Anda di halaman 1dari 13

AKUN DAN TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA Audit siklus penggajian personalia (payroll and personel

cycle) melibatkan pekerjaan dan pembayaran kepada semua karyawan. Tenaga kerja adalah pertimbangan yang sangat penting dalam peritimbangan yang penting dalam penilaiana persediaan perusahaan maufaktur, perusahaan kontruksi, dan industry lainya. Dalam audit yang umum perbedaan utama atnara siklus penggajian dan personalia serta siklus lainya meliputi Hanya ada salah satu kelas transaksi untuk penggajian Transaksi pada umumn ya lebih signfikan dibandingkan akun neraca terkait Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi semua perusahaa yang kecil sekalipun Karena ketiga karakteristik tersebut maka auditor menekankan pengujian pengendalian substantive. FUNGSI BISNIS DALAM SIKUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT Tujuan audit penggajian dan kepegawaian yaitu untuk mengevaluasi saldo akun yang mempengruhi siklus itu, dinyatakan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Akun yang terkait dengan siklus ini adalah sebagai berikut 1. Kas di Bank 2. Gaji, Upah, Bonus dan Komisi yang masih harus dibayar 3. Pemotongan pajak penghasilan dan potongan lainnya 4. Beban gaji nyang masih harus dibayar 5. Biaya tenaga kerja langsung 6. Biaya pajak daftar gaji

Siklus penggajian dan personalia dimulai dengan merekrut karyawan dan diakhiri dengen membayar karyawan tersebut atas jasa yang mereka laksanakan dan pemotongan pajak oleh pemerintah serta institusi dan pajak gaji serta manfaat akrual. Lihat tabel 18-1 kolom ketiga mengidentifikasikan empat fungs bisnis dalam siklus penggajian dan personalia yang umum serta menglustrasikan hubungan antara fungsi bisnis, kelas transaksi, akun akun, dan dokumen serta catatan. Catatan personalia Adalah catatan yang berisi data seperti tanggal bekerja, penyelidikan kepegawaian, tarif pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, penilaian kinerja dan pemututsan hubungan kerja.

Formulir otorisasi pengurangan Adalah formulir otorisasi pengurangan gaji meliputi jumlah pemotongan pajak, ASTEK, pensiun dan asuransi Formulir tingkat otorisasi pembayaran Adalah formulir yang memberikan otorisasi tarif gaji. Sumber informasinya adalah kontrak kerja, otorisasi manajemen, atau dalam kasus pejabat perusahaan, otorisasi dari dewan direksi dan komisaris. Pencatatan waktu dan persiapan penggajain merupakan ahal yang palin gpenting dalam audit penggajian karemana mempengaruhi secara langsung beban penggajian selama setiap periode. Ada empat pengendalian agar tidak terjadi salah saji. Penyiapan kartu waktu oleh karyawan Pengikhtisaran dan perhitungan pembayaran kotor, pengurangan, dan pembayaran bersih Penyiapan cek gaji Peyiapan catatan gaji

Kartu waktu Adalah dokumen yang menunjukan jam kerja pegawai setiap harinya. Tiket waktu kerja. Adalah dukumen yang menunjukan pekerjaan yang dilakukan seorang pekerja yang dilakukan dalam periode tertentu, biasanya formulir ini digunakan ketika seorang pegawai melakukan pekerjaan pada bagian lain.

File transaksi gaji. Adalah dokumen yang dihasilkan komputer yang meliputi semua transaksi gaji yang diproses oleh sistem akuntansi. Jurnal atau daftar gaji. Adalah laporan yang dihasilkan dari berkas transaksi gaji yang biasanya meliputi nama pegawai, tanggal, dan jumlah gaji kotor dan jumlah gaji bersih, jumlah pajak penghasilan, dan klasifikasi akun atau kalsifikasi untuk setiap transaksi.

Berkas induk gaji. Adalah berkas yang digunakan untuk mencatat tiap transaksi penggajian untuk masing-masing pegawai dan untuk mengelola total gaji pegawai yang dibayarkan selama setahun sampai tanggal terakhir. File induk penggajian adalah file computer yang digunakan untuk mencatat transaksi penggajian untuk setiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar selama tahun tersebut hingga saat ini.

