Pematangsiantar, Kisaran Tanjungbalai, Medan Deli Tua, Merek Pematang Siantar, dan Medan

Pancur Batu;

3.

Jalur kereta api antar kota bagian barat yang menghubungkan batas Aceh Sibolga batas Sumatera Barat;

4.

Jalur kereta api antar kota di bagian tengah utara yang menghubungkan Rantauprapat Gunung Tua Padangsidimpuan Sibolga;

5.

Jalur kereta api Medan Belawan Gabion (Pelabuhan Peti Kemas), Sei Mangke - Bandar Tinggi Pelabuhan Kuala Tanjung, Kisaran Pelabuhan Tanjung Tiram, Rantauprapat Aek Nabara Negeri Lama Labuhan Bilik, Perlanaan Gunung Bayu (Sei Mangkei), Aras Kabu Bandara Kuala Namu;

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

3. Peta Rencana Jaringan Transportasi di Wilayah Kabupaten Batu Bara

Tampilkan dalam symbol yang dominan dan tegas

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

4. Rencana Jaringan Transportasi di Sebagian Wilayah Kabupaten Asahan

JARINGAN TRANSPOTASI DARAT

JARINGAN JALAN ARTERI PRIMER, meliputi:

JARINGAN JALAN BEBAS HAMBATAN; jalan bebas hambatan Kisaran Tebing Tinggi, Rantau Prapat Kisaran;

ruas jalan Labuan Batu Utara Asahan Batubara;

JARINGAN JALAN KOLEKTOR KP1, meliputi seluruh jaringan jalan di wilayah Kabupaten ; ruas jalan Asahan Kota Tanjung Balai;

JARINGAN JALAN KOLEKTOR KP2, meliputi seluruh jaringan jalan di wilayah Kabupaten ;

1.

Ruas Jalan Kisaran Simalungun;

 

2.

Ruas Jalan BP Mandoge Buntu Pane; dan

3.

Jalan Toba Samosir Pulau Rakyat.

JARINGAN JALAN KOLEKTOR KP3, meliputi

JARINGAN JALUR KERETA API meliputi:

1. Rencana peningkatan status jalan di ruas Simpang Membod Bandar Pulau, Simpang BW Air Baku;

1. Pengembangan jaringan sebagai bagian Trans Asian Railway yang meliputi batas NAD Pangkalan Susu Medan Rantau Prapat;

2. Rencana pembangunan jalan alternatif menuju Kota Tanjung Balai - Pelabuhan Bagan Asahan;

2. Pemantapan jalur kereta api antar kota di pantai timur yang menghubungkan batas NAD Medan Lubuk Pakam Tebing Tinggi Kisaran Rantau Prapat batas Riau;

3. Pembangunan jalur transportasi kereta api antar kota Kisaran Tanjung Balai;

3. Rencana pembangunan dan peningkatan Jalan Sei Kepayang Barat Labuan Batu Utara;

4. Rencana pembangunan Jalan Ring Road Aek Kanopan;

5. Rencana pembangunan Jalan Jalur Pantai Bagan Asahan;

 

6. Pembangunan jalan menuju Pelabuhan Bagan Asahan dari Simpang Pardomuan menuju Sei Lama, lanjut ke Pasar II Kecamatan Air Joman dengan pembangunan satu buah jembatan Sei Silau 3;

7. Rencana Jalur Pantai menuju pelabuhan Bagan Asahan dengan rute yaitu Bagan Asahan, Kembilik, Pematang Sungai Baru, Silo Baru, Silo Bonto, Pematang Pao, Panca Arga dan Sei Beluru (Tanjung Balai - Silau Laut); dan

4. Pengembangan simpul kereta api di stasiun KA Kelas sedang antar kota di Kisaran; dan

5. Pembangunan Jalur kereta api melalui pesisir utara yang menguhubungkan Kabupaten Batubara dengan Kabupaten Asahan menuju Pelabuhan Bagan Asahan.

8. Peningkatan dan pembangunan Akses Jalan pendukung pelabuhan

melalui Jalan Lingkar Tanjung Balai menuju Simpang Empat.

TERMINAL

1. Terminal tipe B Kisaran menjadi terminal penumpang tipe A;

2. Pembangunan terminal penumpang tipe C di BP Mandoge;

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 2. Jaringan Transportasi Kawasan

4. Peta Rencana Jaringan Transportasi di Sebagian Wilayah Kabupaten Asahan

Tampilkan dalam symbol yang dominan dan tegas

6. Rencana Struktur dan Pola Ruang | 3. Jaringan Energi (Listrik & Gas)

1. Rencana Sistem Jaringan Energi (Listrik & Gas) di RPW Kawasan Sei Mangkei

WILAYAK KOTA PEMATANG SIANTAR

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

JARINGAN TRANSMISI TENAGA LISTRIK

1. Pembangkit listrik yang melayani Kota Pematang Siantar meliputi PLTGU Belawan, PLTG Paya Pasir, PLTG Glugur, PLTU Belawan dan PLTD Titi Kuning

Jaringan transmisi SUTT Pematang Siantar Sei Mangkei Kuala Tanjung (150/20 kV)

2. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) pada Sungai Bah

Bolon,

3. Pembangkit listrik tenaga surya pada lahan pertanian, dan bioenergi

dengan memanfaatkan sampah pertanian pada lokasi kegiatan agro industri.