Anda di halaman 1dari 4

1. Tujuan a. Dapat menghitung besarnya rugi besi pada motor DC shunt b.

Dapat menghitung besarnya rugi mekanik pada motor DC shunt

2. Dasar teori Rugi-rugi yang ada pada motor DC antara lain : 1) Rugi joule Rugi ini terjadi pada belitan armatur dan belitan penguatan medan. Rugi ini disebabkan belitan armatur dan belitan penguatan medan memiliki nilai resistansi sehingga sebagian arus yang melewati belitan terdisipasi menjadi panas. Rugi inti Rugi ini terdiri dari : Rugi arus Eddy Rugi ini terjadi pada inti rotor dikarenakan berputarnya inti memotong medan magnet menimbulkan beda potensial dan inti memiliki nilai resistansi sehingga timbul arus yang berputar di dalam inti yang membuat inti menjadi panas karena arus yang terdisipasi. Rugi histerisis Rugi ini adalah rugi yang nilainya bergantung pada kualitas bahan magnet yang digunakan. Rugi mekanik Rugi ini terdiri dari : Rugi sikat Rugi ini timbul karena gesekan komutator dengan sikat. Rugi bearing Rugi ini timbul karena gesekan bearing dengan rotor. Rugi angin Rugi ini timbul karena gesekan rotor dengan angin.

2)

3)

3. Alat yang digunakan a. Ampere meter b. Voltmeter c. Tachometer d. Reostat

2 1 1 1

4. Prosedur percobaan a. Tahap 1

Gambar 1 i. Dibuat rangkaian seperti gambar 1. ii. Sumber tegangan dinyalakan, kemudian regulator pada trafo diatur sampai putaran motor mencapai 3000 rpm yang diukur menggunakan tachometer. iii. Pembacaan amperemeter (Iam) dan voltmeter (Vm) dicatat. b. Tahap 2 i. Dibuat rangkaian seperi gambar 1. ii. Reostat diatur agar tahanannya lebih besar dari percobaan tahap 1. iii. Sumber tegangan dinyalakan, kemudian regulator pada trafo diatur sampai putaran motor mencapai 3000 rpm yang diukur menggunakan tachometer. iv. Pembacaan amperemeter (Iam) dan voltmeter (Vm) dicatat. 5. Data pengamatan

6. Perhitungan

( )( ) ( )

) ( )

7. Grafik
600 400 200 P (Watt) 0 0 -200 -400 -600 -800 V2 (volt2) 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 y = 0.0075x - 653.8 R = 1

8. Kesimpulan Dari hasil percobaan ini, rugi inti yang didapat sangat besar. Kemungkinan besarnya rugi inti disebabkan bahan magnet pada motor kurang baik atau laminasi dan bahan inti motor yang kurang baik. Pada percobaan ini rugi mekanik tak dapat dihitung dikarenakan puncak kurva yang berada dibawah nilai nol. Kemungkinan ini disebabkan ada tegangan sisa yang cukup besar dikarenakan praktikum ini menggunakan motor yang baru saja selesai digunakan untuk praktikum sebelumnya. Kerugian mekanik dianggap tetap karena kerugian ini bergantung pada gesekan dan konstanta gesekan bernilai tetap walaupun terjadi perubahan beban. Kerugian inti pada percobaan ini dianggap tetap karena kerugian inti bergantung pada kerapatan magnet dan banyaknya putaran. Kerapatan magnetnya tetap dan putarannya pun dibuat tetap saat beban dirubah sehingga kerugian intinya dapat dianggap tetap. Pada percobaan ini tegangan sumber tidak boleh lebih kecil dari 50% tegangan nominal karena akan mengurangi efisiensi kerja motor.