Cek gaji.

Adalah cek yang diberikan kepegawai atas jasa yang telah diberikan.

Rekonsiliasi akun bank gaji. Pengendalian yang penting adalah rekonsiliasi independen atas akun bank gaji imprest. Akun bank gaji imprest adalah akun gaji yang terpisah dimana minimal saldo ditetapkan. Rekonsiliasi rekening bank dan penggajian digunakan untuk menemukan kesalahan dan kecurangna terhadap akun kas termasuk penggajian. Formulir W2. adalah formulir yang diterbitkan bagi stiap pegawai yang mengikhtisarkan catatan penghasilan selama tahun kalender. Informasinya mencakup gaji kotor, pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan FICA.

METODOLOGI

UNTUK

MERANCANG

PENGUJIAN

PENGENDALIAN

DAN

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI. Pengendalian internal untuk pengganjian biasanya sangat terstruktur dan terkendali dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhan dan ketidakpuasan para karyawan, serta meminimalkan kecurangan dalam penggantian.Memproses penggajian serupa pada sebagian besar organisasi dan program harus dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan skedul pemotongan pajak, umumnya perusahaan menggunakan jasa penggajian dari luar untuk memroses penggajian. Prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan alat yang sangat penting untuk memverifikasi saldo akun dalam siklus penggajian dan personalia. Bebarapa alasan mengapa banyak audit mengahadapi risiko salah saji yang material yang rendah meskipun penggajian sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total beban, yaitu: 1. Karyawan kemungkinanan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen jika mereka dibayar terlalu rendah. 2. Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit. 3. Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah negara bagian dan federal menyangkut pemotongan pajak penghasilan, kaminan sosial, dan pajak pengangguran.

Memahami Pengendalian Internal-Siklus Penggajian dan Personalia. Tujuan dari banyak pengendalian internal dan sifat pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi bagi sebagian besar pengujian harus mengenali hal-hal berikut: Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan ke perusahaan. Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor unutuk mengurangi penilaian risiko pengendalian harus diuji dengan pengujian pengendalian. Jika klien merupakan sebuah perusahaan publlik, tingkat pemahaman pengendalian dan luas pengujian pengendalian harus mencukupi untuk menerbitkan opini tentang keefektifan pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan. Pengujian substantif atas transaksi bervariasi tergantung pada risiko pengendalian yang dinilai dan pertimabangan audit lainnya. Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transasksi akan digabungkan jika memungkinkan dan dilaksanakan dengan cara senyaman mungkin, dengan menggunakan program audit format kinerja. Pengendalian kunci bagi siklus penggajian dan personalia untuk menilai risiko pengendalian:

Pemisahan Tugas yang Memadai Pemisahan tugas merupakan hal yang penting dalam siklus penggajian dan personalia, terutama untuk mencegah pembayaran berlebih dan pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif.

Otorisasi yang Tepat Hanya departemen sumber daya manusia yang boleh mengotorisasi untuk menambah dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta potongan.

Dokumen Catatan yang Memadai Dokumen dan catatan yang memadai tergantung pada sifat sistem penggajian. Kartuwaktu atau catatan memang diperlukan untuk karyawan per jam atau paruh waktu tetapi tidak unutuk karyawan tetap.

Pengendalian Fisik Terhadapa Aktiva dan Catatan

Akses ke cek gaji yang belum ditandatangani harus dibatasi. Cek harus ditandatangani oleh karyawan yang bertanggung jawab, dan penggajian harus didstribusikan oleh seseorang yang independen dari fungsi penggajian dan pencatatan waktu. Pengecekan yang Independen Perhitungan penggajian harus diverifikasi secara independen, termasuk perbandingan total batch dengan laporan ikhtisar.

Formulir Dan Pembayaran Pajak Penggajian 1. Penyiapan Formulir Pajak Penghasilan Potensi kewajiban berupa pajak yang belum dibayar, denda, dan bunga akan muncul jika klien lalai menyiapkan formulir pajak secara benar. Formulir pajak penghasilan adalah untuk pajak seperti pajak pemerintahan federal dan pemotongan pajak FICA, pemotongan pajak pemerintahan negara bagian dan kota, serta pajak pengangguran pemerintah federal dan negara bagian. Rekonsiliasi yang terinci atas informasi yang ada pada formulir pajak dan catatan penggajian mungkin diperlukan apabila suditor yakin bahwa SPT pajak telah disisipkan secara tidak benar. 2. Pembayaran Potongan Pajak Penghasilan dan Pemotongan Lainnya Secara Tepat Waktu Pertama auditor harus menentukan persyaratan klien untuk menyerahkan pembayaran, yang dapat ditentukan dengan mengacu pada sumber-sumber seperti hukum pajak, kontrak serikat pekerja, dan perjanjian dengan karyawan. Setelah mengetahui persyaratannya, auditor dapat dengan mudah menentukan apakah klien telah melakukan pembayaran jumlah yang benar secara tepat waktu dengan membandingkan pengeluaran selanjutnya dengan catatan penggajian

Persediaan Dan Pertimbangan Kecurangan Penggajian 1. Hubungan Antara Penggajian Dan Penilaian Persediaan Jika penggajian merupakan bagian yang signifikan dari persediaan, yang merupakan hal yang umum bagi perusahaan manufaktur dan konstruksi, klasifikasi akun penggajian yang tidak

tepat dapat mempengaruhi penilaian aktiva secara material untuk akun-akun. Demikian juga, penilaian persediaan akan terpengaruh jika biaya tenaga kerrja langsung setiap karyawan dibebankan secara tidak benar ke pekerjaan atau proses yang salah. 2. Pengujian Atas Karyawan Yang Tidak Ada Mengeluarkan cek gaji kepada individu yang tidak bekerja lagi untuk perusahaan sering kali diakibatkan oleh masih dibayarnya cek karyawan padahal dia sudah sudah berhenti bekerja. Untuk menguji karyawan yang tidak ada, auditor dapat menelusuri transaksi yang dicatat dalam jurnal penggajian ke departemen sumberdaya manusia untuk menentukan apakah karyawan telah benar-benar bekerja selama periode penggajian. 3. Pengujian Atas Kecurangan Waktu Kecurangan waktu terjadi apabila seseorang karyawan melaporkan waktu yang lebih banyak dari yang sebenarnya dikerjakan. Karena kurangnya bukti yang tersedia, biasanya sulit bagi auditor untuk mengungkapkan kecurangan waktu. Salah satu prosedurnya adalah merekonsiliasi total jam yang dibayar menurut catatan penggajian dengan catatan jam kerja yang independen, seperti yang sering kali diselenggarkan oleh pengendaliaan produksi.

Metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo Metodologi untuk mengikhtisarkan memutuskann penggajian atas rincian saldo yang tepat bagi akun kewajiban penggajian, diantaranya : 1. Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi akun kewajiban penggajian 2. Menetepkan salah saji yang dapat ditoleransi dan kewajiban penggajian 3. Menilai resiko pengendalian untuk siklus penggajian dan personalia 4. Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi untuk sikus penggajian dan persolia 5. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk akun kewajiban penggajian 6. Merancang pengujian atas rincian saldo akun kewajiban penggajian untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo menilai resiko inheren untuk akun

Mengidientifikasi Risiko Bisnis Klien Yang Mempengaruhi Penggajian (Tahap I) Risiko bisnis klien yang signifikan yang mempengaruhi penggajian tidak mungkin terjadi pada sebagian besar perusahaan. Akan tetapi, risiko bisnis klien itu mungkin saja terjadi pada kesepakatan kompensasi yang kompleks, yang mencakup bonus dan rencana opsi saham serta kesepaktan kompensasi yang ditanguhkan lainnya.

Menetepkan Salah Saji Yang Dapat Ditoleransi Dan Melilai Resiko Inheren (Tahap I) Selain potensi kecurangan, risiko inheren umumnya juga rendah bagi semua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo. Jika sebagian besar transaksi melibatkan kas, ada risiko inheren berupa kecurangan penggajian. Karena itu, auditor harus seringkali mempertimbangkan pentingnya tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi keterjadian.

Menilai Resiko Pengendalian Dan Melaksanakan Pengujian Yang Terkait (Tahap I dan II) Penilaian resiko pengendaliaan dan penggajian pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi yang berhubungan.

Melaksanakan Prosedur Analitis (Tahap III) Penggunaan prosedur analitis merupakan hal penting dalm siklus penggajian dan personalia sehingga bermanfaat untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang memerlukan investigasi tambahan.

Menetapkan Salah Saji yang Dapat di Dioleransi Menilai Resiko Inheren Selain potensi kecurangan , risiko inheren umumnya juga rendah bagi semua tujuan yang berkaitan dengan saldo. Jika sebagian besar transaksi melibatkan kas, ada risiko inheren berupa kecurangan penggajian. Karena itu, auditor sering kali mempertimbangkan pentingnya tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi keterjadian.

Menilai Risiko Pengendalian Melaksanakan Pengujian yang Terkait Membahas penilaian risiko pengendalian dan pengujian pengendalian serta pengujian substantive atas transaksi yang berhubungan. Meleaksanakan Prosedur Analitis Penggunaan prosedur analitis merupakan hal penting dalam siklus penggajian dan personalia seperti pada setiap siklus lainnya. Merancang dan Melaksanakan Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun Kewajiban dan Beban Verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian, yang sering kali disebut sebagai beban penggajian akrual (accrued payroll expenses), biasanya bersifat langsung jika pengendalian internal telah beroperasi secara efektif. Jika auditor merasa puas bahwa transaksi penggajian telah dicatat dengan benar dalam jurnal penggajian dan formulir pajak penggajian terkait telah disiapkan secara akurat serta pajak dibayar tepat waktu, pengujian atas rincian saldo tidak akan menghabiskan banyak waktu. Dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang utama dalam menguji kewajiban penggajian adalah : 1. Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar (keakuratan). 2. Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah di catat pada periode yang benar (pisah batas).

Perhatian utama dalam kedua tujuan itu adalah untuk memastikan bahwa tidak ada kurang saji atau akrual yang dihilangkan. Selanjutnya, yang dibahas akun kewajiban yang utama dalam siklus penggajian dan personalia, diantaranya: 1. Jumlah Potongan dari Gaji Karyawan 2. Gaji dan Upah Akrual 3. Komisi Akrualbonus Akrual 4. Pembayaran Cuti Liburan, Cuti Sakit, atauTunjangan Akrual Lainnya 5. Pajak Penggajian Akrual 6. Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun Beban 7. Kompensasi Pejabat 8. Komisi 9. Beban Pajak Penggajian 10. Total Penggajian 11. Tenaga Kerja Kontrak 12. Tujuan Penyajian dan Pengungkapan

PERTANYAAN Guntur Pradipto Aji (0109U218) Mengenai hal Merancang dan melaksanakan pengujian atas rincian saldo untuk akun kewajiban dan beban disni ada hal yang mengatakan verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian, yang biasa disebut beban penggajian akrual , biasanya bersifat langsung jika pengendalian internal telah beroperasi secara efektif. Disini yang saya tanyakan adalah suatu kondisi yang sebaliknya, bagaimana atau apa yang harus dilakukan oleh auditor jika pengendalianj internal tidak berjalan atau tidak beroperasi secara efektif, atau bahkan mungkin terjadi kesalahan akibat human eror misalnya? Apa efek nya terhadap beban penggajian akrual? Lalu antisipasi apa yang akan dilakukan oleh auditor jika berada dalam kondisi seperti ini?

Nurul Kustina W (0109U201) Apa yang mendasari auditor untuk menentukan memberikan pembayaran gaji kejutan kepada karyawan ? dan dalam bentuk konsekuensi yang seperti apa yang harus diterima karyawan apabila terbukti melakukan kesalahan oleh perusahaan?

Hadi Riswanto (0109U170) Dalam buku di jelaskan bahwa ada penetapan Salah Saji yang Dapat Ditoleransi dan Mengestimasi Resiko Bawaan dalam siklus penggajian, sebenar nya dalam tingkat seperti apakah salah saji tersebut masih bisa ditoleransi, dan resiko bawaan seperti apa yg biasanya ada pada siklus penggajian terhadap karyawan? Novita Hadiati (0109U192) Dalam beberapa kasus, auditor mungkin meminta pembayaran gaji kejutan kpd karyawanapakah tujuan dari seorang auditor dalam meminta pembayaran gaji kepada karyawan? Bagaimana prosedurnya?